Hush (Heoswi / 허쉬)

Hush (Heoswi / 허쉬)

Download Indonesian Subtitle

Release info

허쉬-HusH-E04-NEXT-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-12-19
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua Karakter Tempat Kejadian Dalam Drama Ini Sepenuhnya Fiksi"

Panas.

Siapa "Im" itu?

Apa kamu, Bu?

Menurutmu? Itu kamu.

Apa?

Ini setengah matang.

Ini matang.

Kau...

Tidak dewasa.

Telur mentah!

Jika pecah, kau akan menjadi telor ceplok.

Setidaknya keluarlah dari cangkangmu dan jadilah anak ayam.

Ini tradisi Harian Korea.

Ini.

Terima kasih.

Jangan sampai menetes.

Makanlah!

Berhentilah bersikap kekanak-kanakan

dan jadilah reporter junior Harian Korea.

Baik!

Maaf aku terlambat. Eksklusif!

Eksklusif!

Kau terlihat jauh lebih baik di Meja Hiburan.

Jangan memujiku. Aku hampir tidak bisa menjaga kesopananku.

Kesopanan? Kau bukan selebritas.

Kau sedih karena aku meninggalkan Meja Kota?

Sudah terlambat untuk itu!

Jangan kurang ajar.

Aku tidak sedih. Ini membebaskan.

Siapa ini? Junior?

Ya.

Senang bertemu denganmu.

Aku Han Jun-hyuk dari Meja Kota.

Baiklah. Senang...

Tapi wajahmu tampak...

Kau pernah berperang?

Tidak. Aku terlihat seperti ini sejak SMP.

Kau pasti punya anak saat SMP.

Senang bertemu denganmu.

Aku setengah matang di Meja Kota.

Kini aku matang di Meja Hiburan.

Aku Kim Ki-ha.

- Senang bertemu dengan kalian. - Matang?

Jangan membahas itu, Bodoh.

Aku hanya bercanda.

Kau sangat kejam hari ini.

Tidak masalah kau setengah matang atau matang.

Kita tidak akan pernah menetas dalam hidup kita.

Kita hanyalah telur rebus.

Ada pepatah.

Hidup dimulai dengan telur.

Apa...

Ayo.

Kau manis tapi bodoh.

Bersenang-senang?

Aku tahu apa yang terjadi kepadamu enam tahun lalu.

Hei, Lee Ji-soo.

Bagaimana kau tahu?

Itu laporan salah yang sangat terkenal.

Itu insiden mengejutkan yang tidak boleh kita lupakan.

Apa kau...

Apa kau akan mengabaikannya lagi kali ini?

[Tepat setelah kau memutuskan untuk bekerja lebih baik,]

[hidup mengingatkanmu pada kesalahan terdahulu.]

Dia tidak sempat mencicipi somaekku.

Kurasa itu tidak penting.

Minuman di akhirat pasti sangat lezat.

Tidak, ini untuk Soo-yeon.

Aku ingin bersulang.

Sebelum berpamitan.

Jangan khawatir, Soo-yeon.

Bunga Soo-soo kita akan mekar lagi tahun depan.

Jadi, kumohon...

Maaf, tapi...

Tunggu sampai saat itu.

Aku belum bisa berpamitan denganmu.

[Park Myong-hwan, CEO Harian Korea, mencemaskan keluarga reporter magang Oh]

[Reporter magang hanya makan mi gelas sehari-harinya]

[Reporter magang "DATANG" dan "PERGI" sesuai kebutuhan]

[Situasi Harian Korea mengungkap realitas reporter magang]

Itu akan menghantam kita dengan keras, bukan?

Kini mereka hanya bilang "reporter magang".

Bukan "reporter magang Harian Korea".

Bodoh.

Kau menyerang dengan kisah yang sudah ditunggu-tunggu.

Atau haruskah kukatakan sebuah obituari?

Apa yang akan perusahaan lakukan?

Kurasa permintaan maaf tertulis dan pengurangan gaji.

Bukan untukku. Maksudku soal ini.

Entahlah.

Kita tidak bisa berpura-pura ini tidak pernah terjadi selamanya.

Tapi kita juga tidak bisa mengakuinya.

Benar.

Kita harus ke mana dari sini?

Kita harus segera merilis pernyataan resmi

dan mengambil tindakan hukum terhadap media lain karena memfitnah...

Tindakan hukum?

Itu artinya kita mengakui kita bertanggung jawab.

Jangan coba-coba jika kau tidak tahu harus bagaimana.

Baik, Pak. Redaktur Um tidak sepenuhnya salah.

Kita harus mengirim pesan cepat atau lambat.

Kurasa kita harus memanfaatkan kesempatan ini.

Apa maksudmu?

Maksudmu kita harus mengakuinya?

Kita harus menembus ini, bukan mengindahkannya.

Ini kesempatan kita untuk mendorong tingkat baca kita.

Aku punya firasat buruk tentang Kepala.

Benarkah? Kenapa?

Hapus obituarinya kapan pun kau mau.

Dia sulit dipahami.

Aku yang memesan obituarinya.

Aku tadinya tidak berniat menghapusnya.

Tadinya berniat?

Kita tidak bertanggung jawab atas insiden ini.

Masalahnya sudah mencuat.

Kita harus merelakan apa yang tidak bisa diselamatkan

- dan mengumpulkan sebisanya. - Redaktur Na.

Apa kau sudah gila?

Kehormatan CEO kita bergantung pada ini.

Komisaris Kim.

Cukup.

Jadi, Redaktur Na, maksudmu...

Kerusakan sudah terjadi,

jadi, kita harus mengisi saku kita?

Ya, Pak.

CEO berhak memutuskan.

Kepala hanya tisu basah untuk CEO.

Aku belum pernah melihat wajah CEO kita

selama 24 tahun bekerja di Harian Korea.

Orang seperti apa CEO itu?

Entahlah, berdasarkan kesan pertama...

Jika Kepala sulit dipahami,

CEO...

Komisaris Kim.

Kau bilang apa judul lukisan itu?

Apa?

Judulnya "Deja Vu" oleh Kim Jon-hyeon.

Aku mengusulkannya kepada Anda tahun lalu.

Benar, "Deja Vu".

Aku membelinya atas rekomendasimu,

tapi harganya tidak naik.

Biasanya, butuh waktu lama...

Maafkan aku.

Tidak, itu tampak bagus.

Aku menggantungnya di sana karena suatu alasan.

Agar kau bisa menghargainya di sini.

Apa?

Terima kasih.

Aku sudah mengatakan filosofi manajemenku.

Bagiku, Harian Korea seperti lukisan itu.

Hiburan bagiku dan yang lainnya.

Aku tidak akan punya masalah jika harganya turun.

Tapi tidak bagi kalian,

para komisaris dan pegawai Harian Korea.

Pendapatan kalian adalah kehormatan dan lukisanku.

Kita butuh rencana, bukan penanggulangan.

Untuk rencananya, mari lakukan sesuai ucapan Kepala Redaktur.

Mari kita akhiri rapatnya.

- Sekretaris Min. - Ya.

Lukisan itu...

[Kau tidak bisa memprediksi keputusan apa yang akan dia ambil.]

Dia tampak cukup berhati-hati bagiku.

Aku tidak penasaran tentangnya.

Aku belum pernah melihatnya.

Aku lebih penasaran dengan rencana Jun-hyuk.

Ini laporan eksplorasi.

Apa?

Laporan eksplorasi?

Apa kisahnya?

Sudah kubilang.

Aku akan memeriksa ulang daftar ilegal MP Go.

Apa Kepala akan setuju?

Dia merilis ralatnya sendiri.

Lihat siapa yang bicara.

Kau juga melapor tanpa persetujuan Meja.

Kapten, kau tidak berhak mengatakan itu.

Apa? Aku tidak melakukan itu.

Tolong diam saja.

Sampai selesai.

Katakan kau sudah menyelesaikan kisahnya.

Kepala tidak akan mengizinkan perilisannya.

Kita harus merilis kisah ini sendiri di sini.

Tapi jika Kepala menghentikannya, kita berusaha sebisa kita.

Media sayap kiri daring atau siniar pribadi.

Aku setuju jika Jun-hyuk bersedia menulis lagi.

Aku mau sekarang, tapi...

Jika kau akan mengerahkan semuanya...

Aku tahu.

Aku tidak bisa melakukannya tanpa sepengetahuan Ki-ha.

Sedang apa kalian di sini pukul sebegini?

Kebetulan sekali.

Duduklah.

Laporan eksplorasi?

Aku akan mengabaikannya. Hentikan.

Kau bilang sendiri.

Seluruh dunia ini seperti hutan.

Benar. Kau dan aku...

Kita semua mencari nafkah di hutan ini.

Sudah cukup jika kita bisa mempertahankan pekerjaan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left