Release info

我成了他的班主任 - High School Big Bang 13 Indo
我成了他的班主任 - High School Big Bang 14 Indo
我成了他的班主任 - High School Big Bang 15 Indo
A Commentary by skysoultan
WeTV

Tags

other
Published on: 2020-04-23
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 189 lines.

Wu Zheng.

Putri kesayangan saya.

Kebetulan sekali kamu datang.

Ini adalah anggur baru ayah, bagaimana?

Jenis baru, ayo coba.

Malah minum anggur.

Bisakah Anda melakukan sesuatu dengan benar setiap harinya?

Kamu bukannya tidak tahu,

Ayah hanya memiliki hobi seperti ini.

Mengembangkan hobi menjadi profesi,

Lebih memudahkanmu untuk minum ya?

Nak,

kenapa kamu berbicara seperti itu dengan Ayah hari ini?

Begitu masuk langsung marah-marah.

Seperti makan serbuk mesiu.

Pernahkah kamu memikirkannya?

Bagaimana dengan permasalahan Wu Wen?

Bukankah hanya masalah sekolah adikmu?

Menurut saya,

tidak apa-apa jika tidak bersekolah.

Saya sudah memikirkannya.

Paling tidak, saya pensiun dini.

Dia akan mewarisi bar ini saja.

Kamu ini...

Saya mengerti.

Meskipun saya sudah bercerai dengan ibumu,

tapi Ayah berjanji untuk bersikap adil.

Kalian berdua masing-masing memiliki setengah bagian atas bar ini.

Kamu jangan menyeret hal-hal yang tidak bersangkutan ini.

Kamu tidak berhak mengungkit tentang ibu saya.

Kamu malah hidup dengan sangat bebas ya.

Putri diberikan untuk dirawat oleh ibu.

Putra dibiarkan begitu saja saat kecil,

saat besar diberikan untuk dirawat oleh putri.

Apakah ada ayah sepertimu?

Ada apa?

Adikmu, Wu Wen, bukankah tetap tumbuh tinggi dan gagah?

Apa yang salah?

Bagus?

Apakah kamu tahu

dia biasa tidur di warnet setiap malam?

Di tempat itu bahkan tidak ada tempat tidur.

Tidak bisa pulang ke rumah.

Ini yang dinamakan bagus?

Saat saya menjemputnya di malam pertama,

turun hujan lebat.

Dia menunggu di samping jalan,

bahkan tidak memiliki payung.

Ini yang dinamakan bagus?

Tidak mungkin.

=Wali Kelas TERBAIK!= Sub by WeTV & Ripped by skysoultan

♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Tidak mungkin.

Kamu bisa bertanya padanya.

Saya... Saya selalu memberikannya uang.

Bisakah uang menyelesaikan segalanya?

Apakah ini adalah perkataan yang seharusnya dikatakan oleh seorang ayah?

Kamu masih minum.

Bisakah kamu berhenti minum alkohol setiap hari?

Ini...

Lepaskan.

Lepaskan.

Hentikan!

Apa yang terjadi?

Beri tahu saya.

Siapa yang menindasmu?

Siapa yang melakukannya?

Saya akan menghajarnya.

Duduk!

Ini masalah beberapa tahun yang lalu.

Ke mana saja kamu selama ini?

Masih mencarinya untuk perhitungan.

Apakah kamu tahu dari mana luka ini berasal?

Apa yang terjadi?

Ini terluka karena dulu tertabrak mobil.

Lalu...

Lalu kenapa kamu tidak menelepon saya?

Nomor ponselmu telah diganti.

Di mana saya dapat menemukanmu?

Jelas-jelas saya yang ditabrak,

malah tetap mengatakan itu semua kesalahan saya.

Atas dasar apa semuanya adalah kesalahan saya?

Karena kalian berdua baru saja bercerai,

semua orang bilang saya punya ibu dan tidak punya ayah.

Saya, seorang gadis kecil,

tidak ada orang tua yang mendukung.

Tentu saja semuanya adalah kesalahan saya.

Kemudian saya tahu.

Saya harus mengandalkan diri saya sendiri.

Jadi saya ingin menjadi anak nakal.

Karena dengan begitu saya dapat melindungi diri saya sendiri.

Ya, itu kesalahan saya.

Saya tidak tahu bahwa kamu telah sangat menderita selama ini.

Saya...

Ayah bersalah terhadapmu.

Ayah...

Ayah akan memperlakukanmu dengan baik mulai sekarang.

Saya sekarang benar-benar menyadari kesalahan saya.

Saya pasti akan berubah.

Kamu percayalah pada saya.

Saya tidak membutuhkannya.

Saya sudah dewasa.

Kamu perlakukan saja Wu Wen dengan baik.

Kamu kembalikan seluruh utangmu terhadap saya kepada dia.

Saya tidak ingin melihat

kamu melakukan kesalahan yang sama pada Wu Wen.

Saya bersumpah,

mulai sekarang,

saya, Wu Zheng, tidak akan melakukan kesalahan seperti itu lagi.

Saya bertobat,

menebus kesalahan saya,

menjadi orang yang lebih baik.

Mengulang menjadi ayah lagi.

Saya mohon padamu. Berikan saya satu kesempatan.

Meski hanya sekali.

Mo Mo.

Minta ayahmu datang ke sekolah lagi besok.

Mengerti.

Bukankah kamu mau satu kesempatan?

Pergi ke sekolah lagi besok.

Halo, para guru pembimbing yang terhormat.

Saya adalah ayahnya Wu Wen.

Karena kesalahan saya dalam mendidik anak,

menyebabkan putra saya, Wu Wen,

berbuat kesalahan di sekolah,

melakukan banyak hal yang melanggar aturan sekolah.

Seperti kata pepatah, kesalahan anak dikarenakan kesalahan didikan ayahnya.

Saya merasa sangat bersalah tentang ini.

Ha... Harap...

Ha... Harap...

Saya harap pihak sekolah bisa memberi Wu Wen

satu kali lagi kesempatan untuk berubah.

Benar, benar, benar.

Saya harap pihak sekolah bisa memberi Wu Wen

satu kali lagi kesempatan untuk berubah.

Mohon para pembimbing...

Pak Wu, kita jangan bicarakan hal yang tidak berkaitan.

Langsung pada intinya saja.

Tentang penanganan Wu Wen,

bagaimana menurut Anda?

Para pembimbing yang terhormat,

Saya adalah ayahnya Wu Wen.

Karena kesalahan saya dalam mendidik anak,

menyebabkan putra saya, Wu Wen, melakukan banyak

hal yang melanggar aturan sekolah.

Seperti kata pepatah, kesalahan anak dikarenakan kesalahan didikan ayahnya.

Saya merasa sangat bersalah di dalam hati saya.

Harap pihak sekolah memberi Wu Wen satu kali lagi

kesempatan untuk berubah.

Pak Wu.

Karena Guru Mo dan Wu Wen

adalah saudara kandung,

tidak masalah tinggal bersama.

Pihak sekolah tidak akan memperhitungkannya lagi.

Masalah utamanya adalah Wu Wen menyuruh orang lain untuk menyamar sebagai orang tuanya.

Masalah ini sangat serius.

Kenapa masalahnya serius?

Mengapa ini kesalahan Wu Wen?

Ini jelas salah saya.

Anda pikirkan, kalau Anda memiliki seorang

ayah tidak berkualitas seperti saya ini,

jarang pulang,

saat pulang juga tidak banyak berbicara,

kalau tidak, tidak membiarkan dia pulang,

menyelesaikan masalah dengan memberikan uang.

Siapa pun yang memiliki ayah seperti itu,

apakah anaknya bisa tidak bermasalah?

Tapi ini juga tidak bisa dijadikan

alasan bagi Wu Wen untuk berbuat kesalahan.

Ayah, tidak perlu seperti itu.

Untuk apa merendah?

Apakah tidak malu?

Malu?

Ya.

Saya juga merasa sangat malu hari ini.

Saya bukan ayah yang berkualitas.

Beberapa tahun ini

gagal memenuhi tugas sebagai seorang ayah.

Beberapa tahun setelah saya bercerai dengan mantan istri saya,

saya takut putri saya ikut dengan ibunya

dan memiliki kehidupan yang lebih baik dari saya,

jadi saya tidak pernah mempedulikannya.

Selama bertahun-tahun,

saya bahkan belum pernah melihatnya.

Saya melewatkan proses pertumbuhan putri saya.

Sekarang mau memperbaikinya,

tapi sepertinya sudah tidak ada kesempatan lagi.

Saya adalah seorang ayah yang gagal.

Proses pertumbuhan Wu Wen,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left