Dara-san of Reiwa

Dara-san of Reiwa (令和のダラさん)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

[Crunchyroll] Dara-san of the Reiwa Era - 05
Dara san of the Reiwa Era S01E05 CR WEB-DL Indonesian ID
A Commentary by Crunchyroll
Official Crunchyroll subtitles · Dara-san of the Reiwa Era S01E05 WEB-DL · Indonesian · ripped 2026-08-15

Tags

webdl
anime
Published on: 2026-08-15
Downloads: 3
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 178 lines.

Diliputi amarah, separuh tubuh Yamatagi-madara itu pun mengamuk.

Namun, bahkan Yokai kuat ini tumbang

di hadapan persiapan matang yang dilakukan gadis kuil Adik dan Kakak.

Nona, kau baik-baik saja?

Saat ini, kita telah taklukkan dewa ular.

Idealnya, kita harus segera membawanya ke gua penyegel.

Tapi ini sudah larut, dan aku…

sudah sangat melemah.

Ritualnya bisa tak berjalan sesuai rencana.

Aku tahu ini mencemaskan, fajar nanti aku akan segel lagi dengan kakakku.

Tapi, Kakak…

kenapa segelnya rusak?

Berani-beraninya kau…

Benar.

Guanya harus kita periksa dengan cermat sebelum menyegelnya lagi.

Atau mungkinkah…

kau melakukan sesuatu yang menyebabkan ini?

Jangan pura-pura tidak tahu!

Setelah semua penderitaan kami, kau akan melepaskannya pada kami?

Semuanya, sisanya kuserahkan pada kalian.

Ambilkan kapak… Bukan, cangkul!

Dimanipulasi oleh gadis kuil Kakak dan dikuasai nafsu membunuh dan kegilaan…

mereka memotong lengan si Adik agar tak bisa lagi memakai kekuatannya,

lalu memotong kakinya agar dia tak bisa melawan atau kabur.

Jangan pernah mendekatinya.

Jika melihat, tertimpa kesialan. Jika mengotori, kena kutukan.

Sejak zaman dulu,

ia dikenal sebagai Yamatagi-madara.

DARA-SAN OF THE REIWA ERA

UNDANGAN PESTA ULANG TAHUN

Kami akan mengadakan pesta ulang tahun untuk kakakku besok!

Pada hari itu seluruh keluargaku akan pergi,

jadi ikutlah dengan kami, Dara-san.

Anak ini bicara apa?

Tidak, di mana pun tak masalah, tapi jangan di dalam ruangan.

-Duduk di sana. -Aku sudah duduk.

Pelajaran hari ini adalah tentang sifat unik dari "rumah".

RUMAH

Rumah adalah lingkup dengan batas jelas yang merupakan milik penghuninya,

yang diciptakan sebagai bagian dari tatanan spiritual.

Ada beberapa cara bagi makhluk dari dunia lain

untuk memasuki rumah manusia.

Merasuki seseorang, menempel pada rohnya, dan melebur sebagian dengannya.

Menyelubungi diri dengan miasma dan menembusnya dengan keras.

Metode ini menyakiti makhluk hidup di area itu,

tapi memberi kami jalan masuk tanpa batas.

Cara itu tak bisa dilakukan untuk saat ini,

jadi aku harus masuk dengan cara yang benar.

Mendapatkan izin

dan dipersilakan masuk.

Apa masalahnya dengan itu?

Alasan manusia tak bisa melihatku

adalah karena aku hidup di dunia lain.

Jika rumahnya jadi bagian dari dunia itu, aku tak bisa sembunyikan diri lagi.

Bagian bawahku juga. Bayangkan kekacauannya saat ada yang masuk.

Ayah dan Ibu baru pulang pukul…

Seharusnya tak masalah sampai pukul 18.00!

Anak ini tak pernah mendengarkan…

Keesokan harinya…

MISOGIYA

Ya?

Dara-san?

Aku datang…

Bukan! Dara-san…

Dara-san…

seharusnya punya siluet lebih seksi!

Tak bisa masuk. Izinkan aku masuk!

Tak bisa masuk.

Izinkan aku masuk!

Ini aku.

Ada sesuatu…

Itu bukan roh dari sekitar sini.

Mungkin terbawa Hinata saat dia pergi.

Roh itu pasti mengikuti pulang.

Boleh aku masuk?

Oh, ya. Kau perlu minta izin dulu.

Tentu saja! Silakan masuk!

Begitu aku masuk,

ruangan itu sejenak diselimuti oleh ruang di antara dua dunia.

Merasakan ada yang tidak beres saja sudah mengesankan.

Hinata! Dara-san datang!

Tunggu… Dara-san, mana bagian bawahmu?

Ini?

Bentuk ularku akan membuat repot saat aku masuk ruangan.

Jadinya seperti ini?

Ada tamu?

Hei, Miwa!

Halo. Hari ini ulang tahunmu, bukan?

Ini untukmu.

Hore!

Terima kasih sudah selalu menjaga Kaoru! Silakan masuk.

Hinata!

Dara-san, tanganmu!

Tak akan sempat memakai mantraku.

Aku mengundangnya tanpa berpikir…

tapi Dara-san ada di sini!

Selamat datang!

Perkenalkan.

Namaku Miwa Irako

Miwa, ini Yama… Nn. Yamada.

Halo. Aku Yamada.

Kaoru selalu baik kepadaku.

Tidak, kamilah yang harus berterima kasih kepadamu.

Aku pinjam pakaian dalammu.

Kau kenal mereka berdua dari mana, Nn. Yamada?

Yah…

aku bertemu mereka di gim daring,

dan ternyata kami tinggal cukup berdekatan.

Jadi, mereka mengundangku.

Mengarangnya cukup cepat.

Aku adalah seorang perancang.

Kaoru sesekali membantuku.

Kami sudah menjadi teman baik sejak dulu sekali.

Jika dipikir lagi,

aku bahkan tak tahu tanggal ulang tahunmu.

Pada zamanku, tak ada yang merayakan hari kelahirannya. Aku tak tahu.

HEH HEH

Sepertinya dia penasaran juga.

Hari ulang tahun… Hari kelahiranku?

Bukan saat aku masih manusia, yang namanya tak lagi kuingat.

Atau saat aku menjadi Yamatagi-madara, sebelum aku memiliki kesadaran diri.

Mungkin aku terlahir…

pada hari saat mereka…

mulai memanggilku Dara-san.

Ulang tahunku adalah saat pertama kita bertemu.

Pada hari badai menerpa.

Benarkah?

Berapa usiamu?

Aku baru mengatakan sesuatu yang cukup mendalam, ya?

Usiaku… 26 tahun.

Usia saat tewas

Itu bagus.

Usia kita sama.

Aku jadi bersemangat!

Mungkin mengatakan "itu rahasia" juga bisa.

Baiklah, sampai jumpa!

Oh, ya.

Hadiah ulang tahun.

Aku tinggal di gunung, jadi ini bukan barang mewah.

Jimat dan…

Surat?

Barang di dalam kantong adalah sepotong daging dari lidahku.

Jika mencampurnya dengan cairan tubuh seperti ludah atau darah,

itu sama seperti aku sudah memakannya, dan bisa diterima sebagai persembahan.

Dengan ini, kau bisa memanggilku.

Gunakan saat ada bahaya.

Wah!

Aku sungguh berterima kasih,

tapi bahan isinya agak berlebihan.

Tak lama setelahnya, terbukti barang itu berguna.

Kakak, tolong aku! Kakak!

Para warga, dengan hasrat membunuh,

dikuasai oleh nafsu bahkan di tengah kengerian ini.

Di tengah keputusasaannya, si gadis kuil Adik

berusaha mengakhiri hidupnya sendiri sebelum mereka bisa menodainya.

Kemudian…

Kau seharusnya tetap di gunung dan mati perlahan seperti binatang.

Kenapa? Kenapa kau…

Kenapa orang sepertimu?

Bagaimana kau merayunya?

Apa kau mengajaknya

begitu kau punya peluang?

Nona…

Oh, ya.

Kalian masih di sini.

Adikku yang malang!

Dia bertarung dengan segenap kekuatan dan menumbangkan ularnya,

tapi para warga desa yang dia lindungi, membuatnya menjadi seperti ini.

Nona, apa yang kau lakukan?

Aku bergegas menghampirinya, tapi diserang untuk membungkamku.

Tapi kuserang mereka dan membalaskan dendamnya.

Aku tak akan memaafkanmu.

Dendam ini… akan kubalaskan.

Chiyo, apakah Hinata dan Kaoru baik-baik saja?

Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?

Belakangan ini mereka banyak bertanya soal Yamatagi-madara.

Aku tak suka melakukan ini…

Pacar temanku dirawat di rumah sakit.

More Indonesian subtitles for Dara-san of Reiwa

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left