The first 200 lines.
"Episode 4"
Hei.
Hei.
Kenapa...
Bangun. Hei, bangun.
Dia pemarah,
- tapi jiwanya baik. - Hei, Pak.
Dia menemukanku sekarat dan menerimaku.
Karena dia menemukanku di hilir,
dia menamaiku "Kang Ha".
- Aku tidak mau dikasihani. - Jangan menerimanya.
- Terima saja uangnya. - Pak.
Benarkah dia akan mempekerjakanku?
Dia hidup dengan kondisi mental dangkal
yang berubah setiap kali angin bertiup.
Dia sangat pemalu.
Walaupun begitu, untuk apa aku bersembunyi dari hadapannya?
Itu demi kesehatan mentalmu.
Empat kali lipat.
Menurutku itu tidak benar.
Kenapa?
Aku mungkin akan goyah.
Aku memberimu beberapa nada karena kasihan melihat perjuanganmu.
Jangan menganggap itu bakat.
Kamu tampak menyedihkan.
Lagi pula kamu tidak akan lolos ke babak berikutnya.
Kamu tidak berarti apa pun bagi kami.
Astaga, kamu dan muruahmu.
Jika menurutmu ini bukan untukmu, yang terbaik adalah memutuskannya.
Apa kamu pikir kamu tidak bisa melakukan hal lain?
Banyak orang mengatakan mereka berhenti bermusik
tapi bersenandung dalam tidur mereka tanpa menyadarinya.
Menurutku itu sama sekali tidak bagus.
Kim I Gyeong. Kamu berhenti bermusik. Apa yang kamu takuti?
Ini kesempatan bagus.
Jangan lari. Hadapi dengan berani.
Jika kamu bisa bekerja untuknya
dan masih bisa melampaui kerinduanmu untuk bermusik,
maka kamu bisa melakukan apa pun.
Hei, ini aku.
Aku akan menerima pekerjaan paruh waktu itu.
Aku akan melakukannya.
- Jangan bergerak. - Apa?
Jangan menoleh ke belakang.
Kumohon...
Terima kasih sudah mempekerjakanku.
Kebetulan sekali.
Aku menelepon sebuah agensi sementara dan mereka mengirim dia.
Bukankah itu karma?
Benar.
Aku akan bekerja keras.
Ini resume yang kamu minta.
- Pergi. - Aku tidak melihat apa pun.
Aku bilang pergi.
Ada apa denganmu?
Kamu selalu mengatakan "pergi".
Apa kamu memamerkan rumahmu sendiri?
Kamu menyuruhku mempekerjakan seorang pelayan.
Kenapa kamu berubah pikiran?
- Apa kamu juga mau pergi? - Tidak.
Apa kamu seenggan itu untuk membayar uang yang tidak seberapa?
Kamu sangat pelit.
Aku akan membayar dia.
Pak.
- Pak Ha. - Kalau begitu, pergilah dengannya.
Tidak. Tidak akan.
Gadis itu mencoba menghasilkan uang.
Apakah kamu harus sejahat itu karena sedikit uang?
Ini bukan amal. Katanya dia akan bekerja.
Kamu tidak akan pernah masuk surga.
Kamu tidak punya kesempatan.
Kenapa kamu sangat memedulikan dia?
Kurasa aku mulai mengingat masa laluku.
Sejak aku bertemu I Gyeong.
Itu bagus.
- Yang benar saja. - Tidak bisakah kamu membantuku?
Begitu mengingat semuanya, kamu akan pergi.
Kang Ha!
Hei.
Aku yakin sudah memberitahumu aku mogok bekerja.
Pergi.
Lagi?
Kamu selalu mengatakan itu.
Berhentilah bersikap kasar.
Keluar.
Kamu berbaring lagi?
Hei, dasar orang gila!
- Keinginanmu? - Gaji empat kali lipat.
Pertama, bekerjalah selagi aku tidak di rumah.
- Dua. - Jangan pernah mendekati
ruang kerja rubanah.
Terima kasih. Aku akan berusaha sebaik mungkin.
Gunakan biji kopi Chili.
Tentu saja, biji kopinya harus memiliki merek perdagangan adil.
Simpan semua kacang di kulkas.
Aku tidak akan memakannya jika asin.
Hati-hati terhadap pergerakanku.
Kita tidak boleh bertemu.
Cuci handuk sehabis digunakan.
Baunya seperti lap setelahnya.
Aku harus bertahan. Bertahanlah.
Buddha, beri aku kesabaran.
Aku dibayar empat kali lipat di sini.
Itu harapan palsu.
Di balik harapan palsu itu, selalu ada keputusasaan.
Kamu pasti telah melalui banyak hal.
Aku akan melakukan apa pun untuk berubah.
Itu membuatku sangat sedih. Orang-orang selalu menatapku
setiap kali lift berbunyi.
Dan semua kaus kakiku robek
karena aku tidak bisa menggunting kuku kakiku.
Ini sangat umum.
Kamu ingin kurus dan kamu ingin rambutmu lebih lebat.
Jika aku harus menggolongkan keinginan kalian,
itu menduduki peringkat pertama di kalangan pria dan wanita.
Jangan khawatir, dan teken kontraknya.
Alasan manusia menderita akibat ilusi harapan
adalah karena dewa memberi mereka harapan palsu.
Harapanlah yang mengeluarkan sisi buruk manusia.
- Seseorang baru saja jatuh! - Astaga, kamu benar.
- Di mana? - Lihat di sana.
- Mereka jatuh ke dalam danau. - Lihat.
- Lihat mereka. - Di sana.
- Astaga. - Satu.
Dua.
Satu, dua.
- Apa mereka baik-baik saja? - Astaga.
- Aku akan menyelamatkan dia. - Akan kubantu.
- Tidak, tunggu. - Aku akan pergi.
Tidak, aku akan menyelamatkan dia.
- Berhenti! - Aku bisa menyelamatkan dia!
- Tidak, aku akan pergi. - Astaga.
- Lepaskan aku. - Kamu mau ke mana?
Astaga, aku pasti bisa menyelamatkan dia.
Tae Kang.
- Kamu pulang dengan selamat? - Ya.
Apa aku membuatmu kesal?
Mulai.
Dasar dungu!
Aku akan menggiling dagingmu dan meminummu seperti jus.
Aku Joo Ra In, Bedebah!
Benarkah? Awalnya aku sangat malu.
Tapi setelah kupikirkan, aku tidak pernah benar-benar
mengekspresikan diriku seperti itu kepada siapa pun sebelumnya.
Bagaimana harus kujelaskan? Rasanya sangat menyenangkan dan melegakan.
Rasanya seakan aku bisa buang angin di depan banyak orang asing.
Aku terkadang bertemu manusia seperti dia,
- dan mereka membuatku bingung. - Harus kukatakan,
kamu tampak seperti pria yang tahu cara membuat orang merasa nyaman.
Bagaimana harus kujelaskan perasaan bebas ini?
Rasanya seolah-olah aku tidak memakai beha.
Dia sangat polos.
- Maksudku bukan jiwanya. - Kamu sangat menawan.
Maksudku otaknya.
Aku harus pergi sekarang.
Tapi aku berharap itu tidak menghentikanmu
untuk berfantasi tentangku.
- Aku tidak pernah berfantasi. - Astaga.
Karena kamu sudah
sangat polos.
Astaga, kamu sangat baik.
Terima kasih, Tae Kang.
Rasanya aku membiarkan diriku dilatih ulang oleh behaku.
Aku merasa sangat nyaman sekarang.
Sampai jumpa lagi, Tae Kang.
Aku akan memperingatimu sebagai CEO.
Berhati-hatilah agar tidak terlibat dalam skandal.
Kami hanya makan bersama. Itu tidak akan menimbulkan skandal.
Kurasa kalian membicarakan beha selagi makan.
Dan makan bersama sudah cukup untuk menimbulkan skandal.
Kamu harus selalu ditemani manajer.
Dia makan dengan orang lain. Kenapa dia tidak mau makan denganku?
Nona Ji.
Bukankah kamu hendak pergi?
Tidak.
Halo, Nona Ji.
Nona Ji pasti mengalami hari yang buruk. Ada apa dengannya?
Mari makan bersama.
Aku datang untuk mendaftar audisi komposer baru.
Kamu tidak membaca pengumumannya? Kamu harus mendaftar via surel.
Kenapa kamu datang jauh-jauh ke sini?
Astaga.
Aku senang kamu datang. Silakan duduk.
"Lucca Alexievich"?
- Dia pasti orang Rusia. - Ayahku berasal dari Serbia.
Kamu bisa memanggilku Lucca.
Di mana tepatnya lokasi Montenegro?
Yugoslavia terbagi menjadi enam negara.
Slovenia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia,
Makedonia, Kroasia, dan Montenegro.
Di sanalah lokasi Montenegro.
- Kamu dilahirkan di sana? - Aku pindah saat masih kecil.
Kamu kuliah di La Sorbonne
dan belajar Ekonomi dan Bisnis.
Itu usul ibuku.
Aku tidak menikmatinya.
Aku penggemar K-pop sejak kecil.
Ha Rip adalah komposer favoritku.
Apa yang dia sukai dari bedebah itu?
Aku kabur dari rumah karena ingin belajar darinya.
No comments yet. Be the first to leave one.