The first 200 lines.
Terjemah dan selaras oleh ^_^ LeeLeeAndo ^_^
Pada hari-hari biasa, apa saja kegiatanku?
Pemotretan, wawancara, tampil di TV,
dan kalau beruntung, kalau jadwal kosong, aku bisa tidur.
Tapi,
hari yang indah ini sayang dilewatkan dengan tidur.
Hari ini tidak akan berbeda dari hari lainnya, kan?
Aku akan memilih sepatu untuk pergi bekerja.
dan terlihat sepatu tumit tinggi yang kubeli tanpa berpikir.
Tapi pada akhirnya, aku akan memakai sepatu biasa.
Pastilah ini hari biasa dimana aku iri pada temanku..
yang berkata kulit kaki mereka lecet karena sepatu tumit tinggi nya.
Tapi hari ini bukan hari biasa,
karena hari ini aku mati.
Sekali lagi, aku telah membunuh seseorang.
Aku menjadi penasaran.
Apakah akan dinyatakan pembunuhan berantai jika..
kamu membunuh orang yang sama dua kali?
I Picked Up a Celebrity On the Street
Siapa kamu?
Aduh, itu sepupunya.
Karena mendengar teriakan, kukira ada maling.
Oppa, kamu baik-baik saja?
Jangan!
Tidak mengapa.
Oppa, kamu baik, kan?
Sepertinya dia kurang beres. Cepat bawa dia ke RS..
Ah, Kubilang dia baik-baik saja. Dia hanya perlu istirahat.
Kamu bicara apa? Dia dipukul dengan sekop. Bisa jadi dia gegar otak.
Kubilang gak apa-apa!
Aku.. aku akan menanganinya.
Ayo pergi, Oppa.
Tidak mengapa.
Lekas bangun.
Ayo makan.
Sampai jumpa.
Baiklah. Kamu tangani itu.
Kang Joon Hyeok masih hidup.
Kang Joon Hyeok masih hidup.
Syukurlah. Aku bukan lagi pembunuh, kan?
Selama aku bukan pembunuh, segalanya baik-baik saja.
Syukurlah. Hooray, Hooray, Hooray!
Terima kasih, Tuhan.
Dimana aku ini?
Kenapa aku ditahan disini?
Dan siapa wanita itu?
Mari pikirkan. Pikirkan. Pikir.
Kartu Karyawan Lee Yeon Seo
Bonjour... Bonjour?
Anda tidak bisa keluar tanpa kartu ID. Anda tidak boleh pergi.
Anda harus menginjakku kalau mau keluar.
Kang Joon Hyeok masih hidup!!!
Hey, Apa-apaan kamu?
Kamu sudah bangun?
Siapa kamu? Penculik?
Penculik?
Baru saja aku terhindar dari tuduhan pembunuh.
Kenapa kamu menculikku?
Kang Joon Hyeok, sepertinya ada salah paham.
Aku akan menjelaskan semuanya.
Jangan mendekat!
Benaran. Aku bisa menjelaskan semuanya.
Kamu sasaeng (Fans maniak), kan?
Apa? Sasaeng? Sasaeng?
Tentu. Semua ini masuk akal kalau kamu itu sasaeng.
Tidak, aku bukan sasaeng.
Mereka semua berkata seperti itu. "Aku bukan sasaeng."
"Aku cuma mengambilmu, Oppa."
Bukan begitu.
Ini tidak benar. Tidak peduli betapa kamu menyukai ku.
- Bukan begitu. - Baiklah. Hey.
Aku punya banyak fans yang seperti kamu jadi aku memahami mu.
Ada fans yang mencoret tembok rumahku, ada yang menerobos masuk rumah dan mencuri barangku,
ada juga yang iseng bersembunyi di dalam rumahku.
Tapi kamu sialan! Menculik itu keterlaluan.
Pertama kali aku mengalami ini jadi ini pasti akan membekas selamanya.
Aku tidak akan bisa melupakanmu. Aku pasti akan mengingatmu.
- Tidak, bukan be.. - Hey, lekas lepaskan aku!
- Ku bilang bukan begitu! - Lalu apa mau mu?
Hey, apa? Kamu ingin aku melepas dalaman ku?
Atau ingin sejumput rambutku?
Kalau bukan itu, lalu..
ingin foto aku yang sedang berbaring di ranjang?
Itu juga bukan?
Apa mungkin kamu ingin foto telanjangku?!
Kubilang aku bukan sasaeng.
Aku cuma pegawai kontrak di suatu perusahaan.
Sebenarnya, kejadian ini sebuah kecelakaan.
Aku bekerja keras dan hidup jujur untuk membayar hutang dan memberi uang pada Ibuku.
Aku dipecat dengan tidak adil padahal sedikit lagi aku akan menjadi pegawai tetap.
Jadi ini semua dikarenakan Kepala Bagian brengsek itu.
Waktu pesta perpisahan, sebenarnya aku ingin memukulnya satu kali sebelum pergi,
tapi keliru kamu yang terpukul.
Ini semua kecelakaan.
Kamu paham situasiku, kan?
Jadi, maksudmu, kamu bukan Fans maniak-ku?
Benar.
Selamatkan aku! Selamat... hey.
Apa yang kamu lakukan?
Maafkan. Maafkan. Aku cuma punya satu ini yang kupakai.
Besok, aku akan beli yang baru dan kuganti. Maafkan ya.
Maaf. Maaf.
Sesuai ekspektasi, dia terlihat keren di layar.
Seharusnya saat ini dia mendapat tawaran iklan.
Dimana bocah ini?
Reporter.
Kenapa ramai sekali disini? Ada apa?
Se Ra menelpon reporter untuk mengadakan jumpa pers.
Jumpa pers apa?
Tentang menghilangnya Joon Hyeok.
Dasar gila.
Usir semua reporter nya.
CEO, tolonglah.
Aku meminta tolong.
Kenapa sih? Lakukan untukku dong.
Ada apa ini?
Kamu coba bicara dengannya. Kepalaku sakit sekali.
Kenapa kamu menghentikan aku?
Karena Joon Hyeok menghilang, aku sebagai pacarnya melakukan jumpa pers.
Jadi, begini ya..
Mungkin ini sulit bagimu tapi mari kita pikirkan dulu.
Misalkan saja berita Joon Hyeok hilang keluar.
Terakhir kali dia menghilang, kamu membatalkan show dan show nya jadi tertunda.
Dulu, semua iklan mu dibatalkan, dan kamu dituntut. Apa kamu ingat?
Sudahlah.
Kalau kabar ini tersebar lagi, karir Joon Hyeok akan padam selamanya.
Karena nya aku akan menangani ini dan meminta maaf atas namanya.
Kalau Joon Hyeok tamat, kamu juga tamat.
Kamu tahu benar itu.
Apa dia akan melakukan ini kalau saja dia paham itu?
Apa kamu aktris atau penyanyi?
Apa iklanmu banyak? Kamu tahu apa predikatmu?
Kamu itu kan pacarnya Kang Joon Hyeok? Jadi kalau Joon Hyeok tamat..
Aku paham! Aku paham!
Semua orang akan bertanya padaku kalau dia terlalu lama menghilang.
Karena itu..
kita akan menerbitkan artikel kalau dia pingsan karena kelelahan.
Jadi mari kita satu kata.
Tolong jangan membuat masalah apapun.
Aku paham.
Hari ini cukup. Rewelnya cukup. Cukup kan.
Kalau kulepaskan, nanti kamu teriak lagi.
Janji tidak teriak?
Hey, Bonjour.
Begini, namaku adalah..
Aku tidak perlu tahu, Bonjour.
Baiklah.
Anggap saja kamu memukulku karena kesalahan.
Aku bersyukur kamu berpikir seperti itu.
Kenapa tidak bawa ke RS, malah kemari?
Dia tidak tahu aku mengira dia sudah mati dan membawanya kemari.
Aku punya harapan.
Aku hanya harus menjelaskan dengan baik.
Jangan memikirkan alasan. Katakan yang sebenarnya.
Jadi.. Aku shock, ketakutan dan bingung,
karena itu aku membawamu kemari untuk merawatmu karena kalau kubawa ke RS, aku bisa ditahan.
Tolong percayalah. Percayalah.
Memang mungkin kamu ketakutan.
Terima kasih.
Kamu tidak berpikiran melakukan hal buruk setelah menculikku, kan?
Tentu tidak. Benar-benar tidak seperti itu.
Baiklah. Kalau begitu tidak mengapa.
Oppa akan melupakan ini jadi lepaskan aku.
- Benarkah? - Tentu,
oppa ini Kang Joon Hyeok. Aku selalu menepati jani.
Tapi kamu janji meneken kontrak Kopi Kayo, ternyata mungkir.
Waktu ada skandal cinta, kamu berkilah kalau hanya teman biasa, ternyata itu juga bohong.
Kamu pasti sasaeng, ya kan?
Aku benar-benar bukan.
Benar janji ya? Janji tidak akan panggil polisi.
Tidak akan.
Kalau begitu..
Begini, apa kamu akan minta ganti rugi pengobatan atau..
Oppa ini bintang tenar. Apa aku kelihatan miskin?
Kamu benar berjanji?
Aku akan ambil gunting.
Aigoo.
Ini semua salah paham. Jadi..
Kupikir kamu sudah mati jadi tadinya aku mau..
Tidak.. Tidak, bukan begitu. Tadinya aku akan membuang..
Aduh gimana ini? Gimana ini? Gimana ini?
Apa dia psikopat? Atau gila?
Dia tidak normal.
Aku tidak tahu apalagi yang akan dilakukannya.
Lebih baik tidak memancing emosinya dan tunggu waktu yang tepat untuk bertindak.
Pasti nanti akan ada kesempatan.
Gangguan tak terelakkan pada jadwal Kang Joon Hyeok.
Kang Joon Hyeok menghentikan semua kegiatan karena alasan kesehatan.
Bintang tenar Kang Joon Hyeok masuk RS karena kelelahan.
Bintang tenar Kang Joon Hyeok masuk RS karena kelelahan.
Aku tidak yakin kamu bisa melihatnya karena jauh.
Stop. Bisa diulang?
Stop.
Ari, mainkan lagu ceria.
Lagu ceria dimainkan.
Kamu tidak pergi kerja?
Ada apa?
Kamu tidak butuh selada??
Kenapa tiba-tiba ngomongin selada?
Biasanya kalau ada tamu, tuan rumah menyuguhi perut babi.
No comments yet. Be the first to leave one.