Release info

현재는-아름다워-It's-Beautiful-Now-E03-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2022-04-18
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Berarti kalian semua berpartisipasi lomba ini.

Ayah, aku sangat menghormati Ayah,

tapi ini tetap salah.

Aku tak bisa berpartisipasi

dalam proyek tidak masuk akal dan tidak adil ini.

Ucapan yang bagus, Hyeonjae.

Unit apartemen itu milikku!

Bagus!

Jika tidak ada yang tertarik,

itu akan menjadi milik Sujae.

Tunggu. Mari kita pahami ini.

Kalian tidak bisa melakukan ini kepada kami.

Terlalu banyak berpikir membuatmu tetap melajang.

Contohlah, Sujae.

Begitu diberi kesempatan, dia mengambilnya.

Kakek.

Aku menikahi ibumu saat aku masih kuliah

dan yang kami miliki hanyalah cinta.

Aku tak pernah menyesali keputusan itu.

Tapi Ayah tidak terbebani oleh pilihan itu.

Ayah punya Kakek untuk diandalkan.

Tapi kami tetap melakukannya

meski lebih muda dan kurang beruntung darimu.

Itu menjadikan kalian bertiga pengecut.

Ibu, aku tidak. / - Jangan ikut campur.

Kenapa? Aku juga berlomba.

Bisakah kami bertiga membicarakan ini?

Benar. Tentu.

Mengikuti lomba pernikahan ini atau tidak,

itu terserah kalian.

Ada apa dengan mereka?

Mereka memaksaku menikah beberapa hari lalu.

Mungkin mereka tidak bisa menyerah.

Siapa yang akan kau nikahi di usia 40 tahun?

Kenapa tadi kau kurang ajar?

Kau tak tahu alasanmu dilibatkan?

Dia umpan.

Itu langkah cerdas dari mereka.

Kalian akan menikah hanya untuk mencegahku menang?

Tidak akan.

Kalian dokter dan pengacara, punya harga diri.

Hanya unit apartemen tidak akan memotivasi kalian.

Aku tidak akan menyebutnya "hanya".

Memiliki itu di Seoul menentukan status sosial.

Aku sudah berenang dalam pinjaman dan bunga.

Aku juga menyewa peralatan baru.

Kulakukan apa pun yang bisa memberiku apartemen.

Ini semua salahmu.

Untuk apa lagi mereka mengadakan lomba pernikahan?

Ini sebabnya ibu menyuruhmu berpacaran.

Konyol sekali kau tak punya pengalaman berkencan.

Apa? Apa maksudmu aku tidak punya pengalaman?

Aku pernah bersama wanita.

Hanya saja hubungan itu tidak bertahan lama.

Bagaimana denganmu? Kenapa kau tak pernah menikah?

Aku pernah mengencani banyak wanita,

dan kini aku lebih fokus menghasilkan uang.

Aku ingin apartemen sendiri agar bisa menetap.

Lagi pula, aku baik-baik saja sendirian.

Kata pengacara

yang masih belum punya rumah atas nama sendiri.

Itu masih lebih baik daripada berutang banyak.

Kau bermulut besar.

Butuh banyak uang

untuk membuka klinik gigi.

Kita tidak pernah memulai di garis awal yang sama,

aku harus belajar lebih lama. / - Sial, dingin!

Aku akan kembali ke dalam.

Semoga hidup kalian bahagia

bertengkar soal siapa yang lebih menyedihkan.

Para tetua kita memang bijaksana.

Apa ini usaha terbaik kalian

saat mereka menawarkan emas?

Aku tidak akan berakhir seperti kalian berdua.

Seolah itu akan berjalan sesuai rencanamu.

Hei.

Jika kau berpartisipasi, aku juga.

Mengerti? / - Sial.

Para tetua kita memang bijaksana.

Bicara soal umpan.

Kita semua terpancing.

Mari bicara di mobil.

Mari bicara di luar. / - Hyeon Mirae!

Kau pikir aku menoleransimu untuk ini?

Jangan merendahkanku seperti itu.

Apa cara bicaraku penting pada saat seperti ini?

Aku menerima semua perbuatanmu

karena tahu aku salah,

tapi kau menusukku dari belakang.

Aku selalu baik kepadamu.

Kau pikir aku hanya penurut?

Apa itu tadi? Kau meremehkanku?

Kau yang memulainya lebih dahulu.

Bukan hanya kau yang mudah marah.

Bukankah seharusnya kau minta maaf dan mundur

jika tahu kau bersalah kepadaku?

Aku hanya mencoba membantumu,

tapi kau menggunakan kekerasan.

Kapan aku menggunakan kekerasan?

Kau merobek kertasnya dan melemparkannya kepadaku.

Kau pikir bisa menginjak-injakku?

Aku tipe orang yang bertahan sampai akhir.

Kau akan melihatku meledak hari ini!

Jadi, kau berpura-pura selama ini.

Kau berpura-pura rendah hati dan bijaksana.

Kau juga membohongiku, kenapa bersikap mulia?

Jadi, kita harus mengakhirinya di sini.

Berhentilah menempel dan terobsesi seperti ini.

Kau pikir aku seperti ini karena menyukaimu?

Ibuku tak mau memberiku modal bisnis

kecuali aku menikahimu.

Jadi, tetaplah menikah selama tiga bulan.

Aku akan menjual apartemen

dan membagi uangnya denganmu saat kita bercerai.

Apa hakmu memutuskan apa yang kulakukan?

Aku akan bercerai jika mau.

Itu keputusanku.

Kau tidak berhak memutuskan.

Kau mau ke mana? Aku belum selesai bicara.

Darah? Aku berdarah!

Aku membebaskan diri dari genggamanmu.

Kenapa kau memegangku?

Kau sinting.

Kau tahu kenapa aku menghindarimu?

Aku tak ingin kau melihat sisi terburukku.

Aku tak mau orang yang kubenci lihat sisi burukku!

Lihat saja nanti.

Keadaan tidak akan berjalan sesuai keinginanmu.

Aku sudah sangat sabar.

Aku tidak ingin Ibu khawatir.

Aku merasakan hal yang sama.

Aku tak mau memperburuk keadaan

di saat kau sudah kesal.

Tapi kau tahu,

kita teman dekat.

Kita lebih dekat dari yang dibayangkan siapa pun.

Tapi aku menghadapi

krisis terbesar dalam hidupku.

Aku tidak sanggup menunjukkan itu kepada Ibu.

Jadi, aku kesepian.

Tapi aku tidak kesepian.

Ada ayahmu.

Sial.

Kukira kita sedang bersenang-senang.

Tidak bisakah Ibu menghiburku dengan baik?

Aku tidak mau berbohong kepadamu.

Jadi, kau harus mencari pria baik dan menikah.

Aku tidak bisa bilang kau tidak akan kesepian,

tapi terkadang bisa sangat menenangkan.

Tidak bisa menikah hanya demi sedikit kenyamanan.

Terkadang aku lebih suka merasa kesepian.

Kau butuh pria baik untuk melupakan pria jahat.

Setelah kasus ini selesai, mulailah berkencan.

Kau bisa mulai dari awal.

Ibu pikir aku bisa menemukan pria yang baik?

Aku memulainya dengan buruk.

Maksudku bukan berkencan.

Kau bisa menemukan seseorang yang baik

dari keluarga yang kita kenal.

Kau tahu aku menikahi adik temanku.

Ibu. / - Ya?

Aku mau satu botol lagi.

Astaga. Kau mabuk?

Tidak.

Permisi. Kami pesan satu botol lagi.

Astaga.

Astaga, Mirae. Tidak bisa begini. Pegang tanganku.

Ibu.

Ibu! / - Astaga.

Astaga. / - Ibu.

Kau terlalu banyak minum.

Astaga. / - Kau mabuk, Mirae.

Pegang aku. Jangan menyusahkan ibumu.

Hanya itu yang bisa Ayah lihat?

Ayah tak lihat apa yang kualami?

Baiklah. Kemarilah. Aku akan membantumu berjalan.

Tidak! Aku tak butuh siapa pun.

Rakyat dunia!

Apa yang salah dengan hidupku?

Hei, hati-hati. Kau bisa jatuh.

Haruskah aku benar-benar jatuh?

Tidak.

Kau baik-baik saja?

Setiap kali dia mabuk seperti itu,

aku merasa membesarkannya dengan salah.

Itu tidak benar.

Dia meledak karena menahan perasaannya.

Dia terlalu sopan dan baik.

Dia tak tahu cara mengikuti arus!

Tak apa. Ayo masuk.

Nenek!

Nenek.

Kau minum-minum?

Ya. Aku minum.

Aku benci dunia.

Aku ingin menjalani hidup yang baik dan jujur.

Tapi kenapa semuanya menghalangiku?

Maaf aku berteriak.

Selamat malam.

Benar juga.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left