The first 200 lines.
Halo?
Ada apa ini?
Aku senang kalian mau tangani ini, Agen Lisbon.
Jarang ada pembunuhan di sini. Bahkan tak pernah.
- Aku ingin belajar darimu. - Tidak masalah, Deputi Fisher.
Jarang ada masalah di kota kecil ini.
- Sangat disayangkan. - Sungguh?
- Masalah adalah pekerjaanmu. - Benar sekali.
Korban bernama Alan Foster.
Usia 43 tahun. Menikah, tanpa anak. Arsitek.
Beli rumah ini beberapa bulan lalu, berencana untuk merenovasinya.
Sang istri bersamanya?
Dia di kota. Mereka punya rumah di San Fransisco.
Sudah kuutus seseorang untuk mengabarkannya.
- Ada orang lain bersamanya? - Sepertinya tidak.
Entah harus bilang apa. Rumah terkunci rapat saat aku tiba.
Butuh setengah jam untuk mematikan alarmnya.
Cho, periksa alarmnya.
Mungkin korban mengajak seseorang atau mereka menyelinap.
Kasihan sekali. Foster tampak seperti orang baik.
Bohong. Kau sama sekali tak menyukainya.
- Aku tak bilang begitu. - Tentu kau bilang.
Kau pikir dia kaya, sombong, ambisius. Suka ikut campur.
Dia memakai kacamata trendi ala arsitek itu.
Apa kau membunuhnya?
Apa aku...
Tidak.
Tidak.
Pertanyaan macam apa itu?
Dia memegang sesuatu di tangannya.
- Jane, pakai sarung tangan! - Baik.
Kancing kuningan berhuruf B?
Apa itu berarti sesuatu untukmu, Deputi?
Tidak.
- Dia kenapa? - Penjelasannya butuh waktu lama.
- Mari periksa ke dalam. - Lewat sini.
Adanya tanda perlawanan, mengesampingkan bunuh diri.
Dan biasanya pelaku bunuh diri buka jendela sebelum lompat.
- Kenapa gelisah, Fisher? - Tidak. Apa maksudmu?
Kancing itu membuatmu terbelalak dan sekarang pucat.
Kenapa kau jadi panik, Fisher?
Aku baru sadar, kancing itu mungkin milik Beckworth. Aku merinding.
Beckworth itu siapa?
Walter Beckworth. Dia pemilik asli rumah ini, pendirinya.
Meninggal sekitar 80-an tahun lalu.
Orang bilang dia menghantui tempat ini.
Aku sering dengar kisah ini. Tapi tak ada yang memercayainya.
Baiklah.
Orang dari perusahaan keamanan sudah periksa alarmnya.
Alarmnya aktif sejak pukul 18.00 sampai Deputi mematikan pagi ini.
Alarmnya tak berbunyi atau pun dilanggar.
Jadi, tak seorang pun keluar-masuk, kecuali korban.
Tapi itu mustahil, bukan?
Menyeramkan.
Jadi relawan memang tak lebih baik, tapi aku jadi merasa nyaman.
Aku lihat orang tersenyum karena tindakanku.
Ada suatu kegembiraan di dalamnya.
Memangnya berapa sering kita lihat orang tersenyum?
Tanpa menghitung orang gila, tak pernah.
Koroner telah bawa jasad Foster. Aku akan jemput istrinya dulu.
- Lisbon dan Jane ada di teras. - Terima kasih.
Dia jadi relawan di Dapur Tunawisma.
- Bagus. - Ada pria di sana. Dan dia...
Tidur dengan seorang tunawisma.
Bukan! Seorang relawan. Koki. Dia tidak...
Entahlah. Bisa saja. Mungkin. Aku rasa. Tak tahu. Tidak.
Bung, kau perlu konseling.
Entah bagaimana pelaku bisa masuk tanpa menyalakan alarm.
Jadi pelaku tak masuk dari pintu depan.
Mungkin dia tahu kelemahan alarmnya.
Periksa sekitar dan dalam rumah. Selidiki cara mereka masuk.
Akan kulakukan.
Grace, kau lebih spiritual. Kau percaya hantu?
Aku percaya jiwa itu abadi.
Dan arwah penasaran bisa saja bergentayangan.
- Tak mungkin ada hantu, 'kan? - Entahlah.
Jika kau lihat hantu, beri tahu aku.
Berapa lama suamimu tinggal di Puri Beckworth, Ny. Foster?
Pulang pergi selama 3 minggu, sejak kami membelinya.
Kenapa? Bukankah sudah rusak?
Untuk mengenal rumahnya, sebelum direnovasi.
Katanya, harus tinggal 1 bulan dulu sebelum merenovasi sebuah rumah.
Dia sangat berhati-hati soal itu.
Dulu berhati-hati seperti itu.
- Kita bisa rihat jika mau. - Tidak, lanjutkan saja.
Kau di rumah saat suamimu terbunuh?
Ya.
Ada yang bisa benarkan hal itu?
Tidak, aku sendirian.
Alan berada di Puri seminggu penuh.
Kalian sering terpisah selama itu?
Itu hal biasa jika dia mengerjakan proyek.
Dia tenggelam dalam pekerjaannya.
Siapa yang mungkin ingin menyakiti suamimu?
Aku tahu siapa yang marah padanya, Victoria Abner.
Siapa dia?
Wanita gila yang tinggal di kota. Dia merajut linen dan karpet.
Dulu dialah pemilik Beckworth.
Dia keturunan pendiri puri itu.
- Dia benci suamimu beli puri itu? - Awalnya tidak.
Ada masalah pajak soal puri itu. Kami pikir dia senang bisa bebas.
Sekitar seminggu setelah pembelian, dia marah.
Dia bilang Alan mencuri rumahnya. Kasar sekali.
Dia pernah mengancam suamimu?
Dia pernah kirim surel mengerikan.
Permisi.
- Apa? - Walter Beckworth tewas pada 1928.
Karena berebut wanita. Mau tahu bagaimana?
Tidak, aku tak peduli.
Dia dilempar dari jendela yang sama dengan Alan.
- Kebetulan? - Ya.
Semua ada di sini. Itu janda Foster?
Aku perlu bicara padanya.
Ny. Foster, aku Patrick Jane.
Suamimu pernah lihat atau dengar hal aneh di Puri?
Penglihatan atau pun suara aneh. Penampakan?
Alan memang pernah bilang beberapa hal aneh.
Hal macam apa?
Dalam seminggu terakhir, dia dengar rintihan saat malam.
Seperti ada yang memindahkan barang-barang.
Sedikit menyeramkan, tapi Alan tak terganggu. Dia suka rumah tua.
Apa hubungannya dengan kematiannya?
Victoria Abner tak pernah dipenjara.
3 tahun lalu tetangganya meminta perintah jaga jarak atas dirinya.
Perselisihan tentang anjing tetangganya.
Victoria tampak sangat membencinya.
Selidiki seberapa marahnya dia saat Foster beli puri itu.
Tanyakan juga soal hantu.
Jangan tanya soal hantu!
Menurutmu aku tak tahu perbuatanmu? Tak ada hantu.
Hantu itu ada hubungannya dengan kematian Foster.
Tak ada hubungannya, karena hantu itu tak ada.
Itu menurutmu.
Tapi jika kau percaya, maka hantu itu ada.
Temukan sesuatu?
Tak ada bekas cungkilan di jendela. Tak ada tapak di bawah jendela.
Aku tak lihat tanda bekas pendobrakan.
Mungkin benar hantu.
Hantu tak melempar orang dari jendela.
- Lalu apa kebiasaan hantu? - Entahlah.
Kita periksa sisi lainnya saja.
Kau akan tetap jadi relawan di Dapur Umum?
Pasti banyak teman baru.
Benar. Itulah hebatnya jadi relawan.
Kau akan bertemu banyak orang yang punya minat sama.
Lihat itu.
- Apa? - Gemboknya. Tampak baru.
Ada yang merusaknya.
Mereka belum mulai merenovasi rumahnya.
Semua perkakas listriknya hilang.
Apa itu di sana?
Apa hantu bisa merokok?
Bos, seseorang menyusup ke ruang penyimpanan...
Mencuri banyak perkakas dan perbekalan.
Mungkin juga masuk ke rumah.
Ada yang bisa kubantu?
Kulihat kau ahli dalam sejarah lokal.
- Tuan? - Philip Raimey.
Benar. Kau siapa?
Mencari informasi tentang Walter Beckworth.
Kau polisi?
- Sedang selidiki kematian Foster? - Ya.
Tapi jangan bilang siapa pun. Patrick Jane.
Tn. Jane, jika tertarik pada Beckworth...
Kau datang ke tempat yang tepat.
Terima kasih.
Agen Cho, tentu aku marah pada Foster.
Jika seseorang merampas rumahmu, apa kau tak akan marah?
- Dia membeli rumah itu, Ny. Abner. - Kau tak mengerti.
Rumah yang tak pernah kautinggali sejak kecil.
Bukan itu intinya.
Maaf, aku tak tahu ada tamu.
Ini keponakanku, Drew.
Agen Cho sedang menanyakan tentang Alan Foster.
Dia ingin tahu kenapa Bibi kesal pada pria perampas Puri Beckworth.
Ini masalah rumit.
- Tak serumit itu. - Banyak faktor harus dipikirkan...
Secara ekonomi dan emosional.
Dia seorang pengacara, jadi sangat bijaksana.
Bagus, karena aku tak begitu.
Tak ada yang harus dipertimbangkan. Foster pencuri dan pembohong.
Kau tak bisa menanggung pajak rumah itu.
Awalnya kau senang dia membelinya. Kenapa berubah pikiran?
- Auramu sangat bagus. - Terima kasih.
Merah tua itu warna bagus. Rendah hati, realistis.
Sedangkan warna aura Foster adalah merah muda pucat.
Itu lambang ketidakjujuran, ketidakberdayaan.
Saat datang padaku, dia bilang ingin lestarikan Beckworth.
Dia bohong padaku. Dia ingin menghancurkannya.
Rumah masa kecilku. Tak bisa kubiarkan.
Puri Beckworth adalah hal emosional bagi keluargaku.
Apa pun perasaan atau perkataannya, bibiku tak akan sakiti siapa pun.
Di mana kau semalam?
Aku di rumah. Sedang tidur. Tidak membunuh Alan Foster.
- Bagaimana denganmu? - Aku di sini.
Aku sering tinggal dengan bibiku sejak tempat itu dijual.
Dia membantuku dengan masalah hukum.
Aku tak bisa apa-apa tanpanya.
Hanya pajak gadai dan wasiat. Tak terlalu rumit.
Permisi.
No comments yet. Be the first to leave one.