The first 200 lines.
Aku memikirkan cara melamarmu.
Dan kupikir sebaiknya aku melamarmu di depan ibuku.
Maukah
kamu menikah denganku?
Aku sudah lama memikirkan tentang cara melamarmu.
Dan kupikir aku sebaiknya melamar di depan ibumu.
Maukah kamu menikah denganku?
Kupikir
ibumu tidak akan setuju.
Pak.
Bisakah kamu bertanya lagi
saat aku bisa lebih percaya diri berjanji kepada ibumu
aku akan hidup bahagia bersamamu untuk waktu yang lama?
Aku tidak mengharapkanmu langsung menerimanya.
Terima kasih.
Aku akan berterima kasih untuk ini selamanya.
"Episode 88"
Tidak banyak pria yang dilamar
wanita yang mereka cintai.
Apa aku diuntungkan karena sakit?
Kamu bilang aku boleh memanfaatkanmu untuk apa pun.
Bukankah itu berarti aku bisa melakukan sesuatu sesuai kehendakku?
Aku akan mengembalikannya kepadamu
begitu aku membaik.
Apa kamu tahu apa yang paling membuatku menyesal
setelah ibuku meninggal?
Aku menyesali semua hal
yang aku janjikan kepada diriku sendiri
begitu ibuku membaik.
Aku terus berkata, "Begitu ibuku membaik."
Seharusnya aku lakukan semuanya tanpa menunda.
Seharusnya aku bepergian
dan membelikan ibuku pakaian bagus.
Dia juga ingin kulkas baru.
Seharusnya aku juga membelikan itu untuknya.
Seharusnya aku melakukan
semua hal yang bisa kami lakukan saat dia masih hidup.
Kamu mengatakan kamu lebih peduli dengan masa kini.
Dan sekarang,
aku ingin berada di sisimu selama mungkin.
So Yu.
Kini, aku akhirnya menyadari
betapa mengerikannya penyakit ini.
Ini makananmu.
Selamat menikmati.
Chae Young, ayo kembali ke toko kita.
Bagaimana mungkin itu toko kita?
Itu milikmu dan Mi Ri.
Milikku adalah milikmu.
Aku melewatkan promosi dan langsung menjadi presdir.
- Apa aku masih belum cukup baik? - Entahlah.
Sebaiknya kamu pergi sendiri.
So Yu berjanji akan datang.
Bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendirian di sini?
Apa kalian sudah menjadi pasangan?
Tidak.
Jangan bicara seperti itu dan pergilah.
- Ayo pergi bersama. - Cepat.
Kami adalah pasangan.
Apa kamu sudah melamar?
Kamu melamar direktur eksekutif?
- Ya. - Apa kamu gila, So Yu?
Kamu akan menikahi seseorang
yang mungkin akan segera meninggal?
Tidak, aku tidak bisa membiarkanmu melakukan itu.
Dia bilang apa? Apa dia menerimanya?
Tidak.
Aku ditolak.
Tentu saja. Itu konyol.
Aku tahu itu tidak masuk akal.
Tapi bagi kami, setiap menit sama berharganya dengan satu hari.
Tidak, ini sama berharganya dengan satu tahun.
Aku tidak ingin berpisah dan mengkhawatirkan dirinya.
Bagaimana jika dia akhirnya mati?
Kita bahkan tidak pernah memikirkan hal itu ketika Ibu sakit.
Kita hanya percaya dia akan membaik.
Dan itulah yang aku pikirkan saat ini.
Aku bahkan tidak memikirkan kemungkinan terburuk.
So Yu, kamu harus berfokus pada kariermu
dan berkencan dengannya kapan pun dia merasa sehat.
Akhirnya kamu akan menjadi janda...
Maaf.
Tapi ibumu akan pingsan jika dia masih hidup.
Apa ini? Apa ini hari yang istimewa?
Ada kue, bunga, dan sampanye.
Halo.
Sedang apa kamu di sini?
Aku tinggal di sini sekarang.
Apa kamu mabuk?
- Mari semua duduk. - Ya, Ayah.
Apa yang harus aku katakan untuk menyambutmu?
- "Selamat atas kepindahanmu"? - Ya, boleh juga.
Atau kamu bisa memberiku selamat karena tinggal bersama ayahmu.
Tinggal bersama? Apa kamu gila?
Siapa bilang kamu bisa tinggal bersama ayahku?
Aku sudah tinggal bersamanya.
Apa maksudnya, Ayah?
Ayah sudah mulai tinggal dengan wanita ini?
Jangan panggil dia "wanita ini".
Jaga ucapanmu. Dia anggota keluarga kita sekarang.
Siapa? Wanita ini?
Jangan bicara omong kosong.
Reaksimu persis seperti dugaanku.
Lalu bagaimana kamu bisa melakukan hal seperti ini?
Usia ayahku 70 tahun lebih, dan apa yang akan kamu lakukan?
Kamu akan mulai tinggal bersamanya?
Orang-orang akan mentertawakanmu.
Siapa yang peduli soal itu?
Yang penting kami bahagia.
Apa? Apa kamu serius?
Ayah.
Ayah selalu menyuruh kami berhati-hati dan tidak bergaul
dengan wanita materialistis dan pria penghibur.
Tapi Ayah sendiri terpikat oleh wanita materialistis.
Apa Ayah menjadi lemah dan kehilangan akal
karena dia terus memanggil Ayah "sayang" dengan suara sengau itu?
Hei, jujur saja. Akulah
yang melanggar norma.
Aku pindah ke rumah ini demi tinggal dengan pria tua
tanpa mengesahkan pernikahan kami.
Tidakkah kamu pikir jiwaku begitu murni?
Kamu seperti Jang Hui Bin yang coba merayu Raja Sukjong.
Kamu mungkin bermimpi untuk menguras
kekayaan ayahku setiap hari.
Seo Hyung, hentikan itu.
Dia memutuskan pindah karena aku.
Apa?
Dia ingin tinggal di sini agar bisa menghibur Ayah.
Dia membuat keputusan sulit.
Keputusan sulit?
Dia menggoda Ayah setiap ada kesempatan.
Seo Hyung, tutup mulutmu.
Ayah tahu kamu tidak menyukainya, tapi jangan melewati batas.
Ayah janji tidak akan menikah lagi tanpa seizinku.
Seo Hyung, apa kamu tidak bisa biarkan Ayah mewujudkan keinginan?
Dia benar, Seo Hyung.
Ayah sudah melalui masa sulit.
Akan lebih baik jika dia ada di sisi Ayah dan menghiburnya.
Mereka bukan anak kecil.
Jika usia mereka ditambahkan, jumlahnya 120 tahun.
Atau 130?
Maaf, Seo Hyung.
Aku tahu seharusnya kita mendiskusikan dahulu,
tapi aku sudah tidak sabar.
Aku tidak ingin Ayah kesepian.
Baiklah. Sepertinya aku memang wanita jahat.
Kalian sangat peduli kepada Ayah,
tapi aku tidak dapat memahaminya karena aku sangat egois.
Sepertinya semua akan baik-baik saja jika aku pergi.
Aku tidak akan pernah datang lagi ke rumah ini
selama dia ada di sini.
Seo Hyung, bisa kita bicara?
Kumohon, ayo kita bicara.
Astaga.
Apa yang kamu lakukan?
- Seo Hyung... - Biarkan dia pergi.
"Piza Monte"
Jika kamu mengacau lagi, akan kulaporkan ke polisi.
Kamu bilang aku tidak akan bisa membesarkan Eun Byeol, bukan?
Lihatlah sendiri apa aku bisa membesarkannya atau tidak.
Eun Byeol sedang flu.
Biarkan So Dam merawatnya.
Aku ibu Eun Byeol.
Aku ibunya, bukan dia.
Seharusnya dia bersama ibunya jika dia sakit.
Kenapa bayiku harus bersamanya?
Apa kamu pernah menjadi
ibu yang baik baginya?
Apa sulitnya menjadi seorang ibu?
Aku hanya perlu memberinya makan, mengenakan baju, dan menidurkannya.
Apa kamu pikir aku tidak akan bisa melakukan itu?
Apa kamu akan membiarkan pembantu melakukan segalanya
dan bermain dengan Eun Byeol hanya ketika dia senang?
Aku akan membesarkannya sendiri tanpa bantuan pembantu.
Eun Byeol adalah satu-satunya orang
yang akan mencintaiku tanpa syarat dan tidak membuatku merasa kesepian.
Aku tidak butuh orang lain.
Jika kamu membawa Eun Byeol ke sini lagi,
aku akan melaporkanmu ke polisi sebagai penculik.
Ayo pergi.
Bu Choi.
Kamu harus menutupinya dengan ini. Di luar dingin.
Bu Choi.
Kenapa dia tiba-tiba begitu terobsesi dengan Eun Byeol?
Dia membuatku gila.
Berhentilah membuatnya menangis dan biarkan So Dam merawatnya.
Aku akan mencoba menidurkannya.
Astaga, bisakah kalian pergi saja?
Eun Byeol perlu tahu aku ibunya.
Kamu tidak ada hubungannya dengan anak itu, paham?
Aku ibumu.
Aku, Choi Seo Hyung, adalah ibumu.
Apa kamu mengerti?
Astaga, berikan dia kepadaku.
- Astaga. - Pergi.
- Hei. - So Dam, bawa dia.
Astaga.
Apa kamu gila?
Astaga, bisakah kamu diam saja?
Hei!
No comments yet. Be the first to leave one.