The first 200 lines.
"Hamparan salju tanpa akhir"
"Di daratan musim dingin Hokkaido"
"Tiga sekawan ini menuju Biei"
Kita sampai, Nona Oh.
- Kita sudah datang dari jauh. - Astaga.
- Indahnya. - Syukurlah kita kemari.
- Indahnya. - Seperti dongeng, ya?
"Desa musim dingin bak dongeng"
"Kenangan seperti apa yang akan mereka buat hari ini?"
Bagusnya.
- Dengarlah suara saljunya. - Indah sekali.
- Dengarlah saljunya. - Tempat ini indah.
- Saljunya. - Saljunya dalam sekali.
- Tebalnya 20 cm? Atau 30 cm? - Ini luar biasa.
- Kurasa ketebalannya bukan 30 cm. - Berarti 25 cm.
- Berarti 25 cm. - Mungkin ketebalannya 30 cm.
Kepingan saljunya besar.
Saljunya berbunyi saat kita injak.
Kepingannya besar?
- Ini... - Cobalah berjalan di sana.
- Di atas sana. - Tidak, aku hanya...
Aku tidak mau
karena sepatuku bisa basah.
Kita harus melakukan ini.
"Dia bersemangat"
Jangan memasuki rumah orang lain.
"Terperosok begitu dalam"
"Dia terperosok sebelum mereka bisa menghentikannya"
"Tiga Sekawan, Balas Dendam Kepingan Salju Besar"
- Habislah kamu sekarang. - Sudah kubilang.
- Aku tadi hanya... - Bukan begitu.
- Tolong aku. - Saljunya menumpuk di situ.
Aku tidak bisa...
Cara terbaik untuk keluar
adalah berguling. Seperti ini.
- Astaga. - JIka jatuh, kamu bisa keluar.
- Yang benar saja. - Keluarlah dengan cara itu.
- Keluarnya sulit. - Aku tidak bisa keluar.
Kurasa aku memang harus berguling untuk keluar.
- Kakinya tidak bisa keluar. - Tidak bisa keluar.
- Kakinya tidak bisa keluar. - Begini,
- hanya ini solusinya. - Berbaringlah.
- Berbaringlah. - Tebal saljunya sebegini.
- Itu sebabnya saljunya menumpuk. - Aku tidak bisa keluar.
- Habislah aku. - Kemarilah.
Jangan menarikku begitu saja. Kakiku bisa patah.
Dasar bibi-bibi! Kakiku bisa patah!
- Hentikan. - Aku hanya berniat...
- Kamu ramai sekali. - Biarkan saja dia.
- Dia bisa keluar sendiri. - Ya.
- Benar, begitu. - Benar, begitu.
Bergulinglah dari sana. Hanya itu caranya.
Ini bisa patah. Jangan berguling seperti itu.
Jika cedera,
- dia tidak bisa keluar. - Pegangkan ini.
Rasanya aku hanya pengamat.
Aku tidak bisa berdiri.
Ayo.
- Kenapa kamu ribut sekali? - Menyusahkan sekali.
- Astaga. - Ayo.
Menyusahkan sekali.
Habislah aku.
- Lepaskan ini. - Baiklah.
Injak ini.
Terus keluar.
"Terjatuh"
- Hei, dengar. - Ini...
Menurutmu kenapa penduduk sini tidak ke sana?
- Semuanya ada alasannya. - Kukira saljunya dangkal.
Tingginya bukan hanya setinggi ini.
- Bagian sini lebih dalam. - Bagian sini lebih dalam.
- Ini halaman rumput. - Lalu ini pagar.
Kukira hanya ada salju.
"Kenapa dia begitu polos?"
Tanganku kedinginan.
- Kamu merepotkan sekali. - Kamu sembarangan sekali.
Kalian tidak ingin jejak kaki kalian membekas di salju?
Itu sebabnya aku ingin tinggalkan jejak kaki di sini.
- Tapi aku malah terperosok. - Jika terperosok di sana,
kamu tidak akan pernah bisa keluar.
- Kamu sungguh merepotkan. - Maksudku...
Merepotkan sekali.
Seharusnya aku tidak mengajakmu.
Astaga.
"Ji Sang Ryeol, pria yang butuh banyak bantuan"
- Ayo pergi. - Bicara apa kamu?
Aku tidak mengerti maksudmu. Otakku membeku.
Jika mabuk dan terperosok di sini,
dia bisa mati.
Aku bisa mati beku di sini.
- Kamu bisa mati. - Aku bisa mati.
Perancang rumahnya sepertinya bekerja di butik.
Semuanya indah.
Kita hampir sampai.
- Ini restoran udon-nya. - Ya.
Ayo kita masuk
- dan makan kari. - Ayo.
- Ayo makan daging katsu juga. - Baik.
Kenapa semuanya terasa lucu?
- Kita sampai. - Ayo masuk.
Permisi.
Restoran ini sangat tersohor.
"Bagian dalam ruangannya tampak biasa"
"Tapi ada banyak tanda tangan orang ternama"
"Mereka hanya memakai tepung Biei, sayuran, dan daging"
"Ciri khas Biei, udon kari dan potongan daging katsu"
"Tiga sekawan ini memasuki restoran terkenal"
Ayo pesan sesuatu.
Restoran ini dikenal atas udon kari
- dan daging katsu-nya. - Sepertinya ini dia.
Aku ingin mencicipi ini.
Sebaiknya semuanya memilih keinginan masing-masing.
- Ayo kita berbagi. - Aku mau ini.
Permisi.
Aku ingin memesan.
"Memakai kemampuan bahasa Inggris yang kurang baik"
- Untuk Nona Oh. - Pesan yang ini satu.
- Yang ini satu lagi. - Yang ini.
Restoran ini terkenal atas udon-nya.
- Ayo pesan set ini. - Ayo kita pesan set.
- Set nomor 2. - Beri kami set nomor 2.
Satu yang ini. Dua dan satu.
Jelas?
Dia tidak marah.
- Dia tidak marah. - Aku tersenyum.
- Memang beginilah gayanya. - Dia garang.
Aku terlahir seperti ini.
"Kukira dia marah"
Seandainya di sini turun salju.
Kamu sungguh emosional.
Tapi cuacanya tidak bisa disesuaikan dengan seleramu.
Kamu juga tidak sesuai dengan seleraku.
Mana bisa salju turun saat kita sedang makan?
- Biarkan mereka semprotkan di sini. - Kita semprotkan saja saljunya.
- Biar mereka semprotkan. - Mau kulakukan?
- Mau kusemprotkan? - Tidak usah. Aku tidak menyukainya.
Aku...
Kamu ingin melakukan apa, Nona Oh?
Akan kukabulkan keinginanmu.
"Akan kukabulkan keinginanmu"
"Dia tidak senang"
Akan kukabulkan keinginanmu.
Aku harap kamu bisa mengecilkan suaramu.
- Sebaiknya begitu. - Suara dia lebih keras dariku.
Suaraku memang keras, tapi aku berusaha mengecilkannya.
- Aku mengecilkan suaraku. - Astaga.
Suara kalian lebih keras dariku.
Itu sebabnya suaraku menjadi lebih keras.
- Kamu menggemaskan. - Begini,
suaraku menjadi lebih kecil...
- Suaramu masih keras. - Benarkah?
- Tidak kecil sama sekali. - Suaramu keras.
Kamu berisik hari ini.
- Kali ini, - Suaraku makin tenang.
suaramu tidak makin tenang, tapi nadanya
- lebih rendah. Aku terkejut. - Nada suaraku lebih rendah.
- Suaraku juga tenang. - Kamu masih muda.
Kamu masih muda.
Apa maksudmu?
- Rambutku beruban. - Beraninya kalian
- berbicara lancang? - Baiklah, Bu.
- Dia lahir sebelum aku. - Benar.
"Mereka rukun"
Lihat ini. Biar kutunjukkan.
Kita memesan empat hidangan, bukan?
Anggap saja begitu.
Potret menunya.
Hasilnya menjadi seperti ini.
- Jika kita memperbarui pesanan... - Deskripsinya muncul.
- Kita harus tahu yang kita pesan. - Deskripsinya muncul.
- Hidangan ini mengandung daging. - Begitu rupanya.
"Ada apa?"
Kurasa Sang Ryeol
ingin mengajari Hyeon Gyeong hal baru.
Dia pasti ingin memberitahumu banyak hal.
Ini bukan apa-apa.
Kurasa dia ingin memberi tahu Hyeon Gyeong banyak hal.
- Dia harus begitu. - Aku tahu.
- Sang Ryeol agak menyombong. - Kemarikan.
- Sang Ryeol menyukai Hyeon Gyeong. - Menu populernya...
Semua menu set populer di sini mengandung es krim.
Sang Ryeol sangat menyukai Hyeon Gyeong.
- Yang ini mencakup es krim. - Dia mengalihkan topik.
"Malu-malu"
"Dia memainkan ponselnya lagi"
- Sedang apa kamu? - Apa ini?
Aku ingin mendengarkan lagu bersama Hyeon Gyeong.
Dia sangat menyukai Hyeon Gyeong.
- Ini gawat. - Dia sangat suka Hyeon Gyeong.
- Bagaimana ini? - Lagunya bagus.
- Dia sangat suka Hyeon Gyeong. - Sebaiknya kami apakan dirimu?
Dia seperti Yoo Dong Kun.
Apa maksudmu?
"Lovers" Hwang Shin Hye dan Yoo Dong Kun.
Dia sangat menyukai Hyeon Gyeong.
"Lovers"
Aku menyukai Southern All Stars.
Begitu rupanya.
Aku tahu Southern All Stars.
Aku sangat mengagumi mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.