The first 200 lines.
Dia menghampiriku
dan mengajakku berdansa
Dia kelihatannya oke, Jadi kuterima ajakannya
saat berdansa ia memelukku erat
Dan ketika ia mengantarku pulang malam itu
Gemintang bersinar terang
Dan dia lalu menciumku
Setiap kali aku melihatnya, Aku tak sabar untuk bertemu lagi
Aku ingin dia tahu, dirinya lebih dari sekedar teman
Aku tak tahu harus ngapain
jadi aku membisikkan kata: aku mencintaimu
dia bilang: dia juga mencintaiku
dan dia menciumku
Dia menciumku, dengan ciuman yg belum pernah kurasakan sebelumya,
Ciumannya membuatku Ingin dicium untuk selamanya
Aku tahu dia milikku dan kuserahkan seluruh cintaku padanya
Suatu hari dia mengajakku bertemu orang tuanya
dia lalu melamarku
untuk selalu mendampinginya
aku begitu gembira hingga nyaris menangis
Lalu dia menciumku
Oh, Tuhan. Dia sudah tiba.
OK Chris,santai sajalah.
Malam ini akan menjadi malam terbaik dalam hidupmu.
Hai.
Hai, Chris.
- Pakaianku sedikit berlebihan ya. - Tidak, hanya saja...
kencan kita batal.
Adikku sakit dan ortuku ada acara di luar malam ini.
Yah, aku bisa ikut menjaga adikmu.
Membuat sup ayam, atau sejenisnya.
jangan, sebaiknya jangan.. Penyakitnya menular
aku tidak mau kamu tertular.
Kita kencan minggu depan saja, OK?
Okay.
Kapan?
Entahlah. jumat, sabtu...
Aku harus pergi, adikku sudah menunggu.
Kamu nggak marah kan?
Nggak.
yah,sedikit sih.
Tapi aku ngerti kok.
Kamu tahu, Chris...
Gadis sepertimu hanya ada sekali seumur hidup.
Whoa...
Menular.
- Menular? - Yeah,begitulah katanya.
Dia bohong.
Brenda!
Aku heran kenapa sih kamu tergila-gila padanya.
dia adalah hal terbaik yg pernah kudapat.
dia satu-satunya yg pernah kamu dapat di hidupmu.
Mestinya kita lebih sering nongkrong di luar.
Ini seperti Dairy Queen, kamu cuma punya satu pilihan.
Aku memintamu kemari untuk menghiburku.
Tapi aku malah makin stress.
Oh, Chris,maafkan aku.
Hanya saja suasana hatiku lagi buruk. Ortuku bikin aku serasa gila.
Ibu tiriku menyebalkan banget.
Kalau aku terus di rumah bersamanya, bakalan kucampuri obat dia dengan cairan pembersih.
Jangan lakukan itu.
- Chris? Hai, Brenda. - Hai.
- Hai, Mom. - itu tadi Mrs. Anderson.
dia ingin tahu apa kamu bisa mengasuh anaknya malam ini.
- Tidak. Aku tak bisa. - Kenapa?
- kita ada acara kan? - aku mau pulang.
Karena aku ingin tenggelam dalam depresi di rumah.
Mengasuh anak Anderson. itu cukup membuat depresi
Aku terlalu tua untuk mengasuh.
Sometimes you don't make it out the door
This time I know what I'm doing
I'm not fooling 'Cause I just can't stop
Trying to get a hold on you
I just can't stop, I won't give up
Coba tebak, Brad?
Ibu bakal marah besar padamu karena bersepatu roda di dalam.
Kalo gak ketahuan ga masalah. ayo coba tebak?
Aku tak peduli, kepala sayap.
Chris bakalan mengasuhku.
Chris?
kampret...
- Sara! - Bye!
Chris.
Chris datang. Tolong minggir dong.
Chris datang.
Huadohh.
- Hai, Chris. Masuklah. - Hai.
Makasih banget udah datang.
- Maaf mendadak begini. - No problem.
Saya senang bisa membantu.
Sara. Sara!
- Kamu mengambil Clearasilku lagi? - Aku kehabisan warna coklat.
Bah. Terus dengan apa pula kututupi jerawatku ini?
- Mau warna Oranye? - Gak bisa pakai cat lah.
Bagaimana menurutmu? Kurasa ini karyaku yg terbaik.
Aku memberinya sinar matahari, jubah dan helm khususnya...
Kamu menghabiskan clearasilku hanya untuk melukis Thor lagi?
- Thor itu pahlawanku. - Thor itu maho.
Tidak benar.
Bener kok.
- Tidak benar. - Thor itu maho banget.
Tarik ucapanmu itu, Brad. Tarik ucapanmu tentang Thor.
Benda ini bisa membuat orang terbunuh.
Tarik ucapanmu itu, Brad. Tarik ucapanmu tentang Thor.
Ogah.
Kalau kamu tak mau,
Akan kuberitahu chris mengenai puisi cinta yg kautulis tentangnya.
Baiklah, Sara. Maaf.
- Thor bukan maho. - Terima kasih.
- Hai, Chris. - Hai.
Hai.
Hai. Kamu tadi dengar apa yang...
- Ah, nggak. - Siip.
Kamu kelihatan menakjubkan. Sungguh.
- Rambutmu. Matamu. - Kenapa memangnya?
Tertata dengan begitu baik.
- Brad, rileks. - Rileks...
boleh kuambil mantelmu?
Oh!
Maaf, maaf.
- Aku tak... maaf. - Terima kasih.
Wow, mantel ini keren banget. Pasti bukan dari toko biasa,
- terlalu keren. - Itu tadinya milik kakekku.
- Selera beliau bagus. - Beliau sudah meninggal.
Brad, berhenti menjilat Chris. Ikutlah ke dapur sayang.
- Yeah, begitulah. - Kami bermain kartu semalam.
- Benarkah? - Yeah.
- Hai. - Hiya, Chris.
- Itu ulah Brad. - Brad, Bersihkan itu.
- Pasti, Mom. - Baiklah, Chris.
Aku membuatkan catatan untukmu.
kami akan menghadiri resepsi di Associates Center. Ini.
Sara dilarang bersepatu roda di dalam rumah.
- Ingat, Sara, Chris yg berkuasa, oke? - Tentu.
- Bolehkah kami ke toko es krim? - Boleh,
tapi jangan sampai terlalu larut malam
Brad akan menginap di rumah temannya, Daryl. Jadi tak usah hiraukan dia.
Ini untuk menyembuhkan batuk parah...
Hampir dua minggu Sara batuk. Aku ingin dia meminum obat ini
Beri dia satu sendok satu jam lagi, dan satu sendok lagi sebelum tidur.
Berhentilah makan coklat
Atau Wajahmu nanti dipenuhi jerawat.
Mom!
Jesus!
- Kalian bersenang-senanglah. - Kami akan sampai di rumah jam 01.00
- Oke. - Jaga buah hatiku.
Akan kujaga dia sepenuh hidupku.
- Bye. - Goodbye.
Brad, ke dapur dan bereskan ulahmu.
Itu dari pintu belakang.Biar kuurus.
Ayo, Chris. Mari nonton TV.
- Jadi nginap apa tidak kamu? - Nggak, nggak jadi.
- Chris ada di sini, ya kan? - nggak.
Kamu bohong. Kalau begitu aku nginap di sini.
- Nggak usah lah ya. - Ayolah.
- Kamu sudah lihat dia buka baju? - itu nggak sopan. Pulang sana.
Kamu jatuh cinta, dan tiba-tiba sok jadi lelaki berkelas
- Aku tidak sedang jatuh cinta. - Apa yg dia kenakan?
- Pakaian.Sekarang keluar. - Kamu harus melihat playboy yang baru.
Ada gadis yang benar2 mirip Chris di dalamnya.
Dia punya dada yang...
Ugh. Ya, Tuhan.
- Siapa itu tadi? - Anjing liar.
apa?
Apa kamu hendak kuliah?
Huh?
Yg benar saja!
Thanks, Mom.
- Kamu akan kuliah? - Tidak.
- Syukurlah. - Tenanglah.
Mungkin itu Mike.
Halo?
Apakah anda bersedia menerima panggilan berbayar dari Brenda?
Tentu.
Chris, ini Brenda.
- Brenda... - Chris.
Brenda, ada apa?
- Oh, Chris, aku dalam masalah. - Kamu selalu dalam masalah.
Tidak, kali ini serius. aku melakukannya.
- kamu mengoplos obatnya dengan Drano? - Tidak, aku minggat dari rumah.
Apa? Dimana kamu?
- Di terminal kota. - Dengar, jangan pergi kemana pun.
Aku tak bisa pergi.Uangku habis untuk ongkos taksi kesini.
- Chris, aku butuh bantuan. - Aku tahu.
- Kamu di dalam rumahku. - Jika aku naik taksi ke rumah Anderson,
- bisakah kamu membayar ongkosnya? - Tidak, ntar ongkosnya sekitar $40..
- Aku tak punya uang $40. - Yah, bisakah kamu menjemputku?
Tidak, aku sedang mengasuh.
Aku tak bisa menghubungi orang lain.
Ayahku tak tahu. Dia bakal membunuhku kalau tahu.
Kumohon padamu.Disini sangat mengerikan.
Aku melihat tiga orang ditembak, ada seorang wanita cina botak tanpa celana,
dan ada seorang lelaki tua di luar boks yg menginginkan sandalnya.
Keluar dari rumahku!
Saatnya bagimu untuk pindah!
- Tolong cepatlah jemput aku. - Aku memakai mobil ibuku.
Aku tak boleh membawanya ke kota.
Ya, Tuhan. Ada lelaki yg membawa pistol.
- Jemput aku keluar dari tempat ini. - Dengar, tutup teleponnya dan duduklah.
Jangan kemana-mana. Aku akan tiba kesana 30 menit lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.