The first 200 lines.
"Sebelum syuting"
Tidak ada orang
yang seperti dia di Korea.
Menurutku dia sangat pintar
karena bisa membangun karakter yang unik.
"Dia bisa tiba-tiba"
"Bertingkah lucu"
"Baterainya 100 persen terisi"
- Semua pria pasti menyukaimu. - Bagus sekali dia lajang.
Apa kamu sudah mencoba melakukan itu kepada Jong Kook?
- Saat syuting? - Aku...
Aku memikirkan hal ini.
Untunglah kamu sudah sukses.
Itu tiba-tiba terpikirkan olehku.
Dia baru saja melakukan hal ini ke kamera.
"Dia lucu"
Apa kalian tahu arti menjadi wanita pemberani?
Apa kalian tahu?
Bukankah ibu Tony adalah wanita yang lugas?
- Orang yang bicara terus terang. - Benar.
- Benar. - Tanpa ragu-ragu,
tanpa bermain-main,
jika dia suka seseorang,
- dia langsung mengatakannya. - Dia jujur.
Aku sadar itu sia-sia setelah aku berusia 30 tahun.
- Jika suka, aku benar-benar suka. - Kamu cepat tanggap.
- Sungguh. - Ya.
Saat kalian muda,
kalian seperti apa?
- Kalian blak-blakan - Kami...
- atau suka bermain-main? - Aku suka bermain-main.
- Benar. - Aku berpikir dahulu.
Kurasa aku suka bermain-main.
Hye Seon, seseorang mengenalkanmu
- pada suamimu, bukan? - Ya.
Lalu
- Dia menggali informasi. - kalian menikah tidak lama
setelah berkenalan.
Karena kami berniat menikah saat mulai berpacaran.
Berarti sebelum menikah, saat kalian berpacaran
"Sebelum hubungan pacaran itu"
kamu "bermain-main".
Coba dengar ucapannya. Astaga.
Saat kita muda...
Dia tertawa.
Dia memikirkan masa lalu dan tertawa.
Dia teringat akan masa lalu.
- Semua orang seperti itu dahulu. - Lihat aku.
Tentu saja ada banyak pria yang menyukaiku.
"Baiklah"
- Itulah maksudku. - Dia mengatakannya dengan enteng.
- "Lihat aku." - "Lihat aku."
- "Tentu saja ada." - "Tentu saja, ada beberapa pria."
"Kalian pikir aku tidak populer?"
"Astaga, kamu menyedihkan."
- "Sadarlah." - "Dengan rupa seperti ini,
tentu saja aku menjalin hubungan dengan beberapa pria."
"Kamu bodoh sekali."
Dia mengatakannya dengan ekspresi itu.
Bagaimana dengan ibu Soo Hong?
Aku menangis.
Dahulu kamu seperti apa sebelum mulai berpacaran?
Sebelum kamu bertemu suamimu.
- Sebelum aku bertemu suamiku? - Ya.
Orang mengenalkan beberapa pria, tapi aku tidak memacari mereka.
Sungguh.
Apa ada orang yang kamu sukai?
- Pria yang aku sukai? - Dia gigih.
Kamu pasti menyukai seseorang.
Mungkin teman kakakmu.
- Orang yang menurut kamu baik? - Jang Hoon berusaha keras.
Semacam itu...
Ada Pak Song...
Tidak, jangan bahas dia.
- Pak Song. - Pak Song.
- Pak Song. Itu benar. - Mereka berusaha keras.
- Astaga. - Aku terpaksa menyukai dia juga.
Tapi aku tidak suka dia meski dia teman kakakku.
Karena itulah aku akhirnya menikah dengan ayah Soo Hong.
Dia hanya menjalin hubungan dengan ayah Soo Hong.
Pak Song tidak boleh menonton ini.
Pak Song menyukai dia.
Astaga.
Kakak Choon Ja menyukai Sun Mi.
- Astaga. - Sebanyak tiga kali.
Sun Mi berpacaran sekitar tiga kali.
Bukankah lucu mendengar ibu-ibu tua seperti kami?
- Tidak. - Kamu tidak bisa membayangkan
kami pernah muda, bukan?
Kalian semua sangat cantik. Tentu saja itu akan terjadi.
- Terima kasih. - Bagaimana dengan Ok Jin?
Apa kamu seperti Jin Young saat muda?
- Apa kamu blak-blakan? - Blak-blakan.
Tidak, aku kebalikannya. Aku sangat aktif belakangan ini.
- Baru belakangan ini. - Ya.
- Dahulu aku sangat pemalu. - Ya.
- Para pria mengejarku. - Benar.
- Mereka mengikutiku ke mana pun. - Begitu rupanya.
Kamu muak dengan mereka, ya?
Ya, sangat muak.
Mereka begitu terobsesi.
- Mereka mengikutiku dan terobsesi. - Dia populer.
- Benar. - Begini...
Dia mirip Miss Korea.
Aku cantik saat muda.
- Ya. - Kita sudah melihat fotonya.
Dia sangat cantik.
"Bantuan Darurat Mode"
Ini buruk.
"Siapa yang melihat-lihat lemari?"
"Itu Sang Min"
Aku pusing.
Itu Sang Min.
Ini terlalu tua.
Dia suka warna merah.
Apa kamu makan anggur?
Tentu saja.
"Suara siapa itu?"
"Itu suara Soo Hong"
- Soo Hong. - Ya?
Aku mencuci anggur untukmu.
Apa kamu membeli ini di Myeong-dong?
Itu rumah Soo Hong.
Bukan, itu buatan tukang jahit.
- Tukang jahit yang mana? - Itu Soo Hong.
Baju ini tidak dibuat di toko jahit.
Ini buatan desainer.
- Apa ini buatan desainer? - Ya.
Kenapa kamu melihat-lihat lemariku?
Sang Min berada di rumah Soo Hong.
- Sang Min ada di mana-mana. - Ya.
- Dia sibuk. Dia ada di mana-mana. - Ya.
- Untuk Mom's Diary. - Sungguh.
Kamu melihat-lihat lemariku.
Aku ingin bertemu
semua ibu di studio Mom's Diary.
Ibumu sangat menyukaiku.
- Ibuku menyukaimu. - Ya.
Dia sangat suka gaya busanaku.
Dia berkata, "Semoga Soo Hong bisa berpakaian rapi seperti Sang Min."
"Kenapa gaya berpakaian Soo Hong sangat buruk?"
- Apa ibuku mengatakan itu? - Gaya berpakaian Sang Min bagus.
Dia juga berkata
keponakan perempuanmu merasa mual setiap melihat gaya berpakaianmu.
"Keponakan perempuannya merasa bajunya memuakkan"
- Tidak benar. - Dia bilang kamu berantakan.
Itu karena dia murid SMP.
Dia suka mode ala pelajar.
Tapi aku berpakaian rapi, jadi dia tidak terbiasa dengan itu.
Dia meneleponku dan berkata, "Tolong
jangan tata rambut paman begitu. Dan jangan berpakaian seperti itu."
- "Jangan memakai satu warna." - Tapi...
Tapi Soo Hong sangat memperhatikan penampilannya.
Dia harus tahu cara memadukan pakaiannya dengan baik.
Gaya berpakaian Sang Min sangat bagus.
Sang Min
- sangat ahli. - Gaya berpakaiannya sangat bagus.
- Dia benar-benar hebat soal itu. - Dia memiliki gaya yang unik.
Sang Min terlihat tampan hanya memakai kaus seperti itu.
Soo Hong memiliki gaya yang formal.
- Itu adalah citranya. - Cucu perempuanku
yang masih SMP berkata,
"Paman, aku ingin paman berpakaian dengan baik."
Dia hanya berpakaian rapi.
- Itu adalah gayanya. - Ya, dia sering mengatakan itu.
- Soo Hong. - Ya.
Aku sudah melihat-lihat lemarimu.
Aku bisa paham kenapa keponakanmu berkata begitu.
Kamu agak...
Hei. Kamu baru sampai di sini.
Kenapa kamu mencoba mengkritikku?
Aku terkenal berpakaian rapi.
Gayamu...
Apa dia berkata, "Aku terkenal berpakaian rapi"?
- Aku menghargai gayamu. - Baiklah.
Tapi
semuanya merah dan berbahan linen.
Itu karena kamu menemukan baju ini.
Kamu punya banyak pakaian berbahan rami.
Ya. Dari mana kamu tahu?
Apa kamu baru melihat semuanya?
Kamu sangat menyukai bahan itu.
Kamu hanya butuh dua setel dengan bahan itu.
Kamu tidak butuh lebih dari 10 setel.
Apa kamu kemari untuk memeriksa pakaianku?
Astaga.
Yang benar saja.
Alangkah bagus jika Sang Min melihat-lihat bajunya.
- Dia pikir gaya berbusananya bagus. - Benar.
- Seperti yang dikatakan ibumu, - Ya.
kamu punya masalah dari sudut pandangku.
Kenapa kamu mengamatiku?
Dari sudut pandangku,
kamu tidak keluar dari batasanmu.
Kamu punya duniamu sendiri.
Semuanya tidak seimbang.
Semuanya kacau.
"Kamu butuh pertolongan darurat"
Lemarimu membuatku merasa seperti berada di basemen"
"Aku seperti berada di basemen"
No comments yet. Be the first to leave one.