Release info

출사표—Into-the-Ring E27-E28—NEXT VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-08-14
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Subtitle bY VIU Resynced == ANANG KASWANDI ==

"Drama ini memenangkan kontes menulis naskah drama kesepuluh"

"Finding a Shooting Star in the Middle of the Desert."

"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa hanyalah fiksi"

"Episode 14"

"Upcara Peringatan Kematian Korban Kebakaran Sanggraloka Sarang"

"Kim Geun Tae, Park Hong Sub, Ha Ji Woon"

"Kim Won Oh, Cho Jeong Dae, Han Song"

Kenapa kamu melakukan ini?

Dengan niat apa kamu berani...

Aku tidak punya niat apa pun.

Para pekerja Smart One City mengajukan keluhan.

Jadi, aku menyelinap untuk melihat-lihat.

Aku berlari dan sembunyi agar tidak ketahuan oleh manajer.

Ini ada di samping tempat sampah.

Aku tidak bisa meninggalkannya di sana.

Jadi, aku mengeluarkannya.

Kamu mengeluarkannya?

Ya.

Sial.

Kenapa ini terus terlepas?

"Into The Ring"

"30 April 2002"

Aku baru mendengar kabar tentang putra keduamu.

Seharusnya kamu meneleponku.

Aku pasti akan membalas budi dengan membantumu.

Tidak, Pak.

Aku mengenal CEO Sanggraloka Sarang,

dan dia pria yang baik.

Dia ingin mengadakan upacara peringatan

dan bertanggung jawab atas kecelakaan itu.

Tiap orang punya pendapat sendiri soal itu.

Beberapa keluarga yang berduka menolak untuk bekerja sama.

Sebagian besar begitu.

Karena itulah aku menyarankan

kamu maju dan menjadi contoh.

Jika semua berjalan lancar...

Kamu tertarik untuk terjun ke politik.

Ini bisa menjadi kesempatan bagimu untuk membangun

kehadiran dalam konstituenmu.

Maaf aku meneleponmu hanya saat membutuhkanmu.

Keluargamu pasti khawatir saat kamu pulang terlambat.

Tidak juga. Jangan bilang begitu.

Justru sebaliknya.

Istriku sedang bekerja. Jadi, dia bisa menghasilkan uang

untuk makan,

tetapi aku khawatir dia akan terbawa suasana

dan akhirnya ditipu.

Serta, aku mencemaskan Se Ra karena dia Se Ra.

Kamu juga mengenalnya.

Kamu menghabiskan waktu

bersama Gong Myung, bukan?

Putra sulungku lebih mirip ibunya daripada aku

sejak dia masih kecil.

Andai putra keduaku masih ada,

aku penasaran apa dia akan mirip denganku.

Ya, benar.

Dia memang lebih mirip denganku.

Dia mengikuti Gong Myung.

Dia juga suka susu pisang.

Aku tidak terlalu ingat,

tetapi andai masih hidup,

dia pasti mirip denganku.

Selamat datang kembali.

Hei. Bawakan ayah segelas air madu.

Tidak ada madu. Kita menghabiskan semuanya.

Astaga. Pak Kebodohan. Siapa teman minum Ayah hari ini?

Maeng Duk.

Dia membicarakan Jeong Dae.

Apa katanya?

Dia penasaran

apa Jeong Dae akan mirip dengannya andai masih hidup.

Selain itu, Jeong Dae suka susu pisang.

Rupanya dia mengingat itu.

Dia tidak akan pernah tahu

betapa bahagianya membawa pulang camilan dan es krim

yang disukai anak-anaknya seusai minum-minum.

Kamu bilang tidak mau meninggalkan Gong Myung sendirian.

Bisakah kamu bicara dengannya?

Aku bahkan tidak bisa memberitahunya

bahwa Gong Myung tinggal bersama kita.

Akan menyenangkan jika seorang ayah dan anak

bisa hidup di rumah yang sama dan saling mengandalkan.

Aku bahkan tidak bisa membayangkannya.

Astaga. Ayah membeli apa?

Sumpah, ayah melihat madu di sana tadi.

Ayo makan es krim.

Ini enak.

"Kim Geun Tae, Park Hong Sub, Ha Ji Woon"

"Kim Won Oh, Cho Jeong Dae, Han Song"

"Hari berikutnya"

"'Tugu Peringatan Sanggraloka Sarang ada di Gudang Kantor Mawon-gu?'"

"Perencanaan dan Alokasi"

Kamu sudah membacanya?

"Tugu Peringatan Kebakaran Sanggraloka Sarang?"

"Wakil Goo menaruhnya di atap"

"Tidak mungkin"

Benarkah?

Tidak kusangka dia melakukan hal semacam itu.

- Yang benar saja. - Bisa-bisanya dia melakukan itu.

- Ternyata dia yang mencurinya. - Astaga.

"Itu sebabnya dia kehilangan posisi pimpinan"

Tugu peringatan kebakaran Sanggraloka Sarang?

Benar sekali. Aku tidak mengerti.

Terima kasih atas informasinya.

Aku pasti akan merahasiakan identitasmu.

Tunggu.

Omong-omong, sampai Kepala Won diusir

dan Pimpinan Goo dilengserkan,

tidak ada yang mengetahuinya, bukan?

Tidak ada yang tahu soal tugu peringatan di atap.

Aku tidak percaya.

Namun, Wakil Cho mengetahuinya.

Saat perlu bicara dengan perwakilan lain,

Wakil Goo cenderung memanggil mereka ke atap.

Namun, begini,

aku penasaran bagaimana Wakil Goo memindahkan tugu itu sendiri.

Ya. Aku membantunya.

Benar juga. Pak Seo.

Lalu kenapa hanya dia yang diinterogasi polisi?

- Diinterogasi polisi? - Ya.

Itu tuduhan pencurian?

Ya. Karena dia mengeluarkannya, dia dianggap mencuri.

Konstruksi Q menuntutnya.

Kenapa baru bilang sekarang?

Kami baru mulai membicarakannya.

Hei.

Kamu menyusup ke situs konstruksi

dan mengambil sesuatu. Dengan begitu, itu pencurian.

Kamu terus bilang aku mencurinya dan itu pencurian.

Lantas siapa pemilik tugu peringatan itu?

Pemilik Sanggraloka Sarang?

Atau Konstruksi Q karena mereka membangun Smart One City?

Siapa pria yang mendorong gerobak itu?

"Polisi yang Gigih dan Tulus"

Apa yang kamu lakukan?

Aku menolak untuk bicara.

"Divisi Dua Kriminal"

"Polisi"

Aku mewakili Nona Goo Se Ra.

Namaku Yoon Hee Su.

"Firma Hukum Taekang, Pengacara Yoon Hee Su"

Beberapa orang mungkin berpikir aku dikurung di penjara.

Makan saja.

Saat aku diadili atas gugatan dari Kepala Won,

kamu tidak tertarik untuk membantuku.

Saat itu, kupikir Mantan Kepala akan memenangkan

pemilihan regional mendatang

dan menjadi anggota majelis setelah memenangkan pemilihan umum.

Roda telah berputar.

Sama halnya denganku.

Kamu luar biasa.

Aku tidak sempat bicara dengan Pak Bong.

Aku harus berterima kasih padanya

karena tidak memberikan suara terkait kudetaku.

Aku yang menentangnya.

Apa?

Kamu pasti berpikir dia menyayangimu.

Selain itu,

jangan berlebihan atau berpikir lebih daripada itu.

Aku menentangnya

hanya karena kupikir tidak adil jika kami melengserkanmu.

Wakil Cho...

Maksudku, Pimpinan Cho akan menyulitkanmu.

Setelah partai oposisinya tereliminasi,

bukankah dia akan mengusirmu dengan insiden tugu peringatan itu?

Dia tidak akan bertindak lebih jauh.

Kamu terdengar sangat yakin.

Aku punya janji lain.

Kalian tidak perlu terburu-buru, dan nikmati kencan kalian.

Aku yang traktir.

Terima kasih atas makanannya, Hee Su.

Kenapa kamu tiba-tiba ramah?

Aku baik kepada orang yang membelikanku makanan.

Terima kasih.

Terima kasih atas makanannya, Hee Su.

Astaga.

Bagus.

Ini.

Minumlah.

Kembali dan bekerjalah untukku.

Aku tidak yakin kamu punya peluang pekerjaan

setelah melihat kejadian yang menimpa Kepala Won.

Aku tidak mendapat tawaran,

tetapi aku tidak berencana untuk kembali.

Kamu tidak perlu menyerah

hanya karena kamu dibuat terkejut.

Aku memberimu tawaran ini

karena membutuhkanmu untuk rencana mendatangku.

Jika butuh waktu untuk memikirkannya,

kamu tidak perlu terburu-buru.

"Pimpinan Cho Maeng Duk"

"'Tugu Peringatan Sanggraloka Sarang ada di Gudang Kantor Mawon-gu?'"

Aku sungguh tidak berniat

atau bermaksud untuk menyusahkanmu.

Kamu bilang tidak bisa meninggalkannya di sana,

sehingga kamu mengeluarkannya.

Itu meyakinkanku.

Namun,

kamu tidak akan menyimpannya di gudang selamanya, bukan?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left