The first 200 lines.
"Ini kali pertamanya tampil di TV dalam tiga tahun"
"Dialah bintang remaja sepanjang masa, You Ho Jeong"
Astaga.
"Dialah bintang remaja sepanjang masa, You Ho Jeong"
Rasanya canggung sekali.
"Suara bising di kejauhan"
- Halo, Bu. - Senang bertemu kamu.
- Dahulu aku penggemar berat. - Halo.
Aku ingin sekali bertemu kamu.
- Kamu cantik sekali. - Senang bertemu kamu.
Terima kasih. Kamu juga cantik.
- Aku cantik di masa lalu. - Halo.
Halo.
- Aku lebih suka dia dari suaminya. - Dia luar biasa.
Dahulu dia sangat cantik.
Dia kelihatan sangat pintar.
Terima kasih.
Kamu kelihatan sangat pintar.
- Kamu hebat. - Dia dapat nilai sempurna.
Dan suaminya dapat 80.
Benarkah?
- Kenapa kamu berkata begitu? - Aku suka itu.
Aku tidak terlalu menyukai suaminya,
tapi aku sangat suka wanita muda ini.
- Jadi... - Aku bukan lagi wanita muda.
Kamu masih wanita muda.
- Tentu saja. - Terima kasih. Halo, Bu.
- Halo. - Dia seperti berusia 30-an.
Halo. Aku suka menontonmu di acara ini.
- Aku penggemar beratnya. - Dahulu dia cantik sekali.
- Dia sangat cantik. - Terima kasih.
Dia kelihatan sangat pintar.
- Terima kasih. - Kamu memang tampak pintar.
- Astaga. - Setiap aku melihatmu di TV,
- Dia sangat cantik. - aku suka sekali.
- Dia juga berpakaian sangat rapi. - Ya.
- Dia tampak luar biasa. - Benarkah?
- Halo. - Halo.
- Halo. - Halo.
Kalian akan kehilangan akal sehat karena wanita cantik ini.
Kuatkan diri kalian.
Aku sangat mengenalnya.
Dia sangat akrab dengan suamiku.
Mereka satu kampus.
Aku sudah lama akrab dengan Jae Ryoung.
Mereka teman minum-minum.
- Teman minum-minum. - Dari mana kamu tahu?
Aku tahu Jae Ryung itu peminum berat.
Aku membacanya di internet. Aku belum pernah bertemu langsung.
Kamu membacanya di internet? Apa orang-orang mengatakan itu?
Ya. Orang mengunggah soal itu.
"Lee Jae Ryoung Adalah Peminum Berat"
Apa kalian mencari berita juga?
Kami semua mencarinya.
- Karena putra kami - Kami bisa berbuat sejauh itu.
dalam industri ini,
kegiatan pertama di pagi hariku adalah mencari berita hiburan.
Suamimu sangat baik, bukan?
- Aku yakin dia baik. - Dia sangat baik.
Itu berat bagiku karena dia sangat baik.
- Benar. - Jika suamimu baik...
- Itu berat. - Ya, jika suamimu
- orang baik... - Kebanyakan peminum itu baik.
Berat jika suamimu sangat baik hati.
Ya. Itu berat.
Itu berat.
Kalian sudah menikah
- selama 23 tahun. - 23 tahun.
Apa kalian masih mesra?
"Apa mereka masih mesra?"
Pertanyaan macam apa itu?
"Pertanyaan macam apa itu?"
Hanya saja aku...
- Apa kalian masih mesra? - Kami masih mesra.
- Bagaimana? - Apa?
Berikan contoh.
Jika aku beri tahu detailnya,
kamu mungkin merasa tidak enak.
Kudengar setiap kalian bertengkar,
Jae Ryoung menulis janji.
Dia menulis banyak janji.
Apa yang dia janjikan?
Dia hanya menulis apa pun yang aku diktekan.
Dia merasa sulit menulis surat permintaan maaf,
tapi dia bilang bisa menuliskan janji sebanyak yang aku mau.
Saat aku menyuruhnya menulis surat permintaan maaf,
dia berkata, "Apa salahku?"
Dia tidak bisa berhenti memikirkan itu,
- jadi, dia tidak bisa menulisnya. - Dia harus membuat surat itu.
Tapi dia hanya perlu menuliskan yang kamu suruh di catatan janji.
- "Mulai kini, aku tidak akan - Dia tinggal menulisnya.
- minum lebih dari..." - Dia berjanji
tidak minum melebihi jumlah tertentu dalam sepekan
dan dia akan pulang pada jam tertentu.
Dia juga berjanji tidak akan pernah membangunkanku saat pulang.
Dia menulis itu, bahkan menandatanganinya dengan cap jempol.
Tapi dia terus mengulangi kesalahan yang sama.
Rasanya dia seperti sengaja melakukannya.
Dan itu membuatku sangat marah.
Menulis catatan janji itu sia-sia saja.
- Ya. - Itu sama sekali tidak mengubahnya.
Omong-omong, Jae Rong
- seperti... - Maaf, tapi dia "Jae Ryoung".
"Jae Ryoung".
- "Jae Rong" itu manis. - Karena aku sudah tua,
- Dia... - aku sering salah bicara.
- Omong-omong... - "Jae Rong" itu
- nama yang lebih manis. - Dari yang kudengar,
dia sangat mirip dengan suamiku.
Selain kenyataan bahwa suamiku tidak minum,
mereka sama. Mereka menulis catatan janji.
- Catatan janji. - Mereka membuat kesalahan sama.
Ada banyak kemiripan.
- Dia... - Dia bilang menyesal
dan tidak akan mengulanginya.
Akhirnya aku memilih untuk memaafkan dia.
Aku tidak bisa terus menahan amarah, bukan?
Sambil bertahan dengan hal itu, aku menjadi setua ini.
Saat aku mendengar ucapannya...
- Dia tidak akan berubah, bukan? - Dia tidak akan berubah.
Dia tidak akan pernah berubah.
Kini usianya hampir 80 tahun, tapi sikapnya tetap sama.
Jadi, jangan pernah mengharapkan dia berubah.
- Jangan harap itu terjadi. - Hanya akan membuatmu kesal.
Dia berjanji tidak akan mengulanginya.
Dan dia menulis catatan janji lainnya.
Dia benar-benar kacau.
Tempo hari, aku menemukan sebuah catatan lama.
Aku berniat merobek dan membuangnya.
- Aku merobek dan membuangnya. - Benar, bukan?
Astaga.
Kapan kali terakhir Jae Ryoung mengatakan "Aku cinta kamu"?
Dia sangat sering mengatakan itu.
- Tadi pagi? - Ya.
Bukan tadi pagi.
- Kemarin? - Akhir pekan yang lalu?
Akhir pekan yang lalu. Berarti
- Dia sangat ekspresif. - meski sudah bertahun-tahun
menikah, kamu sering mendengarnya.
Tapi "aku cinta kamu" dari dia tidak romantis
seperti pelukan dari suami In Sook.
- Dia hanya... - Dia mengatakannya saat bersalah.
- Sebagai contoh. - Itu bukan kebiasaan.
Saat dia keluar minum-minum, dia berkata "Aku cinta kamu".
Seperti itu.
- Ya. - "Aku pulang larut. Cinta kamu."
"Boleh aku keluar malam ini? Aku cinta kamu."
Kapan kamu kali terakhirmu mendengar
"aku cinta kamu" dari para suami kalian?
- Dia tidak pernah mengatakannya. - Sama seperti suamiku.
Kamu menanyakan pertanyaan yang sia-sia.
Walau dia mengatakannya, kami tidak akan mendengarnya.
- Kapan kali terakhirnya? - Kamu tidak akan mendengarnya.
Walau dia mengatakannya, aku tidak akan dengar.
Jadi, kapan kali terakhirnya?
- Dia tidak pernah mengatakannya. - Aku tidak...
- Aku tidak tahu. - Aku tidak ingat yang terakhir.
Kapan kali terakhirmu mendengarnya?
Dia tidak pernah mengatakannya.
Itu...
- Ya. Benar. - Bagaimana kamu...
- Tidak perlu. - Aku anggap saja dia mencintaiku.
- Ya. - Itu yang kami lakukan.
- Kami hanya menjalani... - Kamu bisa mengatakannya pertama.
- Untuk apa? - Kami tidak bisa.
"Aku cinta kamu, Sayang."
- Kami tidak bisa melakukan itu. - Tidak bisa?
Tapi Ok Jin pasti berpikir...
"Ok Jin pasti berpikir..."
Dia pasti bingung.
- "Aku bisa ucapkan dengan baik." - "Aku pandai soal itu."
- "Aku pandai soal itu"? - "Aku pandai soal itu."
Ya. Dia pasti yang terbaik.
Jika aku punya kekasih saat ini, aku akan mengatakannya.
Dia akan mengatakannya jika punya kekasih.
Aku akan mengatakannya lima kali dalam sehari.
- Sebelumnya... - Itu jawaban yang sempurna.
Jika membahas hubungan antara pria dan wanita,
kita saling memahami perasaan masing-masing, tanpa kata-kata.
Ada sebuah pepatah lama.
"Di siang hari, perlakukan satu sama lain seperti orang asing."
"Di malam hari, perlakukan masing-masing seperti kekasih."
Kalau begitu, suamimu masih memperlakukanmu seperti
"Seorang kekasih?"
seorang kekasih di malam hari?
Berhentilah asal bicara.
Kamu mengejutkanku.
- Astaga. - Kalian tidur seranjang, bukan?
- Aku tidak begitu karena suka dia. - Atau apa kalian tidur terpisah?
Dia tua dan menderita hipertensi.
Aku hanya tidur di sampingnya untuk melindunginya.
Tapi kamu takut tanpa dia.
Jujur saja, aku takut.
Kamu tidak bisa tidur sendiri.
Itulah bedanya.
Kurasa kami lebih takut jika tidur seranjang.
Tapi kalian tinggal serumah.
"Itu lelucon"
Apa maksudmu? Kalian suami istri.
- Aku sudah bersimpati padanya. - Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.