Jumping from High Places

Jumping from High Places

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡJumping From High Places NF-RT-01:28:48
A Commentary by DD_Movie
NF RETAIL | t.me/ddmoviechannel

Tags

other
Published on: 2022-10-05
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

Aku pilih…

pistasio.

Kenapa pistasio? Aku tak suka.

Tidak. Maaf. Aku berubah pikiran.

Aku

pilih

fior di latte.

Aku membuat semua orang menunggu.

Maaf. Aku berubah pikiran lagi.

Aku mau rasa buah, tapi tanpa susu.

Aku pilih

lemon.

Aku Sole Santoro.

Seumur hidup, aku mengidap gangguan cemas menyeluruh.

Tak tahu apa itu? Kalian beruntung!

Ada berbagai tingkat kecemasan.

Lalu tingkatanku?

Sederhananya, sangat tinggi.

Kenapa dia melihatku? Terserahlah.

Dr. Basile bilang kondisiku sudah mengalami banyak kemajuan.

Jika kupikirkan, dia memang benar.

Sudah setahun tanpa serangan panik atau minum obat.

Hanya saja

rasanya semua orang

tahu sesuatu yang tak kuketahui.

Sayang!

Hai.

Hai, Ayah.

- Halo, Semuanya. - Hai, Sole.

Tahu siapa yang berlibur ke sini? Peppino. Sepupu adik iparku.

Tahu siapa maksudku? Pria jangkung…

Pria tampan. Ya.

Dia hampir jadi insinyur!

Benarkah? Ya.

Gianni.

Hampir 25 tahun, tanpa pacar, dia kira aku perawan tua yang putus asa.

- Dia mau ke sini. Ayo minum. - Kurasa Sole harus pergi.

Ya, aku harus pergi.

- Ke mana? - Dia ada janji penting.

- Permisi. Dah. - Dah!

- Dah, Cantik. - Dah.

Gianni salah satu alasan aku tak menyukai tempat ini.

Padahal tempat ini cukup bagus.

Tapi…

Jika bisa memilih, Anda mau ke mana?

Dr. Basile.

Dia manis, ya?

Tapi pertanyaan rumitnya sungguh merepotkan.

Masalahnya…

Aku tak tahu.

Hanya saja…

Semuanya lebih mudah saat Emma di sini.

Dia tinggal di sini.

Kukira kami akan tumbuh dewasa bersama

dan tak akan pernah berpisah.

Lalu dia bertemu Xavier,

dan tinggal bersamanya di Giverny, di dekat Paris.

- Dah, Sole. - Dah.

Dah.

- Dah. - Dah.

Dia tak pernah sebahagia ini.

Usiaku 25 tahun dalam 23 hari.

Masa terbaik dalam hidup banyak orang. Bagiku…

Lupakan saja.

Astaga!

Ibu!

Ibu tak bicara dengan tetangga! Jangan membohongiku!

Anjing itu berjalan sendirian, seperti tak ada apa-apa.

Ayo, ada kejutan untukmu!

Rasanya seperti di sabana!

Massimo.

Kakak Emma.

Lihat ada siapa.

Dia menjadi arsitek di Milan dan tak kembali.

Sole.

Dua tahun aku terus meneleponnya.

Dia tak pernah menjawab.

Kami seperti saudara.

Bisa dibilang seperti saudara, tapi sebenarnya aku jatuh cinta padanya.

Senang bertemu denganmu.

Entah kenapa dia kembali.

Kopi.

Terima kasih.

Senang kau ada di sini.

Berapa lama kau di sini?

Entahlah. Aku ingin tinggal sebentar.

- Bagus. Ibu ambilkan jus. - Ibu, aku tak mau jus.

Bagaimana dengan pacarmu?

Ibumu menunjukkan foto-fotonya. Gadis yang cantik.

Sia-sia menghitung waktu yang kulalui

membandingkan medsos-ku dengan Vittoria Sala,

wanita paling beruntung di dunia.

Ini jusmu.

Bagaimana? Akankah dia menemuimu?

Tidak. Aku dan Vittoria sudah tak berpacaran lagi.

Maaf. Aku tidak tahu.

Jika tetap di sini, kau bisa menghadiri ultah Sole.

Ibu, ayolah.

Tanggal 25 Agustus. Tentu.

Usianya 25 pada tanggal 25 Agustus. Ulang tahun emasnya.

- Harus kita rayakan. Benar, bukan? - Ya.

Lihat tingkahnya?

Dia sama sekali tak berubah. Dia tetap sama.

Tak suka semuanya. Entah meniru siapa.

Dia bisa membuatku gila!

Aku senang bertemu denganmu.

Aku juga senang.

Lalu?

Aku melewatkan apa?

Apa yang terjadi?

- Di sini? - Ya.

Kau kira apa?

Lalu kau?

Universitas?

Aku sudah berhenti. Aku mencari pekerjaan.

Kau akan tinggal agak lama?

Sole, aku ingin memberimu sesuatu.

UNTUK SOLE

Ini tulisan tangan Emma.

Kenapa ada padamu?

Aku menemukannya di rumah, di kamarnya.

Sebaiknya kau pergi.

Tidak. Tunggu.

Pergi.

Dah.

Tiga puluh empat dikurangi lima sama dengan…

Ayo maju, Santoro.

Sole.

Sole!

Santoro?

Ayo ke papan tulis.

Tak apa, ini aku.

Aku tak bisa bernapas.

Indah.

- Apa terjadi sesuatu? - Tidak, Ibu.

- Yakin? - Ya.

Bisakah Ibu pergi?

Ingat pesta Lucia malam ini.

Baik.

MASSIMO - PANGGILAN MASUK

- Aku punya gaun pernikahan indah. - Mahal.

Aku bekerja untuk Valentino. Aku yang termuda.

- Ayolah, aku beruntung. - Beruntung apanya?

Dia mendapatkan satu posisi doktor.

Itu bukan keberuntungan. Itu keahlian.

Lucia, yang berulang tahun.

Dia putri Betta, pemilik tempat ini.

Dan sahabat ibuku.

Mereka sudah lama mengakrabkan kami seperti mereka, tapi tak berhasil.

Temanku!

Selamat ulang tahun.

Terima kasih telah datang.

- Lucia! - Tentu.

Temanku! Terima kasih telah datang!

Sole!

Sole. Hai.

Hai!

Itu Miriam, adik Lucia.

Dia tinggal di Roma, lulus semua ujian,

dan mirip Julia Roberts dengan sentuhan Puglia.

Sole. Teman keluarga.

Ini Giulia dan Marta.

Mereka teman kuliah dan teman sekamarku di Roma.

Mereka akan tinggal bersamaku.

- Hai. - Hai.

Hei! Dia yang mengadakan pesta berikutnya!

Tidak, kumohon.

Apa? Ulang tahun emas. Itu tradisi lokal.

Sole, Sayang.

Kami tak pernah melihatmu. Kau bersembunyi di mana?

Apa kesibukanmu? Belajar? Bekerja?

Kau sudah punya pacar?

Tes. Kalian bisa mendengarku?

Aku ingin…

Aku ingin bersulang untuk Lucia.

- Lucia, Sayang. - Ibu!

Kemarilah.

Terima kasih.

Terima kasih telah datang.

Untuk ulang tahunmu yang ke-25 dan gelar doktormu.

- Selamat ulang tahun. - Bagus, Sayang.

Dan aku ingin berterima kasih malam ini, di hadapan semua orang,

atas kebahagiaan yang kau hadirkan

dengan kecerdasan,

keandalan,

dan keberanianmu.

Lucia akan ke London besok. Tujuan lainnya.

Hore!

Hore!

- Terima kasih. - Bersulang!

Ayo menari!

- Massimo? - Sole, dengar.

Kau pembohong.

Aku di sana saat kau dan orang tuamu membereskan barang Emma.

- Surat itu tak ada. Tidak! - Tunggu.

- Aku tahu. Begini.

- Kau… - Tunggu.

- Dia berikan padamu, tapi tak kau kirim. - Kau benar…

Tahu kami bertengkar sebelum Emma tewas? Tidak!

More Indonesian subtitles for Jumping from High Places

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left