The first 200 lines.
SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, DAN KEJADIAN
YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Simbol Grup Haesong.
Panah dengan ujung berlian.
Aku akan mencuri Adamas.
Kau gila. Bagaimana caranya?
Bagaimana jika ada yang membantuku?
Seseorang
mengundangku ke wastu ini.
Menurutmu siapa yang merekomendasikanku menulis memoar Pimpinan Kwon?
Apa orang itu tahu tentangku?
Mungkin tidak.
Kami belum pernah bertemu.
Kalau begitu, kurasa aku akan aman jika membungkammu.
Aku tidak bisa tetap bersikap baik untuk mendapatkan kepercayaan mereka.
Aku harus mengotori tanganku.
Kau akan menembakku?
Jika diperlukan.
Kecelakaan biasa terjadi saat berburu.
Apa yang akan kau lakukan dengan saksinya?
Sedang apa kalian di sana?
Halo.
Ini agak membingungkan, 'kan?
Ya, sangat.
Kurasa ini harus dilaporkan.
Pak Choi?
Dia menodongkan senjata kepada Pak Ha?
Kenapa?
Aku menemukan perilaku mencurigakan.
Aku merasakan kehadiran seseorang saat berburu,
dan ada orang tak dikenal yang melihat sekeliling saat kuperiksa.
Seolah-olah
dia mencari seseorang.
Jadi, aku menodongnya untuk mengidentifikasinya.
Ternyata itu Pak Ha.
Kurasa Nona Eun melihat kami dan salah paham.
Seolah-olah dia mencari seseorang?
Di mataku, ya.
Bagaimana menurutmu, Hyesoo?
Kau pasti melihat sesuatu.
Entahlah.
Yang kulihat
dia menodongkan senjatanya ke Pak Ha.
Bukan yang terjadi sebelum dan sesudahnya.
Tapi Pak Choi,
dia sama sekali tidak tampak mencurigakan bagiku.
Apa yang dia lakukan?
Di tempat terbuka itu, di siang bolong.
- Itu... - Bagaimana ini?
Dua orang memberikan cerita berbeda
tentang situasi yang sama.
Jadi, salah satu dari kalian pasti berbohong.
Sepertinya Pak Choi keliru.
Keliru?
Pak Choi bukan tipe orang yang menodongkan senjata pada seseorang
karena kesalahpahaman.
Maaf karena aku terburu-buru menyela.
Tidak apa-apa. Biarkan aku mendengar ceritamu.
Kalau begitu, aku akan memberitahumu.
Aku ingin tahu kenapa mereka ada di hutan.
Pak Choi pergi berburu. Bagaimana denganmu, Nyonya Hyesoo?
Aku pergi mengambil bunga lili cahaya emas Jepang untuk kebun.
Ini.
Bagaimana denganmu, Pak Ha?
Jika kau tidak mencari orang seperti yang dipikirkan Pak Choi, kenapa?
Kenapa kau diam saja?
Pak Ha.
Kau membuat cerita Pak Choi lebih masuk akal.
Pak, jangan membiarkan ini begitu saja.
Kita harus menyelidiki ini...
Akan kuberi tahu.
Pak, bisa kita bicara berdua terlebih dahulu?
Salah satu dari kita di sini mungkin merasa tidak nyaman dengan ucapanku.
Nyonya Hyesoo.
Jangan dekat-dekat dengan penulis itu.
Aku punya firasat buruk tentangnya, dan aku mengkhawatirkanmu.
Kau mengkhawatirkanku?
Itu sangat tidak biasa.
Mungkin sudah waktunya kau meninggalkan dunia ini.
Wanita lancang itu...
Apa yang terjadi?
Seperti yang kukatakan kepada Pimpinan. Aku melihat seseorang yang mencurigakan,
- dan dia... - Apa yang mencurigakan darinya?
Kenapa kau tidak bisa membaca yang tersirat?
Dia melihat sekeliling, dan aku penasaran
apakah dia sedang mencari seseorang.
Mencari seseorang? Siapa?
Bu Kwon, aku bisa saja terlalu cepat menyimpulkan.
Kau tidak bisa mengubah kata-katamu sekarang!
Pokoknya, dia memang tampak mencurigakan.
Tatapannya memberiku perasaan aneh sejak awal.
Kenapa sebenarnya dia datang ke Haesong?
Kau tahu alasannya. Untuk menjadi penulis bayangan...
Tidak, bukan begitu.
Uang tidak bisa menggerakkan orang seperti dia.
Aku sangat mengenal orang-orang rendahan yang melakukan apa pun demi uang.
Rasanya tidak benar.
Kau pasti punya alasan bagus untuk berpikir seperti itu,
tapi Pimpinan tidak akan membiarkan sembarang orang masuk ke Haesong.
Jika ada masalah dengannya,
Pimpinan tidak akan menyukainya.
Menyukainya?
Jika dia ingin uang atau hal lain dari Tuan,
dia akan berusaha memikatku lebih dahulu.
Karena aku gerbang menuju Tuan!
Semua orang begitu. Bahkan anggota majelis dan Jaksa Agung.
Tapi bedebah itu mengabaikanku.
Bu, jangan khawatir.
Aku akan mengawasinya.
Aku tahu dia punya motif tersembunyi.
Karena kini semuanya sudah pergi, kau bisa bicara denganku.
Aku yakin itu perbedaan dalam penafsiranmu.
Perbedaan dalam penafsiran?
Ya, Pak Choi salah menilai.
Dia meragukan segalanya karena itu pekerjaannya.
Itu mungkin memengaruhi interpretasinya.
Tergantung pekerjaan, kita punya cara berbeda
untuk mengekspresikan ingatan.
Jadi, alih-alih fakta,
dia menafsirkan emosinya saat itu sebagai ingatan.
Anggap saja begitu.
Lantas kenapa kau masuk ke hutan?
Jalan-jalan?
Dia ke sana sendirian untuk berjalan-jalan? Kau memercayainya?
Apa yang tidak bisa dipercaya?
Aku juga sering melakukan itu.
Tapi Tuan, Pak Choi...
Pak Choi.
Jadikan ini ujian terakhirmu.
- Ujian apa? - Apakah aku mengekspos identitasmu.
Kau membesar-besarkannya untuk memeriksa itu.
Kau cukup cerdas.
Kurasa kau selamat.
Tapi jangan berlebihan. Aku tidak akan melakukannya lain kali.
Pikirkan situasiku.
Aku tidak bisa cukup memercayaimu untuk melunak kepadamu.
Aku menepati janjiku.
Keluarkan aku dari sistem keamanan sekarang.
Aku tidak pernah berjanji.
Dan mengecualikanmu bukanlah masalah sederhana.
Sebagai gantinya, aku akan memberimu kiat.
- Kiat? - Hati-hati dengan Bu Kwon.
Dia seperti anjing penjaga.
Dia mudah curiga.
Selain itu, hobinya buruk.
Kau tahu salah satu pelayan dibawa ke rumah sakit
dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Flocoumafen ditemukan di tubuhnya.
Itu racun tikus.
Itu kali ketiga.
Semoga berhasil.
Kau akan baik-baik saja jika penyamaranmu terbongkar?
Lalu apa? Kau pikir aku akan diam saja dan melihatnya terjadi?
Aku bisa mengungkap bahwa ada pencuri yang mengincar Adamas.
Dan dia punya kaki tangan.
Kau tahu kelemahanku?
Aku juga tahu kelemahanmu.
Kau tahu?
Tangan dan kaki sulit dikendalikan secara tidak sadar.
Tapi dalam situasi merugikan ini, tanganmu ada di saku.
Itu artinya kau merasa cemas.
Kau yakin Adamas ada di rumah ini?
Ada di sini.
Karena pemiliknya ada di sini.
Aku tak tahu bagaimana dia merayu Tuan,
tapi dia tak bisa menipuku.
Kau akan terus begini? Aku sudah tahu semuanya.
Tentang apa?
Tentang alasanmu memilih untuk datang ke sini.
Aku tahu niatmu yang sebenarnya.
Apa maksudmu?
Kau pasti gila jika mau menjadi penulis bayangan orang lain.
Apa maksudmu?
Kau sedang menyiapkan buku berikutnya, dan itu tentang konglomerat.
Kau di sini untuk meneliti. Kita sama.
Tikus sial itu.
- Revisi itu. - Apa?
Revisi artikelnya.
Kenapa?
Ini seperti karya seni sempurna yang mengikuti 5W1H.
Aku mengerahkan semua keahlianku untuk menulis artikel ini.
Hei, aku tidak bisa meminta Pewarta Cha mengkritik Kandidat Hwang.
Kenapa tidak?
Aku tidak memintanya untuk benar-benar menyerangnya.
Sebaiknya dia berhenti jadi pembaca berita jika tak mau ucapkan beberapa kata.
- Dia akan berhenti. - Apa?
Dia dicalonkan menjadi juru bicara.
Jangan menghalangi seniormu.
Kau bercanda?
Kalian konyol.
Sial.
Omong kosong.
JAKSA SONG SUHYEON
Halo?
PENANGANAN KONTROVERSIAL GUBERNUR HWANG ATAS TANAH LONGSOR GUNUNG GYEONGWON
REPORTER KIM SEOHEE
Apa ini?
Untuk memahami seseorang, kau harus memeriksa masa lalunya dahulu.
Ini artikel lamamu.
Kau cukup sering mengincar Kandidat Hwang.
No comments yet. Be the first to leave one.