The first 200 lines.
Tes.
Jinjja.
Aku juga ingin menyapamu.
Aku berbohong dengan begitu mudah bahwa aku ayahmu.
Tapi, aku tidak pernah memikirkanmu.
Jinjja.
Bagian mana yang mirip dengan ibumu?
Mata, hidung, atau mulut?
Apa jari kakimu panjang?
Apa rambutmu lebat?
Seperti apa kepribadianmu?
Apa makanan kesukaanmu?
Apa kamu menyukai acar, panekuk daging,
atau kue beras pedas,
atau bungeo-ppang seperti ibumu?
Mulai saat ini,
aku juga mulai penasaran tentangmu.
Aku juga akan...
...memberitahumu sedikit-sedikit tentang diriku.
Mari kita...
...secara pelan-pelan,
menjadi lebih dekat.
Jinjja,
ibumu menangis lagi.
Apa pun yang terjadi, kita jangan membuat ibumu menangis.
Apa?
Jinjja, apa katamu?
Astaga.
Jinjja mengatakan apa?
Astaga. Dia bilang karena ibunya lelah, pergilah tidur.
Mari kita pergi tidur.
Astaga.
Terima kasih, Gong Tae-Kyung.
Untuk apa?
Semuanya, untuk apa pun itu.
Sekarang ayo tidur.
Ya ampun.
Episode 29
Nomor yang Anda tuju sedang sibuk...
Astaga.
Kenapa dia tidak menjawab teleponnya?
Pergi ke mana dia?
Ji-Myung, ada apa?
Ada masalah apa?
Hyun-Woo.
Bagaimana ini?
Apa yang terjadi? Apa kamu bersama ibumu?
Dia menyuruhku keluar dari perusahaan.
Apa maksudnya keluar dari perusahaan?
Jika tidak, dia akan mengatakannya kepada Ayah dan memecatku.
Apa?
Ini tidak adil.
Aku tidak tahu kalau kamu, kalau tentangku ini salah paham.
Yeon Sang-Hoon menyatakan cinta padaku, tapi aku tidak pernah berkencan dengannya.
- Apa itu benar? - Benar.
Aku berpura-pura berpacaran karena ingin menyelamatkan harga diriku.
Aku juga! Aku juga tidak punya hubungan dengan Mi-Yeon.
- Apa? - Begini...
Dia hanya tetangga yang baik, dan aku berbohong...
...karena aku tidak mau kamu berpacaran dengan orang itu.
Astaga!
Bagaimana kamu bisa menipuku?
Lalu, bagaimana denganmu? Kamu yang memulai semuanya.
Kudengar kamu pergi ke restoran yang indah dan bioskop VIP dengannya.
Saat itu...
Aku hanya pergi bekerja ke kantor.
Baguslah kalau begitu.
Kamu juga tidak ada hubungan dengan wanita itu, 'kan?
Aku bilang tidak ada.
Hanya mengajari Ah-Reum bersepeda, itu saja.
Baiklah.
Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk kita.
Bagaimana jika Ayah mengetahui kita berdua saling berselingkuh?
Bagaimana jika Ayah menyuruhku berhenti dari pekerjaanku?
Mari kita pergi dan selesaikan kesalahpahaman ini.
Mari kita yakinkan Ibu bahwa kita tidak berselingkuh,
dan memutuskan untuk membesarkan anak bersama-sama.
Ibu Mertua, ini Cha Hyun-Woo. Apa Ibu sedang tidur?
Begini.
Ayah.
Apa yang kalian lakukan di malam hari dan tidak tidur?
Ada sesuatu yang ingin dikatakan kepada Ibu Mertua.
Ibu mertuamu sudah tidur.
Apa pun yang ingin kamu katakan,
katakan besok saat hari sudah terang.
Ayah, apa mungkin...
Kami mengerti. Tidurlah, Ayah.
Baiklah.
Hei.
Kenapa kamu menghentikanku? Aku harus bertanya pada Ayah.
Apa Ayah akan diam saja jika mengetahui semuanya?
Mari kita bicarakan ini besok pagi.
Ayo segera naik.
Aku sudah katakan padanya jika kamu sudah tidur.
Apa ada sesuatu yang terjadi di antara kalian?
Tidak ada, aku hanya lelah saja.
Cepatlah tidur.
Aku mempertaruhkan semuanya untuk ini.
Pergilah jika kamu ingin merusaknya karena penyesalanmu.
Cepat mundur!
Apa lagi yang akan dia lakukan?
Haruskah aku bicara padanya?
Nomor yang anda tuju sedang sibuk...
Dia juga tidak menjawab teleponnya.
Kalau begitu, aku harus merendahkan diri agar dia merasa lebih baik.
Aku memang ceroboh.
Aku memang ceroboh.
Maaf aku melakukan sesuatu yang membuatmu salah paham.
Aku tidak akan melakukannya lagi.
Kita masih berada di pihak yang sama, 'kan?
Apa? Sudah lewat satu jam, kenapa tidak ada jawaban?
Apa dia benar-benar akan berhenti atau justru apa?
Halo.
Apa kamu merasa lebih baik sekarang?
Aku akan bertemu Oh Yeon-Doo sekarang.
Apa? Kenapa dengan Oh Yeon-Doo?
Aku akan mengatakan bahwa kita tidak berpacaran.
Aku akan pergi dan mengungkapkan semuanya...
...sebelum kamu membuat kesalahan karena Oh Yeon-Doo.
Apa kamu sudah gila?
Tenanglah! Aku akan datang, kamu diam di sana!
Aku tidak bisa percaya lagi padamu. Sampai jumpa.
Sial!
Sepertinya kamu terburu-buru.
Apa kamu akan mengemudi dengan itu?
Apa yang kamu lakukan?
Kamu bilang ingin menemui Oh Yeon-Doo, kenapa di sini?
Apa kamu melakukan ini untuk mengejekku?
Astaga.
Baiklah, aku salah.
Aku sudah mengirim pesan bahwa itu tidak akan terjadi lagi.
Apa kamu ingin membuat orang terkejut seperti itu?
Aku memperingatkanmu tentang apa yang terjadi jika kamu mengkhianatiku.
Ikuti aku.
Astaga.
Di mana hadiah untuk anak itu?
- Kenapa dengan itu? - Buang.
Tepat di depanku.
Sudah puas, 'kan? Tolong percayalah padaku.
Ingat, kamu bukan satu-satunya yang bisa melakukan sesuatu.
Mulai sekarang, jangan main-main dan lakukan apa yang aku katakan.
Ya, aku akan mengikuti rencana Kepala Jang Se-Jin.
Apa saat ini kemarahanmu sudah reda?
Jinjja,
aku juga ingin menyapamu.
Mulai saat ini,
aku juga mulai penasaran tentangmu.
Aku juga akan memberitahumu sedikit-sedikit tentang diriku.
Mari kita...
...secara pelan-pelan,
menjadi lebih dekat.
Jinjja.
apakah kita bisa bertemu orang seperti ini lagi?
Aku tahu.
Aku tahu mengapa kamu melakukannya.
Aku juga tahu kamu cantik,
dan aku tahu...
...aku akan berdebar-debar karenamu.
Tapi,
aku tidak punya apa-apa.
Jadi,
jangan membuatku goyah.
Jadi, aku ini cantik?
Jadi kamu bisa berdebar-debar karena aku?
Astaga!
Aku hanya penasaran.
Ketika kamu mengatakan jangan menggoyahkanku,
maksudnya aku sudah menggoyahkanmu, bukan?
Soo-Gyeomku
Soo-Gyeom, ini sudah larut, kenapa kamu tidak tidur?
- Apa kamu bermimpi? - Tidak.
Aku terbangun karena memikirkan ayah.
Ayah, apa kamu tidak lelah?
Ayah tidak lelah sama sekali. Ini hanya untuk membungkus kotak.
Hei, istirahat sudah selesai! Tolong cepat.
Soo-Gyeom, ayah harus segera pergi.
Tidurlah dengan Nenek.
Nenek.
Ayah berbohong dan bilang itu tidak lelah, padahal itu melelahkan.
Kita boleh tertipu untuk kebohongan seperti itu.
Ayah melakukan itu agar Soo-Gyeom merasa tenang.
Tidurlah dengan Nenek sampai Ayah pulang.
Tidurlah. Selamat tidur.
- Aku pulang. - Ayah.
Astaga.
Kamu terjaga semalaman. Apa Ibu saja yang mengantar Soo-Gyeom ke TK?
Tidak perlu. Ini putriku, aku yang mengantarnya.
- Kalau begitu, Paman pergi duluan. - Ya.
Soo-Gyeom, Kakek berangkat dulu.
- Baiklah. Sampai jumpa. - Hati-hati di jalan.
- Sampai jumpa lagi. - Iya, baiklah.
Astaga.
Soo-Gyeom.
Izinkan Ayah istirahat selama lima menit.
Ayah, wajah Ayah merah.
Dahi Ayah juga panas.
Ayah tidak apa-apa.
Soo-Gyeom harus pergi ke TK.
Ambil tas dan keluar, Soo-Gyeom.
Gong Tae-Kyung.
No comments yet. Be the first to leave one.