The first 200 lines.
"Kim So Hyun"
"Hwang Min Hyun"
"Yun Ji On"
"Seo Ji Hun"
"Lee Si Woo"
"My Lovely Liar"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Para wali aktor cilik hadir saat syuting"
Aku tidak butuh penjelasan.
Aku percaya padamu.
Sungguh.
Itu sangat berbahaya.
Itu bisa berakhir buruk.
"Episode 9"
Astaga, rumahmu tampak luar biasa.
Kamu mendengarkan?
Ya. Aku juga mendengarmu tadi.
Kamu tidak terluka. Dan kamu pulang dengan selamat.
Kurasa kita bisa membicarakan hal lain.
Pria itu kakak gadis itu, bukan?
Ya.
Seperti apa dia?
Mendiang pacarmu.
"Selamat sudah diterima di UNS, Kim Seung Ju"
- Di sini. - Mari berfoto.
- Astaga. Halo. - Selamat.
Satu, dua, tiga.
"Kelulusan"
- Kamu yang terbaik, Nak. - Kenapa kamu terus menatapnya?
Pergilah.
Dari mana saja kamu?
Halo.
- Halo. - Halo.
- Mari berfoto bersama. - Baiklah.
Mari berfoto.
Satu, dua, tiga.
Katakan, "Kimci keju." - "Kimci keju?"
Ayo. Berdiri lebih dekat.
Kami cinta pertama satu sama lain.
Dan kami sangat saling menyukai.
Saat aku mulai kuliah di Seoul,
kami harus berpisah.
Namun, kupikir itu tidak akan menjadi masalah
saat itu.
Tidak bisakah kamu tetap di sini?
Kurasa aku akan sangat merindukanmu. Bolehkah?
Kelasku dimulai besok.
Haruskah aku naik bus berikutnya?
Haruskah aku naik bus terakhir?
Sebaiknya kamu pergi saja.
Namun,
kamu harus selalu memakai cincinmu.
Jangan dilepas. Mengerti?
Baiklah. Tidak akan.
Namun, dia pasti merasa tidak aman karena aku akan ke Seoul.
Tidak bisakah aku tinggal bersamamu di Seoul?
Kamu tahu aku tinggal di asrama sekarang.
Lalu...
Kurasa aku tidak bisa datang pekan depan.
Aku harus belajar untuk UTS.
Kamu sudah mengikuti ujian.
Itu ujian praktik untuk jurusanku.
Hanya karena aku tidak kuliah,
kamu pikir aku tidak tahu apa-apa dan kamu membohongiku, bukan?
Aku tidak berbohong.
Kalau begitu, temui aku hari Jumat kali berikutnya.
Datang ke sini sehari lebih awal tidak sulit.
Bolak-balik tidak mudah bagiku.
Aku ada tugas kelompok, pelajaran, dan sesi bimbingan.
Aku mengurusnya selama sepekan. Aku harus meluangkan waktu kemari.
Tapi jika kamu bersikap seperti ini setiap kali aku datang ke sini...
Ini juga sulit bagiku.
Kamu sudah berubah.
Kamu pernah bilang tidak menemuiku lebih sulit.
Apa yang kamu lakukan?
Jika kamu akan meninggalkanku juga, aku lebih baik mati.
Hentikan.
Aku tidak punya impian.
Kamulah impianku.
Tapi kenapa kamu punya banyak hal penting?
Kamu terus mendahulukan hal lain daripada aku.
Aku tidak bisa kehilanganmu lebih dari ini.
Aku berada di ujung tanduk,
dan rasanya seperti akan hancur!
Baiklah. Maafkan aku.
Maafkan aku.
Saat itu,
kupikir dia bersikap seperti itu karena sangat mencintaiku.
Kupikir
tidak akan ada masalah jika aku membuatnya bahagia.
Apa yang kamu lakukan?
Apa? Aku...
Aku hanya
"Jangan hubungi aku lagi. Jika kamu melakukannya, aku akan membunuhmu"
"Aku sibuk, jadi, jangan menghubungiku lagi"
Mereka menempel dan mengganggumu.
Jadi, aku mengurus mereka untukmu.
Kamu sangat baik kepada wanita lain.
Jika kamu sedikit saja bersikap sebaik itu kepadaku...
Hentikan!
Seung Ju.
Seung Ju, maafkan aku. Ayo duduk.
- Apa itu tadi? - Astaga.
Seung Ju...
Seung Ju.
Seung Ju.
Mari kita putus.
Aku tidak bisa melakukan ini lagi. Aku ingin putus.
Tidak.
Sudah kubilang.
Kamu adalah impianku.
Bagaimana bisa aku
menjadi impianmu?
Semua yang kulakukan denganmu adalah impianku.
Apa kamu
mengencani wanita lain di Seoul?
Aku masih menyesali kebohongan yang kukatakan kepadanya malam itu.
Ya. Kamu benar. Aku menyukai orang lain sekarang.
Siapa?
Apa gadis itu?
Gadis yang menangis di sampingmu saat perjalanan orientasi.
Gadis dari kelasmu.
Atau... Tunggu. Apa dia?
Gadis yang begadang denganmu untuk tugas kelompok.
Kamu bilang membelikannya kopi juga.
Jangan bilang itu dia.
Gadis SMA yang kamu ajari. Yang dari keluarga kaya.
Hei. Siapa itu?
Siapa dia? Katakan!
- Lepaskan aku. - Hentikan. Apa yang kamu lakukan?
Lepaskan aku!
Siapa itu? Jadi, siapa gadis ini?
Katakan saja siapa dia!
Kembalikan.
Seung Ju.
Aku akan menjadi pacar yang lebih baik darinya.
Kamu tahu aku tidak bisa hidup tanpamu!
Aku akan mati. Aku serius!
Baiklah. Jika kamu ingin mati, lakukanlah. Matilah!
Aku ingin melihat ke belakang.
Namun, jika melihat ke belakang,
aku takut semuanya akan terulang.
"Aula Musik"
Pak Kim Seung Ju?
Ya. Siapa kamu?
Aku Detektif Kwak Jin Hyuk
dari Unit Kejahatan Berat Kantor Polisi Hakcheon.
Kamu ditangkap atas pembunuhan Choi Eom Ji.
Apa?
Kamu berhak mendapatkan pengacara.
Kamu berhak untuk tetap diam.
"'Musik Vokal Terapan'"
Kami menemukan kemejamu di lemarimu.
Ini kemeja yang kamu pakai malam itu.
Kami menemukan darahnya dan darahmu dari kemeja itu.
Apa kamu membunuh Choi Eom Ji?
Ya.
Aku membunuhnya.
Bagaimana kamu membunuhnya?
Bagaimana dengan jasadnya?
Di mana jasadnya?
Kamu mengaku? Apa maksudmu?
Mereka tidak menemukan apa pun. Kenapa kamu mengaku?
Dia meninggal karena aku.
- Karena aku. - Kendalikan dirimu!
Pengacaramu akan segera datang.
Jasadnya bahkan belum ditemukan.
Kamu bisa dibebaskan dari tuduhan ini.
Kamu tahu ini waktu yang penting bagi ibu.
Mereka akan meninjau validitas surat perintah.
Mari pastikan semua berjalan sesuai keinginan kita. Mengerti?
Jadi...
aku menarik kembali kesaksianku bahwa aku tidak membunuhnya.
Deuk Chan menguatkan alibiku.
Jasad Eom Ji tidak pernah ditemukan.
Jadi, aku dibebaskan.
Setelah itu, aku mengubah namaku.
Jika aku tidak mengatakan
apa yang telah kukatakan,
dia tidak akan mati, bukan?
Seharusnya aku tidak mengatakan itu.
Aku bisa mengatakan hal-hal kejam lainnya.
Namun, seharusnya aku tidak menyuruhnya mati.
Pantas saja itu dianggap bohong.
Kamu bilang tidak membunuhnya.
Namun, di dalam hati, kamu merasa bertanggung jawab.
Namun, setelah mendengar seluruh ceritanya...
Do Ha.
Seung Ju, kamu tidak membunuhnya.
Kamu tidak membunuhnya.
Hei, kamu. Kemarilah.
Astaga, aku tidak percaya ini.
Kamu reporter, bukan?
Ya.
Aku tahu Kim Do Ha tinggal di sini.
Bayangkan betapa putus asanya aku sampai melakukan ini.
Aku berusaha mencari nafkah. Tidak bisakah kamu membantuku?
Aku tidak bisa membantumu meskipun aku mau.
Dia belum pulang.
No comments yet. Be the first to leave one.