The first 200 lines.
Silakan masuk. Jangan malu-malu.
Permisi.
Yuto, duduklah di sini.
Silakan duduk.
Hei, Chisato.
Panjang ceritanya.
Aku ingin dia tinggal di sini untuk sekarang ini.
Apa?
Tinggal di rumah kita? - Benar.
Maaf.
Ada apa ini sebenarnya?
Ayah menindas Ibu.
Menindas?
Sepertinya selama ini Pak Sudo memukuli Yui.
Pak Sudo melakukannya?
Benarkah? - Ya.
Tampaknya dia pernah memukul Yui dengan barang sebelumnya.
Setelah itu, dia memberikan hadiah seperti kalung dan lain-lain.
Maaf sudah mengganggu kalian.
Ini bukan kesalahanmu.
Kamu bisa tinggal dengan kami hari ini.
Bukan begitu, Yoichi?
Benar. - Baiklah.
Yuto,
mungkin rumah kami kecil, tapi anggaplah rumah sendiri.
Kamu mau mandi?
Yui bisa memakai piamaku.
Tapi bagaimana dengan Yuto?
Coba kulihat.
Bagaimana kalau yang ini? - Tidak, jangan itu!
Dia tidak boleh memakai itu.
Kaus tim itu pernah dipakai oleh Dirk Nowitzki.
Bisa gendong Hana sebentar?
Tapi ini...
Jangan yang ini, tidak bisa!
Kalau begitu, yang ini?
Jangan bertindak bodoh. - Bodoh?
Kaus tim ini ditandatangani oleh Brook Lopez.
Ini kebanggaan dan kebahagiaan seorang lelaki.
Kalau begitu, yang ini saja.
Tidak! - Ini, Yuto.
Jangan yang itu! - Kamu bisa memakai ini.
Jangan yang itu juga. Kamu tahu berapa harganya?
Berapa harganya? - Tidak mahal.
Berapa? 20 ribu? 30 ribu?
Kembalikan. - Tidak akan.
Berapa yang kamu habiskan? - Tolong kembalikan.
Tidak akan. - Jangan ditarik.
Lepaskan.
Berhentilah menariknya.
Ini diletakkan di sini.
Dan yang ini di sini.
Masih sama saja.
Sedang apa kamu? - Tidak sedang apa-apa.
Aku mengizinkan mereka mandi.
Kamu mengizinkan mereka tinggal di sini.
Tapi tidak ada selimut untuk tamu.
Benar. Kita harus bagaimana?
Sofa ini tidak cukup ditiduri oleh dua orang.
Kalau begitu, dua orang bisa tidur di kamar.
Maksudmu Yui dan aku?
Hei.
Apa yang kamu bayangkan? Kamu bahkan bilang Yui.
Maksudku Bu Sudo.
Lagi pula, mungkin Yui tidak mau.
Aku pasti menolak kalau jadi dia.
Belum lagi ada Hana.
Bagaimana kalau kamu tidur dengan Yuto?
Bisa juga. Tapi bagaimana dengan Yui?
Biar dia tidur di sofa.
Lalu kamu?
Aku juga akan tidur di sofa.
Itu yang kamu pikirkan sejak tadi?
Kamu lebih suka tidur dengan mantan pacar daripada istri?
Tidak, bukan begitu. - Menyebalkan! Bagaimana kalau ini?
Yuto akan tidur di sofa, Yui tidur di area NBA.
Itu dia.
Situasi ini semakin aneh.
Yuto, tunggu.
Maaf.
Kenapa aku minta maaf? Ini rumahku.
Aku tidak bisa tidur.
Selamat pagi. - Selamat pagi.
Maaf sudah mengganggu tadi malam.
Tidak apa-apa.
Apa rencanamu dari sekarang?
Bagaimana kalau kamu tinggal dengan orangtuamu dulu?
Benar.
Tapi aku ingin pulang dan melihat situasi dulu.
Apa kamu akan baik-baik saja? Bagaimana kalau dia memukulmu lagi?
Aku ingin memikirkannya dengan saksama.
Baiklah.
Kamu bisa bicara pada kami kalau ada masalah.
Ya.
Kalau ada apa-apa, datanglah ke rumah kami.
Kamu harus datang. - Baik. Terima kasih.
Gawat.
Aku tidak sarapan. Aku harus pergi sekarang.
Semoga harimu menyenangkan. - Semoga harimu menyenangkan.
Aku pergi.
Selamat pagi.
Ada apa? Kamu terlihat gusar.
Selamat pagi.
Aku tidak tidur semalaman.
Banyak yang terjadi kemarin.
Istri Pak Sudo dan Yuto tinggal di rumahku.
Apa yang terjadi sekarang? Mantan pacarmu pindah ke sana?
Kemarilah.
Kekerasan dalam rumah tangga?
Kekerasan dalam rumah tangga? - Tidak, kami membahas DVD.
Berisik sekali. - Jangan-jangan karena aku?
Untung kamu tidak menikahi Haruno.
Kalau bukan atasanku, sudah kuhajar kamu.
Kejam sekali. Aku sungguh minta maaf.
Tapi sepertinya Pak Sudo pernah menganiayanya.
Kukira dia suami sempurna.
Setiap keluarga memiliki rahasianya sendiri.
Apa keluargamu masih terseok-seok?
Mereka sedang perang dingin. Mereka menolak untuk saling bicara.
"Divisi Bisnis Ketiga"
Sebelum ini, istriku dan Mika lebih dekat daripada ibu dan anak.
Tapi dengan kejadian ini, entah aku harus berbuat apa.
Mungkin kalau Mika punya adik, keadaannya akan berbeda.
Karena anak tunggal,
dia harus menanggung semua harapan kami.
Keluargamu juga. Tidak salah punya satu anak saja,
tapi mungkin harus dipertimbangkan untuk menambah anak.
Anak kedua?
Yoichi, bisakah kamu membantuku?
Kamu dengar, Yoichi?
Yoichi!
Semua masalahku akan berlipat ganda.
Coba lihat ke sini.
Perusahaan kita sudah menambah tunjangan anak karyawan.
"Sasaran Tahun Baru Menaikkan tunjangan serba-serbi"
Anak pertama 200 ribu yen.
Anak kedua 500 ribu yen. Anak ketiga satu juta yen?
Ibu.
Rumah Hana berbeda dari rumah kita.
Benar.
Tapi...
Sepertinya mereka bahagia.
Kami pulang.
Maaf.
Selamat datang.
Yui, Yuto.
Anak kedua akan diberikan 500 ribu yen. Tapi...
Kamu ada masalah?
Tidak, tidak juga.
Haruno,
apa sampai sekarang kamu belum berhubungan intim?
Hubungan intim?
Tentu tidak.
Kudengar ada banyak suami dan istri yang hidup tanpa hubungan intim.
Benarkah?
Sebenarnya, itu salah satu alasanku bercerai.
Untung kami tidak punya anak.
Aku tidak tahu kapan itu bermula, tapi kami tidak intim lagi.
Setelah itu, kami kehilangan perasaan untuk pasangan.
Kedekatan fisik berhubungan langsung dengan ikatan emosional.
Jadi, kamu harus cemas kalau berhenti berhubungan intim.
Baik.
Haruno, bisa kemari?
Permisi.
Sebentar.
Jadi, tidak berhubungan intim bisa memengaruhi hubungan.
Tentu saja.
Itu penting bagi suami dan istri.
Masalahnya, aku tidak menginginkannya.
Itu sedang terjadi.
Maksudku, bukannya aku tidak punya kebutuhan.
Aku penuh gairah.
Namun saat ini, aku melihat Chisato seperti seorang ibu, bukan wanita.
Benar.
Seolah dia berubah menjadi orang lain.
Tepat sekali.
Dia berubah setelah punya anak.
Dia sudah bukan Chisato yang dulu.
Kamu harus melakukan sesuatu.
Bagaimana kalau hal ini berujung pada perceraian?
Bagaimana kamu melakukannya?
Aku...
Ini rahasia terdalam keluargaku.
Tolong katakan. Aku sudah putus asa.
Dalam situasi apa, kapan, dan di mana kamu melakukannya?
Pukul 3 pagi. - Baiklah.
Di kamar sempitku yang gelap.
Berikutnya apa?
Setelah itu...
Bukankah itu sudah cukup?
Kamu harus menciptakan suasana.
Suasana?
"Membuat Wanita Tertarik Bercinta Cara Menciptakan Suasana"
Coba kulihat.
"Gunakan pencahayaan tidak langsung dan lilin beraroma untuk suasana."
"Sandarkan dia di dinding, pegang dagunya dengan lembut."
Apa maksudnya?
Ini yang orang-orang lakukan di zaman sekarang?
Baiklah.
Aku pulang. - Selamat datang.
No comments yet. Be the first to leave one.