The first 200 lines.
Penerjemah YE SUNG GYU
DILARANG KERAS MENG-HARDSUB SUBTITEL INI JIKA UNTUK UPLOAD
Unsullied by Mao Buyi
Heavy Sweetness Ash Like Frost
Episode 30
Kau tidak suka ini?
Kau juga tidak tertarik dengan ini?
Maka aku akan cari barang-barang lain.
Aku ambil dulu yang ini.
Tinggalkan.
Penakut dan pengecut
Seperti reaksi kura-kura yang memendek kepala ke cangkangnya.
Apa ini?
Yang Mulia, ini...
Ini sisik naga.
Sisik naga?
Itu hadiah dari seorang abadi yang memelihara rusa.
Abadi?
Apa dia abadi pria atau abadi wanita?
Abadi pria.
Tidak ada naga di dunia ini.
Aku pikir kau ditipu.
Itu tidak mungkin.
Aku telah beberapa kali melihatnya.
Itu benar sekali.
Kau telah melihatnya?
Sudah berapa kali kalian bertemu?
Kenapa kau sangat gugup mengenai itu?
Aku tidak gugup.
Yang Mulia, jika kau tidak mempercayainya
Aku bisa memanggil dia.
Tidak boleh.
Di masa depan kau tidak di izinkan melakukan itu.
Aku sudah memutuskan...
untuk mengusir para ahli kimia dari negara.
Jangan melanggar hukum negara.
Tentu.
Menurut buku
sisik terbalik naga yang berbentuk bulan sabit hanya tumbuh di bawah tenggorokannya.
Tapi
mengenai sisik terbalik naga
Siapapun yang menyentuhnya akan terkena amarah naga, siapapun yang mencabutnya akan mati.
Tidak ada naga yang mengizinkan orang menyentuhnya
Tidak ada yang cukup berani untuk mencabutnya.
Penipu ini bahkan tidak tahu malu dengan membuat sisik naga ini.
Hanya kau yang akan mempercayainya.
Baiklah, baiklah, baiklah.
Dalam hal ini
tolong kembalikan padaku, Yang Mulia.
Karena kau bilang ini sisik naga
Aku akan menganggapnya sebagai asli.
Aku pikir ini sangat cocok denganku.
Bagaimana kalau kau berikan padaku?
Tidak boleh!
Temanku ini adalah dewa.
Ini karunia atas kebaikan dia
Tidak pantas jika aku memberikannya padamu, Yang Mulia
Aku kembalikan padamu.
Kura-kura kecil?
Kau tidak memberiku sisik naga, tapi aku tidak seegois dirimu.
Ini untukmu.
Terima kasih, Yang Mulia.
Menurutmu dia
mirip denganmu?
Ya, benar.
Mirip denganku?
Miripkan?
- Mirip. - Kesopanan menuntut timbal balik.
Kau tidak memberiku sisik naga
tapi aku memberimu seekor kura-kura kecil.
Maka kau harus memberiku sesuatu yang lain.
Apa yang kau inginkan, Yang Mulia?
Kenyataannya, tidak ada yang lain.
Hanya ada satu hal...
yang aku inginkan.
Apa itu?
Pikirkanlah.
Dia ingin aku memikirkannya?
Kecuali untuk kulit tempat tumbuh sisik terbalik.
Ini adalah luka dan rasa sakit sepanjang hidupku.
Tolong jangan katakan lagi! Hentikan. Kau bukan anakku!
Pergilah!
Pergi!
Cepat!
Kau tidak harus menahan diri, Yang Mulia.
Jika kau butuh ditemani,
aku akan tinggal.
Jika kau ingin sendirian,
aku akan pergi.
Aku baik-baik saja.
Aku baru saja ingat tentang sesuatu di masa kecilku.
Kau sudah ingat semuanya, Yang Mulia?
Hanya sebagian saja.
Semua itu mimpi buruk yang bertahan lama.
Aku ingat waktu kecil
Aku tinggal di Danau Tai bersama ibuku.
Aku pernah berpikir aku ikan naga yang aneh.
Aku selalu diganggu oleh anak-anak suku air lainnya.
- Cepat pergi. - Monster dengan tanduk di kepalanya!
- Pergi! - Pergi! Bajingan!
Tinggalkan Danau Li!
- Ayah seekor naga - Pergi!
Sementara ibu ikan naga
Mana mungkin aku ikan mas?
Akhirnya, sampai pada suatu hari
ketika aku sudah tidak tahan lagi.
Aku tidak pernah meyangka
perlawananku
membawa akibat buruk padaku.
Tidak, ibu.
Ibu.
Tidak, ibu.
Jangan, ibu.
Jangan, ibu.
Jangan lakukan ini, ibu!
Tidak.
- Jadilah anak baik, Li Er. - Tidak.
Patuhlah, Li Er. Hanya sebentar.
Hanya sebentar. Jadilah anak baik.
- Tidak, tidak boleh! - Patuhlah.
- Jangan, ibu. - Hanya sebentar.
Jangan! Jangan!
Semua pakaianku...
bercelup merah oleh darahku sendiri.
Mengotori pakaianku, selapis demi selapis.
Sejak aku lahir
Ibuku telah menyembunyikanku
di bagian terdalam dan tergelap di dasar danau.
Aku hidup dalam kegelapan total.
Kau tahu saat itu apa ketakutan terbesarku?
Pencabutan sisik naga
dan memotong tanduk naga?
Kegelapan?
Kesendirian?
Dingin.
Rasa dingin yang luar biasa setelah kehilangan darah
menembus ke organ dan sumsumku
sedikit demi sedikit.
Kau tahu bagaimana rasanya ketika kedinginan yang luar biasa?
Organku serasa terbakar.
Seluruh tubuh
dan tulangku
sepertinya mendidih dan terbakar.
Tidak sabar untuk membakar sisa suhu tubuhku
dan mengambil energi terakhirku.
Penerjemah YE SUNG GYU
Aku masih menggigil kedinginan ketika aku mengingatnya sekarang.
Jangan dipikirkan lagi, Yang Mulia.
Lebih baik melupakan
tragedi masa lalu yang seperti itu.
Kuang Lu.
Meskipun kau pelayanku
Kau putri berharga Dewa Taisi.
Kau dihujani cinta sejak kecil.
Dan aku
Aku bajingan
yang ditinggalkan oleh ibu kandungku.
Kenapa kau membawa dia ke sini?
Ibu angkat
Semua salahku.
Aku hanya khawatir kau akan melakukan sesuatu
yang akan kau sesali di masa depan.
Katakan padaku.
Apa kita ada di perahu yang sama?
Katakan padaku!
Katakan padaku!
Katakan padaku!
Katakan padaku!
Kau telah menyelamatkan hidupku, ibu angkat.
Kau juga mengajariku mantra.
Kau telah membesarkanku.
Kau tidak perlu lagi khawatir akan sendirian.
Tolong izinkan aku berbagi bebanmu.
Karena kau merindukan Pangeran siang dan malam
kenapa kau tidak bersatu kembali dengan dia?
Ini sudah tak tertahankan.
Sudah tak tertahankan.
Aku putri dari suku ikan naga.
Meskipun suku kami milik Alam Langit
kami sudah tinggal di Danau Tai selama beberapa generasi.
Kami hidup mewah
kehidupan yang damai dan terhormat.
Aku dimanjakan oleh ayah dan saudaraku sejak dari kecil.
Aku bertunangan dengan pangeran dari Qian Tangjun.
Suatu hari, pada hari ulang tahun Permaisuri Langit
Aku pergi ke Alam Langit bersama ayahku untuk mengucapkan selamat ulang tahun
dan menyerahkan Mutiara Malam.
Pada waktu itu aku masih muda dan malas bersosialisasi.
Selain itu, aku tertarik dengan pemandangan luar biasa Alam Langit.
Ketika aku berjalan berkeliling,
aku tersesat dan masuk ke Istana Sheng Jing.
Aku bertemu dengan seorang abadi.
Dia menyatakan dirinya sebagai Dewa Malam
dengan nama alias Dewa Bintang Utara.
Dia ditugasi Kaisar Langit untuk mengawasi Istana Sheng Jing.
Dia pria yang anggun dengan penampilan terpelajar.
Kami berdua langsung saling suka.
Setelah itu, kami berkencan setiap senja.
Setiap saat yang kuhabiskan bersama dia
selalu agung tapi singkat.
No comments yet. Be the first to leave one.