The first 200 lines.
"Dream to You."
"Moto kelas: Menaklukkan kelas sebelah."
Tiga, dua. Satu.
Matahari masih lama terbenam.
- Kamu belum makan? Cepat kemari! - Baiklah, baiklah.
Lebih cepat lagi.
- Kamu sedang apa? Lebih cepat! - Cepat lari. Ayo.
- Kamu, kamu, kamu, lebih kencang. - Hei, aku berlari lebih baik.
Sudah.
- Ayo! - Saat itu, aku
hidup dalam mimpi setiap hari.
- Jangan merekamku. - Kenapa?
Kamu cantik.
Saat itu,
aku hidup dengan memimpikanmu setiap hari.
"Dream to You."
"Dream to You."
- Permisi. Mau minum sesuatu? - Tolong kola.
Baik.
- Ian, sudah siap? - Joo Yi Jae, kenapa lama sekali?
- Ya, aku keluar! - Ya, aku keluar.
Namun, jika aku saat ini bukanlah orang dewasa yang kuinginkan,
apa hidupku gagal?
Jika aku akhirnya hidup seperti yang kuinginkan,
bisakah itu disebut kehidupan yang sukses?
European International Film Awards ke-83.
Golden Wave Award jatuh kepada...
Astaga.
Ini adalah kemenangan kedua setelah Future Wave Award.
Selamat kepada Sutradara Ian Woo untuk "Wandering".
Ya!
Terima kasih.
Terima kasih.
Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang ada di sini.
Karena ini adalah panggung penghargaan keduaku,
aku akan memberikan pidato singkat dalam bahasa Korea.
Ada seseorang yang menanamkan mimpi pada anak laki-laki
berusia 18 tahun yang berkeliaran tanpa mimpi.
Semua kemuliaan dari penghargaan ini
akan kupersembahkan untuknya.
Semuanya, bermimpilah setiap hari, di mana saja.
Terima kasih.
Terima kasih!
Dengan film debutnya, dia memenangkan.
Golden Wave Award untuk Film Terbaik.
Selamat.
Anda sudah dijuluki sebagai sutradara jenius.
Ini suatu kehormatan. Piala ini terasa berat.
Tapi lihatlah kilau emas yang cemerlang ini.
Ini menandakan masa depan Anda, Sutradara.
Begitukah?
- Sepertinya saya harus ke sana. - Anda mau pergi ke mana?
Untuk minum-minum?
"Episode 1."
Aduh.
Aduh, aduh, aduh, aduh, aduh, pinggangku.
Ya ampun, Yi Jae mengeringkan semua benih kerang ini.
Aku harus merekrutmu, bagaimana menurutmu?
Memangnya Anda mau bayar berapa?
Aku sudah delapan tahun menjadi reporter,
Anda pikir aku baru sekali dua kali menggali kerang?
Hari ini aku datang dengan niat untuk menggali seluruh lautan ini.
Itu tidak boleh.
Air pasang akan segera tiba.
- Sebaiknya kita pergi. - Karena mengobrol dengan Anda,
aku tidak sadar waktu berlalu.
- Aduh. - Kamu dari Provinsi Jeolla?
Provinsi Gyeongsang.
Saat berjalan di lumpur ini, kamu harus hati-hati dengan kubangan.
- Ini yang namanya kubangan? - Benar.
Kalau jatuh ke sana, habislah sudah.
Bukankah hidup juga seperti itu?
Kalau terlalu dalam, kamu tidak bisa menemukan jalan keluar.
- Kamu tidak apa-apa, Yi Jae? - Kamu tidak apa-apa?
Sial. Kacau sekali ini.
Hidup itu seperti kubangan.
Setiap langkahku adalah perjuangan
dan secara konsisten
berakhir dengan kacau.
- Kenapa? - Sudah makan?
Sudah.
- Ibu? - Sudah.
Kenapa?
Itu.
- Pemilik rumah menaikkan sewa lagi. - Astaga.
Kalau begini terus, ibu harus menjual toko.
Baiklah. Aku akan coba cari uangnya.
Maaf, ya.
Tidak ada yang sakit, bukan?
- Kakimu? - Agak nyeri, sepertinya akan hujan.
Kamu lebih akurat daripada ramalan cuaca.
Bu, aku sudah hampir sampai rumah.
- Kututup teleponnya. - Ya, istirahatlah.
Ya.
Astaga.
Astaga, aku lelah sekali.
Seseorang tolong gantikan aku.
Nanti pasti akan kupakai lagi. Saat itu, aku akan membutuhkannya.
Astaga.
Siapa yang akan menjalani hidup ini untukku?
Sepertinya aku harus menginjak ini?
- Kubuang saja? - "Wandering", film
yang menggambarkan kehidupan orang asing yang berkelana
di negeri asing setelah menyeberangi Samudra Pasifik.
Diumpamakan seperti sebuah kapal yang hanyut tanpa kemudi,
film ini mendapat pujian karena secara sensual
mengekspresikan sisi dalam karakter yang tidak stabil.
Melalui karya ini, Sutradara Ian Woo memenangkan.
Penghargaan Sutradara Baru Terbaik...
Debut yang spektakuler.
dan secara bersamaan meraih prestasi ajaib
dengan memenangkan Penghargaan Film Terbaik.
- Sutradara Ian Woo orang Korea. - Orang Korea?
Minat dari media dalam negeri juga meningkat pesat.
Bahkan pesan romantis untuk cinta pertamanya
telah kami liput di News Ten.
Mari kita saksikan bersama di layar sekarang.
Sutradara, siapa "dia" yang Anda sebutkan
dalam pidato kemenangan Anda?
Dia cinta pertama saya.
Cerita itu sebaiknya jangan...
Sutradara, Korea juga menonton.
Tolong sampaikan sepatah kata untuk cinta pertama Anda.
Ini.
Kamu menonton?
Aku menepati janjiku.
Sekarang aku akan menemuimu.
Woo Su Bin?
Bukan, Woo...
Woo Su Bin.
Bagaimana?
Woo.
"Gangneung Baeksajang."
Sial. Su Bin.
Apa ini? Kenapa tidak muncul apa-apa?
Ian Woo.
Dia bilang Ian Woo, bukan?
Sutradara Ian Woo.
"Sutradara Ian Woo Memenangkan Dua Penghargaan."
"Ian Woo Menarik Perhatian Dunia."
"Sutradara Ian Woo, Festival Eropa: Sutradara Baru Terbaik."
Apa? Apa yang dia katakan?
Omong kosong apa yang dia katakan?
Tidak ada subtitel? Subtitel, subtitel!
Aku akan pergi minum. Dasar konyol.
Menyebalkan!
Beraninya kamu datang ke Korea.
Bukan begitu. Kalau kamu datang, aku benar-benar...
Bukan. Kalau kamu datang, akan kutendang.
"Sutradara Ternama Dunia Ian Woo menuju ke Korea?"
"Tanggal Kedatangannya Belum Ditetapkan."
Para penumpang sekalian, pesawat kita sebentar lagi akan
mendarat di Bandara Internasional Incheon.
Kencangkan sabuk pengaman Anda
dan tegakkan sandaran kursi serta meja Anda...
Tidak, Jenny bilang kamu pergi ke Korea. Itu tidak benar.
Ini bukan telepon internasional, bukan?
- Cuaca di Seoul bagus, Kak. - Hei, kamu.
Kalau kamu di bandara, tunggu 30 menit. Aku akan
merilis artikel bahwa kamu tiba-tiba datang hari ini.
- Kamu tidak mau disambut kerumunan? - Aku hargai tawaranmu.
- Hei, jangan tutup teleponnya. - Terima kasih.
Jangan tutup...
Aku sudah menjadi reporter selama delapan tahun
jadi aku sudah sering mencari kerang.
Astaga, sepertinya itu juga menarik untuk ditonton anak muda.
- Maaf. Apa yang Anda katakan? - Aku juga suka menonton siaran itu.
- Maaf. Silakan lanjutkan. - Karena aku penggemar Joo Yi Jae.
Benarkah? Reporter itu, ya? Gadis muda itu
begitu pandai menirukan semua dialek di negara ini.
Dia juga pandai bekerja dan dia juga makan banyak.
Selain itu, dia juga sangat ramah kepada orang yang lebih tua.
"Reporter Joo Yi Jae kehilangan keseimbangan dan jatuh!"
Sepertinya dia tidak berubah.
Melihat tujuannya adalah hotel,
sepertinya dia bukan orang yang tinggal di Korea. Ya?
Sudah lama sekali aku tidak datang ke Korea.
Sudah banyak berubah.
Benar sekali.
Aduh, di negara kita, hanya dalam sekejap mata,
semuanya bisa berubah total, bukan?
"Bangun, Joo Yi Jae."
Kamu PD-nya?
- Sungguh. - Baiklah. Kamu saja jadi PD-nya.
PD dan penulis menghabiskan satu bulan
untuk mencari dan meliput kebun anggur itu.
Menurutmu mereka diam saja karena mereka benar-benar baik?
Kita naik perahu dua minggu yang lalu.
Itu menangkap ikan layur dan ini menangkap haring, bukan?
Ini jelas berbeda, bukan?
Kita tidak akan mendapatkan gambar yang baru.
Sudah kubilang pilih salah satu saja. Sial.
- Gambar yang baru? - Membuat frustrasi saja.
Kalau begitu, jika reporter lain yang melakukannya,
itu akan menjadi gambar yang baru. Benar, bukan?
- Ancaman biasa tidak mempan lagi. - Apa, ancaman? Dasar.
- Hei! Kamu ini... - Apa? Apa? Kenapa?
- Sudahlah. Lupakan saja. - Katakan saja!
Produser Utama, Anda sudah datang?
Halo.
No comments yet. Be the first to leave one.