The first 200 lines.
Di sekitar sini tak ada siapa-siapa, ya.
Angin Kegelapan
Angin Kegelapan
Angin Kegelapan
Peserta yang tersisa, kalau ditambah dengan Sinon dan Death Gun yang tak terdeteksi satelit,
jumlahnya ada enam orang.
Mereka saling bunuh?
Berarti sisa empat.
Saat turnamen ini dimulai, pesertanya tiga puluh orang.
Dua peserta masih hidup.
24 lainnya terbunuh.
Ditambah Sinon dan Death Gun, jumlahnya 28 peserta.
Ditambah lagi Pale Rider, jadi 29.
Kurang satu orang lagi.
Apa sebelumnya, Death Gun sudah bunuh yang satu itu?
Tak mungkin, seharusnya rekannya itu masih berada di sekitar rumah Sinon.
Apa mungkin aku lupakan suatu hal yang penting?
tanpa ragu
mayowazu ni ima
ku menantang dunia penuh antonimi
mujun darake no sekai wo
dan kuhancurkan dengan tangan ini
sono te de uchihanate
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
dalam kehangatan tetesan air mata
koboreta namida no nukumori de
di sanalah kita belajar makna kasih sayang
yasashisa wo shitta hazu nano ni
jadi untuk apa kita saling menyakiti
doushite mata kizutsuke atte
dan terus lahirkan kebencian baru
nikushimi wo umidashite yukun darou
dalam perihnya rasa sakit ku belajar makna kekuatan
jishinu you na itami shitte sono tsuyosa ga
dengan begitu
itsuka mirai wo
ku pasti jadi sosok yang ramah di masa depan
yasashiku tsutsumu no nara
tanpa ragu
mayowazu ni ima
ku menantang dunia penuh antonimi
mujun darake no sekai wo
dan kuhancurkan dengan tangan ini
sono te de uchihanate
tiap tetesan memerah
akai namida de
air mata kesedihan
oowaratta kanashimi wo
kesemuanya kupeluk erat perlahan
sotto sotto dakishimete
bagai getaran di kala terdiam di mana awal mula suara berada
narihibita shoudou ga hajimari no oto ni
diriku takkan pernah berubah
kawaru you ni
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Peluru Ilusi
Bagaimana?
Peserta yang tersisa kemungkinan hanya lima orang.
Kau, aku, Angin Kegelapan,
ditambah Death Gun yang tak diketahui lokasinya,
dan tampaknya ada seorang lagi.
Kemungkinan, dia juga sembunyi dalam gua sama seperti kita.
Tinggal lima peserta lagi.
Tapi, turnamen ini sudah bergulir selama 1 jam 45 menit.
Kalau dibandingkan dengan turnamen sebelumnya yang selesai dalam 2 jam,
kurang lebih jalannya pertandingan hampir sama.
Ajaibnya, sama sekali tak ada yang melempar granat ke dalam sini.
Memang.
Mungkin saja
Death Gun terus mencari-cari kita,
dan mengeliminasi setiap orang dengan senapannya.
Kalau memang begitu, gelar "Max Kills" akan jatuh padanya.
Sekarang, yang jadi masalah itu adalah Angin Kegelapan.
Soalnya peserta yang terlihat di terminalnya hanya kau saja.
Aku yakin dia pasti berniat mengincarmu.
Memangnya dia kuat?
Dia peraih juara kedua Turnamen BoB sebelumnya.
Selain karakternya dominan mementingkan status AGI,
dia juga dikenal dengan Iblis Run-Gun.
"Ru-Run-Gun"?
Run and Gun.
Tekniknya adalah "lari, menembak, lalu lari lagi."
Dia pakai senapan mesin ultraringan, Calico M900A.
Sebelumnya, dia hanya kalah kualitas senjata dan perlengkapan dari Zexceed, makanya meraih juara kedua.
Tapi kalau soal kemampuan, Angin Kegelapan jauh lebih unggul.
Be-Berarti maksudnya,
dia itu pemain terkuat di server GGO Jepang?
Anu...
Kalau dugaanmu memang benar,
berarti kemungkinannya, sekarang ini hanya aku yang bisa dibunuh Death Gun, 'kan?
Soalnya, rekannya itu tak bisa pergi dari rumahku, 'kan?
Berarti, kita tak perlu khawatirkan kalau Angin Kegelapan akan dibunuh oleh Death Gun.
Sebenarnya aku tak ingin bilang begini,
tapi kenapa kita tak jadikan saja dia umpannya?
Kalau Death Gun menembaknya, kita akan tahu di mana posisinya.
Selain itu, kalau dipertimbangkan lagi, aku juga sepemikiran denganmu.
Kau tegar juga, ya, Sinon.
Tak juga, kok, aku hanya berusaha untuk tak memikirkannya.
Karena sejak dulu, aku selalu menutup mataku kalau merasa ketakutan.
Lalu, bagaimana dengan rencana barusan?
Ya, sebenarnya aku setuju, sih.
Hanya saja, masih ada hal yang belum kupahami.
Tadi aku hitung jumlah peserta hidup dan yang gugur,
tapi jumlahnya hanya ada 28 peserta.
Kalaupun ditambah Pale Rider, masih kurang satu orang lagi.
Jangan-jangan, sejak tadi Death Gun sudah bunuh satu orang lagi?
Itu mustahil!
Harusnya sekarang rekannya itu ada di rumahku, 'kan?
Ya, memang benar, sih.
Tapi coba pikir lagi, kondisinya tak masuk akal.
Rentang waktu dari dia menembak Pale Rider
sampai dia mengincarmu, tak lebih dari tiga puluh menit.
Kalau begitu, jarak rumah Pale Rider di dunia nyata
dengan rumahmu bisa ditempuh dalam 30 menit.
Bukankah kebetulan seperti ini agak ganjil?
Tapi kemungkinannya memang begitu, 'kan?
Kita tak bisa simpulkan kalau rekan dari Death Gun hanya satu orang.
Misalkan saja rekannya lebih dari satu,
meskipun satu orang memang menunggu di tempatmu,
masih ada kemungkinan rekan lainnya incar peserta yang lain.
Berarti,
ada kemungkinan, Angin Kegelapan juga termasuk target eliminasi Si Death Gun.
Mu-Mustahil.
Jadi maksudmu, ada lebih dari tiga orang terlibat pembunuhan berantai ini, begitu?
Seingatku, ada sekitar sepuluh anggota Laughing Coffin yang selamat.
Tak mungkin kalau semuanya terlibat dalam kasus ini,
tapi masalahnya, tak ada bukti kalau rekannya hanya satu orang.
Sampai segitunya.
Kenapa sampai segitunya mereka ingin terus bunuh para pemain?
Padahal mereka sudah terbebas dari permainan kematian. Tapi kenapa?
Aku selalu ingin jadi pengguna pedang,
dan kau selalu ingin jadi penembak jitu,
mungkin begitu juga alasan mereka.
Kutarik kembali sebutan PK bagi mereka.
Di permainan ini juga banyak pemain yang jadi PK.
Aku juga termasuk anggota dari suatu regu PK.
Tapi PK juga punya tekad dan harga diri.
Meracuni pemain selagi mereka gunakan Full Dive, bukanlah PK namanya.
No comments yet. Be the first to leave one.