Season 3

Release info

Mushoku Tensei Jobless Reincarnation S03E09 Lament
A Commentary by jambuijo

Tags

webdl
Published on: 2026-08-24
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 192 lines.

Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation Season 3

Tiga hari berlalu sejak Nanahoshi jatuh pingsan.

Ia masih belum kunjung sadar.

Penyebab muntah darahnya pun belum diketahui.

Yuruzu sang Penebus Dosa sepertinya

punya kekuatan untuk memindah stamina dan kesehatan dari orang lain.

Sehingga bisa menyembuhkan sebagian besar penyakit.

Sylphy berpikir Nanahoshi terkapar karena ilmu sihirnya.

Merasa sangat bertanggung jawab,

dia pun tidak mau digantikan dalam membantu pengobatan.

Semoga Nanahoshi segera membaik demi Sylphy juga.

Bagaimana, Karowante?

Tidak ada jejak gangguan selain dari sihir penawar racun.

Aliran daya sihir di dalam tubuhnya terlihat terhambat, tetapi...

penyebabnya belum jelas.

Kalau begitu coba cari di ruang arsip.

- Baik. - Baik.

Izinkan aku membantu!

Tidak usah.

Aku tidak berniat memasukkan orang luar ke ruang arsip.

Nanahoshi akan sembuh atau tidak, ya?

Semuanya sesuai kehendak Dewa Milis.

Ini seperti di film yang dulu kutonton.

Alien yang datang ke bumi, musnah karena flu.

Apa dia akan mati?

Penyakit Nona Nanahoshi telah diketahui.

Wabah Drain.

Penyakit pada dahulu kala

saat daya sihir manusia jauh lebih sedikit dari sekarang.

Saat itu, mereka yang tidak mampu menetralkan daya sihir yang masuk ke dalam tubuh,

akan kehilangan nyawa tanpa kecuali.

Begitulah yang tertulis.

Setidaknya itu tidak bertentangan dengan kondisi Nanahoshi sekarang.

Ada metode penyembuhannya?

Tidak diketahui.

Hanya saja sekitar 7000 tahun lalu,

sudah musnah dengan menguatnya daya sihir manusia.

7000 tahun yang lalu berarti, saat perang manusia dan iblis yang pertama.

Jadi, sekarang mau bagaimana?

Akan kuhentikan waktu Nanahoshi dengan kekuatan Sukeakoto sang Waktu.

Selagi itu, akan kuminta orang di muka bumi untuk mencari cara menyembuhkannya.

Apa tidak bisa ditangani dengan kuasa Tuan Perugius?

Diriku dan Nanahoshi hanyalah rekan bisnis.

Aku tidak akan menolong sampai berutang pada seseorang.

Tapi, jangan salah paham.

Selama masih menjadi tamuku, aku tetap akan memberi sedikit bantuan.

Tetapi, tidak akan sepenuhnya kutolong.

Karena tujuan hidupku hanyalah menemukan Laplace

yang kelak akan bangkit, lalu mengalahkannya.

Laplace akan bangkit?!

Karena disegel, berarti ada batas waktunya?!

Apa yang akan terjadi bila dia bangkit?

Kita bicara soal Laplace.

Dia pasti akan membawa suku iblis dan datang menghancurkan suku manusia lagi.

Karena punya tujuan seperti itu,

maka menolong kami pun ada batasnya.

Jadi mau menelantarkan Nanahoshi?!

Tidak kubilang akan ditelantarkan.

Bohong!

Orang sehebat dirimu seharusnya bisa mencari cara mengobati Nanahoshi!

Meski bisa, bukan berarti harus dia sendiri yang mencari.

Jangan bercanda!

Menolong mereka yang lemah adalah tugas mereka yang kuat!

Jangan memaksakan ajaran Milis yang menjengkelkan itu.

Apa katamu?!

Perkataanmu sama saja mau menelantarkan Nanahoshi!

Menolong ya harus sampai tun...

Sudah, hentikan!

Aku mengerti perasaanmu, tapi tahanlah dulu.

Aku tidak ingin kehilangan dirimu hanya karena hal ini.

Kalau tidak terima, bagaimana kalau kau sendiri yang bergerak?

Bukankah dewamu juga bilang begitu?

Jangan mengandalkan orang saat menolong orang lain, bukankah begitu?

Aku ingin menolong Nanahoshi.

Tapi, Perugius punya batasnya sendiri.

Berarti, mana mungkin aku bisa...

Permisi.

Nona Nanahoshi telah kembali sadar.

Kau baik-baik saja?

Memang kelihatannya baik-baik saja?

Penyakitku, katanya tidak bisa diobati.

Tapi, bukan berarti tidak bisa disembuhkan.

Cuma tidak tahu cara pengobatannya.

Benar sekali, tinggal dicari tahu saja.

Jangan patah semangat.

- Kalau sampai patah semangat saat tidak sehat, - Bagi orang sedang benar-benar menderita,

- sakit yang harusnya sembuh tidak akan sembuh. - kalimat pelipur sesuatu yang paling tak ingin didengar.

Tidak akan kalimat yang bisa kuucapkan.

Sejak awal tubuhku memang tidak terlalu kuat.

Bukannya gampang sakit juga, sih.

Setahun sekali pasti bakal kena flu.

Ilmu kedokteran di dunia ini tidak terlalu berkembang, kan?

Entah karena ada ilmu sihir atau bukan.

Mencuci luka terbuka saja tidak, lo.

Banyak orang yang terlambat ditolong dan mati karena itu.

Bodoh sekali, kan?

Aku sudah sangat berhati-hati sejak tahu kalau diriku tidak bisa memakai sihir, lo.

Karena, kalau sampai sakit...

kurasa aku mungkin tidak bisa disembuhkan.

Lagi pula, bukankah dunia ini aneh?

Hampir seluruhnya mengabaikan hukum fisika begitu saja.

Tapi, saat baru tiba di sini, aku juga merasa dunia ini menarik.

Bohong jadinya kalau kubilang

dunia lain berisi pedang dan sihir membuatku tidak tertarik.

Aku tidak mau mati di tempat seperti ini.

Aku tidak mau mati!

Aku tidak mau mati di dunia gila ini!

Kenapa?! Tidak masuk akal!

Tahu tidak? Aku sama sekali tidak berubah sejak delapan tahun lalu!

Tidak tambah tinggi, rambutku pun tetap sama!

Padahal perutku bisa lapar, tetap bisa makan, dan bisa buang air!

Tapi, kukuku tidak tumbuh, tidak datang bulan juga!

Aku bukan manusia dari dunia ini!

Aku tidak hidup di dunia ini!

Jadi sama seperti mayat!

Tapi, kenapa...

Kenapa malah bisa terserang penyakit?!

Bukannya aneh?!

Kenapa nasibku harus jadi seperti ini?!

Aku tidak mau mati!

Aku tidak ingin... Aku tidak ingin mati di dunia aneh seperti ini!

Aku saja belum pernah berciuman!

Padahal aku suka seseorang, tapi belum bilang suka padanya!

Tenanglah dulu.

Aku ini iri denganmu!

Tiap hari kelihatan senang sekali! Hidupmu lancar sekali!

Apa-apaan kau ini?!

Ayahmu mati katamu?!

Kondisi ibumu parah karena penyakit?!

Terus kenapa?! Apa salahnya?!

Kalau tetap begini, aku tidak akan bisa melihat ayahku saat meninggal!

Walaupun aku mati, ibuku tidak akan tahu soal itu!

Aku ingin bertemu lagi, dengan ayahku, dengan ibuku.

Aku masih ingat kejadian di pagi hari itu.

Ayah bilang hari itu akan pulang cepat.

Ibu bilang nanti malam akan memanggang ikan sanma.

Aku bilang ke ayah buat pulang telat saja karena temanku akan datang.

Aku juga protes ke ibu kalau sudah bosan sama ikan sanma.

Kenapa aku mengatakan itu...

Pasti, ayah dan ibu mengkhawatirkanku.

Aku ingin ketemu mereka.

Aku ingin pulang.

Aku tidak mau mati.

Aku tidak ingin mati di tempat seperti ini!

Ingin pulang, ingin bertemu keluarga lagi.

Meski diberi tahu hal seperti itu.

Pasti tidak akan mengena pada diriku saat masih awal tiba di dunia ini.

Tapi, sekarang aku bisa mengerti.

Betapa berharganya keseharian biasa bersama keluarga.

Betapa menakutkannya kehilangan itu.

Bila keseharian berharga itu akan terancam.

Aku pasti juga akan berjuang mati-matian.

Mungkin saja.

Aku yang mengingatkan Nanahoshi pada Jepang adalah satu-satunya penghibur baginya.

Pada keseharian yang telah hilang.

Sebagai satu-satunya yang ia rasa terhubung pada dunia itu.

Siapa saja, tolong aku.

Ada apa?

Aku juga akan bergerak.

Bila bisa mendapat bantuan dalam taraf tidak mengganggu pekerjaan Tuan Perugius,

aku akan sangat berterima kasih.

Oh, jadi kisanak mau bergerak.

Baiklah.

Aku sendiri tidak tega bila melihat Nanahoshi mati.

Terima kasih banyak.

Langsung saja, Tuan Perugius.

Apakah Anda bisa menghubungi Dewa Naga Orsted?

Mustahil.

Selain itu, dia baru muncul sekitar 100 tahun lalu.

Meski dia berpengetahuan luas, tidak mungkin tahu soal penyakit dari 7000 tahun lalu.

Begitu, ya.

Hm, 7000 tahun lalu?

Kalau begitu, apakah memungkinkan jika aku dikirim ke Benua Iblis?

Benua Iblis? Apa yang mau kau lakukan?

Akan kucoba bertanya pada Kishirika Kishirisu sang Kaisar Iblis.

Kishirika Kishirisu sang Kaisar Iblis.

Orang yang memberiku Mata Terka.

Menurut semua buku sejarah,

dia adalah tokoh kunci dalam perang besar manusia dan iblis yang pecah 7000 tahun lalu.

Rencananya adalah mencari Kishirika dan menanyakan cara pengobatannya, hanya saja...

Masalahnya adalah dia berkeliaran di berbagai penjuru Benua Iblis.

Jadi, akan sulit untuk menemukannya.

Entah akan butuh waktu berapa bulan.

Tetapi, demi menyelamatkan Nanahoshi, aku ingin minta bantuan kalian semua.

Kalau begitu ceritanya, aku akan membantu menyiapkan perjalanannya.

Terima kasih banyak.

Zanoba dan Elinalise tolong ikut jadi pengawalku.

Serahkan padaku, Guru.

Baik, aku mengerti.

Aku juga ikut!

Aku juga mengerti perasaan Nanahoshi yang ingin pulang ke kampung halaman.

Biarkan aku ikut.

More Indonesian subtitles for Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left