The first 200 lines.
"Episode 9"
Ini teh kamomil.
Ini akan membantumu tenang.
Kamu punya air dingin?
Lidahmu tidak akan terbakar. Minum saja.
Aku terkejut
kamu berlutut.
Lututmu sakit.
Sekarang kamu mengerti
betapa aku sudah menyerah?
Min Jae.
Ayo pulang.
Kamu benar-benar...
Kamu benar-benar tidak mengenalku.
Hanya karena berlutut,
kamu pikir aku akan berkata, "Astaga. Aku tidak percaya
kamu melakukan itu untukku"?
Apa menurutmu
aku akan pulang bersamamu
karena syok atau tersentuh?
Lantas, apa lagi
yang harus aku lakukan?
Apa yang harus kulakukan
agar kamu mendengarkanku?
Jangan lakukan apa pun.
Tidak ada yang kamu lakukan
yang akan mengubah pikiranku.
Kenapa tidak?
Karena kita sudah melewati masa kedaluwarsa.
Aku memberimu banyak kesempatan dan memperpanjang kedaluwarsa,
serta itu tidak berhasil.
Kamu tidak menyadari apa pun.
Kamu boleh pergi.
Aku belum menghabiskannya.
Cepat minumlah.
Ya, ibu baru saja pergi.
Itu tidak sulit.
Mulai pestanya tanpa ibu. Ibu akan segera tiba di rumah.
Aku bangga kepada kalian semua.
Kalian manis sekali.
Kalian berharga.
"Mendiang Park Seo Yeon"
Apa mereka sudah tidur?
Hadirin sekalian.
Kami adalah Anak Vila Samgwang.
Ya, Samgwang.
Ayo.
"Hae Deun"
"Selamat"
"Bit Chae Woon Sundulan, selamat"
"Chae Woon, kamu sudah membersihkan namamu"
"Selamat, selamat"
"Bit Chae Woon!" - "Selamat untukku"
"Selamat"
"Selamat, selamat"
"Selamat atas segalanya"
Apa yang terjadi? - Ibu!
Apa yang kalian lakukan? - Selamat datang.
Kami merayakan.
Astaga.
Berikutnya adalah Bu Lee Sun Jeong yang baru saja pulang
dari tur Asia Tenggara-nya!
Kalian akan membangunkan tetangga.
Kami sudah memeriksanya.
Sun Jeong.
Rumah di sebelah dan seberang jalan kosong.
Sun Jeong. Bernyanyilah. - Bernyanyilah.
Bernyanyilah. - Bernyanyilah.
Tekanannya terlalu besar,
jadi, sebelum itu, Bit...
Baiklah.
Ibu akan menyanyikan "Red Dragonfly".
Baik! - Baiklah.
Baik, "Red Dragonfly".
"Red Dragonfly". - Lee Sun Jeong.
Aku terbang. Aku capung merah.
Satu, dua, satu, dua, tiga, empat.
"Aku pasti"
"Masih muda" - "Masih muda"
"Aku pasti"
"Ibu, kenapa aku"
"Tiba-tiba merindukan Ibu?"
"Ibu" - "Ibu"
"Kenapa aku" - "Kenapa aku"
"Terus" - "Terus"
"Menunggu?" - "Menunggu?"
"Kurasa"
"Aku masih terlalu muda"
"Aku pasti"
"Ibu, kenapa aku" - "Ibu, kenapa aku"
"Terus merasa sedih?"
"Ibu, kenapa aku" - "Kenapa aku"
"Terus" - "Terus"
"Merindukan Ibu?" - "Merindukan Ibu?"
Jangan lakukan apa pun.
Tidak ada yang kamu lakukan
yang akan mengubah pikiranku.
Jung Hoo. Apa ada masalah?
Pakaianmu...
Aku baru saja meninggalkan kelas Pilates.
Kamu tahu betapa teleponmu mengejutkanku?
Kenapa? Apa Kak Min Jae menuntut banyak uang?
Benar.
Bagaimana bisa?
Kalian sudah menikah selama 30 tahun.
Bagaimana bisa dia mengkhianatimu?
Minumlah. - Baiklah.
Aku baru berolahraga.
Ini saat tubuhku paling sensitif.
Pergilah.
Apa lagi yang dia katakan?
Dia juga meminta tanahmu?
Tanah di Cheonan...
Pergilah.
Baiklah.
Mau kupanggilkan sopirmu?
Mereka semua tidak berguna.
Ra Hoon, ini juga.
Kakak senang? - Tentu saja kakak bahagia.
Tutup mulutmu soal kakak gagal di audisi pertama.
Jangan beri tahu siapa pun.
Apa yang akan Kakak lakukan kini?
Kakak akan bekerja dan mengharapkan kesempatan lain.
Apa yang akan kamu lakukan soal Cha Ba Reun atau Cheo Ba Reun?
Dia akan menyerah setelah beberapa saat.
Aku hanya terlalu populer.
Kamu sungguh tidak menyukainya?
Dia tampak lumayan.
Bagaimana bisa?
Jika kamu tidak menyukainya, katakan dengan jelas.
Jangan mengubahnya menjadi wanita dari "Misery".
Kamu mengubah banyak gadis menjadi penguntit.
Kakak tidak bisa mengurus hidup Kakak sendiri.
Beraninya kamu bicara seperti itu?
Kamu meremehkan kakak? - Jangan lakukan itu di sini.
Sakit. Ibu!
Kubilang hentikan.
Hae Deun gagal dalam audisinya?
Lalu kenapa...
Pak Woo.
Haruskah kita minum sekali lagi dengan ini?
Kenapa kamu menatap seperti itu?
Kamu melihat kecoak?
Apa ada kecoak?
Tidak ada.
Lalu kenapa...
Kalau begitu, buka pintunya.
Tidak bisa. Kamu harus menghalangi jalan keluar kecoak dahulu.
Perangkap dan bunuh saja. Tutup jendelanya juga.
Paman Hwak Se, kamu luar biasa.
Tidak. Hanya saja aku benci kecoak dan Lee Man Jeong.
Tunggu sebentar.
Apa? 20.000 kecoak?
20.000 kecoak? Buka sekarang.
Tidak. Aku sungguh tidak tahu apa-apa.
Paman Hwak Se!
Astaga, itu aneh.
Kenapa aku
menyebutkan nama Lee Man Jeong?
Tutup mulutmu.
Siapa itu?
Itu dia. - Tangkap dia.
Apa dia baik-baik saja?
Paman Hwak Se, ada kecoak di sana.
Astaga.
Aku senang
bahwa aku benar kamu orang baik.
Orang baik?
Aku orang baik.
Apa? Ibu.
Kamu senang akhirnya membersihkan namamu?
Ya. Aku menyukainya.
Sedang apa Ibu di sini?
Bukan apa-apa.
Ibu pikir mungkin ibu bisa menidurkanmu.
Apa itu hadiah selamat dari Ibu? Baiklah. Mari kita lakukan itu.
Chae Woon.
Apa maksudmu saat bicara di telepon?
Bahwa kamu akan menerimanya sebagai permintaan maaf dari Jang Seo A?
Akan kuanggap itu sebagai permintaan maaf.
Apa maksudmu?
Karena kini sudah membersihkan namamu,
kamu pantas mendapatkan permintaan maaf darinya.
Ada orang
yang sepertinya tidak tahu cara meminta maaf.
Jang Seo A adalah salah satunya.
Dan aku bisa merasakan
bahwa dia merasa bersalah kepadaku.
Jadi, aku memutuskan untuk memaafkannya.
Tidak apa-apa selama kamu merasa seperti itu.
Jika dia menyesali kesalahannya,
kamu tidak perlu memaksa.
Bagaimanapun,
ibu senang semuanya lancar.
Ibu tahu apa yang kamu lalui karena itu selama ini.
Aku tahu.
Omong-omong, apa ada masalah?
Apa?
Maksudku,
Ibu bernyanyi dengan ceria tadi,
No comments yet. Be the first to leave one.