The first 200 lines.
Tetaplah di sisiku…
SEBELUMNYA
dan jangan ke mana-mana.
Ibumu bilang,
cinta bukan soal melakukan sesuatu untuk seseorang.
Namun, soal mencurahkan hatimu.
Kenapa kau ikut campur dengan kehidupan Nut dan ibunya?
Kau selalu ingin tahu karena kau cemburu dengan ibu Nut, bukan?
Buat apa aku cemburu?
Semua orang menyukainya.
Termasuk Pak Saen.
Kau pernah dengar ungkapan,
"Kasihan adalah fondasi cinta?"
Tidak. Aku hanya pernah mendengar simpati.
Aku berangkat, Ibu.
Tofu.
Mau lihat serial yang kau bintangi?
Juea baru selesai menyunting trailernya.
Kau mau?
Tidak bisa.
Aku baru keluar kemarin.
Aku akan membantu ibumu dengan pekerjaan rumah.
Jangan cemaskan aku.
Kini aku sehat. Bisa mengurus diriku sendiri.
Kau harus melakukan yang kau inginkan agar tak bosan.
Mungkin lain kali.
Banyak yang harus kukerjakan.
Terserah kau. Aku berangkat dulu.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Kuenchai.
Song.
Tofu. Ada apa?
Song. Bisa bantu aku?
Apa kau tahu
mana teman dekat Neung yang namanya diawali dengan huruf "T"?
Apakah Thanayut,
Title,
atau Tatarn?
Teman dekat Neung yang namanya berawalan "T"…
Kurasa dia orangnya.
Tatarn.
Yang itu. Mereka punya foto bersama.
Yang ini?
Benar.
Lihat ini. Aku baru selesai menyunting.
Lihat ini.
PADA MASA-MASA KITA
KISAH YANG DICERITAKAN KEMBALI SETELAH SEKIAN LAMA
Hanya ada satu bulan.
Bagaimana kalau aku menggambar bulan lagi?
Jika kau menggambar bulan lagi,
bulan pertama akan kehilangan maknanya.
Kalau begitu, satu saja cukup.
TERKADANG HUJAN TURUN, TETAPI TERKADANG NAIK.
TERKADANG HUJAN TURUN, TETAPI TERKADANG NAIK.
AKU MUNGKIN JAUH, TETAPI AKU TAK PERNAH PERGI.
AKU MUNGKIN JAUH, TETAPI AKU TAK PERNAH PERGI.
TATARN. AKU TAK MAU DIA SEDIH. AKU INGIN DUNIA BERSIKAP BAIK PADANYA.
TERKADANG, KITA MEMELUK UNTUK MENGISI LENGAN KITA.
TETAPI TERKADANG, KITA MEMELUK UNTUK MENGISI HATI KITA.
Facebook Tatarn bersifat umum.
Sepertinya dia ingin mengirim pesan kepada seseorang.
Orang itu
mungkin Nut.
Namun, tak ada satu pun foto Nut di sini.
Juga tak ada informasi tentang keberadaan Tatarn, pekerjaan,
atau cara menghubunginya.
TATARN, HIDUP KITA
Pria itu tampak tidak asing.
Apa dia orang yang mengenal Nut?
Dia bukan hanya kenalannya.
Dia orang yang dicintai Nut.
Kenapa kau melihat fotonya?
Jangan khawatir.
Dia itu masa lalu.
Kini, kau satu-satunya bagi Nut.
Apa kau dan Nut jatuh cinta?
Ya.
Ibu benar.
Kami saling mencintai.
Tofu membuatku bahagia.
Dialah alasanku bisa tahan hidup rumah ini.
Ibu mau apa diam-diam menanyakan itu?
Ibu mau membuatnya pergi lagi?
Ibu mau melakukan hal yang sama lagi?
Jangan pergi,
atau aku akan ikut denganmu.
Jika Ibu tidak bisa menerimanya, aku tidak akan tinggal di sini.
Kau mau ke mana?
Kau putraku.
Putramu gay!
Jika Ibu memimpikan keluarga bahagia seperti yang ada di buku,
biar kuberi tahu sekarang,
itu tidak akan pernah terwujud
karena aku suka pria.
Aku tak bisa menikahi wanita dan memberi Ibu cucu.
Tenanglah, Nut.
Apa Ibu tersiksa
punya anak seperti aku?
Aku juga tersiksa
punya ibu seperti kau.
Ibu bisa membenciku.
Namun, aku tak akan pernah menjadi orang yang Ibu inginkan.
Nut.
Jika Ibu ingin aku tinggal,
aku akan tinggal,
tetapi aku akan menjadi diriku sendiri.
Aku akan mencintainya seperti ini.
Apa yang kau lakukan?
Nut.
Nut.
Nut.
Nut.
Mari bicara.
Kau tidak akan pernah mengerti apa yang kualami.
Kau hanya memihak Ibu.
Tidak.
Aku hanya tak ingin kau melakukan itu.
Nut.
Nut!
Song.
Ini.
Kenapa kau datang jauh-jauh ke sini?
Aku bertengkar dengan Tofu.
Aku tidak mau melihatnya.
Apa yang dia lakukan?
Akan kuubah pertanyaannya.
Apa yang kau lakukan?
Ibuku tahu aku berpacaran dengan Tofu.
Apa kata ibumu?
Aku tidak peduli
jika Ibu membentakku.
Aku tidak akan putus dengannya seperti sebelumnya.
Maksudmu kau putus dengan mantanmu
karena ibumu?
Apa hubungannya Tofu dengan itu?
Dia tidak memahamiku.
Aku menciumnya di depan Ibu untuk membuat Ibu kesal,
tetapi dia mendorongku.
Kalau aku tak akan mendorongmu.
Aku akan menendangmu.
Kenapa kau bersikap kekanak-kanakan?
Apa kau tak pernah memikirkan perasaan Tofu?
Lantas, perasaan ibumu?
Baiklah.
Aku tahu aku salah,
tetapi aku ingin menyakitinya
seperti dulu dia menyakitiku.
Baiklah.
Hei, ayo makan siang.
Ini semua kesukaan Nut.
Sudah lama tidak begini.
Mari makan.
Dia punya pacar sekarang.
Dia melupakan teman-temannya.
Berhentilah membicarakan dia.
Jika tak bisa membicarakannya, kau boleh pergi.
Pulanglah. Keluar.
Hei, kau selalu diterima di sini,
tetapi aku akan senang jika kau lebih bahagia di rumah.
Siapa yang datang?
Bagaimana kau tahu Nut ada di sini?
Pasangan kekasih harus saling mengenal,
sama seperti aku mengenalmu.
Kau membawa Tofu kemari,
bisa terjadi perang besar.
Akhir pekan kita tampak ceria hari ini.
Kalian pasti lapar.
Mari makan.
- Ayo. - Baiklah.
Mari makan.
Aku ingat kau suka terung.
- Nut. - Tolong ambilkan itu.
Aku mau potongan itu.
- Nut. - Ambilkan daging babi goreng juga.
Terima kasih.
Ada lagi yang kau mau? Aku akan ambilkan semuanya sekarang.
Tidak ada.
Makan saja. Jangan ganggu aku.
Mana bisa aku makan saat kau marah.
Salah siapa aku marah?
Hei.
Siapa pun yang bersalah,
mari kita bereskan setelah makan.
Sayang sekali jika merusak makan siang.
Aku tidak tahu apa yang kalian ributkan,
tetapi kita jarang bisa makan bersama seperti ini.
Jadi, waktu yang kita habiskan bersama
seharusnya waktu yang menyenangkan.
Meja makan adalah zona bebas perang.
- Kita harus nikmati makanannya. - Benar.
- Maafkan aku. - Baiklah.
Maafkan aku.
Baiklah. Itu saja.
Mari makan
agar kita bisa terhibur dengan hidangan penutup.
Kau pikir kau pemilik rumah ini?
Apa?
Kau hampir menghancurkan rumahku dengan membawa Tofu ke sini.
Pergilah.
No comments yet. Be the first to leave one.