Release info

경우의-수-More-Than-Friends-E15-NEXT-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-11-28
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 185 lines.

[Nama, bisnis, tempat, dan insiden yang disebutkan hanyalah fiksi.]

[Rubah yang kelelahan dan haus melewati kebun anggur.]

["Aku sangat beruntung. Aku menemukan anggur yang tampak lezat."]

[Rubah itu melompat sekuat tenaga untuk memetik anggur]

[Setelah melompat sebentar, rubah itu menyerah untuk mengambil anggur]

Hai,

Woo-yeon.

Kau mau teh?

Bagaimana kabarmu?

[dan aku bahkan tidak ingat untuk menutup payungku.]

Baik.

Aku baik-baik saja.

Kau?

Begitu rupanya.

Syukurlah.

Waktu menyembuhkan semua luka.

Aku sibuk.

Aku hampir tidak makan atau tidur.

Yang kulakukan hanyalah memotret

untuk kembali kepadamu.

Sudah kubilang, waktu telah berlalu.

Sudah terlambat.

Woo-yeon.

Kau sedang bersama tamu.

Dia akan pergi.

Jika sudah selesai...

Belum.

Dengan apa pun.

Kalau begitu, sampai nanti.

Aku punya rencana malam ini.

Aku akan meneleponmu.

Terima kasih.

Aku datang untuk membawakan ini.

Apa waktuku tidak tepat?

Tidak.

Apa ini?

Barang-barang perusahaan kami yang kau kerjakan.

Mereka mengirimimu satu set.

Aku bisa saja mengambilnya.

Terima kasih.

Kau mau berkeluh kesah

atau aku harus mengganti topik?

Kau tampak sedih

dan gugup.

Kau selalu

memahamiku.

Sudah kubilang. Kita sama.

Tolong ganti topiknya.

Biar kupikirkan hal lain.

Film yang kau kerjakan berdasarkan sebuah buku

milik Eunyu.

Aku akan ke pemutaran perdana.

Pergilah denganku jika tidak ada orang lain.

Baiklah.

Jangan menahan diri di depanku jika memang berat.

Kau tahu aku bisa memahamimu.

Baiklah.

[Proyekmu selesai lebih cepat daripada dugaanku.]

Kau tidak makan atau tidur saat mengerjakannya.

Karena aku harus kembali kepada Woo-yeon.

Ini kali pertama fotomu memiliki tujuan berbeda.

Ini kali pertama aku menyesali sesuatu karena fotografi.

Setiap hari sejak aku datang ke sini,

aku menyesal telah datang. Seharusnya aku menemani Woo-yeon.

Kurasa aku menyesali semuanya lagi.

Kenapa kau putus dengan Woo-yeon?

Kupikir kami tidak akan putus

karena butuh waktu lama hingga kami bisa bersama.

Aku terbiasa kesepian karena selalu sendiri,

tetapi tidak akan sama bagi Woo-yeon.

Bagaimana aku bisa memohon jika dia bilang itu terlalu berat?

Kupikir kau egois, tapi rupanya kau bodoh.

Setelah kau lepaskan, semuanya berakhir. Terlalu lama waktu yang berlalu.

Itu berbeda bagi kami.

Kami berbeda.

Apa dia sibuk?

Dia mungkin sudah tidur, ya?

Ada apa?

Nona Kyung dan aku bertemu hari ini karena pekerjaan.

Kau menelepon untuk mengatakan itu?

Ya.

Tidak ada apa-apa di antara kami, jadi jangan salah paham.

Kenapa kau memberitahuku ini?

Karena aku tidak mau dia disalahpahami karena aku.

Jika aku salah paham,

bukankah itu akan memberimu kesempatan?

Aku tidak butuh kesempatan yang murahan begitu.

Aku harus

menangkap apa pun yang aku bisa.

Ya. Silakan.

Kau bisa membawa Young-hee.

Jangan cemaskan aku, bawa saja Young-hee bersamamu.

Jika kau tetap di sisinya,

aku bisa menutup mata dengan tenang.

Ibu tidak boleh menutup mata.

Young-hee akan sangat cantik. Mata Ibu harus terbuka lebar untuk melihatnya.

Kami akan mengadakan pernikahan Amerika, jadi Ibu juga harus memakai gaun.

Apa warna yang Ibu inginkan?

Pilih sesuatu yang berani.

Sesuatu dengan punggung yang sangat rendah.

Tentu. Aku mengerti.

Hyun-jae.

Maafkan aku.

Maafkan aku, Ibu.

Woo-yeon, kau harus ikut kencan buta.

Aku kenal jaksa yang hebat.

Lupakan saja. Aku muak berkencan.

Apa? Kau muak berkencan?

Kau masih belum melupakannya?

Kau tidak akan berkencan lagi?

Benar juga. Soo sudah kembali.

- Apa dia kembali ke Korea? - Dia meneleponmu?

Dia datang ke sini.

Bagaimana keadaanmu?

Apa aku harus menangis?

Pekerjaan adalah hal terpenting bagiku sekarang

dan aku tidak ingin jatuh cinta lagi.

Aku tidak ingin emosiku terbuang hanya untuk itu.

Hanya dalam satu tahun, orang yang paling kau cintai

hilang.

Kenapa kau hanya duduk di sini?

Ayo keluar.

Kita mau ke mana?

Aku merasa kenyang dan di luar dingin. Ini surga.

Itu menghilangkan semua pikiran sepeleku.

Aku bahagia karena kalian berdua bahagia.

Itu sepadan.

Aku berterima kasih pada kalian karena berada di sisiku.

Aku sayang kalian.

Aku juga menyayangimu.

Kau membuatku geli.

Bagaimana jika kita berhenti berkencan dan melupakan pernikahan?

Kalian mau kita bertiga tinggal bersama selamanya?

Maaf. Aku sudah menetapkan tanggalku.

Astaga. Kau akan bersikap seperti ini?

- Astaga. - Ada apa denganmu?

- Ini. Selamat menikmati. - Terima kasih.

- Tolong sebotol soju lagi. - Baiklah.

- Bisa catat pesanan kami? - Baik.

- Hei, bisa catat pesanan mereka? - Tentu.

Selamat menikmati.

Selamat datang.

Apa? Lama tidak bertemu, Kawan.

Kau punya banyak pelanggan sekarang.

Ini tempat yang populer sekarang.

Duduklah.

Kapan kau datang ke Korea?

- Hari ini. - Kalau begitu, kau harus istirahat.

Kau langsung datang untuk menemuiku?

Aku tidak langsung kemari. Kau orang ketiga yang kutemui.

Siapa yang kau temui begitu cepat?

Woo-yeon.

Kau menemuinya?

Kenapa kau bersikap canggung?

Kalian berdua putus.

Kau mungkin menemuinya karena masih menyukainya.

Jika kau datang untuk minum sendiri,

mungkin tidak berjalan lancar.

Kau banyak berubah saat itu.

Satu tahun sudah berlalu.

Apa satu tahun waktu yang lama?

Waktu berlalu adalah satu hal.

Situasinya juga banyak berubah.

Aku akan menikah.

Apa?

Hei, Kucing Manis.

Hei, Anjing Lucu. Kau bekerja keras?

Aku sangat merindukanmu hingga kupikir aku akan mati.

Seberapa besar?

Aku juga.

Kau sudah dengar cerita pertunangan mereka?

Ya. Kukira itu adegan dari sitkom.

Aku harus bagaimana?

Anjing Lucu begitu manis hari ini.

- Aku bagaimana? Tampan? - Sangat. Seksi. Aku suka.

Ada apa dengan jarimu?

Dong-sik yang melakukan ini.

Dong-sik harus dimarahi.

Jangan lakukan itu.

Dia anggota keluarga paling berkuasa.

Dia pikir semuanya mainan kunyah selain ibuku.

Ayahku dan kakakku ketakutan.

Sebaiknya aku juga baik kepada Dong-sik.

Jangan sampai dia melihatmu. Itu yang terbaik.

Baiklah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left