Something Bit Me!

Something Bit Me!

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Something Bit Me! S01E12-DSNP-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝗗 𝗛𝗼𝘁𝘀𝘁𝗮𝗿

Tags

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
Published on: 2022-07-04
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Program ini mengandung muatan luka parah

yang mungkin mengganggu. Pemirsa diharap bijak.

Bukan sepenuhnya soal berburu.

Ini tentang keluar untuk berada di hutan,

melihat binatang dari spesies berbeda.

Berada di luar sendirian. Ketenangan.

Menemukan hal-hal baru dan melihat bagaimana alam beraksi.

Palm Beach County, Florida.

Lokasi dari kawasan J.W. Corbett Wildlife Management.

Terletak di antara West Palm Beach dan Danau Okeechobee,

terdapat 60.000 ekar hutan dan tanah basah yang dilindungi.

Dijuluki sebagai "Kekacauan Florida Lama",

cagar alam ini menampung beragam satwa liar.

Dari rusa dan bobcat hingga unggas air dan reptilia.

Anugerah berlimpah yang menarik peminat ruang luar paling bersemangat.

Orang-orang seperti James dan Terisa Boyce,

yang telah berburu di sini selama lebih dari 15 tahun.

Aku sudah berburu dari umur 5 tahun.

Aku memulai saat masih muda di Maine.

Ayahku membawaku ke hutan bersama saudaraku, belajar cara berburu.

JAMES BOYCE Pemburu

Dari sana, aku pindah ke Florida.

Aku terus berburu hingga hari ini.

Pertama kali aku secara resmi pergi "berburu",

TERISA BOYCE Istri James

James mengajakku dan kami menyusuri hutan bersama-sama,

aku dapat melihat rusa di alam liar.

Enam belas tahun kemudian, kami masih melakukan hal yang sama.

Aku masih mengikuti dia berkeliling ke hutan.

Aku belajar banyak tentang binatang dan apa yang dapat mereka sediakan.

Nilai gizi yang berbeda.

Ini seperti proses dari produksi ke konsumsi.

Kami tak pernah makan daging apa pun dari toko selama sepuluh tahun.

Kami hanya makan hasil buruan.

Ini merupakan awal musim.

James dan Terisa berharap untuk mendapatkan rusa pertamanya.

Pagi hari itu, 9 November 2019, sama seperti pagi hari biasa.

Perburuan hari pertama.

Seharusnya menjadi hari berburu yang normal dan biasa.

Kami tiba di lokasi.

Lalu mengunci truk dan mengambil perlengkapan.

Cuacanya mendung, terlihat basah. Sedikit gerimis.

Kami menyusuri Jejak 3.

Jejak 3 membentang dari puncak Corbett turun hingga ke bagian belakang.

Hari pertama perburuan adalah saat semuanya masuk ke hutan untuk berburu.

Ada banyak orang di mobil rawa dan menembak.

Kami tahu bahwa mobil berburu dari jalan utama ke Jejak 3.

Apa yang mereka lakukan? Mereka menakuti rusa.

James dan Terisa melanjutkan menyusuri Jejak 3, berharap mencegat

rusa yang ketakutan oleh para pemburu di daerah tersebut.

Waktu itu, mungkin sekitar pukul 8.30 atau 8.45.

Kami sudah berjalan sekitar 4,8 km.

Kami berjalan menembus air,

dan hujan mulai turun sedikit lebih deras.

Telapak kakiku basah. Aku basah kuyup.

Pada titik ini, kondisinya dingin. Aku menderita.

Aku sudah tidak tahan. Aku bilang, "Ayo kita balik saja."

Aku bilang, "Ya, kau benar."

"Hujannya mulai agak deras. Ayo."

Sekarang kami dalam mode "menuju kembali ke mobil".

Jadi, kami tidak terlalu berhati-hati.

Aku mencoba untuk mengejar dia.

Dia tertinggal di belakang, 3 hingga 4,5 meter.

Aku ingat dia bilang bahwa dia ingin makan sarapan.

Aku berkata, "Ya, itu terdengar bagus."

Aku melangkah di semak Palmetto,

tiba-tiba terasa seperti aku menginjak soket listrik.

Seperti sentakan. Tiba-tiba kakiku kebas.

Kataku, "Bagaimana bisa ada listrik di luar sini, 4 meter di dalam hutan?"

Lalu aku mendengar dia berteriak.

Aku berpikir dia digigit ular.

Itu yang kupikirkan pertama kali. "Astaga, itu ular."

Aku melihat ke bawah, ada aligator dengan satu kakiku di dalam mulutnya.

ALIGATOR AMERIKA

Aligator Amerika berevolusi selama lebih dari 150 juta tahun.

Sekitar sejak zaman dinosaurus.

Ditemukan di sungai air tawar, rawa,

dan paya di seluruh Amerika Serikat bagian tenggara.

Reptilia semi-akuatik ini dapat tumbuh hingga sepanjang 4,5 meter

dan berbobot lebih dari 816 kilogram,

menjadikannya salah satu predator terganas di kawasan itu.

dr. Marisa Tellez, Direktur Eksekutif Crocodile Research Coalition,

telah mempelajari binatang ini bertahun-tahun.

Dia mengetahui persis apa yang dihadapi James.

Aligator Amerika telah mengembangkan

kekuatan gigitan untuk menjepit dan menahan.

Aligator 3 meter, kita berbicara kekuatan gigitan sekitar

1.800 psi.

Itu kira-kira seperti kejatuhan semitrailer di jempol kakimu.

Aku ingat berkata, "Kau pasti... bercanda."

Tentu saja, ia sekarang mengerkah

dan percayalah, sakitnya... jika skala 1 hingga 10, itu pasti 15.

Cukup untuk membuatmu kejang.

Aku berteriak, bagai aku sedang dibunuh.

Aku tak pernah dengar dia berteriak begitu. Aku tahu ada yang tak beres.

Ini bukan teriakan "Jempolku terpukul dengan palu". Ini buruk.

Aku hanya terpaku.

Aku memproses. "Apa yang telah terjadi? Ada apa?"

Itu terjadi sangat cepat dan ia tak melepaskannya.

Aku sedang bertarung.

Ada apa?

Dia tak tahu aku sedang bertarung.

Aku tak sempat memberitahunya.

"Aku digigit aligator. Tunggu di sana."

Aku tidak begitu. Aku berteriak ke Tes untuk menjauh.

Menjauh.

Alasannya adalah karena dia bukanlah pemburu yang berpengalaman.

Dia juga tidak mahir dalam menembak.

Namun, alasan utamanya, aku takut ada sarang di sana.

Aku tak ingin dia tergigit.

Ketakutan James akan sarang aligator tak berdasar di akhir musim gugur.

Di waktu seperti ini, sudah lewat musim bersarang aligator.

Induk aligator tidak melindungi bayi-bayinya.

Ia sekarang meninggalkan sarang,

dan bayi-bayi aligator itu sendirian.

Sangat memungkinkan bahwa semak Palmetto

dapat menyembunyikan mangsa yang mungkin dilindungi aligator ini.

Saat ia tak ingin melepaskan, aku tahu ia menginginkan kaki itu.

Ia menghancurkannya dan kudengar suara yang keras.

Dia memutuskan semua saraf kakiku.

Itulah saat kejutan listrik terjadi.

Berasal dari semua saraf yang ia putuskan.

Gigitannya kuat untuk merobek sarafku pada gigitan pertama.

Sekarang ia masuk ke tulang.

Perlahan menghancurkannya. Terasa seperti catok.

Lalu aku berada di lidahnya. Ia seperti...

Geramannya, matanya yang langsung menatapku.

Lalu dia menyeretku ke belakang, aku bilang...

"Oh, tidak." Ada pistol di pundakku.

Namun, aku bertarung dengannya dan mengambil pistol.

Aku mulai memukulinya.

Memukulinya sampai pistol itu mulai pecah.

Aku memukul hidungnya. Aku memukul atas kepalanya.

Aku memukul matanya beberapa kali.

Saat itu, aku pikir itu tak berguna

karena ia terus maju mundur, tidak ada perbedaan.

Tentu saja, ada darah mengalir di dalam mulutnya.

Saat seluruh kakimu di dalam binatang, kau jadi bagian dari rantai makanan.

Aku makan makanan yang diciptakan Tuhan dan diambil dari bumi ini.

Sekarang, aku menjadi mangsanya.

Ia menganggapku sumber makanan.

Dimakan hidup-hidup.

Aku tahu bahwa mereka ada di Amerika Serikat.

Aku tahu mereka pindah melalui Brasil selama bertahun-tahun.

Bagian dari eksperimen gila.

Alam bisa berkhianat.

Tak pernah terbayangkan dalam hidupku bahwa aku akan menceritakan ini.

Orlando, Florida.

Musim dingin yang sejuk dan iklim subtropis

menjadikannya bukan hanya tujuan liburan populer,

tetapi juga tempat berkumpul bagi para profesional

untuk konferensi dan retret perusahaan.

Itulah alasan dr. Olivia Affuso dan dr. Daheia Barr-Anderson kemari

untuk konferensi kedokteran olahraga.

SELAMAT DATANG DI ORLANDO

Aku Olivia Affuso.

Aku seorang Profesor Rekanan untuk Epidemiologi

di University of Alabama di Birmingham.

Aku sangat bersemangat menghabiskan waktu di luar.

Itu sebenarnya berkontribusi untuk pekerjaanku

dalam aktivitas fisik dengan wanita.

Pekerjaan dengan wanita dalam kebugaran

membuat Olivia menjalin pertemanan dengan Daheia.

Aku mengenal Daheia mungkin selama kurang lebih 15 tahun.

Aku lupa kapan kami pertama kali mulai berbicara,

dan kami mulai berteman.

Saat kami berbicara, kami menemukan banyak kesamaan.

Kami terikat, melakukan aktivitas bersama para wanita.

Aku cenderung sebagai pelari, dan dia sungguh ahli dalam yoga.

Lalu kami mulai menjadi teman sekamar di pertemuan tahunan ACSM kami.

Kami akan selalu saling bertemu dan terhubung kembali setahun sekali.

Pada bulan Mei 2019, Olivia dan Daheia bertemu kembali

untuk konferensi tahunan Universitas Kedokteran Olahraga Amerika,

bersama dengan 6.000 praktisi kedokteran olahraga lainnya.

Diriku, Daheia, dan mentornya, Scott.

Ini akhir bulan Mei di Orlando, cuacanya sangat menyenangkan.

Jenis lingkungan iklim tropis dengan banyak pepohonan,

tumbuh-tumbuhan, dan bunga-bunga.

Setelah pertemuan yang melelahkan, mereka keluar untuk makan malam.

Saat kami berjalan untuk makan malam, aku lihat dua pria di atas boom lift.

Terlihat kedua pria ini sedang mengganti papan tanda,

seperti papan spanduk yang kita lihat di depan pusat konvensi

tentang acara yang sedang berlangsung.

Awalnya, tidak ada yang terlihat aneh.

Sampai kulihat mereka memukul-mukul. Lalu teriakan dimulai.

Kami semua mendengar pekerja berteriak dan kami melihat ke atas.

Kami melihat mereka seperti dikepung dengan sekawanan lebah.

Sekawanan lebah keluar seperti awan jamur bagi di sekitar mereka.

Aku tak pernah melihat lebah sebanyak itu.

Dengan segera mereka menyerang kedua pria yang ada di lift.

Tentu saja, mereka berteriak.

Saat Olivia dan temannya melihat, para pekerja berusaha keras

untuk melindungi diri mereka dari sekawanan lebah.

Namun, usaha mereka tampak sia-sia.

Turunkan lift!

Terdengar teror dalam suara mereka.

Itu mengerikan. Teriakannya.

Pasti ada ratusan lebah.

Itu seperti massa yang buram, seperti awan.

LEBAH MADU BARAT

More Indonesian subtitles for Something Bit Me!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left