The first 200 lines.
Periksa di balik pohon itu.
Kalian semua ikut aku.
Jangan biarkan dia lari hari ini.
Kalian berdua, pergi ke sana.
- Kemana dia pergi? - Kalian semua, periksa sisi itu.
Tidak ada yang akan mengampuni dia.
Pergi, pergi ke sana.
Itu dia!
Hey Satyavan!
Berhenti!
Kita bisa meninggalkan desa, kota, atau negara kita.
Kita bahkan bisa lari dari waktu
tapi tidak bisa lari diri kita sendiri.
Karma akan selalu menyusul.
Kita tidak bisa menjamin masa depan kita
dengan melarikan diri dari masa lalu.
Kemarin dan esok
saling terkait.
Mungkin itu sebabnya
dalam bahasa Hindi
kami punya kata yang sama untuk keduanya.
'Kal'.
Pak, selamatkan aku, tolong selamatkan aku.
Apa yang terjadi?
Mereka tidak akan mengampuni aku.
Tolong aku.
Tapi… tapi ada apa?
Pak, tolong selamatkan aku, tolong selamatkan aku.
Satya, apa yang terjadi?
Ini satu-satunya cara.
Ini satu-satunya cara.
Tidak.
Kirimkan aku ke lain waktu.
Satya, tidak!
Jauh dari orang-orang ini.
Tidak.
Satya...
Aku tidak bisa mengirimmu ke lain waktu, kau tahu itu.
Mesinnya belum sempurna.
Pak, tolong.
Satya.
Pak, tolong kirimkan aku ke tempat lain.
Tolong pak, tolong.
Aku bisa melakukan apa saja untuk menyelamatkanmu.
Apa pun kecuali ini.
Ini tidak bisa kulakukan.
Kau...
Satya kenapa kau tidak mengerti?
Sameer.
Berapa lama ini akan berlangsung?
Aku tidak bisa melihatmu seperti ini.
Shreya, aku...
Ya, Dokter Fernandes.
Bagaimana kabar ibu sekarang?
Terima kasih.
Sameer
Bisa kita pergi?
Aku terlihat baik-baik saja?
Ayo.
Kau ada di mana?
Ayo, Sanjay.
Kapan kau datang?
Segeralah datang.
Ayo segera, Sanjay.
Berapa lama lagi?
Kau sudah makan siang?
Segeralah datang,
atau aku tidak akan bicara denganmu, Sanjay.
Ayo.
Supriya.
Tapi dokter,
pasti ada caranya.
Maksudku
Pasti ada sesuatu
yang bisa membuatnya sembuh.
Buat dia lebih baik.
Sulit untuk mengatakan.
Namun, kami berusaha sebaik mungkin.
Kau
Di mana kau?
Ssst.
Aku di sini sekarang.
Semuanya akan baik-baik saja.
Kau
kau ingat proyek hotelku?
Segera...
Maxwell House akan jadi.
Hotel Maxwell.
Sa... Sameer
Sameer
Sam... di mana Sameer?
Sameer... Sameer
Sameer
baik-baik saja.
Dia baik-baik saja...
Sangat baik.
Dia sangat
menantikanmu pulang.
Ayo
Ayo habiskan makanannya.
Makan.
Ayo.
Terakhir.
Satu lagi.
Satu lagi.
Kurasa
yang terbaik
kau harus memberitahunya
apa yang paling ingin didengar pikirannya.
Kau akan pergi?
Lagi?
Hari ini
hari terakhir proyek.
Hanya satu hari lagi.
Sumpah demi hidupku?
Aku bersumpah.
Kau
kau bukan Sanjay.
Kau
kau bukan Sanjay.
Aku... aku... aku Sanjay.
- Sanjay-mu. - Tidak, bohong.
Bohong.
Kau pembohong.
Tidak.
Sanjay...
Di mana Sanjay-ku?
Aku Sanjay.
- Di mana Sanjay? - Aku... aku... aku Sanjay.
Tidak tidak.
Apa yang sudah kau lakukan pada Sanjay?
Apa yang sudah kau lakukan pada Sanjay?
Di mana Sanjay?
Dokter.
Apa yang sudah kau lakukan pada Sanjay?
Di mana dia?
Dokter!
Di mana Sanjay-ku?
Di mana Sanjay-ku, beritahu aku?
Sanjay!
Dokter!
Apa yang sudah kau lakukan padanya?
Nyonya Kumar.
Di mana dia?
Nyonya Kumar.
Di mana Sanjay?
- Tolong duduk. - Katakan padaku, di mana Sanjay?
- Sanjay! - Tolong duduk. Tolong duduk.
Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
- Lepaskan aku! - Pegang kakinya.
- Biarkan aku menemui Sanjay. - Beritahu perawat sapkan suntikan.
Di mana Sanjay?
Tenang Bu Kumar.
Cobalah untuk rileks.
Sanjay!
Kumohon.
Kumohon.
Sanjay!
Tapi dokter...
Shreya
Kukira ini akan jadi yang terbaik
Kau mengatakan yang sebenarnya padanya.
Kebenarannya?
Ini harapan terakhirnya.
Kebenaran apa yang kita katakan padanya?
Apa yang terjadi pada ayahku?
Kami tidak tahu.
Aku bertanggung jawab
dengan keadaan ibu saat ini.
Jangan salahkan dirimu sendiri, Sameer.
Kau tidak punya pilihan.
Bertahun-tahun di London.
Aku percaya itu
ibu tidak peduli padaku.
Dan setelah menyadari kebenarannya
sekaranglah saatnya aku bisa bersamanya.
Agar aku bisa merawatnya.
Tapi aku...
Aku kenal Sameer.
Aku tahu.
Sekarang, hanya ada satu cara.
Kita harus pergi ke sana.
Kita tidak bisa menundanya lagi.
Aku tidak tahu apa kita akan menemukan sesuatu di sana,
atau tidak sama sekali.
Tapi setidaknya kita akan puas dengan kenyataan itu.
Kita sudah mencoba yang terbaik.
Kenapa kau tidak bicara dengan Jai?
Oke.
Ya, ya Hitesh, aku mengerti.
Tapi kenapa tidak paham kalau kepemilikan sudah diberikan,
kenapa pembayarannya tidak dilakukan.
Ambil uangku pada malam hari dan kau akan menerima potonganmu.
Orang aneh.
Menginginkan semuanya, tanpa membayar apa pun.
Gila.
Ya apa!
Ayah?
Maaf maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.