Specials

Release info

악마가 너의 이름을 부를 때 When the Devil Calls Your Name E15 NEXT VIU
악마가너의이름을 부를 때ㅡWhen the Devil Calls Your NameㅡE15 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-09-19
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Itu godaan yang manis dan tidak tertahankan.

Sebuah kesempatan,

atau keberuntungan yang tidak ada kaitannya denganku.

Bagaimanapun,

kukira itu kontrak terbaik yang tidak akan pernah kutemukan lagi.

Tidak!

Ada apa? Kamu kesal

melihatku menghancurkan koleksi jiwamu?

Jadi, cepat bunuh aku.

Bunuh saja aku!

Sekarang,

tidak ada cara

bagi jiwa-jiwa itu untuk kembali.

"Episode 15"

Pak Ha.

Pak Ha! Ada apa?

Kamu baik-baik saja?

Aku hanya ingin kamu menjadi satu hal bagiku.

Tepian atap.

Tempat aku bisa berlindung ketika hujan.

Kamu yang mengambil tepian atap itu, bukan aku.

Jangan mencampuri kehidupanku mulai sekarang.

"Pemberitahuan Pembayaran"

"Kepada Seo Dong Cheon"

"Kontrak sepuluh tahunmu berakhir dalam delapan hari"

Sekarang aku harus menyerahkan jiwaku.

"Pemberitahuan Pembayaran"

"Rumah Sakit Universitas Hankuk"

Bagaimana keadaan di perusahaan?

Jangan dipikirkan. Itu bukan urusanmu sekarang.

Benar.

Itu bukan urusanku sekarang.

Tapi Rip. Ada apa denganku?

Jika Soul Entertainment mengikatku,

setelah aku pergi,

tidak bisakah aku merasa bebas?

Kenapa aku merasa sesak?

Kamu baru saja pergi.

Kamu tentu belum merasa sudah selesai.

Apa yang terjadi pada jiwa-jiwa

yang baru saja keluar?

Mereka akan melayang-layang di dunia.

Di mana-mana, dalam angin.

Kamu bilang mereka tidak mungkin kembali.

Kamu mengurung mereka di sini.

Apa kamu akan mengembalikannya kepada pemiliknya suatu hari nanti?

Jika kamu mengurungnya, bukankah sekarang mereka bebas?

Akankah kamu merasa lebih baik jika berpikir begitu?

Kalau begitu,

anggap saja kamu benar.

Kamu pasti tahu.

Apa yang terjadi pada jiwa-jiwa yang tertiup angin itu?

Kamu bertanya apa yang akan terjadi

pada sebutir debu yang beterbangan tertiup angin?

Kalau begitu, jawabanku adalah

"Aku tidak tahu

dan aku tidak peduli."

Bagimu, jiwa manusia mungkin berarti

bahkan kurang dari sebutir debu.

Tapi apa yang kurang dari sebutir debu itu

adalah jiwa seseorang yang berharga.

Jiwa yang berbagi rasa sakit,

yang membuat sebagian orang tidak bisa hidup tanpanya.

Dan orang yang membebaskan jiwa-jiwa berharga itu

adalah dirimu.

Aku menerima telepon dari rumah sakit.

Seo Young pingsan dan seseorang meninggalkannya di luar UGD.

Pasti ada jiwa di luar sana

yang menurutmu berharga.

Jangan hentikan aku.

Wanita ini sekarat.

Kumohon. Aku memohon kepadamu.

Kehendak Tuhan akan dilaksanakan.

Kumohon! Aku!

Ryu memohon kepadamu.

Kehendak Tuhan sialan itu...

Aku akan menuruti keinginanmu.

Kumohon.

Biarkan aku lewat kali ini.

Kamu bilang aku masih anakmu.

Apa kamu mengujiku lagi?

Kamu ingin dianggap murah hati

bagi mereka yang bermaksud baik?

Kamu masih berpikir kamu memenangkan taruhanmu dengan Tuhan?

Ini belum berakhir.

Ini sampelnya, tapi ambillah sebagai suvenir.

Aku menandatanganinya di belakang.

Apa kamu melakukan ini demi uang?

Apa bisnis di Montenegro kurang lancar?

Bisnis yang kubayangkan untuk Montenegro

ditolak oleh Majelis Nasional.

Sial.

Aku membawanya kemari karena dia istri Perdana Menteri.

Tapi ternyata dia benar-benar tidak berguna.

Dan putranya, Lucca, selalu sakit.

Yang dia lakukan hanya merengek soal penyakitnya.

Menyebalkan sekali. Dia membuatku pusing.

Album ini akan dirilis dalam dua hari.

Kami akan mengumumkan bahwa kamu melakukan plagiarisme.

Hei, bukankah ini menarik?

Chung Ryul.

Kamu tahu kenapa aku menjual jiwaku?

Aku yakin kamu melakukannya untuk memenuhi keserakahanmu.

Ya, untuk memenuhi keserakahanku.

Menurutku itu tidak adil.

Lagu yang kubuang ke tempat sampah, "This is Love".

Aku menulis lagu itu untuk menghasilkan uang.

Tapi kubuang karena harga diriku tidak mengizinkanku merilisnya.

Kamu menganggap musik seperti aksesori,

tapi tiba-tiba kamu menjadi sukses dengan musik yang kubuang itu.

Tapi bahkan saat itu pun, aku memercayai musikku.

Kukira suatu hari orang-orang akan menyadari ketulusanku.

Sepanjang hidupku,

musik adalah segalanya bagiku.

Kamu masih berpikir kamu lebih baik dariku.

Aku putus asa.

Usiaku sudah lebih dari 50 tahun,

tapi aku tetap tidak bisa bertanggung jawab atas apa pun.

Sementara itu, kamu punya segalanya dan menjalani hidup yang sukses.

- Itu membuatku sedih, jadi... - Hei.

Apa kita pertama bertemu

di kemiliteran?

Benar.

Dong Cheon.

Aku sangat menyukai musikmu.

Aku tahu aku yang meminta mengikuti Festival Musik Kampus,

tapi aku merasa senang dan bersyukur saat kamu bersedia melakukannya.

Kukira aku bisa menjadi musisi hebat

jika aku berteman denganmu.

Tapi setelah beberapa lama berada di band yang sama denganmu,

aku sadar aku tidak akan bisa menjadi sehebat dirimu.

Tapi aku tidak keberatan.

Karena aku penyanyi yang lebih baik darimu.

Aku populer.

Dan aku lebih tampan. Tapi masalahnya adalah,

kamu selalu meremehkanku.

Kamu menganggap dirimu sebagai musisi,

dan aku hanya badut bagimu. Aku aksesorimu.

Kamu tahu apa yang lebih penting daripada membuat perutmu kenyang?

Harga diri.

Kamu mengejekku. Ekspresi wajahmu itu.

Itu sungguh membuatku gila.

Tapi kamu memberitahuku bahwa kamu menjual jiwamu karena aku?

Seo Dong Cheon yang hebat menjual jiwanya karena aku?

Aku ingin menanyakan sesuatu.

Pernahkah kamu sekali saja

menganggapku sebagai temanmu?

Begitu rupanya.

Chung Ryul.

Maafkan aku.

Hei!

Hei, tunggu. Astaga, dasar psikopat.

Astaga, dasar berandal gila. Kenapa kamu melakukan itu?

Dan kini, tiba-tiba kamu muncul dengan penampilan muda

dan mulai menyalahkanku?

- Apa yang kamu lakukan? Enyahlah. - Hei, tunggu.

Chung Ryul, biarkan aku meminta maaf dari lubuk hatiku.

Maaf karena aku meremehkanmu dan menyakitimu.

Seharusnya aku tidak melakukan itu. Semua ini salahku.

Aku tidak peduli apa yang terjadi kepadaku.

Tapi tolong jangan lakukan apa pun kepada Seo Young dan I Gyeong.

- Kamu juga harus... - Astaga, Berandal.

Kamu terus berbicara kepadaku seakan kita sebaya.

Kamu terlalu muda untuk berbicara kepadaku seperti itu,

dasar bocah kurang ajar.

Tolong lakukan sesuatu untukku,

Pak Lee.

Minta Seo Young memakai kesempatan ini untuk menjalani perawatan.

Pantas saja dia tidak waras. Dia overdosis pilnya.

Chung Ryul.

Berani-beraninya anak muda sepertimu memanggil namaku seperti itu.

Enyahlah, Berengsek!

Tidak ada yang mau bicara denganku. Mereka semua membenciku.

Mereka bilang aku aktris yang buruk.

Kapan aku seburuk itu?

Aku berusaha keras, tapi gagal. Aku bahkan menjual jiwaku.

Ha Rip, kurasa si berengsek itu menipuku.

Aku juga ingin menjadi aktris yang baik.

Kenapa mereka tidak bisa mengajariku?

Mereka hanya akan menyingkirkanku sekarang.

Lagi pula, Nona Ji sudah tidak di sini lagi.

- Astaga. - Ra In.

Aku aktris utama,

tapi aku punya kurang dari dua adegan setiap episode.

Apa yang harus kulakukan?

Ra In, ulurkan tanganmu.

Aku membawa jiwamu kembali.

Mulai sekarang, kamu bisa berakting sepenuh hati.

Jangan sampai tertipu lagi.

Ini dia.

Kamu pikir aku bodoh? Astaga, ini sangat menyebalkan.

Entah apakah ada cara

untuk membantu orang mendapatkan kembali jiwa mereka yang hilang.

Produser Ha.

Apa yang harus kita lakukan?

"Ayah Kelly Tewas, Tersangka Diketahui Sebagai Ibunya Kelly"

Di mana I Gyeong?

Dia di ruang latihan.

Kamu ingin aku melakukan apa?

Kamu ingin aku menangis?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left