The first 200 lines.
THE POT-AU-FEU
Halo, Violette.
-Halo, Tuan. -Di mana Eugenie?
Dia ada di pekarangan.
Dia sedang memetik sayuran dengan Louis.
Apa air mandi untukku sudah siap?
-Kurang sepanci air panas lagi. -Terima kasih.
Terima kasih.
Violette.
Eugenie, ini enak sekali.
Siapa kau, gadis muda?
Ini Pauline, keponakanku.
Aku mengurusnya hari ini.
Kalau begitu, silakan duduk.
Terima kasih, Tuan.
Kusarankan kalian makan dengan sendok. Rasanya sangat berbeda.
Violette, jika kau sudah selesai, bisakah kau kemari?
-Aku sudah selesai. -Kau bisa mengambil alih ini.
Tolong ambilkan daging sapinya.
Baik.
Terima kasih.
Jika sudah selesai, kau bisa memasak udang karangnya.
Airnya sudah mendidih.
Kita akan menambahkan ikannya.
Apa kau mau membantuku?
Bagus.
Teruskan.
Letakkan itu di sebelah sana.
Aku akan menyiapkan quenelle -nya.
Bisa tolong ambilkan krim?
Sudah waktunya mengeluarkan dagingnya dari oven.
Sayurannya, Violette.
Terima kasih.
Jengger ayamnya.
-Violette, tolong saring menteganya. -Baik, Tuan.
Pauline, kemarilah.
Coba cium aromanya.
-Apa aromanya enak? -Ya.
Cicipilah.
Ingat-ingat rasanya.
Kau akan membandingkannya setelah dijernihkan.
Apa kau tahu saus ini?
Tidak.
Apa kau bisa menyebutkan bahan-bahannya?
Iga.
Daging babi asap.
Paprika merah.
Jamur.
Adas.
Tomat.
Jeruk.
Wine.
Ya, yang dibakar.
Peterseli. Daun timi.
Daun salam.
Jinten.
Buah juniper.
Cengkeh.
Teruskanlah.
Kurasa sudah semua.
Juga ada paprika dan cognac.
Dan untuk mengurangi keasaman wine-nya,
kami menambahkan jeli kismis.
Itu dia.
Saus bourguignotte . Bagus sekali.
Gadis yang luar biasa.
Ya.
Ini, Violette.
Tolong ambilkan wine-nya.
Hati-hati.
Masukkan sendoknya.
Lalu tuangkan
kaldunya ke atas putih telurnya
untuk menyaring kotoran.
Begitulah caranya mendapatkan
kaldu yang jernih dan enak.
Cobalah.
Cicipilah.
Apakah rasanya berbeda setelah dijernihkan?
Ya.
Rasanya tidak terlalu kuat.
Meski rasanya hilang, warnanya jadi lebih bagus.
Sebelumnya, rasanya lebih kuat dan lebih kasar. Sekarang lebih halus.
Kurasa kita harus menunggu lebih lama untuknya.
Lagipula, Rabaz bekerja dengan baik hari ini
dengan membantu seorang ibu muda melahirkan.
Bagaimana menurutmu, Magot?
Kalau kau, Beaubois?
Aku setuju denganmu, Grimaud.
Manusia adalah satu-satunya binatang yang minum tanpa rasa haus.
Wine adalah sisi intelektual dari makanan.
Daging dan sayuran adalah sisi materialnya.
Yang lebih buruk daripada rasa lapar adalah tak tahu kapan kau akan makan lagi.
Rabaz datang.
Maafkan aku, teman-teman semua, aku harus pulang dan berganti pakaian.
Seorang bayi perempuan lahir hari ini.
Kami hampir tak bisa menahan diri untuk mencicipi consommé -nya.
Setelah usaha kerasnya, bayi itu langsung menuju
ke payudara ibunya untuk makanan pertamanya.
Itu membangkitkan nafsu makanku.
Consommé ini terasa sangat lembut.
Ini.
Ekspresi yang sempurna.
Wine Puligny-Montrachet, kawanku.
Apa sedang tak enak badan, Eugenie?
Aku...
Aku akan baik-baik saja.
Kita berutang pada Antonin Carême atas vol-au-vent .
Kabarnya ia menciptakannya dengan mengambil kue puff yang gagal dari oven.
Apa kau mempercayai cerita itu?
Kita bukan sejarawan.
Tapi kami menyukai cerita yang bagus, meskipun ceritanya tidak benar.
Sebuah takdir yang luar biasa.
Seorang anak ditelantarkan di jalanan saat usianya delapan tahun.
Sejak kematiannya, sudah banyak raja yang dilengserkan.
Tapi Carême, Raja Gastronomi yang jenius, masih berjaya.
Tak ada lawan yang bisa menandingi kehebatannya.
Saat aku memikirkan Carême,
aku membayangkan anak kecil malang yang membawa buntalan,
telantar di Paris pada puncak Revolusi.
Sambil menangis, ia mendengar ayahnya menyuruhnya
untuk tidak pulang ke rumah, karena tak ada cukup makanan
untuknya dan 14 saudaranya.
Menakjubkan sekali, ia tak pernah berjumpa dengan keluarganya lagi,
meski ia tak pernah meninggalkan Paris setelah itu.
Tunggu. Lakukan perlahan-lahan.
Akan kuulangi lagi.
Apa vol-au-vent -nya enak?
Itu makanan terenak yang pernah kumakan.
Habiskan makananmu.
Apa kau menyukainya?
Ya.
Daging ikannya sangat lembut.
Clos-Vougeot!
-Bagus sekali, Rabaz. -Luar biasa.
Rabaz yang baik hati.
Tuhan menciptakan air, tapi manusia menciptakan wine.
Itu luar biasa.
Aku punya cerita menarik tentang Clos-Vougeot untuk kalian.
Pada tahun 1364, Paus Urbanus V
ingin meninggalkan Avignon dan kembali ke Roma dengan para dewannya.
Dan...
Ya Tuhan.
Aku setuju, Grimaud, semua percakapan harus dihentikan
saat hidangan kalkun truffle muncul.
Tapi ini hanyalah daging sapi muda dengan selada rebus.
Baiklah.
Petrarch memberitahu kita bahwa para kardinal tak mau meninggalkan Avignon.
Mereka membayangkan hidup yang menyedihkan, jauh dari wine Burgundy.
Perlawanannya sangat besar,
sampai Paus mengancam akan mengucilkan Kepala Biara Cîteaux,
Jean de Bussières,
jika ia berhenti menyuplai wine Clos-Vougeot ke Avignon.
Setelah kematian Paus Urbanus V,
penerusnya, Paus Gregorius XI,
langsung membatalkan ancaman pengucilan itu,
supaya para anggota dewan bisa menikmati wine Clos-Vougeot lagi.
Violette.
Ini.
Selalu mengesankan.
Luar biasa.
Ada es krim di dalamnya.
Itu sebuah keajaiban.
Tidak, bukan keajaiban, hanya sebuah reaksi ilmiah.
Putih telur yang sudah dikocok adalah insulator yang baik.
-Benarkah? -Es krimnya tetap beku.
Aku tidak tahu itu.
Seorang fisikawan Amerika menemukan fenomena ini,
yang lalu memberikan ide pada Balzac untuk membuat hidangan pencuci mulut ini.
Baiklah.
-Balzac, kepala koki Grand Hotel... -Oh, ya!
-Dialah yang membuat... -Tentu saja.
Apa nama hidangan itu?
Baked Alaska.
Jadi, pada akhirnya,
itu adalah hidangan pencuci mulut ilmiah.
Kurang lebih begitu.
Apa namanya?
Baked Alaska.
Mengapa Alaska?
Aku tidak tahu.
Terima kasih.
Itu tadi sangat luar biasa.
Kami merindukanmu di ruang makan.
Ya, mengapa kau tidak makan bersama kami?
Dodin, bisakah kau melakukan sesuatu
untuk membuat Eugenie bergabung bersama kita?
Itu terserah Eugenie.
-Itu mustahil terjadi. -Mengapa tidak? Pasti bisa.
Kami akan sangat menghargai kehadiranmu.
Untuk melakukan semuanya dengan benar, aku harus berada di sini.
Di dapur.
Aku berbincang pada kalian di ruang makan melalui apa yang kalian makan.
Apa lagi yang harus kukatakan?
Dan aku juga memakan apa yang kalian makan.
Contohnya ikan turbotnya.
Aku mencicipinya sebelum kalian saat ikan itu dikirim pagi ini.
Aku menghirup aromanya...
Aku membalikkannya, mengusapnya selama ikan itu ada di dapur.
Aku tahu betul
No comments yet. Be the first to leave one.