The first 200 lines.
Tenang saja!
Tak ada yang perlu kamu kuatirkan lagi.
Apa menurutmu itu indah, Dude?
Eh?
Kamu bebas sekarang.
Karena itulah dunia akan jadi lebih indah.
~ The Town of Headcounts ~ Sub Indo oleh ch4nk-san
Oi!
Cepat bayar, bodoh!
Aku bukan orang kuat dan orang yang brengsek atau yang punya keistimewaan.
Seperti yang lain, aku punya keinginan yang lemah dan tak punya tempat di masyarakat ini.
Hadeuh...
Cepat bayar, dasar bodoh!
Siapa kau?
- Paul? - Itu benar, Dude.
Dude?
Kau tak punya tempat dimanapun, kan?
Kau menginginkannya?
Tentu saja mau, kan? Yosh, bersiaplah untuk pergi, Dude!
Kenakanlah hoodie-nya, sebagai lambang kebebasan dan persahabatan.
Jangan lupa membawa kunci kamar Anda!
Begitu memasuki kamar, bacalah "bible" panduan kota ini.
Kenakanlah hoodie-nya, sebagai lambang kebebasan dan persahabatan.
Jangan lupa membawa kunci kamar kalian!
Begitu memasuki kamar, bacalah "bible" panduan kota ini.
Anu... Tutor.
Apa?
Apa yang akan terjadi jika seseorang menyeberangi pagar itu?
Menyeberangi pagar?
Kenapa kamu tanyakan itu?
Bukan apa-apa. Aku hanya ingin tau saja.
Hei, Dude...
Jika ada sesuatu yang ingin kamu ketahui,
Ya?
Bacalah "Bible"-nya!
Bible?
"Kesetaraan itu mungkin."
"Kebebasan bukanlah mimpi."
"Perdamaian bukanlah mimpi."
Pagar memisahkan bagian dalam dari luar.
Di dalam, ada kebebasan dan kesetaraan. Di luar, ada diskriminasi dan kekerasan.
Pagarnya tidak tinggi karena itu hanya pembatas.
Seperti kulit di tubuhmu,
itu ada untuk melindungi Dude sekalian.
Jiwa yang sehat membutuhkan tubuh yang sehat dan bebas dari stres.
Untuk mewujudkan itu, kolam renang menjadi sangat penting.
Kolam renang dan sekitarnya selalu dijaga sangat bersih.
Lemari di setiap kamar sudah siap dengan pakaian renang.
Hai, Fellow.
Kamu punya bokong yang manis.
Hai... "Sellow." Senang bertemu denganmu.
Hai, Fellow. Kamu punya bibir yang manis.
Seperti ikan saja, aku jadi pengen mencicipinya.
Makasih...
Maaf, aku masih belum mengerti apa yang terjadi disini.
Apa yang biasa dikatakan abis bilang "hai"?
Kamu baru disini ya?
Ya.
Setelah "hai," kita bilang "Fellow." Hai, Fellow.
Kemudian kita memuji orang lain. Cobalah!
Hai... Fellow.
Kamu punya leher dan bahu yang seperti penari balerina.
Ya... Seperti itu.
Permisi, aku juga dapat itu tadi.
Eh, hebat juga kamu.
Apa yang harus kulakukan dengan benda ini?
Nomor ini adalah nomor kamar, kan?
Ya, kamu bisa pergi kesana setelah hari mulai gelap.
Lalu?
"Lalu"? Hah?
Kamu bisa melakukannya.
Jadi begitu cara kerjanya.
Jadi aku harus pergi jika dapat kertas bernomor ini?
Tentu saja. Itu sudah jelas, kan? Bukannya tidak sopan jika tidak pergi?
Benar juga ya. Maaf...
Hei, siapa yang memberikanmu itu?
Orang yang disana itu.
Gadis yang montok itu?
Kamu akan bersenang-senang.
Tidak, mungkin saja...
Tunggu!
Double-header?
Tidak, aku...
Begitu ya. Kamu pasti kuat.
Tidak juga...
Hebat.
Ah, ini? Aku memang butuh sebanyak ini.
Silakan masuk!
Manisnya~
Ayo!
Apa kamu lagi buru-buru?
Tidak...
Aku masih punya satu.
Jadi?
Aku harus pergi kesana, kan?
Tidak, bukan berarti itu wajib kok...
Benarkah?
Ya.
Normalnya orang gak akan percaya, kan?
Tentu saja itu tidak wajib, kan?
Ada apa?
Ah, anu...
Apa?
Kapan kita bisa dapat tambahan biskuit itu lagi yang di kamar?
- Aku sudah hampir kehabisan. - Kenapa?
Karena aku makan itu.
Apa itu tak boleh dimakan?
- Apa itu beneran tak boleh dimakan? - Entah...
Apa mungkin selama disini kamu cuman makan biskuit itu?
Ya.
Serius nih?
Soalnya, tak ada lagi yang bisa dimakan disini.
Kamu benar-benar bodoh.
Tunggu...
Lewat sini ya?
Perhatian, Dude sekalian. Sekarang waktunya memberi pujian.
Pujilah sebanyak-banyaknya, dan makanlah lebih banyak!
Perhatian, Dude sekalian. Sekarang waktunya memberi pujian.
Pujilah sebanyak-banyaknya, dan makanlah lebih banyak!
Anu, boleh tanya gak?
Ya?
Bukannya itu sulit?
Apanya?
Memberi pujian pada sesuatu yang tak diketahui.
Kenapa sulit?
Soalnya, itu tak diketahui. Aku tak tau harus menulis apa.
"Yahoo~ Ini hebat banget."
"Saking semangatnya, aku serasa terbang ke luar angkarsa"...
Begitu ya. Kayak omong kosong saja ya. Aku mengerti.
Kau sudah mengerti? - Ya, terima kasih banyak.
Perhatian, Dude sekalian. Sekarang waktunya memberi pujian.
Pujilah sebanyak-banyaknya, dan makanlah lebih banyak!
"Aku nangis. Aku sampai terkencing-kencing di celana."
"Dewa, Dewa, Dewa."
Perhatian, Dude sekalian. Sekarang waktunya memberi pujian.
Pujilah sebanyak-banyaknya, dan makanlah lebih banyak!
- Cepatlah mati saja, Babi! - Babi!
Hei, Fellow-kun.
Ada tempat makan sepuasnya di sebelah sana.
Benarkah?
Meski hanya ada makanan yang kadaluwarsa sih, mau ikut?
Ah...
Makanan basi bisa saja enak loh...
Kurasa gak dulu hari ini.
Baiklah.
Hujatan?
Perhatian, Dude sekalian. Sekarang waktunya memberi hujatan.
Hujatlah sebanyaknya, lampiaskan frustasi kalian, dan makanlah lebih banyak!
"Rasanya kayak sampah. Aku lebih suka minum air selokan."
"Menjijikkan banget."
Aku tunggu ya!
Ini baru pertama kali buatmu, kan?
Perhatian, Dude sekalian. Sekarang waktunya memberi hujatan.
Hujatlah sebanyaknya, lampiaskan frustasi kalian, dan makanlah lebih banyak!
Aku tunggu disana ya!
Tidak ada aturan tentang seks. Frustrasi membuat orang jadi berbahaya.
Jika kedua belah pihak setuju, seks diperbolehkan dengan siapa pun, kapan pun dan di mana pun.
Gunakan kartu di kamar kamu untuk mengundang siapa pun yang kamu sukai di waktu luang kamu.
Keluarga menciptakan ketidaksetaraan sehingga semua Dude akan hidup sendiri.
Jika kamu punya anak, mereka akan dibesarkan di fasilitas khusus untuk anak-anak.
Pernikahan dilarang di sini. Kehamilan juga dilarang.
Karena itu, ada banyak alat kontrasepsi yang tersedia di setiap kamar.
Hei.
Ikutlah juga!
Kami mau pergi keluar. Karena masih ada tempat duduk, naiklah!
Pergi keluar?
Sudahlah, ayo cepat naik!
Hai, Dudes. Aku yang memegang ini hari ini.
Jangan pergi terlalu jauh dariku!
Apa ada yang punya pertanyaan?
Ini akan jadi hari yang berat juga. Mohon kerja samanya!
Permisi.
Apa ini artinya aku harus memilih orang ini?
Tentu saja kan...
"Pemilihan Walikota Yaokawa: Takashi Yamano"
Hei, nama orang yang ada di kertas ini...
Dia sebenarnya siapa ya?
Aku juga gak tau. Kenapa kamu tanya?
Tidak, soalnya...
Senyum, senyum. Ayo lihat kemari!
Senyum!
Silahkan!
Loh?
Ada babi disana yang lagi makan babi.
Dia bisa mendengarmu loh...
Tapi, itu benar, kan?
- Hei, Tuan Babi yang disana! - Tunggu...
Itu burger babi, kan?
Tuh kan? Dia benar-benar memakan spesiesnya sendiri.
Baru kali ini aku melihatnya.
Menjijikkan.
Tapi, agak manis juga lihatnya.
Tidak, dia hanya menjijikkan. Iuh...
Jadi pengen muntah...
Anu, senpai...
Kemana mereka membawa orang itu?
Soal itu...
Mereka sering datang ke sini untuk membawa orang pergi.
Ya.
Orang-orang yang terlilit hutang.
No comments yet. Be the first to leave one.