Specials

Release info

사랑한다고말해-Tell-Me-that-Love-Me E05-WEBRip-Disney+
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-12-11
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TELL ME THAT YOU LOVE ME

TOKOH, LOKASI, ORGANISASI, DAN PERISTIWA DI DRAMA INI FIKSI

"Rasanya selalu seperti festival."

Kau merasa paling nyaman bernapas

saat bahkan tak sadar kau sedang bernapas.

Begitu kau sadar sedang bernapas…

"Masuk lewat hidung, keluar lewat mulut."

"Berapa detik jarak antar tarikan napas?"

Hal paling alami dan termudah dilakukan mulai terasa

tidak nyaman

dan sulit.

Begitu pula untuk keluarga.

Ibu hanyalah ibu,

dan Ayah hanyalah ayah.

Wajar kami tak saling banyak memikirkan.

Rasa itulah yang ternyaman.

Kau mulai merasa tak nyaman…

saat menyadari hal-hal yang selalu

kau remehkan

bisa direbut.

Bahkan keluarga yang ada di dekatmu seperti udara…

bisa tiba-tiba terasa asing dan membuatmu kesulitan.

Jadi, saat seseorang yang bisa bicara

dan orang yang tak bisa mendengar bertemu,

itu tak akan mudah.

Dan aku yakin

hal itu benar.

Tapi saat itu,

keheningan yang begitu kutakutkan

hingga aku bahkan lupa

untuk bernapas…

Kau akan tampil dengan baik.

Aku percaya padamu.

Dunianya yang sunyi…

terasa nyaman.

Sudah lima tahun sejak aku pindah ke lingkungan ini.

Tapi aku belum benar-benar melihat sekeliling.

Dia datang!

Itu dia!

Astaga, kau hebat sekali!

Kau sangat keren.

Kau tampil dengan baik.

Aku sangat tersentuh.

Kerja bagus hari ini dan terima kasih banyak.

Kerja bagus!

- Jung Moeun! - Jung Moeun!

- Terima kasih. - Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih

sudah datang.

Aku terburu-buru datang,

jadi, tak bisa menyiapkan bunga.

Bunga?

Aku menikmati penampilannya.

Terima kasih.

Selama penampilannya,

aku menyadari

kenapa merasa

seperti ditenangkan

meski

kita tak bisa

lancar berkomunikasi.

Seperti sekarang, setiap kali aku mengatakan sesuatu,

kau berusaha keras

tak melewatkan

satu kata pun.

Kau

pendengar yang baik.

Mengetahui

kau menontonku di teater itu,

aku merasa tenang. Itu menyenangkan.

Rasanya seperti

kau mendengarkan hatiku,

bukan suaraku.

Jadi, aku merasa nyaman

saat bersamamu.

Bagiku, kau adalah

orang yang nyaman.

Naskah sandiwara hari ini…

Bisa perlihatkan kepadaku?

BISA PERLIHATKAN NASKAHNYA?

Tentu.

SUTRADARA HAEDEUN

Mereka meneleponku.

Kurasa aku harus pergi.

Ya, Pak Sutradara. Aku akan ke sana.

EPISODE 5, SALAM

TELL ME THAT YOU LOVE ME

Sampai jumpa.

Hei, Jinwoo.

Kau terlambat.

Aku pergi menonton sandiwara.

Sandiwara?

Seorang kenalanku tampil di sana.

Mau minuman?

Teh dingin.

Teh dingin?

Ide bagus.

Baiklah, silakan duduk.

Astaga.

Siapa yang memesan teh di bar? Bahkan tak ada di menu.

Itu bagus.

Tapi aku tak yakin memilikinya.

Ternyata ada.

Lucu sekali ada di sini.

Baiklah.

Terima kasih.

Dahulu terkadang kau bertanya kepadaku

apa yang ingin kulakukan jika bisa mendengar untuk satu hari.

Ya, aku menanyakan itu.

Tapi kau bilang sudah terbiasa,

jadi, kau tak benar-benar berharap bisa mendengar.

Pernah suatu kali, sudah lama sekali,

kau bilang ingin mendengarkan sebuah lagu.

Benarkah?

Ya.

Tepat sebelum aku menjalani wajib militer…

Letter of a Private. Ingat?

Aku begitu menyukai lagu itu,

dan kubilang mendengar suaranya saja membuatku ingin menangis.

Lalu kau menjadi penasaran.

Suara yang membuatmu menangis?

Apa itu?

Tunggu. Kau tak ingat?

Lagu itu.

Aku menangis selama seminggu

setelah mendengarkannya.

Selama sebulan.

Apa? Sungguh? Aku menangis sebulan?

Baiklah. Katakan saja begitu.

Baiklah, ada apa dengan itu?

Saat melihat sandiwara itu, aku berharap bisa mendengar untuk kali pertama.

Jadi, aku teringat saat kau memberiku pertanyaan itu.

Benar, aku memahamimu.

Itu lagu yang sangat bagus. Sungguh.

Hari saat aku

Meninggalkan rumah

Naik kereta ke kamp pelatihan

Saat aku…

Aku menyanyikannya.

Berpamitan kepada orang tuaku

Astaga, kenapa aku begitu sedih pada "berpamitan kepada orang tua"?

Mungkin karena aku tak punya orang tua.

Jika bisa mendengarkannya,

kau akan menangis tersedu-sedu.

Kau tahu?

Moeun!

Bagaimana tadi? Berjalan lancar?

Aku tidak yakin.

Kau tak menangis karena lupa dialog, 'kan?

Aku hampir menangis.

Astaga. Aku tak bisa…

Tunggu.

Kau bilang kepada Pak Cha

soal itu?

Ya.

Aku bertemu dengannya setelah kita bicara di telepon.

Sudah kuduga.

Dia datang.

Dia datang?

Ya.

Tapi…

Sebenarnya, aku menyesal memberitahunya.

Maksudku, dia tak bisa mendengarmu

menyebutkan dialogmu.

Itu tak akan menyenangkan.

Benar.

Tapi tetap saja,

dia datang.

Benar, bukan?

Astaga.

Aku sungguh berniat berhenti bekerja dan berlari ke teater itu.

Aku akan sangat mengganggu jika datang.

Ayolah.

Jika kau di sana,

itu akan jauh lebih baik.

- Tapi… - "Tapi"?

Kau tak boleh berhenti bekerja.

Hei.

Pokoknya, selamat.

Kerja bagus, Moeun.

Kau hebat.

Terima kasih.

"Kau akan tampil baik."

"Aku percaya padamu."

Hai.

Kalian dari mana saja, tampak semesra ini?

Mesra apanya?

Anak-anak kami datang dari Seoul.

Jadi, begitu. Nikmati hari kalian.

- Sampai nanti. - Dah.

Sulit kupercaya.

Apa?

- Maksudku… - Masuklah. Sekarang.

Bagaimana kau bisa menyempatkan waktu?

Kau selalu menggerutu bahwa kau sibuk.

Ada yang harus kukatakan.

Ada sesuatu? Apa itu?

Nanti saja.

Modam, kemarilah makan buah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left