The War Lord

The War Lord

Download Indonesian Subtitle

Release info

The War Lord 23 976 FPS
A Commentary by Epleh13
Semoga bermanfaat... ^^ (untuk durasi 02:01:15)

Tags

other
Published on: 2016-04-20
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dipersembahkan oleh Epleh

'Pada abad ke-11, Eropa berada dalam pemerintahan feodalisme.

'mulai dari laut Mediterania hingga laut utara.

'Para Duke akan mempertahankan daerahnya tersebut dari berbagai ancaman.

'Salah satunya, Duke William dari Ghent, yang menguasai pesisir Normandia.

'Dalam upaya melindungi tanah air kekuasaannya,

'sang Duke mengirimkan para prajurit terpercayanya ke daerah yang dimaksud,

'Chrysagon de la Crux.

'Mereka mewakili sang Duke terhadap wilayah tersebut,

'serta melindungi perkampungan penduduk di sana dari serangan orang Frisia.

'yang telah berhasil menjarah banyak pemukiman warga di daerah sekitar.'

Hei! Menara jaga!

Dari sini sampai ke lautan yang di ujung sana, menjadi milik anda!

Milikku.

Setelah berkelana cukup lama, akhirnya tiba juga.

Ada apa, Draco?

- Perutmu sakit? - Aye, tuan.

Apa itu, adikku? Apa yang kau inginkan?

Terserah kau saja. Saya ikut saja.

Aku tidak ingin apapun.

Tempat yang seram dan sesak.

Tetap saja milikku.

Diberikan oleh sang Duke sendiri.

Tanah ini belum dikuasai siapapun sebelumnya.

- Aku menginginkannya. - Silahkan saja.

Dan anda wajib menjaganya.

Aura tempat ini sangat menakutkan.

Tanda peringatan.

Perompak dari laut.

Bangsa Frisia... mereka sedang merusak pemukiman.

Menculik para wanita juga!

Naik ke perahu!

Cepat!

Budak dungu! Ha!

Ayo, cepat!

Serang!

Orang-orang Norman!

Ayah!

- De la Crux... - Kau!

Tukang jagal! Awas kau!

Kau berdarah, Chrysagon.

Aku hampir berhasil, Draco.

Aku hampir membunuhnya tapi dia lolos.

Apa tidak bisa menggunakan tebusan saja?

Hanya ada satu pangeran di Frisia.

Jadi, mereka juga mengajak anak kecil untuk diajari membunuh ya.

Biar ku beri kau pelajaran, bocah.

Tahan dulu, Bors. Biar aku atasi.

- Kenapa itu? - Aku akan menjadikannya pembantu.

Selama dia pembantunya, maka aku menjadi majikannya.

Dia nanti akan menusukmu dengan ini.

Bagaimana mungkin anak sekecil dia bisa menggunakan pisau?

- Anda kepala desa di sini? - Nama saya Odins.

Dan ini anak saya, Marc.

- Kau mengambil itu dari para Frisia? - Benar, tuan.

- Ke mana pasukan yang bertugas di garnisun? - Pergi, tuan.

Maksudnya, pergi? Tewas?

- Maksud saya meninggal. - Dan pengawasnya? tewas juga?

Kemungkinan besar masih sehat.

Ku pikir kita sekarang punya pelindung bukan cuma pengawas saja.

- Apa bedanya? - Mereka itu para penyelamat.

- Begitu pula sebaliknya. - Begitu pula yang lain.

- Dia yang memegang kendalinya. - Tapi dia adalah pejuang.

Sebagaimana yang dikatakan oleh pendeta.

Dialah pemimpin kita.

Pemimpin, mungkin. Tapi bukan penguasa.

Bukan penguasa batu, maupun kayu.

- Ya ampun, tuanku. - Ya ampun, bapa.

Tuan Chrysagon de la Crux?

Ugo de Bouillon. Pelayan Tuhan.

Jama'ahku tuan. Pengikut anda.

Mereka sederhana tetapi mereka alim.

Dulu pernah ada seorang pawang.

Seorang bocah yang disembah karena kesuciannya.

Adat yang berlaku turun temurun.

- Lebih mirip adat setan! - Bukan begitu, tuan.

Tidak?

Bisa-bisanya keyakinanmu tergoyang oleh mereka.

Oh, mereka itu berbeda.

Mereka tidak ada bedanya menurutku.

Coba aku sentuh.

Bangunan ini tidak berguna.

Sama sekali.

Busuk sekali baunya. Kan bisa dirapikan sebelumnya!

Perampoknya...

Kurasa ini bukan karena mereka.

Kami telah berjalan sepanjang 20 mil hari ini. Sekarang kami ingin istirahat dahulu.

Tuan, saat sang Duke memberikan perintah untuk memberhentikan si pengawas di sini,

dia menjadi... sedikit pemalas.

Aku tahu itu. Dia agak teledor memang.

Agak kacau lebih tepatnya.

Mana si pengawas malasmu sekarang?

Semoga akan baik-baik saja.

Tapi entahlah.

Di kamar anda, tuanku.

Yah, jadi dia suka tiduran di atas jerami bersama perempuan.

Dia terkena pelet.

Dipelet oleh iblis.

Penduduk di sini memiliki adat tradisional...

yang belum dia ketahui.

Pohon dan batu? Menyembah setan?

Bukan. Dia benci darah setan..

Tapi sangat suka darah gadis.

Maka dari itu si iblis menyamarkan wujudnya.

Pak pendeta...

- Maksudmu wanita ini adalah penyihir? - Penyihir?

Bunga putih?

- Apakah itu? - Rangkaian bunga pernikahan.

Katakan saja pak pendeta... wanita ini seorang penyihir atau bukan?

Gadis perawan.

- Si pengawas ini? - Penduduk desa.

Rahmat Tuhan!

Seekor lebah di atas bunga, menandakan kematian.

Wanita di daerah tidak hanya satu.

Mengapa harus mengambil gadis perawan?

"Lanjutkan etika baik penduduk," kata Duke padaku.

Sekarang lihatlah dia.

Kurang ajar sekali...

Siasat pembunuhan ini menguntungkan para Frisia.

Tuanku, bukan begitu...

Anda lihat, mereka sebenarnya baik kepada pengawas.

- Siapa mereka? - Penduduk sekitar.

Sejak dulu, mereka menghormati acara pernikahan...

dengan cara menyerahkan si pengantin pada...

Bors! Bakar kasurnya.

Iblis!

Iblis.

Oh, benar, mereka tertarik kepada lingkungan rawa-rawa.

Saya pernah melihatnya dengan kedua mata saya.

Maksudku iblis yang lain. Bangsa Frisia.

Oh, benar juga tuanku.

Er...mungkin anda ingin makan dan minum?

Mereka pasti kembali.

Wilayah mereka berada di balik lautan utara, akan butuh waktu 2 hari.

- Saya bahkan tidak mampu... - Aku tahu di mana mereka tinggal.

Dan mereka telah merusak daerah pesisir tahun ini.

- Saya punya keju yang hijau... - Lain kali, aku tidak akan segan-segan.

- Sup ikan bawang... - Sebagaimana yang telah mereka lakukan pada ayahku.

Ayah anda?

Saya dengar beliau ditawan oleh bangsa Frisia.

Benar-benar kasihan sekali.

Mereka adalah perampok busuk.

Ayah kembali ke rumah dalam keadaan lemah lalu meninggal dunia. Sungguh fakir nasibnya.

Pasti sulit bagi anda telah kehilangan tempat tinggal.

Kami kehilangan semuanya.

Tapi itu sudah lalu.

Dalam hidup.

- Apa katamu tadi? - Saya bilang...

Katakan nanti saja di dapur. Kami makan seadanya dulu. Besok kami akan berburu.

Terima kasih tuan. Pasti anda akan suka berburu di hutan.

Ada kijang, unggas liar dan babi hutan.

Hentikan! Anjing tolol! Hentikan!

Sudah! Sudah!

Hentikan! Hentikan! Sudah!

Bertahanlah nona. Mereka akan aku jinakkan. Pergi kau!!

- Dia baik-baik saja. - Terhitung mati sebenarnya!

Ayolah gadis jelek. Tak apa.

Gadis jelek? Matamu sudah rabun ya?

Ini dia kulitmu, sekaligus penutupnya!

Sudah ku bilang, kalian jangan mencari gara-gara kepada penduduk di sini.

- Berikan dengan baik-baik! - Baru saja mau saya lakukan, tuan.

Kalian seharusnya terus berburu, benar? Ayo teruskan!

Kalian semuanya!

Kamu terluka?

Cuma luka ringan.

Katakan namamu.

Bronwyn, tuan.

Dari desa?

Akulah pemiliknya.

Saya mengerti, tuan.

Rumahmu yang mana?

Odins, tuan. Kepala desa. Saya anak angkatnya.

Ada apa nona!?

Bolehkan saya berpakaian?

Tentu.

Anda mau mengintipku?

Iya.

- Kamu kedinginan? - Tidak.

Kamu takut?

- Iya. - Mengapa? Aku ini orangnya lembut.

Ke marilah.

- Apa ini? - Rangkaian bunga pernikahan.

Dan kamu masih perawan?

Bronwyn...

Ada apa denganmu?

Dia tidak melakukannya.

Dia tersengat lebah.

Dia?

Aku terjatuh ke sungai.

Tapi dia tidak berbuat apapun?

- Mereka sedang berburu. - Siapa mereka?

- Tuan Chrysagon. - Dan dia tidak menyentuhmu, kan?

Ada yang salah dengan pertanyaanku?

Lalu kenapa kamu menangis?

Marc, aku mencintaimu.

Sejak pertama kali ayahmu mengadopsiku.

Jauhi dia.

Baik, Marc.

Menjauhlah darinya!

Ya Tuhan aku tahu itu! Tuan sekaligus kakakku!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left