The first 186 lines.
Salam Hangat Dari Singkawang Kalimantan Barat
PERANCIS NOVEMBER 1918
- Izin untuk masuk? - Masuklah.
Di mana anggota kompi yang lain, Kapten?
Menurutmu di mana? Bergerak bersama batalyon.
Aku sedang menunggumu di sini.
- Lama sekali kau baru kembali. - Aku tersesat di tengah asap.
Apa yang terjadi dengan senjatamu?
Pernahkah kau melihat kuda yang gila?
Dia hampir menginjakku dan merusak senapanku sampai berkeping-keping.
Yah, aku rasa kuda juga berhak seperti manusia untuk menjadi gila di masa perang ini.
Oh.
Bagaimana menurutmu?
Apa itu?
Ini "satu." Divisi Infanteri Pertama.
The Red One. Menurutmu Jenderal Pershing akan menyukainya?
- Oh, tentu. - Idenya dari topi tentara Jerman yang kubunuh.
- Kapan? - Oh, sekitar satu jam yang lalu.
Apakah dia meneriakkan sesuatu?
Yah, omong kosong kaiser yang sama, kau tahu, "Perang sudah berakhir".
- Habiskan. - Pak?
Habiskan.
Gencatan senjata telah ditandatangani pada pukul 11:00 pagi ini.
Perang sudah berakhir lebih dari empat jam yang lalu.
Yah, kau tidak tahu kalau perang sudah berakhir.
Tapi dia tahu.
Seperempat abad kemudian, potongan kain merah...
... yang berasal dari topi tentara Jerman yang terbunuh itu, menjadi terkenal di seluruh dunia.
Lambang dari Divisi Infanteri Pertama.
Yang Maju Berperang Pertama Kali, pasukan Big Red One.
AFRIKA UTARA NOVEMBER 1942
Dua puluh empat tahun kemudian, pasukan Big Red One berperang melawan Jerman lagi.
Kali ini di Perang Dunia II. Kami menyerang Afrika Utara.
Hei, Griff.
Bagus sekali! Terima kasih, Sersan.
Kami adalah pasukan bersenjatanya.
Skuad Pertama, Peloton Pertama, Kompi Satu, Infanteri ke-16.
Dia menyebut kami "pasukan bau kencur"nya.
Griff, dia penembak jitu yang handal.
Johnson dulunya peternak babi yang berpenyakit wasir.
Vinci adalah anak jalanan yang memainkan saksofon, dan itu aku, Zab.
Aku pikir aku adalah Hemingway dari Bronx.
Kau benar-benar seorang penulis buku?
- Ya. - Buku apa yang kau tulis?
The Dark Deadline.
- Tidak pernah mendengarnya. - Tidak pernah membacanya.
Itu novel misteri yang belum diterbitkan. Aku menitipkannya dengan ibuku.
Mengapa penulis buku menjadi tentara?
Untuk mendapatkan inspirasi menulis novel perang, bodoh. Apa lagi?
Bagaimana denganmu, Griff? Kau ingin menjadi kartunis...
- ... untuk surat kabar besar atau apa? - Mm-hm.
Katakan, Griff. Kau melakukan semuanya dengan tangan kiri?
Semuanya kecuali menembak. Dan memainkan "anu"ku.
"Waspadalah, Vichy."
"Pasukan Big Red One akan datang."
Vichy?
Aku selalu mengira Vichy itu sejenis minuman soda.
Tidak. Vichy adalah tentara Perancis, berperang di pihak Hitler.
Ya, itu sebabnya mengapa kita memakai ini agar mereka tidak menembak tentara Amerika.
Kita menyebarkan selebaran agar mereka tahu kita akan datang.
Tapi kalau mereka memulai pertempuran, kita harus membunuh mereka.
Kami bertempur melawan Jerman dalam perang ini, bukan Perancis.
Kami berharap mereka juga merasakan hal yang sama.
Pasang kondom kalian agar tidak kemasukan air laut.
Terima kasih, Griff.
Aku yakin orang yang menemukan ini ...
- ... tidak menyangka akan dipasang di senapan. - Aku tidak mungkin mau bercinta dengan mereka.
- Bagaimana denganmu, Johnson? - Aku tidak.
Di sepanjang pantai Aljazair, tentara Prancis membaca selebaran kami...
... dan juga bertanya-tanya apakah mereka akan bertempur.
Kolonel pasti bodoh kalau tidak mempercayai selebaran tersebut.
Kita tidak berguna. Kau, aku, kita semua yang ada di sini.
Mempertahankan pantai Aljazair ini demi Marshal Pétain dan Adolf Hitler.
Aku tidak bisa membunuh orang Amerika.
Ada empat hal yang bisa kau dengar di kapal:
Suara ombak, mesin kapal...
... doa yang tidak jelas...
... dan suara 50 orang yang mabuk laut.
Pasukan Perancis, jangan menembak. Kami tentara Amerika.
Jangan menembak. Kami datang untuk melawan Hitler, bukan kalian. Jangan menembak.
Tahan tembakan kalian!
- Ya, Kolonel. - Mulai menembak.
Tidak kalau ditujukan kepada tentara Amerika.
Medis! Medis!
Habisi dia, Griff!
Bagaimana mungkin tembakanmu bisa meleset?
Jaraknya cukup dekat untuk mencium pipinya.
Ada apa denganmu? Aku tidak pernah melihatmu meleset.
Medis! Di sini.
Infanteri Keenambelas, tahan tembakan kalian!
Tentara Amerika, di sini Kapten Chapter.
Jenderal Tavernier sudah mati.
Tentara Amerika! Aku dan pasukanku menyerah.
Orang Perancis, kami tidak menerima penyerahan kalian.
Kalian hanya menyerah kepada musuh.
Kalau kalian adalah Vichy, lawan kami.
Kalau kalian adalah orang Perancis, bergabunglah dengan kami!
Kami merasa sangat sombong.
Kecuali Griff.
Di tengah pertempuran, dia terdiam.
Hal itu mempengaruhi Griff.
Dia menjauh dari kami semua.
Belum ada seorangpun yang ingin menggunakan kata "pengecut".
Mengapa kita tidak bergerak masuk ke pedalaman?
Kompi Merah yang memutuskannya. Minum pil anti malariamu.
Aku penasaran apa yang mereka berikan padamu di perang yang dulu sehingga tidak terangsang?
Sama seperti yang sedang kau makan sekarang. Mengandung kalium nitrat.
Griff kembali.
Aku tidak bisa membunuh seseorang.
Kita tidak membunuh, kita menghabisi.
Itu sama saja.
Sangat berbeda, Griff.
Kau tidak membunuh binatang, kau menghabisi mereka.
Yang sebenarnya adalah, kami tidak tahu perang apa yang sedang dibicarakan.
Kami belum menemukan pasukan Jerman.
Pusat Komunikasi terkena bom tentara Amerika.
Tentara bau kencur ini menemukan gramofon dan satu piringan yang tidak rusak.
Lihatlah wajah anak-anak manja ini, Schroeder.
Mereka berpikir lagunya Horst Wessel begitu...
Horst Wessel adalah mucikari yang menyediakan pemuda cantik seperti kalian untuk Hitler.
Dia terbunuh dalam sebuah perkelahian, gara-gara seorang pelacur di Berlin.
Puisi karya seorang mucikari menjadi hymne di partai Hitler.
Bukankah begitu, Schroeder?
Tidak ingin membingungkan anak-anak baru ini, ya?
Kau semakin lembut.
Schroeder dulunya sangat kuat. Di Libya, aku melihatnya membunuh seorang perwira Jerman.
Aku tidak membunuhnya, Gerd, aku menghabisinya...
... saat dia lari dari pertempuran melawan tentara Inggris.
Membunuh. Menghabisi. Itu sama saja.
Kita tidak membunuh musuh, kita menghabisi.
Semuanya bergerak.
Batalyon mengirim kita menuju Jalur Kasserine.
- Kita akan tersedak asap panzer. - Aku tidak, Schroeder.
Biarkan granadir panzer Rommel yang berbaris di belakang tank-tank itu.
Tapi aku tidak. Aku tidak mau lagi.
Aku bukan Nazi fanatik sepertimu.
Jerman sudah bosan bernyanyi untuk Adolf Hitler.
Jenderal kami yang brilian telah memperhitungkan...
... bahwa pergerakan Rommel akan tiba di suatu tempat bernama Speava...
... sehingga mereka mengumpulkan sebagian besar pasukan Sekutu di sana.
Tapi mereka mengirim resimen kami melalui jalan memutar...
... melewati tempat yang tidak menyenangkan yang bernama Jalur Kasserine.
Skuad kami adalah ujung tombak. Kami memang yang terhebat.
Seluruh Korps di Afrika datang melewati Jalur Kasserine.
Rommel benar-benar telah menyergap kami saat kami lengah.
Ada tank dan infanteri bersama mereka.
Mereka akan mewaspadai senjata anti-tank di balik bebatuan, jadi ayo bergerak!
- Oh, sial. - Ayo.
Sersan, kita akan lari ke mana? Mereka akan melihat kita di medan terbuka.
Kita tidak lari, kita akan menggali.
Menggali? Kau sudah gila, Sersan?
Baiklah. Ayo gali dan biarkan mereka lewat di atas kepala kita.
Hei, mereka menuju ke kanan!
Tebak lagi, bodoh. Lihat yang di sana.
Astaga.
Tank! Mereka ada di mana-mana!
h
ht
htt
http
http:
http:/
Perang sudah berakhir untukmu.
Kami menang.
Kau sudah kalah.
Kau berada di sebuah Rumah Sakit sementara Jerman di Tunisia, Sersan.
Para dokter kami begitu terkesan dengan pemulihanmu.
Kau seharusnya mati.
Kita harus keluar dari sini.
Kau dengar apa yang dikatakannya.
Rumah sakit ini tidak ditandai, dan mereka bisa meledakkan kita.
Di sini ada yang dari pasukan Big Red One?
Infanteri ke-16.
Infanteri ke18!
Di mana tentara dari pasukan Big Red One itu?
Apa yang terjadi di jalur itu?
Kau bersama Infanteri ke-16 itu?
Kau salah satu dari orang-orang bodoh itu?
Kompi I, Batalyon ke-3.
Apa yang kau lakukan dengan memakai pakaian Arab itu?
- Apa yang terjadi di jalur itu? - Kami menyerang balik saat anak buahmu diri.
Kami merebut Kasserine, Gafsa, El Guettar, Tunisia.
- Kami memukul mundur Rommel keluar dari Afrika. - Maksudmu pasukan Big Red One merebut Tunisia.
Tentu saja.
Ini adalah Tunisia.
Kau benar.
No comments yet. Be the first to leave one.