Devilish Joy

Devilish Joy (마성의 기쁨)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

香ㆍㆍ마성의 기쁨ㆍㆍDevilish Joyㅡ14ㆍNEXT
香ㅡㅡ恶魔喜悦 마성의 기쁨 Devilish Joy E14 NEXT
A Commentary by ordinaryguy92
Subtitles by K-Plus Asia. Synced to NEXT version.

Tags

other
Published on: 2018-10-20
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 14"

Kau sedang ada di Hainan?

Kau bisa datang ke pelantikan besok?

Apa–apaan itu?

Itu saja untuk sekarang.

Direktur, kau harus bergegas ke rapat soremu.

Bisa kau mencari tahu sesuatu dari tiga tahun lalu?

Ya.

Awalnya pelantikanmu seminggu setelah aku bergabung.

Tapi kau tiba–tiba mengalami kecelakaan.

Jadwalnya untuk 30 Juni, 2015.

"Ruang Seminar RS Sunwoo, Pelantikan Direktur Gong."

Sehari sebelumnya, 29 Juni.

"Direktur Gong Ma–seong...

...tiba di Incheon pukul 20.00 dari Vladivostok."

Tak tertulis Hainan.

Lokasi pertemuanku dengan Joy Kent...

...tiba–tiba diganti dari Vladivostok menjadi Hainan.

Tak mungkin ada yang tahu tentang itu.

Apa perubahan lokasi itu penting?

Ya. Amat penting.

Bisa minta waktu sebentar?

Ya.

"Rencana Persiapan Pembangunan Cabang RS Sunwoo"

Ada apa?

Tiga tahun lalu sebelum pelantikanku,...

...apa kita bicara di telepon?

Benar. Upacaranya dijadwalkan untuk keesokan harinya.

Kurasa kita membicarakannya.

Kalau begitu kau pasti tahu aku ada di Hainan.

Tidak, aku tak tahu.

Kau menyebutkan Global Consortium,...

...tapi kau tak memberitahuku siapa yang kau temui dan di mana.

Kau tak tahu aku ada di Hainan?

Tentu saja tidak.

Maka aku terkejut saat mendengar kecelakaan itu.

Karena ternyata kau di Hainan, bukan Vladivostok.

– Halo, Dokter. – Kau sedang di Hainan?

Kau bisa datang ke pelantikan besok?

Dia jelas tahu aku ada di Hainan.

Kenapa dia berbohong?

Kenapa kau bertanya tentang itu?

Bukan apa–apa. Aku akan pergi.

Mari kita merayakan karena keadilan telah ditegakkan.

Untuk masa depan Star Entertainment.

Bersulang!

– Terima kasih. – Minumlah.

Aku telah menjawab telepon dari reporter sejak kemarin.

Ponselku menjadi amat panas...

...hingga aku takut baterainya akan meledak.

Inilah awalnya.

Saat satu skandal masuk dalam berita,...

...bahkan jika kebenarannya terungkap,...

...butuh waktu lama untuk pulih.

Namamu sudah dibersihkan.

Kini mari kita bekerja keras untuk kembalinya dirimu.

– Persiapkan dirimu. – Pasti.

Tuan Jang, tak perlu terburu–buru.

Namanya baru saja dibersihkan.

Gi–bbeum, kau sudah mengalami banyak cobaan.

– Makan ini. – Terima kasih.

Tuan Jang.

Kau sedang mengerjakan sebuah proyek untuk Gi–bbeum?

Apa yang kau lakukan, tak membahasnya denganku?

– Aku kesal. – Aku memikirkannya kemarin...

...dan memberitahumu sekarang.

Jika ini untuk Gi–bbeum, harus dipikirkan baik–baik.

– Benar, Gi–bbeum? – Aku tetap sedikit penasaran.

Proyek apa, Tn. Jang?

Aku akan membuat saluran Internetmu sendiri.

– Apa? Saluran Internet? – Apa? Saluran Internet?

Para pencipta media daring sedang menjadi tren.

Alih–alih memohon kepada para produser,...

...aku akan memusatkan energiku pada hal ini.

Secara real time, jadwal Gi–bbeum akan diunggah...

...dan kita buat konten sendiri.

Lalu kita akan diundang tampil dalam banyak acara...

...tanpa melakukan apa pun. Sebagai langkah pertama,...

...kita akan mengunjungi para orang tua.

Orang tua? Memangnya kita politisi?

Kau tak mengerti ucapanmu.

Apa kau tahu betapa lucunya para orang tua?

Kita akan berbuat baik, membuat mereka tertawa,...

...agar Gi–bbeum lupa...

...jika dia sedang bekerja atau bersenang–senang.

Setuju. Aku ikut.

Kita akan membuka salurannya besok.

Namanya "The Live, Semua Kebahagiaan."

Kedengarannya menyenangkan. Aku setuju.

Nama yang amat membosankan.

Kenapa kita makan ayam dan minum bir?

Kita harus merayakan dengan benar.

Gi–bbeum, apa ada sesuatu yang ingin kau makan?

Aku akan membayar semuanya.

Aku amat berterima kasih, tapi aku punya rencana malam ini.

Mari kita rayakan bersama setelah peluncuran saluranku.

Ayolah. Kau amat tak setia.

Jika kau harus pergi, habiskan ini. Habiskan.

Bersulang!

Habiskan.

Dokter Yoon bertanya, "Kau sedang di Hainan?"...

...berarti dia tahu kau ada di sana.

– Dia hanya memeriksa. – Memeriksa?

Karena aku harus ada di sana.

Kenapa?

Menurutmu kenapa?

Kecelakaan itu bukan sebuah kebetulan?

Astaga, aku baru saja merinding.

Berdasarkan yang dilakukan dr. Yoon dan Presiden Gong,...

...itu amat mungkin.

Astaga...

Kau ingat hal lain?

Tidak.

Menurutmu kau melihat sesuatu yang tak biasa,...

...tapi tak bisa ingat karena shock?

Menurutmu kenapa...

...kau ingat semuanya sekarang? Itu menakutkan.

Makanlah. Kenapa sulit sekali?

Masukkan makanan ini ke dalam mulutmu!

– Pelankan suaramu. – Maaf, Pak.

– Hambar sekali. Di mana garamnya? – Apa?

Ini tak punya rasa. Beri aku garam.

Tak mungkin.

Itu seperti yang selalu kau suka.

Kau sudah membumbui ini?

– Itu terlalu banyak. Tunggu. – Rasanya benar–benar hambar.

Tunggu sebentar.

Rasanya baik–baik saja.

– Tunggu. – Berapa lama lagi?

Aku kelaparan. Kenapa si Penipu belum datang?

– Menurutmu dia lupa? – Itu menyebalkan sekali.

– Dia makan sendiri? – Mungkin macet. Telepon dia.

Baiklah.

– Halo? – Kau di mana, Ma–seong?

– Sedang dalam perjalanan? – Memangnya aku harus ke mana?

Aku sedang makan malam.

– Kau sedang makan malam? – Itu menyebalkan sekali!

Dia kesal? Apa yang terjadi?

Kau bilang akan datang untuk makan malam.

Malam ini? Kapan?

Saat tadi kita bicara. Aku mengundangmu makan malam.

Kau lupa sesuatu lagi?

Itu...

Sekretarisku bersikeras aku harus makan sesuatu.

– Kurasa aku teralihkan dan lupa. – Kapan aku bilang begitu?

Maafkan aku telah membuat kalian menunggu.

– Aku benar–benar minta maaf. – Baiklah.

Tak apa–apa. Lanjutkan makan malammu.

Kenapa kau menyalahkanku?

Lalu aku harus bilang aku lupa?

Katakan saja yang sebenarnya bahwa kau menjadi makin pelupa.

Nanti saja.

Dia harus menjamu tamu dadakan dari luar negeri.

Dia lupa meneleponku.

– Mari makan. – Bohong.

Aku mendengar semuanya. Dia sudah muak kepadamu.

Dia lupa kalian sudah membuat rencana?

Sama sekali tidak.

Ayo kita makan malam. Makanlah.

Hal darurat bisa terjadi dalam pekerjaan.

Maafkan aku.

Kau bisa keluar?

Astaga.

Aku akan membuang sampah daur ulang ini.

Banyak sekali yang harus dikerjakan di rumah.

Aku keluar untuk membuang sampah.

Kau sedang apa di sini?

Kau datang ke taman untuk membuang sampah?

Apa ini berarti kau membuang sampah sembarangan?

Apa maksudmu?

Aku hampir tak bisa keluar rumah tanpa ketahuan adik–adikku.

Apa kau benar–benar tak datang...

...karena sekretarismu memintamu untuk tetap di sana?

Ya, dia punya masalah.

Dia belajar memasak dan menuntut aku mencicipinya.

Dia amat merepotkanku hingga aku lupa meneleponmu.

Aku khawatir.

Aku benar–benar minta maaf. Sampaikan maafku ke keluargamu.

Tak apa–apa. Kau tak sengaja melakukan ini.

Aku tahu itu.

Aku tetap senang bisa melihatmu.

– Dasar bodoh. – Apa? Aku bodoh?

Kau hanya akan berdiri di sini?

Bagaimana jika kita berolahraga untuk mencerna makan malam kita?

Sekarang?

Kau lihat tiang lampu itu?

Yang kalah harus mentraktir makan malam besok.

Siap? Mulai.

Hei?

Jika kau sengaja kalah, itu menyakiti harga diriku.

Aku kalah, jadi, aku mentraktir makan malam besok.

Itu tak menyenangkan.

– Gi–bbeum. – Apa?

Aku merindukanmu.

Jika kau merindukanku, katakan saja kapan pun.

Aku merindukanmu setiap hari.

Setiap hari.

Sudah selesai.

Ha–im. Maafkan aku.

Mereka mengubah lokasinya.

More Indonesian subtitles for Devilish Joy

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left