My Home Hero (マイホームヒーロー)

My Home Hero (マイホームヒーロー)

Download Indonesian Subtitle

Release info

My Home Hero - S1 - E11 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

1080
HEVC
Published on: 2023-06-12
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 130 lines.

Senior, apa kamu suka memasak?

Aku jago bikin telur dadar.

Bohong, ah! Serius?

Kalau begitu, lain kali buatkan telur dadar untukku.

Untukmu? Ogah.

Kenapa?

Maaf.

Terlalu banyak hal yang terjadi.

Akan kubuatkan makanan sederhana.

Tangga darurat dari atap ke lantai bawah,

jejak baru di pembatas beranda,

dan ada yang membantu.

Aduh. Sakit...

Apanya yang pekerja kantoran biasa?

Pasutri itu sangat mengerikan.

Mereka berhasil melimpahkan semua kesalahannya padaku dengan sempurna.

Kyoichi.

Aku sudah dengar semua kejadiannya.

Bukan aku yang membunuh Nobuto,

pelakunya adalah Tosu Tetsuo.

Akan kujelaskan semua trik...

yang sudah dia lakukan.

Begitulah trik Tosu Tetsuo demi menutupi kejahatannya.

Episode 11 Ayah

Tentu saja, beberapa penjelasanku hanya dugaan.

Soal kamu percaya atau tidak, itu terserah kamu.

Tapi...

kalau kamu percaya penilaian organisasi mentah-mentah,

pelaku sebenarnya akan selamanya bebas di luar sana.

Kalau pelakunya tidak tertangkap hari ini,

organisasi akan mencari kambing hitam

untuk dijadikan pelaku dan menyerahkannya padamu.

Terlebih lagi, pagi ini...

mereka sudah tahu kalau putramu adalah pelaku insiden pencurian tank.

Organisasi sudah tidak lagi peduli mencari Nobuto.

Mereka pura-pura melanjutkan pencarian agar bisa terus memanfaatkanmu.

Mereka ingin menutupinya darimu.

Terima kasih, Kyoichi.

Matori-san

Selanjutnya biar kuselesaikan sendiri.

Matori-san

Jadi kamu, ya, Tosu Tetsuo?

Aku ingin mengejar orang yang membunuh Nobuto tanpa batas waktu.

Lakukan sesukamu.

Rasakan itu.

Jadi yang kalah itu aku?

Kubo,

tadi Kyoichi sudah memberitahuku.

Kenapa aku baru tahu soal dia sekarang?

Lalu, aku ingin kamu membelikan sesuatu untukku.

Sudah pukul tujuh malam, ya.

Kasen-san

Kapan kamu pulang ke rumah?

Kapan kamu pulang ke rumah?

Oh, iya. Aku harus segera pulang.

Sebentar lagi bisa dibuka.

Benar seperti yang Kubo bilang.

Belum selesai?

Se-Sebentar lagi.

Suasana hatinya benar-benar buruk.

Aku merasa tertekan.

Nah, pintunya berhasil dibuka.

Pulanglah.

Tapi, aku harus mengunci pintunya setelah kamu pergi...

Tidak usah.

Biar aku saja yang pegang lampunya.

Tidak usah, biar aku yang urus sendiri.

Maaf.

Kalau begitu, aku akan menunggumu di mobil.

Aku tidak bermaksud menyuruhmu buru-buru.

Silakan periksa pelan-pelan.

Cepat pergi.

Maaf sudah tidak sopan.

Merepotkan.

Ayahnya Nobuto? Kenapa dia ke sini?

Dia membawa sesuatu.

Itu lampu ALS!

Kenapa? Apa mereka sudah menyadarinya?

Tunggu. Berpikirlah...

Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?

Saat pertama kali aku masuk ke apartemennya,

hanya ruang kamar mandi saja yang tidak kuperiksa.

Saat itu ada seorang pria yang bernama Suzuki.

Tapi, dia adalah pembunuh Nobuto yang sebenarnya.

Dia adalah Tosu Tetsuo.

Tempat dia menyembunyikan mayatnya, mungkin...

Sama sekali tidak ada jejak.

Jangankan noda darah,

jejak keringat dan rambutnya pun tidak terlihat.

Tidak, justru ini terlalu bersih.

Istriku terlalu teliti membersihkannya.

Meski kurang sempurna,

seharusnya dia tidak bisa menemukan bukti kuat.

Sekarang dia memeriksa pintu kamar mandi...

Ketemu... Tapi ini kamar mandi cewek.

Jejak ini belum tentu darahnya Nobuto.

Aku tidak menemukan bukti kuat lainnya.

Kyoichi, spekulasimu sala—

Begitu, ya. Ternyata begitu.

Jadi dia mati di sini?

Ini bukan waktunya untuk sembunyi.

Aku harus menghentikannya...

Apa pun caranya.

Nobuto...

Nobuto!

Nobuto!

Nobuto... Ini ayah, Nobuto.

Aku ingin bertemu denganmu, Nobuto.

Nobuto!

Apa kamu di sana?

Kamu di sana, kan?

Ini semua...

perbuatanku.

Selama ini... aku sangat tersiksa.

"Akhirnya penderitaan yang perih ini berakhir."

Itulah hal yang selalu kuyakini sampai saat ini.

Entah kenapa, aku ingin berlutut padanya.

Tapi...

tak kusangka akan berakhir begini.

Sekarang aku hanya punya dua pilihan.

Pertama adalah menutup mulutnya.

Apa aku harus menyuap atau mengancamnya?

Yang kedua...

Tidak, sudah cukup.

Aku sudah tidak sanggup.

Karena itu aku akan memilih cara lain.

Akulah pelakunya...

Biar kuselesaikan semua ini sendiri.

Aku akan menyerahkan diri ke polisi.

Perutku sudah lapar.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left