The first 200 lines.
"Episode 4"
Kamu minta ganti rugi sebesar 50.000 dolar, bukan?
Seperti yang kubilang di telepon...
Benar atau tidak kamu meminta ganti rugi dariku?
Saat itu aku marah.
Jadi, kamu mengancam agar aku membayar 50.000 dolar karena marah?
Aku tidak mengancammu.
Aku hanya lepas kendali.
Jadi kamu mengancamku karena kamu emosi?
- Ya. - Ini.
Ini 50.000 dolar.
Ini lebih ringan daripada dugaanku.
Kamu menyiapkan ini hanya dalam waktu sehari?
Kamu sangat luar biasa.
- Cukup. - Apa?
Kenapa dia belum pulang? Katanya dia hanya pergi 10 menit.
Coba kulihat waktunya.
Aku merekam dia mengatakan bahwa dia meminta 50.000 dolar.
Dan dia jelas mengambil koper berisi uang.
Apa yang kamu lakukan?
Kamu menuntut ganti rugi 50.000 dolar dariku
hanya karena koper kita tertukar,
dan aku akan menempuh langkah hukum untuk itu.
Ada apa? Kamu ingin mengatakan sesuatu?
Lebih baik kamu diam saja.
Hei, aku tidak pernah berniat mengambil uang ini.
Lalu apa yang kamu pegang itu?
Kamu memaksaku...
Hanya orang gila yang memaksa seseorang mengambil 50.000 dolar.
Makin banyak kamu bicara, situasimu akan makin sulit.
Jadi ikuti saja mereka tanpa banyak bicara dan jalani penyelidikan.
Semoga saja kamu orang baik.
Aku permisi.
Anda juga perlu ikut kami ke kantor polisi.
Dia yang melakukan kejahatan. Kenapa aku harus ikut?
Anda perlu mengajukan laporan
dan menyerahkannya sebagai bukti.
Baiklah, aku akan mengendarai mobilku dan mengikutimu ke sana.
So Yu, kamu mau ke mana?
- Tenanglah, Bu. - Lalu kenapa kamu ditangkap?
Aku rasa kalian salah orang.
Kenapa kalian membawa putriku...
Hei, jangan masuk ke mobil.
Jangan biarkan mereka menangkapmu seperti ini.
Jangan khawatir, Bu.
So Yu, jangan naik ke mobil polisi.
- Aku akan menghubungi Ibu nanti. - So Yu.
Sampai jumpa.
Astaga.
Astaga.
Astaga, So Yu.
So Yu.
So Yu. So Yu.
Bu, apa yang kamu lakukan?
Kamu mau pergi ke kantor polisi, bukan?
Apa?
Kamu mau pergi ke kantor polisi, bukan?
Tolong antar aku ke sana.
Astaga, ada apa dengan anakku?
Ayo cepatlah.
Jangan menangis di sini. Tolong keluarlah dari mobilku.
Jalan.
- So Yu. - Ini membuatku gila.
So Yu.
So Yu.
So Yu.
Astaga, So Yu.
Aku harus bagaimana?
So Yu.
Astaga.
So Yu.
Apa Ibu baik-baik saja?
Hei.
Hei.
Kamu ditangkap
karena pemerasan.
Kamu tinggal di mana?
Aku tinggal di 48-3, Susaengno, 8-gil,
Seodaemun-gu, Seoul.
Sampai kapan aku harus berada di sini?
Orang yang melaporkanmu harus datang.
- Apa kamu punya nomor teleponnya? - Ya.
- Hubungi dia. - Baiklah.
"Pria koper"
Seandainya dia tidak datang,
apa itu berarti aku tidak boleh pulang?
Dia harus datang.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Silakan tinggalkan pesan.
Boleh aku coba menelepon adikku?
- Kamu boleh meneleponnya di sana. - Baiklah.
"So Yu"
Kamu sungguh tidak tahu apa-apa?
Kamu dekat dengan kakakmu.
Apa sesuatu terjadi kepadanya?
Tanyakan saja detailnya kepadanya.
Jangan lupa sampaikan ini kepadanya.
Katakan kepadanya jangan pernah mengusik adikku, Seo Jun.
Dia akan dapat masalah jika terus mengusiknya.
Kenapa?
Bagi ayahku, Seo Jun adalah
pemeran utama dari film pahlawan.
Semua yang melawannya dianggap jahat, dan harus dihancurkan.
Apa kamu mengerti?
Aku akan memberi tahu dia betapa mengerikan konsekuensinya
dan memperingatkan dia untuk menjauhi Seo Jun.
Karena ini aku menyukaimu.
Kamu memperlihatkan dengan jelas bahwa kamu marah.
Bagaimana kamu bisa menjadi artis jika begini?
"Empat panggilan tidak terjawab dari So Yu"
Kemari.
Ada apa denganmu? Apa salahku?
- Ayo. - Kemari.
Ini seharusnya berwarna merah.
Katakan alamatmu.
Hei, dengarkan.
"So Dam"
Hei, So Dam.
Apa sesuatu terjadi kepada ibu?
Tidak, ini soal aku.
Kamu?
Aku di kantor polisi.
Kenapa?
Aku tidak tahu apa salahku.
Aku terjebak dalam perangkap gila pangeran itu.
Perangkap gila si pangeran?
So Yu, apa kamu ada masalah dengan adik Nona Choi?
Sepertinya dia sudah memberitahumu.
Kamu berada di kantor polisi mana?
Kamu tidak perlu datang kemari. Bisakah kamu lihat keadaan Ibu?
Mengingat sifatnya, Ibu seharusnya sudah datang ke sini dari tadi.
Tapi Ibu tidak datang, dan bahkan tidak mengangkat teleponnya.
Ada yang bisa kubantu?
Kepalanya pasti terbentur
saat aku mengerem mobilku.
Dia pingsan dan belum sadar sejak tadi.
Silakan baringkan dia di sini.
Hati-hati.
Ikuti aku dan tulis informasi pribadinya.
Informasi pribadi?
Tapi aku tidak kenal dia.
Apa kamu menabraknya dengan mobilmu?
Astaga, tidak. Aku tidak menabraknya dengan mobilku.
Aku menginjak rem saat dia berada di dalam mobilku.
Tapi tadi kamu bilang kamu tidak kenal dia.
Ya, aku tidak kenal dia. Tapi dia tiba-tiba masuk ke mobilku.
Aku memerlukan nama dan nomor jaminan sosialnya untuk merawatnya.
Bukankah kamu harus membantu menyadarkan dia?
Dokter, tolong periksa pasien ini.
Apa Ibu bisa dengar aku?
- Ya. - Ikuti perkataanku.
Satu, dua.
Satu.
- Apa maumu? - Jangan lakukan ini.
Ini tidak mungkin.
Baiklah, maafkan aku.
Apa masalahmu?
Kenapa kamu meneleponku tengah malam begini?
Aku di UGD rumah sakit pamanmu.
Kenapa? Apa kamu sakit?
Atau ayahmu yang sakit?
Bukan. Aku bahkan tidak tahu cara menjelaskan masalah ini.
Astaga, aku tidak tahu kenapa bisa ada di UGD dengan wanita itu,
jadi jangan bertanya.
Tenanglah dan katakan kepadaku apa yang terjadi.
Nanti kujelaskan. Pertama bisakah kamu mencarikanku kamar rumah sakit?
Jika aku di sini lebih lama lagi, aku bisa gila.
Tunggu sebentar.
Bu, ayo kita pindah dari sini.
Aku bisa ikut pingsan jika berada ada di sini lebih lama lagi.
Ayo.
Astaga, Seo Jun.
Astaga, Seo Jun.
Seo Jun hilang?
Dasar anak kurang ajar.
- Ada apa? Apa? - Kemari.
Apa gunanya membelikanku semua tas dan sepatu itu?
- Dasar kurang ajar. - Astaga, tunggu.
Tunggu.
Jika ayah memukulku sekali lagi, aku akan putus hubungan dengan ayah.
Kamu akan memutuskan hubungan?
Aku sudah memutuskan hubungan denganmu.
Jadi, keluar dari rumahku sekarang.
Astaga, Ayah. Hentikan.
Kamu tidak tahu Seo Jun pergi ke mana?
Aku menelepon kelab dalam perjalanan pulang,
tapi tidak ada yang melihatnya hari ini.
Bagaimana kalau dia mencoba melukai dirinya sendiri
karena dia tidak mau mengecewakanku?
Bisa-bisanya kamu tertawa di saat seperti ini.
Dia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.
Dia kebal terhadap apa pun.
Dia mungkin sudah lupa soal foto paparazi itu
dan bersenang-senang di suatu tempat.
Lalu, kenapa dia tidak mengangkat teleponnya?
Berhubung dia tidak mengangkat telepon, aku yakin dia ada di kelab.
Hei, apa kamu bersama Seo Jun?
Kamu sedang dalam perjalanan bisnis?
Ya, kita semua harus berkumpul.
Sampai jumpa.
Apa dia tidak tahu?
No comments yet. Be the first to leave one.