Release info

수요미식회 tvN Wednesday Food Talk E194 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Guest: Park Ha-sun, Kwon Hyuk-soo

Tags

other
Published on: 2019-02-14
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Apakah kamu ingin menghabiskan hari istimewa?"

"Selamat datang"

Sepotong kebahagiaan, steik.

"Steik, daging kelas atas"

"Sisi luar renyah terpanggang dengan bagian dalam kaya sari"

- Tahap akhir kelembutan. - Tahap terakhir.

"Bagian merah muda yang luar biasa"

"Saus kaya sari"

Sari dagingnya meletup.

"Rasa luar biasa nikmat membuatmu otomatis menari"

"Steik, kemewahan di mulut"

Selamat datang di episode ke-194 Wednesday Gourmet.

Selamat datang.

"Selamat datang di Wednesday Gourmet"

Sebelum kita perkenalkan para tamu hari ini,

izinkan aku memperkenalkan topik kita terlebih dahulu.

"Jantungmu berdebar kencang saat melihatnya"

Daging tebal

dengan bagian dalam berwarna merah muda.

Sari daging mengisi penuh mulutmu.

"Daging merah muda memenuhi mulutmu dengan sarinya"

Kamu teringat rasa sajian luar biasa ini di hari istimewa.

"Rasa luar biasa di hari istimewa"

Segigit kebahagiaan

yang kamu gigit, kunyah, dan gerogoti.

Menu hari ini adalah

steik, daging kelas atas.

"Steik"

Aku akan mulai dengan memperkenalkan tamu kita hari ini.

Dia sudah melewati fase bulan madu mesranya

dan menikmati waktunya dengan putrinya.

Park Ha Sun.

Halo.

"Park Ha Sun"

Dia sangat terkejut

saat kamu bilang "sudah melewati fase bulan madu mesra".

Dia pikir, "Siapa yang dia maksud"?

Tapi begitu

kamu katakan "menikmatinya dengan putrinya", dia sadar dia maksudnya.

Itu karena dua tamu lainnya belum menikah.

Staf kami seharusnya mencari tahu fakta mereka.

Dia memang punya putri,

tapi benarkah fase bulan madunya sangat mesra?

Kalian perlu memeriksanya.

Benar, bukan?

Jangan anggap semua pengantin baru mesra.

Setiap orang berbeda.

Kupikir yang kamu maksud adalah A Young.

Aku akui itu salah kami.

- Maafkan kami. - Aku senang kamu berpikir begitu.

Baiklah.

Baik, tamu berikutnya

seorang aktor hebat

dan cara dia makan juga merangsang selera makan kita.

Dia melakukan diet setiap hari untuk makan semua yang dia inginkan.

Dia pemakan terlahap, Kwon Hyuk Soo.

Halo.

Dengan suaranya yang manis dan sikap sopannya,

dia menjadi pria yang paling dicari di dunia, Eric Nam.

Halo.

Kudengar Su Young

- seorang juru masak yang hebat, - Ya.

dan dia sangat memedulikan keluarganya, bukan?

- Dia pandai memasak? - Ya, dia pandai memasak.

Apa hidangan terbaiknya?

Dia memasak hidangan yang enak.

Saat teman-temanku berkunjung, dia memasak set menu.

Kami sering makan

steik di rumah.

Dia juga pintar memasak daging.

Sejak aku bertemu suamiku,

aku belum pernah lagi makan steik di restoran.

- Ini kali pertamamu sejak itu? - Begitulah.

Lebih murah makan di rumah

dan dia memasak daging dengan sangat baik.

Kalau begitu, cara itu lebih nyaman, bukan?

Benar.

Kita tidak bisa melewatkan apa pendapat Eric

karena dia pernah tinggal di Amerika.

Steik adalah bagian hidupmu, bukan?

- Haruskah? - Bukan begitu?

Pertanyaanmu sangat mendadak.

Aku sedikit terkejut.

Jalan kita masih panjang.

Mereka pintar menyunting.

Memang benar steik sajian umum di Amerika.

Lebih umum lagi

memasak barbeku di rumah.

Perbedaan terbesar

antara steik di Amerika dan di Korea adalah ukurannya.

- Steik mereka sangat besar. - Benar.

- Ukurannya sebesar wajahmu. - Besar sekali.

Aku masih ingat

kali pertamaku makan steik di restoran mewah.

Kami masing-masing memesan satu porsi,

dan daging itu sebesar ini.

Daging itu juga sangat mentah.

Aku tidak tahu harus memakannya bagaimana.

Aku sangat terkejut

dan menyisakannya lebih dari setengah.

"Rasa alami daging tidak tersentuh"

Karena di sana ada banyak ternak dan lahannya besar,

- steik cukup umum. - Benar.

Kapan kali pertamamu makan steik, Hyuk Soo?

Steik.

Sepertinya saat kecil dahulu.

Di kapal pesiar di Sungai Han

dan aku memakai jas.

- Kamu kaya. - Sepertinya begitu.

Aku ingat mengenakan jas.

"Di sebuah restoran di sungai tempatmu dapat melihat Sungai Han"

Aku bahkan ingat apa yang ibuku katakan padaku

hari itu.

"Saat kamu memotong steik,

cara sopannya adalah hanya memotong saat menarik pisau kembali,

jika tidak, pisau akan berdenting terkena piring,

tidak sopan seperti itu."

Aku tidak yakin apakah itu benar,

tapi aku masih ingat dia mengatakannya,

lantas sampai sekarang aku masih melakukannya seperti itu.

Kamu menikmati steik pertamamu di tempat yang tidak biasa, Chan Il?

Ya, aku menikmatinya di tempat otentik.

- Di mana? - Di pangkalan Angkatan Darat AS.

"Pangkalan Angkatan Darat AS"

"Astaga"

Tempatnya steik.

Waktu itu acara di pangkalan AD saat aku masih SMP.

- Saat kamu di SMP? - Ya.

Jadi, begitu Perang Korea berakhir...

Tidak, justru sebelum perang.

Saat pemerintahan Presiden Rhee Syngman.

"Aku bercanda"

Saat itu, steik itu dimasak

di atas panggangan barbeku.

"Sepotong besar daging ditempatkan di atas arang"

Mereka memanggangnya sampai permukaannya menghitam.

Potongannya sangat besar, tapi masih berdarah.

Mereka memotongnya besar dan menyajikan dengan piring kertas,

lalu aku membawanya ke suatu tempat

- dan memakannya. - Di luar ruangan?

Terlalu keras untuk kukunyah.

Daging itu tidak meleleh di mulutku.

Aku sudah pernah makan daging panggang,

tapi steik tidak terasa lebih nikmat.

- Begitu. - Terasa sangat asing.

Semakin mengenalnya, semakin enak rasanya.

Segigit daging membuatmu bahagia.

Kita akan memulai diskusi mendalam tentang steik berkualitas tinggi.

Bagaimana cara tepat untuk membedakan gaya Eropa dan Amerika?

Apa yang berbeda?

Steik gaya Eropa adalah...

Saat kamu pergi ke restoran

dan memesan set makanan...

"Setelah berbagai makanan pembuka"

Steik disajikan sebagai makanan utama.

Di sini tidak sebanyak yang disajikan di Amerika.

Steik di tengah set makanan. Itu hal biasa.

Perbedaan lainnya adalah metode memasaknya.

Steik tidak dimasak dengan asap atau panas tidak langsung lainnya.

Daging dimasak di atas wajan.

"Daging dimasak langsung di wajan"

Hal yang baik dari menggoreng dengan wajan ini

adalah si kepala koki terus mengamatinya.

Dia melengkapi steik itu seolah-olah itu karya seninya,

melihat bagaimana cara memasaknya di atas wajan.

Itu gaya Eropa.

Bagaimana dengan gaya Amerika?

Yang terpenting, lahan di Amerika sangat besar.

- Kamu tahu koboi? - Ya.

Mereka tidak hanya beternak.

Salah satu pekerjaan mereka adalah

membawa ternak ke rumah jagal di Chicago.

- Dalam keadaan hidup. - Bagaimana bisa?

Dia membiarkan ternak merumput selama perjalanan itu.

Dia membiarkan ternak makan dan minum sendiri di perjalanan

untuk membawa ke sana hidup-hidup.

Karena saat itu tidak ada sistem transportasinya.

Dia dibayar untuk membawa ternak dengan aman ke rumah jagal.

Mereka menghasilkan banyak uang.

Koboi bisa membawa ratusan sapi.

Di perjalanan itu, sapi mungkin saja memakan

misalnya, mungkin ternak itu bisa saja memakan jagung,

hal itulah yang mengubah dan meningkatkan

rasa daging sapi Amerika.

Aku kembali ke Amerika Serikat untuk kuliah

dan sangat terkejut.

Saat memikirkan steik,

kita cenderung menganggapnya sebagai makanan mewah,

tapi saat aku makan steik di Amerika,

mereka seolah hanya melemparkan hidangan ke arahku.

Steik gaya Amerika sedikit kasar.

"Steik gaya Amerika kasar"

Seolah katakan di depanmu, "Ini daging".

"Ini yang kamu sebut daging".

Rasanya seperti dihidangkan

daging yang masih dalam bentuk alami.

"Rasa daging alami"

Begitu, ya.

Budaya memakan steik

belum lama ada di Eropa

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left