The first 158 lines.
Eren...
Maju, Eren!
Berjuang!
Hah? Mikasa?
Ayo kita pulang.
Apa yang terjadi?
Shingeki no Recap 13.5
Hari Penghukuman: Umat Manusia.
Itu mereka...
"Para Raksasa"!
Raksasa yang mengancam,
memaksa kami untuk hidup dalam "Sangkar" yang disebut "Tembok".
D-Dia... "Menjebol Tembok-nya"...
Sudah masuk!
Para Raksasa datang!
Ayo kita—
Eren!
"Rumah-ku" disana...
Ibu...
Mikasa!
Semoga Ibu selamat!
Setelah belokan itu, aku akan tiba "Dirumah"!
Selamat datang.
Kayu bakar-nya kebanyakan.
Tidak boleh.
Jangan pernah jadi "Pasukan Pengintai".
Ibu!
Eren.
Mikasa, ayo angkat.
Cepat, Mikasa!
Aku tau!
Eren, bawa Mikasa pergi!
Cepat!
Aku mau lari!
Bersama Ibu!
Hannes!
Bawa mereka pergi!
Jangan remehkan aku, Carla.
Akan kubunuh "Raksasa" dan selamatkan kalian.
Tunggu! Jangan dilawan!
Hey, Hannes!
Mau apa kau?
"Makasih".
Ibu-ku masih disana!
Eren! Mikasa!
"Tetaplah Hidup"!
JANGAN!
Ya, TUHAN... Ya, TUHAN...
Hey, apa-apaan ini?!
Kapal penuh! Kami berangkat!
Jalan!
Tolol! Tembak kemana kau?!
Gerbang ditutup!
Mereka... Acuhkan kita!
Tunggu! Sebentar saja!
Pasukan kita masih diluar!
Cepat tutup!
"Sudah Dekat"!
Tutup gerbang-nya!
Tembak!
Ayo Berlindung!
Cepat!
Berakhir...
Habis...
Kita semua akan "Dimakan Raksasa"...
Selesai?
Eren, kematian ibu-mu karena kau "Lemah", begitupun aku.
"Kubunuh Mereka".
Tanpa terkecuali...
Untuk semua Lulusan, terdapat 3 Pilihan ini:
Tentara Kota: Pasukan yang bertugas untuk Melindungi Tembok Batas!
Pasukan Pengintai: Mereka yang Bernyali untuk Bertempur di Wilayah Raksasa!
Polisi Militer: Pelayan Raja dan Pelindung Kedamaian Warga!
Ini saat-nya "Membalas Raksasa"!
5 tahun berlalu.
Manusia dapatkan kembali "Kehormatan".
Untuk Menang.
Serangan Balik akan dimulai!
Apa itu?!
Hampir saja.
Gerbang-nya... hancur...
Lagi-lagi... "Raksasa" akan masuk!
"Kubunuh Mereka"! Tanpa terkecuali...
Pasukan Meriam 4!
Bersiap Tempur!
Ayo serang!
"Raksasa Besar"!
Ini kesempatan! Jangan ragu!
"Disana"!
Rasakan!
MAJU!
Meleset?
Bukan... "Raksasa Besar" hilang...
Bila "Mereka" masuk,
"Neraka Sebelum-nya" akan terulang!
Kita harus "Menahan Mereka"!
Ada 1 Permintaan-ku:
"Jangan... Mati".
Tak akan.
"Aku Belum Mau Mati".
Regu 34, maju! Bantu Garis Depan!
"Raksasa Aneh"! Awas!
Hah?
"Bajingan Keparat"!
Eren!
Awas kau!
Thomas dimakan?!
"Jangan Harap Tetap Hidup"!
Eren!
Kenapa... tubuh-ku... kaku?
Eren!
"Disinikah Ajal-ku"?!
Eren! Cepat!
Tidak... Mungkin terjadi...
Kenapa?
Ini terjadi?
Mengapa "Tega"?
Hidup kami... Impian kami...
Kenapa?!
"Kuasai Kekuatan-mu Sendiri"!
Kubunuh!
Semua-nya!
"Dengan Tangan-ku Sendiri"!
Kubunuh Kalian...Semua!
Tanpa terkecuali!
Lagi! Lagi!
Kubunuh lagi!
Aku mau lagi!
"Bunuh Sesama"...
Lagi! Dan lagi!
Eren, kau lupa? ini aku Mikasa!
"Aku Keluarga-mu"!
Tutuplah Tembok itu dengan Batu Besar!
Awas, Ackerman!
Hah?
Apa... yang kulakukan?
Aku duduk?
Gelap sekali.
Hari apa?
Dimana?
Oh, "Dirumah"?
Lagi tidur...
Jadilah "Raksasa" dan angkat "Batu Penutup",
Tutup Lubang-nya dengan Batu itu!
Entah apa aku berhasil jadi "Raksasa".
Tapi aku paham "Situasi-nya".
Akulah...
"Harapan Mereka".
Aku harus: "Mewujudkan-nya"!
Armin, Jangan Bodoh!
Mikasa! Lakukanlah Tugas-mu!
Banyak Nyawa harus Ditolong!
"Eren Aku Urus", pergilah!
Eren, kau dengar?!
Bangkitlah!
"Hidup Kami Ditangan-mu"!
Jangan kalah pada "Raksasa"!
Cepat keluar dari "Tubuh-nya"!
No comments yet. Be the first to leave one.