The first 200 lines.
"Episode 122"
Pasti sangat berat.
Betapa berat kehidupanmu
hingga kamu bertanya
kenapa ada orang yang bisa bahagia
dan kenapa harus selalu kamu yang menderita?
Tidak.
Maafkan ibu.
Ini semua salah ibu.
Seharusnya ibu mencarimu lebih awal.
Ibu ditipu seperti orang bodoh.
Ini bukan salah kita.
Ya.
Kamu benar. Ini bukan salah kita.
Oh Na Ra berani membodohi kita.
Ibu tidak akan membiarkan ini.
Ibu akan membuatnya membayar
perbuatannya kepada kita.
Ibu akan menghancurkannya lebih dari apa yang sudah dia lakukan.
Terlebih
semua yang dia lakukan terhadapmu.
Ibu akan membayarkan dendammu.
Aku juga.
Aku akan melindungi ibu agar ibu tidak lagi terluka
oleh wanita itu.
Itu sebabnya aku memberanikan diri untuk kembali.
Untuk melindungi orang yang kusayangi.
Sayangku.
- Go Ya. - Kak Go Ya.
Kakak.
Maaf, aku terlambat.
Bibi, aku kembali.
Astaga, selamat datang kembali.
Jangan pernah pergi lagi, ya?
Tentu saja, tidak akan.
Dia tidak akan ke mana-mana. Dia sudah di rumahnya.
Meski kamu muak dengan keluarga ini,
ibu tidak akan membiarkanmu pergi. Mengerti?
- Baiklah. - Dan juga
terima kasih, Ji Seok.
Karena membawa Go Ya pulang.
Bukan masalah. Benar juga, kita kedatangan tamu.
Siapa?
Halo. Aku Ha Ji Na.
Terima kasih
sudah mengundangku juga.
Ini bukan apa-apa. Tentu saja kamu harus datang.
Kamu ibu kandungnya Go Ya.
Terima kasih sudah membesarkannya dengan sangat baik.
Aku tidak berhak menerima terima kasihmu.
Aku akan berkata jujur karena kamu sudah mengetahui segalanya.
Aku sakit sejak suamiku meninggalkan kami
setelah dia berselingkuh dengan Oh Na Ra.
Putraku juga sakit.
Jadi, Go Ya menjalani masa sulit
untuk mencari nafkah bagi keluarga ini.
Aku ibu yang tidak kompeten dan buruk baginya.
Jangan berkata begitu.
Yang kulakukan hanya melahirkannya, bahkan tidak bisa menjaganya.
Jadilah ibu yang bisa diandalkan bagi Go Ya mulai sekarang.
Tentu saja.
Aku akan
memastikan Oh Na Ra membayar perbuatannya.
Kenapa Ji Seok dan Go Ya belum datang?
Kurasa mereka sedikit lama di rumah keluarganya.
Go Ya pulang.
- Go Ya. - Go Ya.
- Kamu pulang. - Ibu.
Kakak dan Hye Eun. Maafkan aku atas segalanya.
Jangan berkata begitu.
Kamu tidak melakukan kesalahan.
- Kakak. - Kenapa kamu pergi lama sekali?
Kamu tahu
betapa rumah ini sepi tanpamu?
Hye Eun.
Terima kasih sudah memberanikan diri.
Dan maafkan ibu
atas semua rasa sakit yang adik ibu lakukan kepadamu.
- Nenek. - Kamu pulang.
Nenek sangat senang kamu pulang.
Melihat Go Ya membuat ibu pedih.
Bagaimana ibu bisa membalas Na Ra?
Ibu tahu Bibi sudah kembali?
Ya, dia mengirim pesan dan ingin menemui ibu.
Apa?
Ibu belum membalas pesannya.
Ibu sedang mencari cara bagaimana ibu bisa membalasnya.
Aku punya ide bagus.
Ide bagus?
Bagaimana rasanya pulang?
Tidak pernah satu hari pun kulalui tanpa memikirkanmu,
jadi, rasanya seperti baru kemarin aku di sini.
Semua yang ada di kamar ini terasa asing setelah kamu pergi.
Terima kasih sudah menepati janjimu.
- Apa? - Kamu berjanji
akan membaik dan tidak akan sakit lagi.
Kamu tahu itu?
Aku meminta bantuan perawat.
Aku memintanya mengabariku
bagaimana keadaanmu di semua sesi terapi.
Begitu rupanya.
Aku bisa pergi dari semua hal
kecuali kamu dan Go Woon.
Itu sebabnya kamu membiayai dia diam-diam?
Kamu tahu soal itu?
Pasti sangat kesepian
berada jauh dari semua orang yang kamu sayangi.
Aku tidak akan melepaskanmu lagi hingga kita mati.
Bibi, ayo makan siang bersama besok.
Kudengar Bibi kembali, jadi, kita bisa makan bersama.
Ada apa dengannya?
Ji Seok ingin makan siang denganku?
Saat ini bibi menginap di Hotel Queens.
Kamu bisa datang kemari besok.
Sudah kuduga, sejak Go Ya pergi
semuanya kembali seperti seharusnya.
Tunggu dan lihat saja.
Aku akan membuat
Kak Sa Ra dan Ji Seok memihakku.
"Kelas Memasak Jang Ok Ja"
Go Ya.
Go Ya.
Kamu sudah bangun.
Kamu mengejutkanku.
Kukira kamu kembali itu hanya mimpi.
Tidak. Itu bukan mimpi.
Aku akan selalu berada di sampingmu hingga mati.
"Kembalilah, kembali kepadaku"
"Kembalilah, kembali kepadaku"
Kakak dari mana saja?
Kenapa kamu sangat ceria?
Memangnya kamu sudah menemukan Go Ya?
Ya, sudah.
Benarkah?
- Sungguh? - Ya.
Ji Seok menemukannya dan membawanya pulang.
Selama ini kakak mencarinya karena cemas.
Kakak sangat cemas hingga tidak bisa diam saja dan menunggu.
- Benarkah? - Ya.
Bagaimana keadaannya? Dia baik-baik saja?
Aku bahkan tidak bisa melihatnya dari dekat karena terus menangis.
Dia bertemu dengan ibu kandungnya?
Ya. Dia datang bersama ibunya.
Benarkah? Itu bagus.
Kakak seharusnya mempertemukan mereka sejak awal.
Sudah kakak jelaskan.
Kakak ditipu oleh Na Ra.
Oh Na Ra sungguh menyebalkan.
Oh Na Ra, enyahlah!
- Siapa itu? - Bu Ha.
Halo, Bu Ha.
Ini.
Cobalah ini juga.
Baik. Terima kasih.
Ini seperti mimpi,
bisa makan bersamamu lagi.
Kamu bahkan tidak tahan berada di dekat bibi meski sebentar.
Bibi benar.
Aku menyalahkan bibi atas kepergian Go Ya.
Lalu?
Kurasa waktu menyembuhkan segalanya. Semuanya mulai menghilang.
Rasanya semuanya kembali normal.
Aku mulai memikirkan Bibi seperti dahulu.
- Ji Seok. - Seperti kata Bibi,
mungkin aku sudah mengambil jalan yang salah.
Akhirnya kamu kembali seperti dahulu
saat kamu sudah seperti putra bibi sendiri.
Entah butuh waktu berapa lama,
tapi aku mencoba membuka hatiku kepada Bibi lagi.
Baiklah. Tidak perlu terburu-buru.
Bibi akan memberi waktu
agar semua luka kita sembuh.
Ya.
Omong-omong, bagaimana kabarmu? Kamu baik-baik saja?
Ya, kini aku baik-baik saja.
Lihat? Itu karena Go Ya sudah tidak ada.
Bagus dia sudah pergi.
Ibu memberi salam.
Benarkah?
- Apa katanya? - Karena Bibi sudah kembali,
sesekali Ibu ingin memasak untuk Bibi.
- Benarkah? - Sama sepertiku,
kurasa Ibu juga membuka hatinya untuk Bibi.
Baiklah.
Semuanya akan kembali normal sedikit demi sedikit.
Halo.
Pinjamanku?
Kapan waktu tenggangnya?
Begitu, ya.
Aku bisa membayarnya kembali dengan mudah.
Tentu saja. Akan kubayar dalam waktu sepekan
sebelum itu dilelang, jadi, jangan khawatir.
Tentu saja. Sampai jumpa.
Beberapa ratus ribu dolar tidak berarti apa-apa
begitu aku menjadi direktur utama.
Tempat ini akan resmi menjadi milikku.
Halo, Pimpinan Ha.
"Pimpinan Ha Ji Na"
Apa ini?
Dia pergi ke mana setelah memanggilku kemari?
No comments yet. Be the first to leave one.