The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan kejadian hanya fiktif"
Kamu tidak akan menepati janji kita?
Aku
bukan boneka yang bisa kamu mainkan
sesuka hatimu.
Aku memang sempat dibutakan,
tapi syukurlah akhirnya aku menyadarinya.
"Different Dreams, Episode 31, Pengungsian"
Hidup!
Hidup!
Hidup!
Hidup kemerdekaan Korea!
Hidup kemerdekaan Korea!
Tujuan utama operasi ini adalah menahan Kim Gu.
Kepalan tinjunya.
Di mana mereka?
Matsuda!
Lindungi kami!
Ke sini.
Matsuda!
Berhenti.
Letakkan senjatamu dan berdiri.
Sekarang!
Nona Butik.
Letakkan pistolmu.
Pak!
Pak!
Urus dia!
Pak!
Jaksa Fukuda!
Medis! Cepat!
Sial.
Sial!
Ini keluhan terkait penangkapan dan inspeksi Jepang
terhadap rakyat Joseon secara ilegal.
Di dalamnya juga ada bukti Yun Bong Gil mendapatkan izin
dari Korps Patriotik Korea atas tindakannya.
Aku akan memberikannya pada Shin Won Joon.
Kami akan selesaikan di sini.
Untuk sementara kamu harus bersembunyi.
Aku akan berkunjung begitu keadaan tenang.
Aku akan menganggap ini perjalanan, bukan pengungsian.
Kalian berdua
harus terus bersama.
Satu-satunya yang bisa kalian andalkan saat kesulitan
adalah orang lain.
Baik.
Baiklah kalau begitu.
Sampai jumpa lagi.
Cheongbang akan menjaga Kim Gu.
Kalian tidak perlu cemas.
Terima kasih.
Bagaimana tanganmu?
Aku baik-baik saja. Sudah tahu siapa si penembak?
Jelas sekali, pasti bawahan Fukuda.
- Lalu? - Aku menembak dua orang
dan Jung Im melukai Fukuda
dengan beberapa tembakan.
Dia tewas?
Dia terluka parah,
tapi entah dia tewas atau tidak.
Pihak Tiongkok dan kita akan dalam bahaya
kalau lebih banyak orang Jepang tewas.
Meski bertemu mereka lagi, coba hindari konflik.
- Mengerti? - Baik.
Semuanya akan baik-baik saja.
Aku tahu betul kamu sangat kuat.
Maksudku Jaksa Fukuda.
Bukan itu yang kamu pikirkan.
Dia menghalangi tugas kita
dan bahkan berusaha membunuh Kim Gu.
Kalau kita bertemu lagi,
kita harus menghabisinya.
Ungkap identitas orang
yang menyusup ke gedung pemerintah
dan berusaha membunuh Kim Gu adalah anggota Konsulat Jepang.
Dengan begitu,
untuk sementara mereka tidak akan berkutik.
Begitu semuanya mereda,
tinggalkan Shanghai bersama orang-orangmu.
Kamu tidak ikut?
Kita pasti memikirkan hal yang sama.
Aku akan mengirimkan orang-orangku
dan kembali ke Gyeongseong.
Kupikir semua akan berakhir
kalau aku meninggalkan Direktur Hiroshi.
Ternyata aku salah.
Aku malah terlibat langsung dengan masalah ini.
Aku harus menyelesaikannya sendiri.
Aku sudah menyiapkan rencana saat kembali ke Gyeongseong.
Anggota Cheongbang meninggalkan jasad anggota kita
di depan Konsulat Jepang.
Semua orang akan tahu itu perbuatan kita.
Konsul sangat marah.
Kita diperintahkan segera kembali.
Bagaimana dengan Matsuda?
Dia sudah mendapat perawatan dan beristirahat di bawah.
Dia akan bertahan hidup.
Panglima Shirakawa meninggal.
Terjadi ledakan saat perayaan kemenangan perang.
Wakil Laksamana Nomura dan Letnan Jenderal Ueda
juga terluka parah.
Jaksa Fukuda juga berada di Shanghai.
Dia tertembak dan menjalani operasi.
Apa Anda mengetahuinya?
Pagi nanti
aku akan menemui Gubernur.
Bersiaplah.
Baik.
"Kantor Gubernur Joseon"
Sudah dengar kejadian di Shanghai?
Ya, Pak.
Apa maumu?
Untuk menggantikan almarhum Panglima Shirakawa,
akan diangkat seorang komandan dari Pasukan Pendudukan Joseon.
Aku akan mengundurkan diri dari posisiku sebagai direktur
di Rumah Sakit Umum Pemerintah.
Aku ingin mengisi posisi
komandan Pasukan Pendudukan Joseon.
Itu terdengar seperti perintah.
Kamu akan memercayakan hidupmu
pada seseorang yang bukan anggota Faksi Imperial Way?
"Percaya militer harus memimpin Jepang"
Kelihatannya keadaan Fukuda
tidak terlalu baik.
Aku tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba bersemangat sekali.
Seperti bukan dia saja.
Dia pergi ke Shanghai
karena Kim Gu?
Apa yang ingin kamu ketahui?
Fukuda tidak ke sana dan menduga akan ada serangan.
Pemerintahan Sementara Korea mengawasi Kim Gu
dan dia kebetulan terlibat.
Benar juga. Sudah dengar kabar tentang ayah Fukuda?
Dia meyakinkan publik kalau ekspansi militerlah
yang bertanggung jawab atas ledakan itu.
Jika dia mengetahui putranya terluka...
Seperti itulah semua politisi bertindak.
Hiroshi.
Apa yang sebenarnya direncanakan pihak militer?
Kamu benar-benar akan berperang melawan Tiongkok dan Asia Tenggara?
Kamu akan menjadikan Amerika, Inggris, dan Prancis musuh kita.
Aku melepaskan posisiku sebagai direktur.
Aku akan fokus pada militer.
Joseon akan menjadi
pangkalan logistik untuk perang kita melawan Asia Tenggara.
Kamu benar-benar...
Aku hanya mengembalikan Joseon ke tempatnya.
Mereka bilang
ada saatnya
kamu ingin memercayai seseorang sepenuhnya.
Bagiku, orang itu kamu.
Kamu sudah gila?
Kamu akan kembali ke sana?
Aku tidak bisa lebih lama lagi di Shanghai.
Kalau begitu...
Kita pergi ke Manchuria Utara saja.
Ingat apa yang ingin kamu dirikan?
Akademi militer.
Kita dirikan dan kembali saja.
Bukannya itu akan terlalu berbahaya?
Bawa semuanya ke Nanjing atau Hangzhou.
Kamu akan kembali sendirian?
Karena Fukuda sudah mengenali wajahmu,
bawa Majar dan anggota Pemerintahan Sementara Korea ke Hangzhou.
Hei, dia juga sudah mengenali wajahmu.
Mana sopan santunmu?
Bisa saja aku menjadi suamimu.
Astaga.
Kalau melihat wajahmu, kamu lebih mirip pamannya.
- Memangnya wajahku kenapa? - Kamu benar.
- Orang mengira aku baru 20 tahun. - Ya ampun.
Apa?
Astaga.
Baiklah. Ayo bersulang.
Berhenti tersenyum. Nanti aku menyukaimu.
Minumlah, Paman.
Mereka sudah pergi, jadi, jujurlah padaku.
Kenapa kamu mau kembali ke Gyeongseong?
Untuk mati.
Astaga. Aku benar-benar tidak bisa memahamimu.
Apa maksudmu?
Organisasi mana yang paling gigih
menangkap dan menyiksa
pejuang kemerdekaan?
Kantor Polisi Jongno.
Mereka bajingan
yang menahan orang-orang sendiri dan menjadi benalu pasukan Jepang.
Aku akan menghancurkan mereka semua.
Kamu puas?
Para bedebah pro-Jepang dari Joongchuwon itu?
Kamu serius?
Jangan coba-coba mengikutiku.
Kamu hanya akan menghalangi.
Astaga, kasar sekali. Meski kamu memohon pun, aku tidak akan ikut.
Aku akan memilih
tempat kematianku sendiri.
Aku sudah memperingatkanmu. Jangan mati sebelum aku.
Tenang, kuberi prosesi pemakaman yang tepat untukmu sebelum mati.
Lihat apa? Dasar berandal.
No comments yet. Be the first to leave one.