The first 200 lines.
Berikan nomor teleponnya. - Hei.
Kubilang jangan jual apa pun. - Ayolah, beri aku kelonggaran.
Rekam saja di sini. - Kamu tidak bisa menjualnya.
Kamu membuatku frustrasi. - Astaga.
Astaga. - Berhentilah membuatku marah.
Hei, Nona. - Ada apa dengan mereka?
Pemberhentian ini adalah Stasiun Kantor Wilayah Jeonchan.
Pemberhentian ini adalah Stasiun Kantor Wilayah Jeonchan.
Pemberhentian ini adalah Stasiun Kantor Wilayah Jeonchan.
Pintu ada di sebelah kanan Anda.
Astaga. - Apa yang dia lakukan?
Apa itu tadi? - Astaga, itu menjijikkan.
Kenapa dia tidak tinggal di rumah? - Astaga.
Ada apa dengan pria tua itu?
Definisi "kkondae" adalah
bahasa tidak formal untuk orang tua atau guru.
Cilukba.
Kamu harus duduk di sini.
Pasti sulit membesarkan anak.
Tidak apa-apa.
Tapi tidak semua orang tua adalah kkondae.
Maafkan aku.
Benar. Kenapa kamu mengabaikanku?
Apa? - "Apa"? Kamu tidak melihat pesanku?
Bagaimana kamu bisa tertidur saat bicara dengan seniormu?
Maafkan aku.
Aku tidak percaya anak sekarang. Kenapa kamu tidak tidur selamanya?
Maafkan aku.
Kkondae muda juga ada.
Ada apa dengan jaketmu?
Kkondae adalah orang yang memaksa orang lain
untuk melakukan keyakinan kuno mereka terlepas dari berapa usianya.
Dia salah satunya.
Minggir.
Kamu tidak lihat ini kursi orang tua?
Aku juga berhak duduk di sini.
Orang semuda kamu harus mematuhi orang tua.
Berani sekali kamu membalas perkataanku?
Apa masalahmu?
Apa? Apa katamu?
Apa?
Dasar berandal. Hei!
Hei.
Jangan membuatku menoleh ke belakang.
Aku terlalu banyak belajar hingga mengalami anemia.
Seharusnya kamu memberitahuku.
Benar.
Kubilang aku juga berhak duduk di sana.
Hei.
Hei.
Pria tua yang aneh.
Kenapa kamu mengganggunya? - Dia mengidap anemia.
Ada apa dengannya?
Makanlah tepat waktu.
Bagaimana bisa pria muda sepertimu mengalami anemia?
Anak-anak zaman sekarang
sangat lemah.
Ini masalah.
Dia kkondae yang unik.
"Episode 1"
Halo. - Halo.
Halo. - Halo.
Halo. - Hei.
Selamat pagi. - Kamu juga.
Beraninya bedebah itu ke kantor lebih terlambat dari manajer umum?
Maaf aku terlambat.
Dan
aku bawahannya.
Yeol Chan. - Ya?
Kamu sudah menyelesaikan proposal untuk merek pribadi?
Belum, Pak. - Apa?
Sebenarnya, aku hampir selesai.
Kenapa lama sekali?
Sudah kubilang pilih beberapa dari yang ditolak.
Aku sedang merapikannya.
Berikan saja kepadaku.
Baik, Pak.
Ini.
Apa? Ada apa dengan ini?
Apa ini? Kenapa kualitasnya buruk sekali?
Kamu melakukan sesuatu?
Apa? Kamu masih di musim Piala Dunia?
Kenapa kamu masih memakai program versi 2002?
Ada masalah dengan kecocokan.
Kamu juga harus memperbarui programmu dan dirimu sendiri.
Baik, Pak.
Aku akan mengabarinya sekarang dan mencetak ulang ini.
Jangan! Duduk saja.
Pak Kim, pilih beberapa dari daftar.
Mi gelas atau yang dibungkus?
Yang pertama. - Baik, Pak.
Pak.
Mau kubelikan kopi?
Jangan bergerak! Jangan lakukan apa pun!
Aku tahu kamu hanya pemagang,
tapi kenapa kamu bekerja dengan buruk?
Ayolah. Dia bisa membelikan kopi.
Dia tampak seperti pemagang terbaik sejauh ini.
Siapa? Dia?
Hei, Mi Jin. Kamu menyukainya?
Jangan konyol.
Lalu kenapa kamu memihaknya? Kenapa?
Kamu mencoba menggodanya?
Apa pendapat anak muda?
Yeol Chan, jujurlah. Ramyeon mana yang paling enak?
Boleh aku jujur?
Tentu saja. Itu sebabnya kamu di sini.
Kurasa Sam Ramyeon dari Joonsoo Food membuat perubahan besar.
Ong Ramyeon kita juga berubah dalam rasa.
Tapi kelihatannya tidak selezat sebelumnya.
Apa katamu?
Beraninya seorang pemagang membicarakan hal seperti itu?
Jika sangat menyukai Joonsoo Food, kamu masuk ke sana saja.
Kenapa kamu memilih bergabung dengan kami?
Kamu tahu betapa hebatnya ramyeon kami?
Mari kita namakan Ramyeon Cumi-cumi Pedas.
Itu ide pemagang kami.
Apa? - Itu
ide Yeol Chan.
Dia menyinggungnya waktu itu.
Aku sudah menyerahkannya, Pak.
Apa yang kalian bicarakan?
Itu ideku.
Hei, kamu yakin kalian tidak berpacaran?
Tidak.
Lalu kenapa kamu terus memihaknya?
Aku pasti bingung.
Ramyeon Cumi-cumi Pedas adalah idemu.
Dia benar. Itu idemu.
Ya, kamu benar. - Kamu benar.
Itu idenya. - Hei!
Ini sudah terlambat, bukan?
Kalian sudah merusak suasana hatiku. Lupakan saja.
Ini tidak pernah terjadi.
Pak...
Selain itu, siapa yang terus memberinya pekerjaan?
Berhenti memberinya pekerjaan!
Hei, Bu. Ada apa?
Apa masih ada sisa makanan?
Ibu dengar di apartemen studio, tetangga mencuri makananmu.
Itu tidak pernah terjadi.
Apa itu artinya kamu tidak butuh lauk tambahan?
Ibu membuat geotjeori. Rasanya lezat,
jadi, ibu membungkusnya untukmu.
Ibu bekerja paruh waktu lagi?
Ibu baru saja dioperasi karena saraf terjepit.
Jangan lakukan apa pun dan tetaplah di rumah!
Apa kamu tahu rasanya tidak melakukan apa pun?
Bagaimana pekerjaanmu?
Aku dimarahi, apa pun yang kulakukan.
Itulah kehidupan seorang pemagang.
Bertahanlah.
Aku sangat iri kepadamu saat mendengar kamu diterima.
Benarkah?
Hei.
Ada apa?
Kamu bahkan tidak bisa minum. Jangan menakutiku seperti ini.
Astaga.
Aku bisa melakukannya dengan baik.
Aku sungguh bisa.
Sial. Kenapa mereka tidak memberiku kesempatan?
Hei, Yeol Chan. - Ya, Pak?
Aku ingin kamu melakukan sesuatu.
Tentu.
Kamu butuh lebih banyak stik es krim, bukan?
Aku melakukan semua ini demi kamu.
Tugasmu adalah mengurangi pekerjaan atasanmu.
Omong-omong, kamu bawahan ayahku?
"Pak Lee Man Sic"
Halo? - Kamu masih mengerjakannya?
Tidak, Pak. Aku sudah selesai.
Lalu kenapa kamu belum datang?
Karena kamu tidak di sini, kolegamu dimarahi.
Aku akan segera ke sana.
Tidak, jangan kemari.
Pergilah ke Pasar Yeonwoong.
"Pasar Yeonwoong"?
Ya, cepat.
Baik, Pak.
Astaga.
Sial.
"Sup Nasi Kepala Lembu"
"'Ongol Tidak Mencuri Resep'"
Ini bukan masalah serius.
Pria ini menuntut perusahaan, mengklaim bahwa kita menjiplak
resep sup nasi kepala lembunya, mie sup kepala lembu.
Jadi, perusahaan ke pengadilan melawan pemilik restoran.
Pria itu kalah dalam gugatan,
tapi dia tidak mau menerima keputusannya.
Dia mengancam akan bunuh diri.
Dia mengganggu perusahaan.
Hampiri dia, belikan dia minum,
dan dengarkan dia, bicarakan hal itu.
Lurus ke bawah dan belok kiri. Kamu akan melihatnya nanti.
Terima kasih. - Terima kasih.
"Bar Tenda Hong"
"Restoran Sup Nasi Pasar Gol"
"Kami tutup hari Minggu."
"Restoran Sup Nasi Pasar Gol"
Ada orang di dalam?
No comments yet. Be the first to leave one.