Season 1

Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐——๐—ฅ๐—˜๐—”๐—  ๐—ง๐—ข ๐—ฌ๐—ข๐—จ ๐—ฆ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐—˜๐Ÿฌ๐Ÿฒ ๐—ฉ๐—œ๐—จ ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘๐„๐“๐€๐ˆ๐‹ ๐•๐ˆ๐” >> ๐Ÿ“๐Ÿ—:๐Ÿ๐Ÿ“

Tags

webdl
Published on: 2026-08-02
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apa kamu pikir kamu hanya menjadi aib untuk ayah?

Apa kamu tidak tahu? Kamu yang menghancurkan hidupnya.

Woo Su Bin, kamu penyesalanku. Kamu juga kembalilah ke hari itu.

Seperti apa perasaanku.

Kenapa?

Ini... Ini karena aku?

Katakan.

Siapa yang bilang begitu? Kalau itu karena kamu.

Apa kamu yang menyuruhku untuk datang mengejarmu?

- Apa kamu yang menabrakku? - Joo Yi Jae.

Diamlah. Ibu baru saja tidur.

Kita bicara di luar.

"Episode 6."

Apa kamu berniat tidak memberitahuku seumur hidup?

Bagaimana bisa? Aku malu sekali.

Kalau kamu tahu betapa aku menyukaimu,

kamu pasti akan besar kepala.

Bagaimana aku bisa tahan melihatnya? Tentu saja aku tidak bisa bilang.

Begitu melihatku,

seharusnya kamu memakiku. Seharusnya kamu menamparku.

Apa kamu tidak ingat?

Aku sudah melakukan semuanya. Memakimu dan menamparmu.

Joo Yi Jae.

Jangan bicarakan seolah itu bukan apa-apa.

Bagimu, ini mungkin baru saja terjadi,

tapi bagiku, ini sudah dari sepuluh tahun.

Aku hidup dengan menyalahkanmu.

Aku jamin kalau bukan karena kutukanku,

kamu pasti akan sedikit lebih berhasil sekarang.

Bagaimana kamu bisa begitu dalam situasi seperti ini...

Aku hidup dengan hati yang begitu menyedihkan.

Aku menyadarinya setelah bertemu denganmu.

Ternyata selama ini aku menyalahkan diriku sendiri.

Ternyata aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.

Sudah kubilang.

Penyesalanku

- bukanlah kamu, melainkan aku. - Meskipun begitu...

Bagaimana jika aku tidak pergi?

Benar, kalau begitu, mungkin saja itu tidak akan terjadi.

Namun memangnya mau bagaimana lagi?

Apa kamu akan memutar balik waktu? Atau kamu akan menghapus ingatanku?

Aku akan merasa bersalah.

Terus merasa bersalah, menyesal, dan menyalahkan diri sendiri.

- Aku tahu kamu akan begini... - Jangan melarangku melakukan itu.

Karena itu bagian yang harus aku tanggung.

Ini bukan salahmu, Su Bin.

Bukan salahmu.

Tidak apa-apa.

- Ibu sudah bangun? - Kamu sudah bangun?

Ibu selalu terbangun pukul 05.00.

Ibu tidak perlu memasak. Beristirahatlah, Bu.

Ibu ingin melakukannya untukmu.

Akan ibu siapkan sebelum pergi, jadi makanlah nanti kalau kamu mau.

- Ibu mau ke mana? - Ibu harus pulang.

Sebentar lagi Ayah akan bangun.

Ibu.

Aku membawakan barang-barang Ibu.

Aku membawakan beberapa pakaian, jadi Ibu lihat saja dulu

dan kalau ada yang Ibu perlukan, katakan saja padaku.

Su Bin.

Ayo kita makan masakan Ibu setelah sekian lama.

Ini aroma semur doenjang, ya?

Baiklah, yang bergambar matahari diminum pada pagi hari.

Setelah makan siang,

karena Nenek nanti akan merawat taman bunga,

aku akan menggambar bunga.

Aduh, pintarnya. Kalau aku tahu akan hidup selama ini,

aku sudah belajar membaca.

Sekarang pun belum terlambat.

Untuk apa? Aku akan segera mati.

Saat aku masih pelajar, Nenek juga berkata begitu.

Benar. Memang begitu.

Gambar bulan sabit untuk diminum pada malam hari.

- Lalu yang diminum sebelum tidur... - Wajah tersenyum.

Aku paling suka saat tidur. Gambarlah senyum yang lebar.

Baik.

Aku akan memeriksanya setelah pulang dari Seoul.

- Pastikan Nenek meminumnya. - Ya, akan kulakukan.

Jika Nenek pingsan lagi,

katanya pinggang Nenek akan cedera parah.

Aku mengerti.

Ibu.

Ibu akan merawat Nenek dengan baik, bukan?

Tentu, serahkan saja pada ibu.

Kamu fokus saja pada pekerjaanmu.

Aduh, dengan wajah secantik itu, siapa yang akan merawat siapa?

Sudahlah.

Kedua tangan dan kakiku masih kuat. Manfaatkanlah aku sepuasnya.

Baguslah. Dia harus tahu suatu saat nanti.

- Sudah berakhir. Sudah berakhir. - Apanya yang berakhir?

Memangnya dia mau apa? Apa dia akan ke Amerika lagi?

Setelah merayu putriku yang baik-baik saja

untuk membuat film,

dia harus bertanggung jawab sampai akhir.

Bukan.

Mereka memang harus membuat film bersama.

Maksudku, perasaan Kak Su Bin

- yang sudah berakhir. - Perasaan apa?

"Love."

- Cinta. - Jangan bicara tidak-tidak, makan.

Kakak, inilah ironi cinta.

Wanita, disuruh jangan bersama pria yang membuatnya menangis,

tetap saja mau, bukan?

Namun pria tidak bisa berada di sisi wanita yang dia buat menangis.

- Kenapa? - Kenapa? Karena menyakitkan.

Rasanya sakit hati sekali. Namun seorang pria, ya?

Tidak bisa terus-menerus menangis, bukan?

- Inilah pria sejati. - Yeong Jae.

Joo Yeong Jae. Di mana kesalahan ibu membesarkanmu?

Ini semua berkat Ibu.

Itu bukan pujian.

Hai.

- Apa masih ada pen di kakimu? - Astaga. Sapaan pagi yang aneh.

Aku mencari di internet, katanya kamu mungkin menjalani

operasi pemasangan pelat.

Ya, ada. Aku hampir seperti Iron Man.

Kenapa tidak kamu lepas?

Tidak bisa dilepas. Karena dekat dengan saraf,

katanya agak berisiko untuk diutak-atik.

Begitu.

Apa masih terasa tidak nyaman? Kapan terasa paling parah?

- Sekarang? - Sekarang? Coba kulihat.

Mana?

Memangnya kamu tahu apa hanya dengan melihat?

Aku juga harus tahu keadaanmu seperti apa.

Tidak ada masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak sesekali terasa sakit?

Hanya sedikit nyeri saat akan hujan.

Kalau aku banyak berjalan atau berlari, rasanya agak sakit,

terutama pada malam hari.

Apa membaik jika dipijat? Apa ada obat yang kamu minum?

Untuk apa kamu mencatatnya? Tidak sampai harus minum obat.

Dari nol sampai sepuluh, rasa sakitnya di angka berapa?

Entahlah, tergantung suasana hati?

Kalau begitu, aku harus menjaga suasana hatimu.

Tunggu sebentar.

Kalau begitu, waktu itu?

Saat kamu menciumku lalu kabur.

Joo Yi Jae, apa kamu sudah gila? Sudahlah. Jangan ikuti aku.

Hei, Joo Yi Jae, kamu kehujanan.

Itu adalah malam yang membuatku sulit tidur karena banyak hal.

Seberapa? Dari nol sampai sepuluh?

Bercanda.

Jadi, apa yang harus aku lakukan saat kamu kesakitan?

Tidak ada. Kutahan saja.

Maksudku bagaimana cara menahan...

Sampai nanti.

Terima kasih.

Apa yang kamu lakukan?

Bukan apa-apa.

Pasti tidak nyaman selama ini, bukan?

Tidak - Permisi sebentar.

- Astaga! - Kenapa?

- Biar aku saja. Jangan khawatir. - Hei!

Tidak.

Bukan.

- Apa ini? - Mau dipasang di mana?

- Bukan. - Astaga, Anda. Silakan masuk.

- Baik. - Joo Yi Jae, hati-hati.

- Hei, apa ini? - Ada sesuatu.

Hati-hati.

Ternyata aku khawatir tanpa alasan.

Tidak mau coba duduk? Aku sudah mencari semua ulasannya.

Katanya ini yang terbaik!

"Gyeongseong Love Song."

Akhirnya selesai juga.

Kerja bagus.

Bagaimana rasanya menulis lagi setelah sekian lama?

Menulis itu seperti naik sepeda.

Sekali terbiasa, tidak akan pernah lupa.

Apa aku barusan terdengar menyebalkan?

Sepertinya kamu sudah lupa saat kamu menjambak rambutmu.

Aku tidak lupa. Aku juga tahu ini baru permulaan.

Omong-omong, untuk merayakan selesainya draf pertama,

bagaimana kalau kita minum?

Setuju.

Biar aku yang ambil.

- Ternyata ada ini di studio. - Ya.

Ini seperti trofi dari masa-masa aku menjadi reporter.

Kamu menerima banyak penghargaan.

Aduh, aku sedang senang. Hari ini kamu yang pilih.

"Presdir Song Dari Taebaek."

Aku mau Presdir Song dari Taebaek.

Baiklah.

- Bersulang. - Bersulang.

Enak, bukan?

Enak, tapi sepertinya kadar alkoholnya agak tinggi.

Aku benar-benar tidak menyangka kamu akan menjadi reporter.

Aku juga tidak menyangka. Berapa tahun aku jadi reporter?

Aku memanjat pohon. Ada pohon yang sangat tua.

Katanya tidak boleh, tapi aku mencurinya.

Apa adegan terbaikmu?

Sepertinya ini juga akan berhasil. Kesombonganmu itu?

Aku sudah terkenal, jadi, semacam itu.

Sama sekali tidak ada yang seperti itu.

Itu karena kamu terlalu sombong.

"Gyeongseong Love Song."

"Ditulis dan disutradarai oleh Woo Su Bin dan Joo Yi Jae."

Astaga!

Sutradara. Terlihat sangat berbeda dari sebelum kamu pindah.

Dream to You subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Dream to You

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left