The first 200 lines.
Nona Kim,
beri aku waktu satu tahun.
Selama satu tahun saja,
biarkan aku bersamanya.
Kau bisa
mendapatkan kebahagiaanmu setelah itu.
Sampai aku mati,
biarkan aku bersama Muyeong.
Ini pasti hukumanku
karena mengkhianatimu, Muyeong.
Tinggallah bersamaku selama setahun saja.
Dahulu
kita menikah
dan punya momen bahagia.
Kita bicarakan ini nanti.
Ayo.
Kumohon.
Kumohon!
Setidaknya kau bisa melakukan itu!
Sial.
Sial.
Sial!
Sial.
Sudah larut, pulanglah dan beristirahat.
Seharusnya kita tidak pergi ke rumahku.
Maafkan aku.
Kau tahu soal penyakitnya?
Aku yakin itu bohong.
Dia mudah berbohong tentang hal seperti itu.
Tapi bagaimana jika dia benar-benar sakit?
Meskipun itu benar,
tidak akan ada yang berubah bagi kita.
Aku akan membantu jika dia butuh biaya medis.
Jangan biarkan ini memengaruhimu.
Aku tidak merasa tenang.
Dia melarikan diri setelah melahirkan Jihye
dan menikahi pria lain.
Sekitar 20 tahun, dia tak pernah menghubungi.
Dia melepaskan haknya untuk menjadi ibu Jihye.
Bahkan jika aku membantunya,
itu akan seperti membantu orang asing.
Kau harus pulang.
Aku akan pergi.
Apa ada masalah?
Tidak. Kukira kau sudah tidur.
Bukankah kau bersama Muyeong?
Kau pergi dengan berseri-seri,
kenapa wajahmu murung?
Bukan apa-apa.
Apa ini
karena Oh Heeeun?
Aku benar.
Apa Muyeong menceritakan tentangnya?
Mungkinkah dia sakit?
Aku tak yakin.
Putrinya memang menanyakan itu padaku.
Dia bilang dia sakit parah.
Apa?
Waktunya enam bulan sampai satu tahun lagi,
dia ingin menghabiskannya bersama keluarganya.
Dia meminta kami putus.
Tebakanku,
dia menipumu dengan gastritis yang erosif.
Aku ragu ada yang berbohong soal kematian.
Seperti itulah dia.
Kenapa dia berbohong jika mudah ketahuan?
Karena itulah dia.
Dia akan melakukan segalanya
hanya untuk mendapatkan keinginannya.
Orang sakit tak akan dapat pekerjaan baru.
Itu tidak masuk akal.
Tapi Jihye yakin ibunya sakit.
Akan kucari tahu kebenaran soal penyakitnya.
Bagaimana dia bisa menyebut mereka keluarga,
padahal dia berselingkuh dari Muyeong
tepat setelah pernikahan dan kabur?
Sulit dipercaya.
Jangan terganggu olehnya. Mandi dan tidurlah.
Ayah.
Ibu sakit.
Aku ingin kita bertiga bersama.
Aku akan mencari bantuan medis untuk ibumu,
jadi, jangan khawatir.
Tidak bisakah Ayah mendampinginya
di hari-hari terakhir hidupnya?
Jihye.
Aku akan meminta Nona Kim Sorim
untuk putus dengan Ayah.
Bahkan dalam hubungan orang tua dan anak,
harus ada sopan santun.
Kurasa aku sudah memberitahumu.
Aku ingin Ayah tunjukkan sopan santun pada Ibu.
Apa yang kau pikirkan?
Bukan apa-apa.
Hanya memikirkan kita bersenang-senang
dengan adikmu dan pasangan mereka tadi.
Kita harus lebih sering berkumpul.
Lalu?
Apa?
Kau juga memikirkan hal lain.
Benar.
Aku memikirkan Youngsik.
Jika kau punya waktu luang pekan ini,
mau ikut denganku untuk mengumpulkan berita?
Apa maksudmu?
Aku akan memeriksa semua tes sebelumnya.
Baiklah.
Apa?
Kurasa aku mencium bau koyok.
Sebenarnya, ada satu di lenganku.
Kau terluka?
Tidak. Aku sudah lama terluka saat syuting.
Ingat saat kita bertemu lagi di rumah sakit?
Aku ke sana karena lenganku cedera.
Hei!
Saat cuacanya berawan
atau saat aku stres, rasanya sakit.
Itu menjadi kronis karena istirahatmu kurang.
Benar.
Kau bilang jadwalmu padat saat itu.
Apa itu karena utang ayahmu?
Aku punya alasan lain saat itu.
Apa itu?
Demi Youngsik.
Aku ingin membiayai pernikahannya.
Aku ingat itu.
Kau membicarakannya di pantai.
Bahwa kau membayar pernikahan sepupumu.
Saat itu,
aku sangat bangga
dan senang.
Kau sudah melalui banyak hal sebagai sulung.
Biarkan aku memelukmu.
Kau melakukannya dengan baik.
Aku menelepon mengenai Pusat Klinik Bio Life
dan Pusat Klinik Bio Genetics.
Apa kau bisa mencari tahu
perusahaan itu merger dengan apa.
Aku tidak bisa mencarinya di internet.
Baiklah. Terima kasih, Profesor.
Aku memimpikan ayah Youngsik semalam.
Dia membaca di lantai rumah lama kita
dan tiba-tiba dia menatapku.
Rasanya sangat nyata, aku senang melihat dia.
Aku bertanya di mana dia sambil menangis.
Saat aku bangun, bantalku basah.
Dia pasti mencemaskan Ibu
hingga mengunjungi Ibu dalam mimpi.
Mungkin dia mengkhawatirkan putranya.
Bahkan saat kami tinggal bersama Youngsik,
semua baik-baik saja.
Entah kenapa seperti ini belakangan ini.
Ibu.
Mungkinkah
karena keadaan selalu baik-baik saja saat itu?
Kita terlalu berhati-hati
dan berusaha saling bersabar.
Youngsik tidak membahayakanmu
karena kalian saling bersabar.
Jangan menuduhnya.
Jika ayahnya melihatmu dari atas,
dia akan marah kepadamu.
Kenapa dia marah kepadaku?
Kubesarkan putranya seperti putraku sendiri.
Kau tidak tahu bagaimana keadaan ibu Youngsik?
Tentu saja tidak.
Aku bahkan tak tahu apakah dia masih hidup.
Jika masih hidup, entah bagaimana keadaannya.
Bisakah kau mencarinya untukku?
Jika kutemukan, Ibu akan menemuinya?
Ya. Aku ingin pergi menemuinya.
Dan aku harus pergi bersama Youngsik.
Apa yang ingin Ibu bicarakan saat bertemu?
Kurasa dia berbohong sesuatu kepada Youngsik.
Jika dia masih hidup,
aku harus menemuinya setidaknya sekali.
Apa kau makan dengan baik?
Kau baik-baik saja?
Jiwoo, kau mau pergi?
Ya. Masalahnya...
Kau tak punya rencana hari ini, bukan?
Bisakah kau pergi ke Jeonju untuk hari ini?
Apa? Kurasa aku tak bisa.
Biar kubawakan untukmu.
Baiklah. Ayo. / - Cepat.
Baiklah. / - Kita harus pergi syuting.
Dia bahkan tidak memeriksa pesanku.
Beri dia waktu. Dia akan memeriksanya nanti.
Kenapa kita harus seperti ini?
Kita tidak mendapat perintah jaga jarak.
Ini demi Jiwoo. Mari kita tunggu sebentar lagi.
Akan kutunggu hanya sampai hari ini.
Lalu aku akan melaporkan kehilangannya.
Melaporkannya?
Apa itu Jiwoo?
Itu Soobin.
Dia ingin aku membawa laptopnya ke kafe.
Aku akan segera kembali. / - Sampai jumpa.
Sekitar 20 tahun lalu, ada ledakan bisnis ventura.
Banyak pusat tes DNA muncul di mana-mana.
No comments yet. Be the first to leave one.