The first 200 lines.
Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun
Pemirsa diharap bijak
Drama ini berdasarkan fakta sejarah.
Tapi beberapa tokoh, kelompok, dan insiden hanyalah fiksi sebagai pelengkap cerita.
Bossam - Steal the Fate Episode 18 Takarir Indonesia
Yang Mulia pangeran.
Maafkan hamba yang penuh dosa ini karena butuh waktu lama...
...untuk mengungkapkan kebenaran.
Anda adalah satu-satunya keturunan langsung dari raja sebelumnya di kerajaan ini.
EPISODE 18
Pangeran bukanlah putraku...
Anda adalah putra Pangeran Imhae, putra raja sebelumnya.
Pasti susah menerimanya,
namun tak ada setetes pun kepalsuan dalam ucapanku.
- Ayah— - Aku bukan ayah Anda.
Ayah Tuan adalah Pangeran Imhae.
Pangeran Imhae tewas secara tak adil di tangan raja sekarang yang kejam.
Dan satu-satunya keturunannya...
...adalah Anda, Tuan.
Bagaimana kau bisa sekejam ini?
Bagaimana kau bisa seegois ini?
Aku tak tahu kau seseorang yang begitu kejam.
Hanya kau yang mengerti aku di rumah ini dan memperlakukanku dengan hangat.
Namun nyatanya kau menipu anakmu dan membohongi dunia.
Tapi meski begitu, kau masih bisa tersenyum padaku,
seolah-olah tak terjadi apa pun.
Aku bahkan tak terpikirkan kau adalah orang yang menakutkan.
Sampai kapan kau pikir bisa membohongiku?
Ayahku...
Atau haruskah kini kupanggil dia pamanku?
Seandainya dia tak memberi tahuku,
apa kau akan merahasiakannya hingga akhir hayatmu?
Apa kau sungguh tak merasakan apa pun,
ketika melihatku di rumah ini setiap hari?
Apa kau tak mau memanggilku "Nak"?
Untuk mengungkap kau adalah ibuku?
DI hari ayahmu meninggal, aku juga gantung diri dalam upaya untuk mati.
Sejak hari itu, orang yang ditugaskan pamanmu untuk menjagaku...
...tak pernah meninggalkanku bahkan untuk sesaat.
Aku bahkan tak kepikiran untuk mati.
Begitulah aku bertahan hidup.
Dan aku tahu bahwa saat leluhurmu terungkap,
kau bisa saja mati layaknya ayahmu.
Makanya aku tutup mulut.
Setelah itu,
tiap hembusan nafas dan momen yang kulalui untuk hidup bak neraka bagiku.
Aku menyesalinya puluhan, bahkan ratusan kali sehari.
Aku membenci Tuhan, dan ayahmu yang tiada sebelum aku.
Namun,
Aku bahagia karena tak berpisah denganmu...
...dan bisa menyusuimu.
Inilah kebenarannya.
Selama ini, aku tak bisa memanggilmu "Nak" sekali pun,
dan tak bisa berperan sebagai ibumu.
Namun aku tetap bersyukur...
...karena bisa melihatmu...
...dan hidup bersamamu.
Apa pun yang kau katakan,
itu tak mengubah fakta bahwa kau sudah membohongiku selama ini.
Jadi,
jangan meminta maaf atau memohon pengampunan.
Aku tak bisa memaafkanmu sampai aku mati... Tidak.
Aku takkan memaafkanmu bahkan setelah kematianku.
Pangeran Imhae tewas secara tak adil di tangan raja sekarang yang kejam.
Dan satu-satunya keturunannya...
...adalah Anda, Tuan.
Kalau Anda masih bangun, aku akan masuk, Tuan.
Silakan duduklah.
Tolong perlakukan aku seperti dulu.
Aku tak bisa.
Aku tak bisa memperlakukan Tuan seperti dulu, saat Anda akan naik takhta di masa depan.
Padahal aku tak punya keinginan sedikit pun untuk menjadi raja.
Entah Anda menginginkannya atau tidak,
takhta senantiasa menjadi milik Anda.
Seandainya raja sekarang tak membunuh raja sebelumnya.
takhta secara alami akan diwarisi...
...kepada putra sulungnya, Pangeran Imhae.
Kudengar raja sebelumnya berniat membuat Pangeran Yeongchang naik takhta.
Meski faksi Barat mengklaim seperti itu,
Pangeran Yeongchang masih bayi saat itu,
dan Kekaisaran Ming menginginkan Pangeran Imhae menjadi raja.
Itu sebabnya raja sekarang menggiring Pangeran Imhae ke kematiannya...
...sebagai pengkhianat.
Andai aku berkata bahwa aku putra Pangeran Imhae sekarang,
siapa yang akan memercayainya?
Ada cara untuk membuktikan bahwa Tuan adalah putra Pangeran Imhae.
Istri Pangeran Imhae masih hidup.
Dia akan bersaksi soal identitas Anda, Tuan.
Apa orang itu mengetahui tentangku?
Dia tak tahu.
Lantas bagaimana...
Jika seorang wanita menyedihkan yang tinggal sendirian usai diusir dari rumahnya..
...diberi kesempatan untuk dijadikan orang paling berpengaruh di keluarga kerajaan,
akankah dia menolak kesempatan seperti itu?
Aku akan melengserkan raja saat ini dengan segala cara...
...dan mengembalikan tahta yang direbut kepada Anda, Tuan.
Tidak perlu.
Bukankah sudah kubilang, aku tak punya keinginan sedikit pun untuk menjadi raja?
Kumohon tinggalkan aku sendiri.
Karena Anda masih bingung, akan kujelaskan lagi nanti.
Pangeran.
Jika Anda naik takhta menjadi raja,
Anda bahkan bisa memiliki Putri Hwa In seutuhnya.
Karena "Je-wang-mu-chi".
Tak ada yang namanya rasa malu bagi seorang raja.
Anda harus pertimbangan matang-matang.
Pergilah. Tak ada lagi yang ingin kudengar.
- Dae Yeop. - "Maafkan aku" dan "Mohon ampuni aku."
Kubilang aku tak butuh perkataan semacam itu.
Aku memang tak tahu malu sampai mohon-mohon ampun darimu.
Tapi pikirkan kenapa pamanmu memberitahumu siapa ayahmu sebenarnya.
Itu membuatku cemas. Ini rahasia yang selama ini dikubur,
jadi, kenapa dia memberitahumu sekarang?
Dia bilang dia akan membuatku naik takhta.
Apa kau baru saja bilang 'takhta?'
Kenapa kau begitu kaget?
Pangeran Imhae adalah orang yang mestinya naik takhta...
...dan aku adalah anak satu-satunya.
Jadi, bukankah wajar?
Tidak, Dae Yeop. Kakak hanya ingin memanfaatkanmu demi ambisinya sendiri.
Aku tak peduli.
Lagi pula, aku pun memanfaatkan paman demi mencapai tujuanku sendiri.
Kenapa kau melakukan ini?
Apa kau hilang akal karena kebencianmu padaku?
Atau apa kau melakukan ini hanya untuk menyiksa diriku?
Kau terus berkata kalau aku tak bisa bersama Putri, bukan?
Kenapa tiba-tiba kau menyebutkan dia?
Dan kini kau tahu kenapa aku menentang hubungan itu, bukan?
Ya, kini Putri adalah sepupu pertamaku.
Jadi, itu hubungan yang mustahil terjadi.
dan tak boleh terjadi, itu wajar.
Namun, aku akan menunjukkan...
...bahwa gagasan itu salah.
Je-wang-mu-chi, katanya? Seorang raja memang tak tahu malu.
Jadi, jika raja ingin menjadikan sepupu pertamanya sebagai selir,
siapa yang akan menentangnya?
Bagaimana bisa kau beromong kosong seperti itu?
Apa pamanmu mengatakan itu?
Tunggu saja.
Aku pasti akan naik takhta, dan...
...menjadikan dia wanitaku...
...dan bersamanya di sisa usiaku.
Kau juga akan menjadi ibu suri.
Akan kuwujudkan itu.
Kau pikir aku ingin menjadi ibu suri?
itu takkan pernah terjadi meski kau menggorok leherku dengan pisau.
Dunia ini tak berjalan sesuai keinginanmu, bukan?
Kau pikir aku ingin dilahirkan sebagai putramu, Ibu?
Itu tamparan dari ayahmu, bukan dariku.
Kau boleh sangat amat membenciku...
dan kau tak perlu memaafkanku sampai kau mati.
Namun, jangan menodai nama ayahmu.
Lagi pula, dia mati sebagai pengkhianat.
Beraninya kau berbicara sembrono padahal kau tak tahu apa-apa?
Kau tahu bagaimana ayahmu tewas? Karena siapa dia mati dengan tak adil...
Apa maksudnya?
Masih banyak hal yang tak aku ketahui?
Tidak. Kalau membiacarakan ayahmu...
Aku kehilangan ketenanganku dan salah bicara. Jangan dipikirkan.
Tapi kau tak boleh memercayai perkataan pamanmu.
Tolong tenanglah dan pikirkan lagi.
Lagi pula, suatu hari nanti Dae Yeop akan mengetahuinya.
Kak!
Seperti aku mengucapkan kebohongan saja. Padahal itu yang sebenarnya.
Beraninya kau membentak?
Bagaimana dengan kebenaran kau akan membuatnya naik takhta?
Bukankah itu karena kau butuh seorang raja yang bisa kau kendalikan sesukamu, Kak?
Dae Yeop adalah satu-satunya keturunan yang memenuhi syarat untuk naik takhta.
Entah aku membutuhkannya atau tidak, dia ditakdir untuk duduk di atas takhta.
Jadi, jika dia duduk di takhta dan tak bertindak persis seperti keinginanmu,
akankah kau membunuhnya juga?
Jaga ucapanmu.
Tolong jangan ganggu Dae Yeop.
Kau tak boleh berbicara tentang takhta kepadanya lagi.
Jadi, kini kau berani memerintah kakakmu?
Jika kau mencoba memanfaatkan Dae Yeop lagi
maka rahasia terakhir yang kau sembunyikan...
...akan diketahui Dae Yeop.
Rahasia terakhir?
Ada rahasia selain fakta kau adalah ibunya dan Pangeran Imhae adalah ayahnya?
Aku tak tahu apa maksudmu.
Orang yang membunuh ayahnya,
kau lupa siapa itu?
Haruskah aku memberitahunya?
Saat Pangeran Imhae berada di pengasingan di Pulau Ganghwa,
bukankah kau yang mengirim pembunuh untuk membunuhnya?
Apa kau mengancamku sekarang?
Ya, ini ancaman.
Untuk melindungi anakku, apa yang tak bisa kulakukan sebagai ibunya?
Kenapa kau menatapku seperti itu?
Kau menyuruhku diam, 'kan?
Nona.
Kurang ajar.
BAGIAN 2 AKAN SEGERA TAYANG
Ada apa? Ada yang ingin kau katakan?
Ada rahasia yang ingin kukatakan. Ikuti aku.
Langsung to the point saja.
Jadi, kau gagal, bukan?
Ekspresi apa itu?
Kau gagal menggagalkan rencana ayahmu, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.