The first 200 lines.
Aku meninggal.
12 tahun yang lalu,
pada musim panas sewaktu kelas tiga SMA,
aku meninggal di usia 19 tahun.
"Mendiang Sung Hae Sung"
Sung Hae Sung,
kamu ingat saat kita mengambil foto itu?
"Episode 1"
Kenapa dia tidak datang?
Hae Sung!
Cepat kemari.
Baik. - Cepat.
Ayo.
"SMA Chungho"
Jung Jung Won.
Bagaimana dengan rambutku?
Bukankah ini terlalu sederhana untuk foto buku tahunanmu?
Ini konyol.
Kenapa? Tubuh bagian bawahku tidak akan terpotret.
Hanya tubuh bagian atasku yang terlihat.
Foto buku tahunan diwariskan dari generasi ke generasi.
Kamu mau mempermalukan keluargamu dengan penampilanmu itu?
Ada apa dengan penampilanku? Katakan kepadaku.
Waktu kita tidak cukup jika aku harus memberitahumu.
Apa?
Rendahkan tubuhmu.
Baik.
Seperti ini?
Jangan bergerak.
Ada apa?
Kamu memakai riasan?
Aku juga harus berfoto untuk buku tahunanku.
Jelek sekali.
Hentikan itu.
Pejamkan matamu.
Aku tidak mau.
Pejamkan matamu selagi kusuruh dengan baik.
Baik.
Jung Jung Won! Sung Hae Sung!
Astaga, itu ciuman yang romantis. Sangat mesra.
Tentu, ciuman tadi terlalu mesra.
Kita tidak boleh menonton ini.
Astaga. - Astaga.
Jun Won, ada kamera. Bagaimana jika kamu membuat foto pernikahan?
Aku dengar belakangan ini, banyak yang berpose telanjang.
Telanjang bulat.
Ho Bang, aku akan menutup mulutmu selamanya.
Baiklah. - Aku akan membunuhmu.
Menurutku dia tidak akan pernah menjadi manusia yang baik.
Hae Sung. Kamu yang terakhir. Cepat kemari.
Baik. Aku datang.
Ketua kelas, kita semua harus berfoto bersama nanti.
Baik, Jin Joo. Hae Sung, cepat.
Baik.
Jangan membelalak ke arah kamera saat berfoto.
Itu membuatmu tampak jelek.
Hei,
aku tampak keren sekarang?
Yang benar saja. - Astaga.
Baik. Aku akan kembali. Hei, aku sudah siap berfoto.
Duduk tegak.
Tatap kamera. - Baik.
Dia bodoh sekali. Kenapa dia gugup?
Hei, santai saja.
Tersenyumlah. - Baik.
Ada apa denganmu?
Senyum. Jadi dirimu sendiri dan tersenyumlah.
Baik.
Ayolah. Senyum untukku. Senyum.
Jadi dirimu sendiri. Ya?
Cobalah tersenyum.
Hae Sung.
Waktu berlalu dengan cepat, bukan?
12 tahun sudah berlalu.
Hei, sekarang usiaku 31 tahun.
Bocah TK di lingkunganku
memanggilku "Bu".
Panas sekali hari ini.
Menyegarkan.
Hae Sung.
Kamu ingin punya berapa anak?
Aku tidak tahu.
Satu atau dua? Dua atau tiga?
Aku ingin punya lima anak.
Aku ingin punya keluarga besar yang periang.
Hei.
Punya lima anak akan sedikit...
Kamu tahu punya lima anak membutuhkan kerja keras, bukan?
Hei, Jung Won.
Itu sebabnya teman-teman sekelas mengatakan pikiranmu kotor.
Karena aku nakal?
Tidak ada salahnya dengan itu.
Cobalah menjaga sikapmu, ya?
Aku ikut merasa malu.
Maksudku kita harus giat belajar untuk bisa memiliki lima anak.
Apa yang kamu pikirkan? Dasar anak nakal.
Wajahmu memerah.
Hei.
Bukan itu maksudku.
Jangan berbohong kepadaku.
Dan kenapa kamu terbata-bata?
Astaga, kamu nakal sekali.
Kamu memikirkan hal itu, bukan?
Sudah kubilang tidak.
Jangan bohong. Aku tahu kamu memikirkannya.
Tidak. Aku tidak memikirkan itu.
Lalu apa yang kamu pikirkan?
Aku tahu kamu memikirkannya. - Hentikan. Aku bisa terjatuh.
Kamu memikirkan hal itu.
Sudah kubilang tidak. - Terserah.
Kamu memikirkannya. - Astaga, sungguh. Dengarkan aku.
Astaga.
Itu masa mudaku.
Bukankah kenanganku indah?
Kenapa kenangan bodoh seperti itu terlintas di benakku?
Ini sebabnya aku tidak pernah menang.
Aku harus kembali ke Seoul sekarang.
Aku harus...
Astaga.
Astaga, tas bodoh ini.
Aku menyadari aku kurang berpendidikan.
Haruskah kamu memperburuk semuanya untukku?
Apa itu?
Keren sekali.
Hei, lihat itu.
Apa? - Benda itu.
Kenapa? Apa itu? - Ayo kita lihat.
Apa yang terjadi?
Teman-teman, ada hal keren di langit. Cepat lihat.
Luar biasa. - Cepatlah.
Apa itu? - Apa itu?
Teman-teman, ayo. Aku juga ingin melihatnya.
Keren sekali.
Apa itu? Kalian melihat itu?
Tidurku nyenyak.
"Sung Hae Sung"
Apa ini?
Apa yang terjadi?
Kenapa aku tidur di atap?
Astaga. - Benda apa itu?
Apa itu? - Astaga, keren sekali.
Astaga. - Menarik.
Keren sekali. - Apa itu?
Apakah itu awan? Apa itu?
Bukankah itu dari pesawat?
Tapi tidak ada pesawat.
Hei. - Apa?
Siapa dia?
Seragam sekolah mana itu?
Siapa kalian?
"Sung Hae Sung, SMA Chungho"
Logo itu bertuliskan nama sekolah kita.
Ini logo sekolahku.
Tapi itu bukan seragam sekolahku.
Hei.
Kenapa kamu di sini dan memakai logo sekolah kami?
Kamu tampak mencurigakan.
Hei, kemari.
Aku bilang kemari.
Apa yang terjadi?
Apa-apaan ini?
Bagaimana ini bisa terjadi?
Jung Won, Jung Jung Won.
Hei, pria itu.
Kamu orang dari atap itu. - Kenapa kamu di sini?
Duduk, semuanya.
Siapa kamu?
Halo, aku...
Aku...
Itu seragam lama kami.
Itu dari satu dekade yang lalu. Dari mana kamu mendapatkannya?
Hei! Kamu tidak boleh memakai seragam lama.
Semuanya, apa dia dari kelas kalian?
Tidak. - Tidak.
"14 Juni 2017, Cerah"
Apa yang terjadi?
2017?
"Juni 2017"
Seharusnya ini masih tahun 2005.
Bagaimana mungkin 12 tahun sudah berlalu?
Lalu bagaimana dengan Nenek dan yang lainnya?
Hae Sung.
Pak, izinkan aku turun.
Pak, maaf. Aku harus turun.
Ini darurat. Tolong biarkan aku turun.
Aku hampir gila. Sungguh.
Kenapa dia ada di sini? Dia sudah meninggal.
Astaga! Tasku!
Sulit dipercaya.
Sial.
Ada apa denganku?
Kenapa benda-benda itu ada di rumahku?
Nenek.
Hei, Semuanya.
Nenek.
Ayo.
Hae Sung, ayo.
Hae Sung, makan dengan kami. - Ayo, Hae Sung.
Hae Sung. - Cepat.
Cepat kemari. - Nenek...
No comments yet. Be the first to leave one.