Run On

Run On (런 온)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

런온-Run-On-E16-End-NEXT-NF
런온-Run-On-E16-End-WEBRip-NF
A Commentary by ParkMinYoung
𝗧𝗮𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗹𝗲𝗴𝗿𝗮𝗺 ⮞ t.me/ParkMinYoungSubs

Tags

other
Published on: 2021-02-04
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA LOKASI, TOKOH, ORGANISASI, DAN INSIDEN

DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKTIF

Kenapa tiba-tiba memasak untukku?

EPISODE TERAKHIR

Aku sering masak selagi kau tidur,

tapi tak pernah makan bersama.

Dulu memang begitu.

Karena siang bagimu saat ada matahari dan siang bagiku saat ada bulan.

Sekarang, siang dan malam kita sudah sama.

Terima kasih.

Untuk apa? Karena keberadaanku?

Aku berterima kasih untuk itu,

juga kakakku.

Terima kasih sudah mendengarkan kakakku dan menghiburnya.

Aku tak bisa melakukan hal seperti itu.

Rupanya begitu.

Akan kucicipi.

Ini enak.

Kenapa bisa seenak ini? Rasanya sekelas makanan di Riviera.

Apa itu nama restoran terkenal?

Bukan. Tiap selesai menerjemahkan, aku merasa harus pergi berwisata.

Aku lupa kapan.

Latar film yang pernah kuterjemahkan dulu adalah tempat wisata di Italia.

Filmnya berbahasa Inggris.

Selama menerjemahkannya,

aku merasa seperti orang asing yang tinggal di sana.

Kotanya sangat indah.

Akhirnya aku ke sana dengan tabunganku

untuk merasakan suasana tinggal di sana.

Sendirian?

Ya. Aku suka bepergian sendiri.

Aku bahkan tak melihat peta di ponsel dan hanya mengikuti papan petunjuk arah.

Karena suka menikmati hal-hal spontan sendirian.

Ceritakan lebih banyak. Aku ingin mendengarkannya.

Saat di perjalanan pulang ke Korea, aku menonton film Jerman.

Terjemahannya cukup bagus.

Lalu?

Saat aku ke restoran atau kafe, hanya ada orang asing.

Aku bisa paham jika mereka berbahasa Inggris,

tapi tak semua orang di sana berbahasa Inggris.

Karena itu kau merasa frustasi?

Tidak.

Aku malah senang karena tak bisa mengerti

bahasa mereka.

Aku jadi tak perlu berbasa-basi dan bicara seperlunya.

Contohnya?

Contohnya seperti, "Halo. Ini berapa? Terima kasih."

Omong-omong, aku jadi ingin bepergian lagi.

Kapan rencanamu pergi sendirian lagi?

Entahlah.

Lain kali, pergilah bersamaku.

Aku juga ingin ke sana

bersamamu.

Kuizinkan kau ikut.

Ayo pergi bersama.

Berkemaslah.

Sekarang?

Aku harus berangkat bekerja besok.

Sayang sekali. Aku tak bisa ikut.

Aku hanya bergurau.

Kenapa ditanggapi begitu serius?

Sayang sekali.

Dan-ah.

Rupanya Dan-ah datang juga.

Aku baru datang karena Ayah pintar menyembunyikannya.

Ayah mau menjadikanku anak durhaka?

Tak ada anak durhaka secantik dirimu.

Ayah senang bisa melihat…

anak-anak ayah berkumpul.

Ayah menyayangimu.

Apa mau Ayah?

Itu saja.

Tidurlah.

Ayah.

- Hei, Myeong-min. - Nanti. Aku sibuk.

Lima menit belum berlalu sejak Ayah tiada.

Setidaknya berdukalah.

Aku yang selalu baik memperlakukan Ayah, bukan kau.

Baik. Aku mengerti.

Jagalah kehormatanmu untuk Ayah.

Kau terlihat santai sekali.

Baiklah. Jagalah semua milikmu.

Karena akulah yang akan menggantikan Ayah.

Mobil sudah siap, bukan?

Ya.

SEO DAN-AH

EKSEKUTIF SEO DAN-AH BERDUKA SAAT KE LUAR RUMAH

EKSEKUTIF SEO DAN-AH BERDUKA SAAT KE LUAR RUMAH

Aku lupa bahwa dia hidup di kastel.

ANGGOTA MAJELIS KI JEONG-DO

Anggota Majelis Ki. Ini mendesak.

Aku baru saja tertidur.

Hal ini masih dirahasiakan, Pimpinan Seo sudah wafat.

Apa? Apa katamu?

Bagaimana pernikahannya?

Di mana istriku?

Jadwalnya sudah disamakan?

Sebentar lagi ada dua hari libur, tapi dia pergi ke Amerika.

Dia berapat mengenai masalah film Hollywood.

Serta, bagaimana kau akan mengatasi skandal Eun-bi?

Dia mungkin tak akan menikah.

Kita harus terus menurunkan reputasi No Geun-seong.

Biarkan saja.

Apa? Kenapa begitu?

Kau sudah berjanji pada Eun-bi akan mengatasinya.

Dasar berandal.

Aku membesarkannya karena dia anak lelaki,

tapi tak berguna sama sekali.

- Anggota Majelis Ki… - Hei.

Kapan kau sadar?

Jika ingin terus bekerja bersamaku,

jangan mencampuri masalah pribadiku!

- Sudah lama tak bertemu. - Tak mau.

Apa?

- Apa pun itu. - Kau tak akan bertanya apa yang terjadi?

Jika aku bertanya, kau akan menjawabnya?

Ya.

Pimpinan meninggal. Pemakamannya masih belum dilakukan.

Kau tak apa-apa?

Aku tak sempat berduka

karena terlalu sibuk menyiapkan proses selanjutnya.

Entahlah.

Itu bukan sesuatu yang harus dipikirkan.

Terkadang,

aku terlihat seperti anak durhaka yang menunggu…

kematiannya.

Namun, Pimpinan…

maksudku, ayahku, sama saja.

Aku lebih sering menyebutnya sebagai pimpinan,

dan ayahku pun tak pernah protes.

Melihat Pimpinan tiada seperti itu,

membuatku berpikir…

bahwa aku pun bisa menjadi seperti itu suatu saat nanti.

Kuharap kau menggunakan waktumu sebaik mungkin, dan kurasa aku

tak akan menjadi bagian dari masa depanmu.

Lalu?

Lagi pula, kita tahu

hubungan ini akan berakhir bagaimana.

Bagaimana bisa aku tahu

- jika belum berakhir? - Aku tak bisa membuatmu bahagia.

Aku tak punya waktu sekarang

karena harus meraih posisi puncak.

Aku mau pulang.

Jangan ikuti aku.

Jika kau mengikutiku,

aku pasti akan bunuh diri.

Kau mengancamku dengan nyawamu?

Karena aku tahu itu akan berhasil.

Benar.

Maaf. Seharusnya aku yang masuk ke duniamu,

tapi malah menyeretmu ke duniaku.

Kau sedang menuju garis finis,

dan aku menuju titik balik.

Maaf.

Kenapa kau tak tidur?

Aku tak mau menyia-nyiakan

kesempatan ini.

Jika kau

sudah memutuskan mengakhiri ini,

akan kulakukan sebisaku untuk menundanya.

Akan kulakukan itu.

Kau tinggal di sini sekarang?

Ya. Lebih nyaman daripada di hotel.

Bagaimana kabarmu?

Bicaralah santai seperti saat kau kecil dulu.

Aku mengundurkan diri.

Kau mengundurkan diri?

Bukankah ayahku sedang sibuk mempersiapkan pemilu?

Mungkin karena sudah lama hidup menjadi pesuruh,

aku mulai bertanya beginikah aku sejak awal,

atau jadi terlalu berambisi.

Terutama belakangan ini.

Skandal Eun-bi

disebarkan ayahmu.

Dia ingin menurunkan reputasi Anggota Majelis No Geun-seong

dan menjaga citra dengan berlagak lapang dada.

Karena dia enggan mengatasi skandal itu,

jadi, kucari tahu alasannya.

Kenapa kau memberitahuku?

Aku…

menyukaimu dan Eun-bi.

Aku sering menasihati kalian.

Maaf jika kau pernah tersinggung.

Aku terlalu meneladani Anggota Majelis Ki.

Aku teringat saat kali pertamaku melihatmu.

Apa waktu itu

aku terlihat lebih tampan dan muda daripada sekarang?

Kau terlihat sangat keren

saat bilang ingin jadi politikus jujur.

Terima kasih sudah memberitahuku.

Aku akan terus mendukungmu.

Kau tahu…

ayah dan ibumu membahas perceraian?

Aku tak perlu merahasiakannya lagi.

Namun, mereka tak akan bisa bercerai.

Ayahmu pasti menyiapkan sesuatu mengenai ibumu.

Aku pamit.

Apa kau sibuk?

Rupanya kau di rumah.

Aku lapar.

More Indonesian subtitles for Run On

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left