The first 195 lines.
-Terimalah Ciumanku. -Terimalah Ciumanku.
-Ada apa ini? -Apa yang terjadi?
-Bukankah ini terlihat gosong? -Ini terlihat sangat mengerikan.
Ini sangat berminyak.
-Ini gosong. -Apa yang terjadi?
-Bagaimana aku bisa memakan ini? -Apa yang terjadi?
Tapi rasanya mungkin lebih baik dari tampilannya.
Aku masih yakin dengan kemampuan Yue-qin.
Ayo kita coba.
-Baiklah. -Baiklah.
Menjijikkan
-Ini sangat asin! - Iya, terlalu asin.
Aku pikir juga berminyak.
Parenya manis.
-Apa yang terjadi? -ini sangat mengerikan.
-Aku tak bisa memakan ini. -Ini mengerikan.
Maafkan aku!
Sebenarnya, aku bukanlah orang yang memasak makanan kita sebelumnya.
Apa?
Selama ini kau tak memasak hidangannya?
-Lalu siapa yang melakukaknya? -Siapa yang memasak?
Kau tak memasak hidangan?
Jadi orang yang selama ini tidak mengikuti latihan sore...
Jangan katakan.
Zhi-shu!
Zhi-shu Jiang selama ini kau yang memasak?
Benarkah?
-Bagaimanapun hal itu bisa terjadi? -Ya.
Zhi-shu, maaf. Aku benar-benar minta maaf.
Zhi-shu, terlalu
Ayo kita keluar untuk berjalan-jalan sebentar. aku juga ingin memberitahukan sesuatu padamu.
Baiklah.
Apa?
Sepertinya aku harus lebih agresif untuk mendekatinya.
dan meyingkirkan orang-orang yang tak berguna di sekitarnya.
-Tidak, aku juga akan berjalan-jalan! -Hai.
-Aku akan pergi ke toilet. -Baiklah.
Ada apa ini?
-Mereka bertingkah sangat aneh. -Pasti terjadi sesuatu.
-Apakah mereka akan selalu bersama? -Apa?
-Mereka akan selalu bersama? -Benarkah?
Aku pikir juga begitu.
Apa yang kau pikirkan?
Karena sejauh ini kau sudah tahu tentangku
jadi, apa yang sekarang kau pikirkan tentangku?
Pemandangan yang sangat buruk.
Xu-teng?
Kenapa kau disini? aku pikir kau pergi ke toilet.
Kau datang untuk memata-matai mereka juga?
Aku tidak memata-matai. Aku disini...
Aku di sini untuk mencari udara segar.
Ya, aku ke sini untuk membocorkan sesuatu.
-Apa? Itu sangat menjijikkan. -Tidak.
Hai, Xu-teng.
-Apakah kau seperti Zi-yu? -Diamlah.
Benarkah?
Setelah pertama kali berbicara kepadamu di sekolah,
Aku pikir, aku ini sepertimu.
Karena kau adalah orang yang berpikiran realistis.
Aku pikir
Aku harus jujur padamu
-Jangan-- -Hai!
Yue-qin Xiang!
Lepaskan aku!
-Kenapa sih? -ini menyakitkan.
Kau...
Apa yang kalian lakukan di sini?
Tidak, tunggu. Ini bukan seperti yang kau pikirkan.
ya, kita tidak ....
Bangunlah!
Bangunlah!
Aku tak peduli dengan kejadian ini.
tapi aku akan membawa Yue-qin.
-Ayo kita latihan. -Apa?
Zi-yu.
Haruskah kita berlatih juga?
Untuk apa?
Tinggalkan aku sekarang.
Aku ingin melihat seberapa baik kerja sama kalian dalam tim.
Setelah satu minggu di boot camp.
kau hanya perlu memukul bola yang datang padamu, mengerti?
Jangan hanya berdiri saja! Ayo!
Permainan dimulai!
Lima belas cinta.
Dia sama sekali tak bisa bermain.
-Ya. -Dia kurang berlatih.
Dia tak bisa bermain
Jangan gugup.
Kau tak sendiri.
Kau masih memiliki aku.
Ya.
Tunjukkan semua kemampuanmu padaku!
Aku tak takut lagi!
Apakah kau mencari masalah?
Jangan khawatir!
Seri.
Dia memukul bola.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Yue-qin menerima bolamu.
Aku benar-benar menerima servis Xu-teng?
Tidak buruk.
Sekarang aku bisa mati bahagia.
Apa yang terjadi?
ah... sakit.
Kau terkilir.
Ayo berhenti.
Apa? Tapi pertandingan belum berakhir ....
Hai, pertandingan belum berakhir.
-Kami menyerah. -Apa?
Maafkan aku.
Aku mengulangi kesalahan yang sama.
Kau berusaha terlalu keras.
HARI INI KAMI TUTUP
Apa?
Aku akan pergi.
Baiklah. Terima Kasih.
Bye-bye.
-Naiklah. -Apa?
Kau sangat kaku. Apa kau akan menyakiti kakimu yang lain?
Kemarilah, aku akan menggendongmu.
Baiklah.
Kami dirampok!
Semua barangku hilang.
Kau harus menghubungi ayahmu dulu.
Benar.
-Nomor yang anda hubungi... -Aku tak bisa menghubungi ayah. Apa yang harus kulakukan?
-Untuk saat ini ikutlah denganku. -Apa?
Apakah kau ingin menunggu disini sendirian untuk pencuri?
Tidak.
Kalau begitu ayo kita pergi.
-Maafkan aku-- -Hai!
Maafkan aku.
Semua itu yang kubutuhkan.
-Terimakasih. -Terimakasih.
Zhi-shu!
Kita dalam masalah!
Apa yang terjadi? katakan padaku.
Aku kehilangan kamarku lagi!
Kalian sudah pulang.
Kita semua sudah menunggu kalian.
Ada apa?
-Yue-qin tinggal bersama lagi. -Yue-qin tinggal bersama kita lagi!
-Apa? -Apa?
Yue-qin,kau bisa menempati kamarmu yang dulu lagi.
Jangan khawatir. aku masih berencana merenovasi rumah ini.
Kita hanya perlu sedikit perubahan.
satu kamar untuk kalian berdua.
dan juga kamar untuk bayi.
-Kamar kami? -Ya.
Sekarang, apa rencana ibu?
Aku hanya bercanda ini hanya untuk merubah suasana rumah.
dan merubahnya menjadi rumah untuk tiga generasi.
Bukankah ini sangat menyenangkan untuk keluarga kita supaya tetap hidup bersama?
Aku sudah membicarakan hal ini pada ayahmu. dan dia pikir ini adalah ide yang sangat bagus.
Kami hanya pergi selama beberapa hari dan ibu sudah mempunyai rencana baru?
Apakah aku setuju? dia setuju?.
kenapa ibu selalu mempunyai ide seperti ini dan mempunyai banyak trik untuk bersekongkol dengannya?
ide dan trik apa?
kau bermaksud bahwa aku akan mengungkapkan
apa yang sebenarnya ada di dalam pikiranmu.
Pikiran apa?
Kau pikir aku tidak tahu?
Kalian berdua diam-diam ....
Berciuman.
Berciuman?
Zhi-shu, kau benar-benar sudah menciumnya gadis ini?
Jaga mulutmu.
Kau harus mulai memanggilnya kakak ipar.
Aku tidak mengatakan apa-apa!
Itu bukan aku.
-Dia kembali! -Dia sudah kembali?
-Ya. -Cepat ke sini.
Ayolah.
-Ya ampun! -Apa?
-Apa yang terjadi dengan kakimu? -Apa?
Tidak apa-apa. aku hanya terkilir saat bermain tenis.
Kakiku juga sudah diperban oleh Zhi-shu
Benarkah.
-kau baik-baik saja? -syukurlah jika tidak ada yang serius.
lagi pula,apakah kau akan senang jika kita tinggal di sini lagi?
Yue-qin,
Aku benar-benar berterimakasih karena sudah membantu kami.
Pan-pan selalu murung ketika kalian pergi dari rumah ini.
Itu tidak benar.
Pan-pan.
Kau sudah seperti ibunya sendiri.
Karena aku laki-laki, jadi aku kurang memperhatikannya.
Jika bukan karena Pan-pan, aku tidak akan pernah mengerti perasaan putriku.
dan sejauh mana hubungan mereka.
Anakku yang baik!
Ya, kau benar.
Yue-qin!
Ah-jin? kenapa kau di sini?
Aku sudah mengatakan padanya untuk tidak usa datang ke sini, tapi dia bersikeras ingin membantu kita.
aku terus bertanya pada ayah
No comments yet. Be the first to leave one.