The first 200 lines.
Terjemah Indonesia oleh: Iyey
Duduklah.
Aku tanya padamu.
Apa kau ingat siapa dirimu?
Kelak, jangan panggil aku Putra Mahkota.
Namaku...
Lu Guichen, Asule Pasu'er.
Aku Putra Mahkota suku Qingyang.
Namaku...
Asule Pasu'er.
- Dia ingat. - Jadi, kau tahu kita ada dimana?
Mengapa kau di sini?
Aku ingat aku ada di istana megah.
Ada ruangan yang sangat tinggi di istana.
Berdiri di sana.
Aku bisa memandangi seluruh kota.
Itu paviliun Taiqing di ibu kota.
Jadi kau ingat peristiwa di ibu kota?
Lalu bisakah kau ingat siapa aku?
Kau siapa?
Bagaimana dengan ini?
Bel ini, kita beli di Nanhuai.
Nanhuai?
Lalu...
Lalu apa kau ingat dia?
Aku ingat.
Kau mengenakan...
mengenakan baju zirah merah.
Ya.
Ada yang lain?
Aku tidak bisa mengingatnya.
Bendera Elang Abadi.
Bendera Elang Abadi.
Apa artinya itu?
Ji Ye.
Atapnya bocor.
Bantu aku memperbaikinya.
Tidak disangka.
Shangyangguan yang terkenal itu
ternyata benteng terpencil di gurun.
Benteng yang terisolasi ini adalah gerbang ibu kota ke Selatan.
Kala itu, Kaisar Qiangwei, Bai Yin.
Mengorbankan 100.000 prajurit elit di sini
untuk menaklukkan jalur ini.
Kemudian dia menggulingkan dinasti dari atas kuda.
Setelah Shangyangguan, ke tenggara...
jalan Jiangshui dan Changdao.
dalam waktu setengah bulan,
kita bisa mencapai Li.
Tapi ini jalur yang sulit.
Yang Mulia, ini mendesak.
Berikan itu.
Bai Lingbo tidak ingin naik tahta.
Dia hanya menjadi wali pelaksana.
Kau adalah pengkhianat sekarang.
Pengkhianat.
Sebutan utama seperti itu.
Karena dia ingin memaksakan itu padaku.
Maka aku harus menerimanya.
Buka gerbangnya.
Bai Lingbo tidak naik takhta.
Karena dia tidak ingin terlibat
dalam sengketa suksesi kekaisaran.
Menurutku.
Tujuannya adalah mengumpulkan semua bangsawan
lalu melenyapkanmu.
Pasukan koalisi pasti tiba di sana, kan?
Belum ada pesan dari mata-mata.
Tapi berdasarkan jarak dan kecepatan gerak.
Kita akan bertemu mereka di sekitar Shangyangguan.
Maka kita bisa bertempur di sini.
Ayah, ingin bertahan di Shangyangguan?
Tapi pasukan kita pandai bertarung di atas kuda.
Jika kita bertarung di sini,
Mungkin pasukan kita tidak bisa maksimal.
Jika itu orang lain,
meski kita berada di pohon kering.
Aku masih tidak kenal takut.
Tapi lawan kita adalah Bai Yi.
Tanpa Shangyangguan sebagai penghalang,
Aku tidak memiliki keyakinan untuk menang.
Bai Yi?
Jenderal nomor satu Donglu, Bai Yi?
Dia akan datang?
Kali ini waktu yang tepat untuk melenyapkanku.
Dia tak akan tinggal diam.
Ayo masuk ke benteng.
Semalam,
Ying Wuyi membunuh Kaisar.
Bai Lingbo memerintah negara lagi.
Utusan yang kita kirim semuanya tewas dalam perang.
Jadi mereka tidak bisa membawa Putri kembali.
Xiaozhou pasti dalam bahaya.
Bai Lingbo menganggapnya sebagai duri.
Yang Mulia, jangan bersedih.
Setelah pertempuran di danau Yanfan, aku yakin.
Putri bukanlah anak yang penakut.
Meski ibu kota dalam pergolakan,
kurasa dia bisa mengatasinya.
Meskipun kau berpikir begitu.
Aku masih mengkhawatirkannya.
Bai Lingbo sangat rakus akan kekuasaan.
Kaisar tidak memiliki anak,
juga tidak memiliki pewaris.
Bai Lingbo mengendalikan ibu kota.
Aku pikir dia membidik tahta.
Saat ini,
kita tidak bisa menghindari hal ini.
Chuwei harus segera mengirim pasukan ke ibu kota.
Siapa yang bisa memimpin?
Jika mengirim pasukan kali ini,
kita akan bertemu Ying Wuyi yang akan kembali ke Li.
Aku bersedia untuk pergi ke Shangyangguan.
Tapi aku tahu kau tidak ingin terlibat dalam perang.
Di masa-masa sulit.
Meski aku hanya ingin melindungi negeri,
aku tetap harus terlibat dalam perang.
Menghadapi Ying Wuyi,
aku sudah mempersiapkan selama bertahun-tahun.
Yang Mulia, percayalah.
Aku akan menemukan Putri dan membawanya kembali.
Semua orang mengatakan kau adalah jenderal nomor-satu di Donglu.
Dunia yang bermasalah,
ini kesempatan bagus bagimu untuk memiliki prestasi.
Aku menyesal sudah melibatkanmu dalam hal ini.
Jalanku sudah ditakdirkan bertahun-tahun yang lalu.
Aku lihat Asule terus memegangi tangan Xiaozhou.
Tapi Xiaozhou sepertinya kurang senang.
Bodoh sekali.
Aku tanya padamu.
Jika kau mencintai seseorang,
dan kau bisa bersamanya setiap hari.
Dan tidak tahu harus memegang tangan siapa selain tanganmu,
apa kau tidak senang?
Tentu saja senang.
Dengar ini.
Jika kau tahu saat dia memegang tanganmu,
tapi sebenarnya dia melihatmu sebagai orang lain.
Apa kau masih bahagia?
Berpegangan tangan lebih baik daripada tidak sama sekali.
Kau benar juga.
Kau suka?
Ibuku mengajariku saat masih kecil.
Aku tidak bisa tidur nyenyak saat itu.
Ibu sering mendongeng dengan boneka.
Aku akan menyimpan ini.
Jadi bisa bersamaku selamanya.
Jadi di masa depan saat aku melihatnya,
aku akan memikirkanmu.
Asule.
Ini aku.
Lalu yang ini?
Siapa ini?
Aku belum tahu.
Kau bisa memberinya nama.
Ia bisa menemanimu.
Kata ibuku, itu manjur.
Bisa menghadang malapetaka di dirimu.
Sudah kau pikirkan?
Bai Zhouyue.
Apa katamu?
Aku...
Aku ingin menamainya Bai Zhouyue.
Bagaimana kau ingat nama ini?
Sepertinya dia seorang kenalan.
Sangat familiar.
Tapi aku tidak ingat siapa dia.
Asule.
Sebenarnya akulah Bai Zhouyue.
Kau biasa memanggilku Xiaozhou.
Kau adalah Bai Zhouyue?
Namaku Bai Zhouyue.
Mereka memanggilku Putri Xiaozhou.
Aku pasti orang pertama yang menerima surat cerai di malam pernikahan.
Siapa aku?
Asule.
Asule.
Asule.
Asule.
Jika kau tidak bisa memikirkannya, biarkan saja.
Jangan terlalu memaksakan diri.
Tapi,
Tapi siapa aku?
Itu tidak penting.
Aku akan bersamamu.
Dulu aku berpikir,
Aku hanya bisa melihat air panas dekat gunung berapi di Shangzhou.
Menurut buku,
dimana api di dalam tanah mengalir,
akan ada mata air panas.
Kampung halamanku juga memilikinya.
Kampung halamanmu?
Seperti apa kampung halamanmu?
Ceritkan padaku.
Kampung halamanku sudah lama musnah.
Bibi selalu berkata memulihkan negara.
Tapi aku tidak pernah memikirkannya.
Aku pergi dari sana saat masih kecil.
Aku tidak ingat sejauh itu.
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.