Release info

블루버스데이-Blue-Birthday-E06-WEB-DL-WeTV
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
HD
Published on: 2021-08-07
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 144 lines.

Kak Hye Min.

Ah…

Kak Hye Min?

Fakta yang sudah jelas, namun, selalu dihindari adalah,…

meskipun aku bisa menyelamatkannya,…

sebaliknya…

Ini yang hari itu...

Hari rasa cemburu Ha Rin Oh meledak.

Cih…

Aku mungkin akan kehilangan seseorang juga.

Jelas-jelas sudah diselamatkan.

Kenapa?

Kenapa?

Bukankah sudah diselamatkan?

Begitulah, sekali lagi…

Aku kehilanganmu.

=Ulang Tahun Kesedihan=

=Episode 6. Yang Terjadi pada Hari Itu dan Faktanya=

Baik…

Ah… Besok atau lusa saat wawancara,…

akan langsung menghubungi Anda.

Ah… Itu… Kemarin aku…

Senior, kuhubungi lagi nanti.

Baik.

Hmm… Ha Rin.

Mari. Beri tahu aku jika butuh sirup.

Terima kasih, Kak.

Meskipun tidak tahu kenapa tiba-tiba kau membutuhkannya, pertama-tama…

Ingin terus melamun?

Hmm… Ah…

Maaf.

Aku tanyakan sesuatu padamu.

Sekarang aku membantumu begini, benar, tidak?

Tiba-tiba bilang apa, sih?

Sejujurnya, aku tidak begitu jelas.

Memberikan ini padamu, apakah sedang membantumu?

Aku takut kau menderita karena ini.

Aku mengkhawatirkan hal ini.

Tolonglah.

Eun Seong, selain kau, tidak ada yang bisa membantuku lagi.

Kalau begitu, aku juga minta tolong satu hal.

Kali ini…

tidak boleh putus asa seperti waktu itu.

Hmm… Baiklah.

Aku sudah membawakan semuanya.

Awalnya data kejadian ini tak begitu banyak.

(Kematian siswa SMA swasta terkenal. Dalam investigasi polisi)

Saat itu, tingkat remaja bunuh diri nasional…

sangatlah tinggi.

Jadi, polisi tidak menginvestigasi secara mendalam.

Menangani kasus secara cepat seperti biasanya.

Selain itu,…

orang tua Seo Jun, karena sangat terpukul,…

menolak seluruh wawancara dan investigasi terkait.

(Karena keluarga menolak, tidak melakukan autopsi)

Jadi, apa penyebab menutup kasus dengan alasan bunuh diri?

Menolak autopsi.

Orang tuanya tidak mau…

Ah…

Merusak jenazah putranya.

Ini tidak semudah yang dipikirkan.

Hmm… Ini tidak penting.

Cukup melihat isi halaman berikutnya.

(Pengirim/penerima: 1 Ha Rin Oh 2 Seo Jun Ji 3 Ha Rin Oh 4 Seo Jun Ji 5 Ha Rin Oh 6 Eun Seong Cha 7 Ha Rin Oh 8 Seo Jun Ji)

15 Ui Yeong Kim 16 Ui Yeong Kim 17 Ha Rin Oh 18 Seo Jun Ji 19 Ha Rin Oh 20 Seo Jun Ji 21 Ha Rin Oh 22 Seo Jun Ji 23 Ha Rin Oh)

Bukan mengirim,…

melainkan menerima.

Ada yang mau kukatakan.

Bertemu setelah selesai kelas.

Kebetulan ada yang mau kuberikan.

Nanti kita berjumpa di ruang kegiatan.

Aku yang terakhir membalas.

(21 Ha Rin Oh 22 Seo Jun Ji 23 Ha Rin Oh)

Berkas ini… Aku boleh melihatnya untuk beberapa waktu baru kukembalikan?

Baik. Boleh.

Lalu,…

ponsel yang dipakai Seo Jun,…

tidak ada foto atau yang lainnya?

Di dalamnya mungkin ada terfoto sesuatu.

Semuanya sudah di sini.

Ha…

Informasinya tidak begitu banyak.

Ponsel?

Kenapa mencari ponsel?

Seharusnya Ibu masih menyimpan barang Seo Jun.

Ha Rin, ya?

Halo.

Maaf, lama menunggu.

Tidak. Tidak apa-apa.

Ini barang sehari-hari Seo Jun.

Seharusnya ada di dalam.

Namun, tidak tahu apa masih bisa bekerja normal.

Setelah hari itu, aku tidak pernah menyentuhnya lagi.

Saat kau menghadiri pemakaman, aku sangat kacau.

Sekarang bisa bertemu lagi denganmu, sungguh bagus sekali.

Sebelumnya sudah penasaran denganmu, Ha Rin.

Oh, ya? Aku?

Untuk pertama dan terakhir kalinya,…

Seo Jun menceritakan temannya padaku.

Karena temanku.

Teman?

Temanku yang bernama Ha Rin Oh.

Dia sungguh bodoh, juga selalu melupakan ini dan itu.

Kita berdua sudah berteman sejak umur delapan tahun.

Namun, sampai sekarang, dia tidak berubah sedikit pun.

Jadi,…

aku sangat menyukainya.

Sambil membicarakanmu,…

sambil tersenyum dengan cerah.

(Ada yang mau kukatakan. Jumpa setelah kelas.)

(Kebetulan ada yang mau kuberikan. Nanti kita berjumpa di ruang kegiatan.)

(Aku akan telat, minumlah minuman yang kusiapkan. Tunggu aku)

Minuman?

Sedikit aneh.

Hari itu aku jelas-jelas…

Ah… Maaf.

Ei… Ha Rin Oh.

Wali kelas kalian memintamu mencarinya.

Aku? Ada apa?

Tidak tahu. Bagaimanapun, sudah kusampaikan.

Bertemu siswi kelas sebelah di depan lobi.

Dasar.

Apa? Tidak memanggilku?

Benar. Tidak memanggilmu.

Bukan. Siswi kelas sebelah yang bilang padaku, Guru…

Karena sudah datang, sekalian membantu sebentar, baru pergi.

Berikan ini pada teman-teman…

Saat pergi ke ruang kelas,…

Ha Rin Oh…

Langsung pergi ke ruang kegiatan fotografi.

(Aku akan terlambat, minumlah minuman yang kusiapkan. Tunggu aku)

Sebenarnya, kapan aku memberimu minuman?

(Ada bekas sayatan di nadi pada pergelangan tangan kanan)

(Keluarga menolak autopsi -> Menutup kasus dengan bunuh diri)

(Poin khusus -> catatan SMS yang diterima)

Kubilang di sini tidak ada yang spesial.

Setelah penyelidikan hidup siswa teladan, motif bunuh diri yang jelas X)

(2. Karena keluarga tolak autopsi, kasus mungkin berakhir dengan bunuh diri)

(3. "Bekas luka ragu" yang sering muncul dalam upaya bunuh diri, X)

Tak ada bekas luka yang meragukan.

Tak ada bekas luka yang meragukan.

Itu berarti dia menyayat pergelangan tangannya…

tanpa ragu-ragu.

(3. Aku akan telat, minumlah minuman yang kusiapkan. Tunggu aku)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left