The first 200 lines.
PERSEMBAHAN DUET YANG INDAH UNTUK INSAN TER'INDAH By...: " Tungau Loncat & Decosh XX " ====================================== Original English sub by : "Born3o"
Setelah 40 tahun berseteru dan ribuan orang tewas, maka disepakati perdamaian antara pemerintah Filipina dengan Pemberontak Pembebasan Moro. (Teroris)
Sangat disesalkan organisasi teroris itu..., tidak mematuhi kesepakatan tersebut.
Ooh, sial...!
Cepat..., bawa kemari tasnya.
Apa hanya itu...? / Iya.
Inilah liputan yang akan kami sampaikan.
Persiapan terus berlanjut, untuk pertemuan Dewan Anti Terorisme Asean.
Mengingat, perlunya keberhasilan koordinasi operasi terhadap ancaman teroris global.
Untuk suksesnya penandatanganan perjanjian perdamaian dalam regional yang baru.
Manila, terpilih menjadi lokasi pertemuan perdana bagi Dewan itu.
Bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Filipina.
Ayo..., lutut kanan...! Ayo..., dengan keras...!
Lutut kiri...!
Bagus..., terus...!
Lakukan terus..., ayo bersemangat...!
Tarik nafas..., bagus. Pukulan datar...!
Bagus.
2x pukul..., bagus...! kombinasi pukulan datar dan siku...!
Bagus..., tetap jaga tangan'mu...!
Jaga dagu'mu, tetap rapat. Apa kau siap...?
Lagi...!
Apa kau dapat merasakannya...? / Iya, Pak...!
Aku tidak akan menendang bantalan itu, aku akan mencoba untuk menendang'mu.
Kau lakukan itu pada'ku, ayo...!
Okee, biar ku'lihat tendangan bagus'mu.
Bagus...! / Apa itu cukup baik...?
Yeah, itu bagus..., lakukanlah lagi.
Ayo, kombinasi pukulan datar...! Bagus..., pukulan siku.
Santai..., lakukan lagi.
Bagus.
Kapten Randall.
Reyes. / Pesanan'mu..., Pak.
Baiklah Reyes..., perintahkan pada yang lain untuk bersiap dalam 30 menit.
Baik, Pak...! / Letnan Barnes..., kita siap beraksi.
Tuan-tuan..., dengarkan...!
Letnan Barnes..., kau ambil alih.
Ini adalah Sayid Nassif.
Dia seorang insinyur terlatih dan ahli dalam menghancurkan.
Catatan panjang sebagai teroris hampir di seluruh dunia.
Dia bertempur di Iraq dan Afghanistan.
Baru-baru ini dia membentuk kualisi...
... dengan kelompok sayap radikal teroris di selatan Mindanao.
Kemarin, dia membajak truk milik perusahaan pertambangan setempat.
Yang sedang mengangkut peledak TNT untuk uji coba.
Pemerintah juga melaporkan bahwa telah banyak...
... Cesium-137 yang hilang.
Intelijen menduga peristiwa ini berhubungan. Apa dia mencoba untuk membuat bom, Pak...?
Kita tidak yakin.
Kami hanya tahu bahwa dia membawa semua..., barang material itu kewilayah pemberontakan.
Dan bekerja sama dengan...
... Abdul Malek.
Sebagai pemberontak dan putra pemimpin teroris.
Omar Malek, orang yang bertanggung jawab..., atas pemboman kedutaan pada tahun 2004.
Dan serangkaian serangan..., baru-baru ini di Kuala Lumpur.
Lampu.
Pak. / Del Rio.
Dari mana informasi itu...? / Seorang informan dalam jaringan Malek.
Para pemberontak akan mengadakan pertemuan..., 4 jam lagi di sebuah gudang pabrik di kota Zamboanga.
Misi kita untuk mengamankan TNT dan Cesium.
Dan menangkap pemimpinnya.
Ada pertanyaan...?
Kita bersiap dalam 15 menit.
Mari kita selesaikan ini.
Kapten..., ada yang ingin ku'sampaikan pada'mu sebelum kau pergi...?
silahkan..., Pak.
Kami memiliki alasan yang dipercaya.
Bahwa Nassif merencanakan serangkaian pemboman di wilayah pusat kota Manila.
Salah satu targetnya minggu ini adalah Konferensi Anti Terorisme.
Apa perwakilan dari Amerika akan hadir disana, Pak...?
Sudah pasti.
Banyak juga orang-orang penting..., yang akan menghadiri pertemuan itu.
Saat ini kita wajib menyelidiki rencana penyerangan orang ini.
Mengingat dampak pertemuan ini sangat penting.
Kalian harus membawa Nassif dan Malek dalam keadaan hidup untuk di interogasi.
Aku tidak ingin kehilangan 2 orang itu. Apa kau mengerti...?
Baik, Pak...! / konfirmasikan itu pada seluruh anggota'mu.
Pasti..., Pak.
Semoga sukses. / Terima kasih, Jenderal...!
Abdul.
Sayid.
"Assalam'mualaikum".
"Wa'alaikum Sallam"
Semua dalam kondisi baik.
Cesium ada ditangan ayah'ku di barak.
"Alpha" kepada "War Dog"..., kami dapat melihat dengan jelas. Bagaimana pada posisi'mu...? Ganti.
Musuh di hadapan'ku. Menunggu perintah'mu..., Pak. Ganti.
Kita harus pergi secepat mungkin.
Tentu saja..., sebagian masih dalam perjalanan.
Siap menyerang..., "War Dog". Ingat..., kita perlu pemimpinnya hidup-hidup.
Ganti.
Jangan bodoh...!
Musuh sedang memburu kita...
... hingga saat ini..., kita bicara.
Matilah kau keparat...!
Kau menghianati'ku...! / Aku...?
Kau pasti telah di ikuti...!
Kau membahayakan seluruh misi ini...!
Kau..., keatas...!
Kau..., kesisi lainnya...!
Cepat...!
Abdul dapat berjuang sendiri.
Bergerak...!
Barnes..., kau bersama'ku.
Aman...!
Hicks, Del Rio..., periksa bagian atas...!
McCray..., kau bersama'ku.
Aku melihat ada pintu belakang..., Pak.
Intelijen sialan...!
Keluar..., cepat keluar...!
Cepat jalan...!
Giginya macet...!
McCray...!
Tembak bagian mesinnya...!
Cepat perbaiki...!
Geranat...!
Sersan..., aku sudah bilang kita butuh pemimpinnya hidup-hidup.
Pak, aku fikir... / Tidak..., kau tidak perlu berfikir.
Tindakan'mu berlebihan...! / Mereka menembaki kita, Kapten...!
Aku hanya meledakkan kendaraannya.
Laporan lain dari penyelidikan mengatakan...
... telah ditemukan truk meledak.
Di sebuah gudang di kota Zamboanga hari ini.
Sebuah aksi dari polisi..., terhadap pengedar narkotika.
Yang mengakibatkan tewasnya warga sipil yang tak berdosa.
Peristiwa ini dinyatakan...
Mereka tak melihat kejadian diluar sana.
Mereka mendapatkan satu bukti, aku melihatnya di internet.
Salah satu dari para pekerja itu merekamnya dengan video.
Sial kawan, apa Kapten sudah mengetahuinya...?
Kembali ke tahun 69, aku kontak senjata..., dengan VC (Vietkong) pada jarak 1.000 yard.
Sekarang, aku tak dapat mengenai sasaran itu.
Apa yang terjadi diluar sana, Kapten...? / Pak..., aku bertanggung jawab penuh.
Bukan itu yang ku'pinta dari'mu..., Kita butuh pemimpin pemberontak itu hidup-hidup.
Pak..., Intelijen tidak memberi informasi denah dan peta lokasi yang akurat.
Saat ini, media asing memampang wajah'mu di seluruh televisi.
Dan mereka mengatakan..., kau telah membunuh warga sipil yang tak berdosa.
Ini tinggal masalah waktu..., sebelum para pemberontak memburu'mu.
Aku menghentikan'mu dari tugas ini..., Kapten.
Pak..., dengan segala hormat, kejadian disana tidaklah seburuk itu...?
Semua ini omong kosong politik..., tapi aku tidak punya pilihan.
Sekarang kau sebagai target..., untuk sementara kau ku'hentikan dari misi ini.
Selesai..., Kapten.
Hai.
Nona Wallace.
Hey, Ayah..., terima kasih atas undangan'mu.
Terima kasih atas kedatangan'mu..., Nak.
Sekarang kau seorang kontraktor. Setidaknya kau bisa menggunakannya untuk berlatih.
Aku sudah sering berlatih. / Lepas pengaman ..., senjata siap tembak.
Luar biasa.
Hey..., untuk hari kamis nanti aku berharap akan lebih baik dari ini.
Aku tahu kau selalu menghormatinya. / Benarkah...?
Seorang pria sejati...?
Aku akan menjadi jurinya.
Aziz, lihat...! Itu Sayid.
Abdul telah tewas.
Dia beserta anak buahnya bertempur..., dengan gagah berani hingga nafas terakhir.
Tapi bagaimana bisa...
... kau masih hidup.
Assalam'mualaikum.
Wa'alaikum Sallam.
Itu kematian yang indah.
Mati dengan kehormatan.
Dan kau...?
Apa kau berjuang dengan kehormatan...?
Kau berdiri di hadapan'ku tanpa terluka...!
Perjuangan kita baru saja dimulai.
Mereka membunuh anak'ku seperti binatang kotor...!
Abdul mati untuk suatu tujuan dan untuk Allah.
Jika kau sia-siakan kematiannya dari tujuan utama kita...
... maka kau mengecewakannya.
Kita perlu senjata dan perlengkapan untuk membuat bahan peledak.
Putri Jenderal dapat bernilai jutaan dollar.
Kita akan menculiknya.
Tapi orang yang membunuh anak'ku, harus memohon kematiannya...
... sebelum aku memotong hatinya.
Jenderal Castillo..., Sekretaris Rivera.
Terima kasih banyak atas kehadirannya hari ini.
Aku harus mengatakan..., Nona Wallace.
Aku sangat terkejut melihat wanita yang begitu muda..., menjadi penanggung jawab keamanan pada konferensi ini.
Aku dapat menyakinkan'mu..., Tuan Sekretaris.
Nona Wallace dalam kondisi terbaik pada profesinya.
Kau sangat memuji..., Jenderal. Apapun yang telah aku capai...
... aku banyak berhutang pada "Naval Intelijen".
Bagaimana cara kerja perangkat ini dapat melindungi para peserta konferensi...?
Sangat sederhana..., Pak Danny.
Perangkat ini akan mendeteksi sinyal gelombang pada jarak pancar.
Mengidentifikasikan ancaman dan gangguan pada mereka.
Tidak ada sinyal..., tidak ada bom.
Bagaimana dengan bom waktu...?
Intelijen kami telah bersiap di bagain atas, mereka akan lebih mudah mendeteksi.
Apa kau dapat meyakinkan aku..., bahwa konferensi ini akan terjamin aman...?
Kau tidak perlu meragukan kinerja "G-Tech"..., Pak.
Aku harap ini sudah cukup. Terima kasih..., Nona Wallace.
Terima kasih.
Jenderal. / Tuan Sekretaris.
Jenderal. / Nona Wallace.
Sampai berjumpa besok.
Hello, bukankah ini Kapten Randall...?
Iya..., ini aku Nona Wallace, kau terlihat perkasa seperti biasanya.
No comments yet. Be the first to leave one.